Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pendukung Rizieq Shihab Bebas Merajalela, Negara ke Mana?

Pendukung Rizieq Shihab Bebas Merajalela, Negara ke Mana?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Nov 2020
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Tanggal 10 November 2020, bagi saya bukan sekadar Hari Pahlawan, tapi lebih merupakan hari kekalahan negara dari sekelompok orang yang bebas leluasa memorak-porandakan semua aturan negara dan sekelompok orang yang menabrak semua aturan di jalan tol dan merusak fasilitas umum di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta adalah mengaku beragama Islam yang sedang “menuhankan” junjungannya yaitu Mohammed Rizieq Shihab.

Akal sehat mereka musnah saat virus kultus individu terhadap manusia menggerogoti jiwanya. Ajaran Islam yang begitu mulia yang mengajarkan “kebersihan adalah sebagian dari iman” lenyap di otak para pemuja buta. Akhirnya yang terjadi kezaliman terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak peduli terhadap kerusakan yang mereka timbulkan, mereka tidak peduli dengan kepentingan orang lain yang harus berkorban jadwal terbang mereka yang berantakan dan mereka pun tidak peduli bagaimana mata dunia International begitu buruk melihat Indonesia.

Ironisnya, negara terkesan abai menjaga wibawanya. Jujur saya tidak percaya dengan analisa ini adalah “strategi catur Jokowi” lagi. Saya juga tidak setuju dengan semua analisa yang membenarkan apa pun langkah Jokowi. Fanatisme para pendukung Jokowi yang buta, di mata saya sama dan sebangun dengan level fanatisme pendukung Rizieq Shihab. Semua sama-sama telah kehilangan obyektivitas dan akal sehat. Tidak pernah mampu melihat putih adalah putih, hitam tetaplah hitam.

Apa pun alasannya, negara telah dipermalukan oleh kelakuan seenak hati para pendukung Rizieq Shihab. Negara tidak hadir untuk melindungi obyek vital seperti bandara. Harus diakui para pembantu Presiden Jokowi di bidang politik dan keamanan telah bertindak banci, dengan membiarkan kehormatan Presiden diinjak-injak oleh kelompok yang jelas berseberangan dengan Pemerintah.

Bahkan Menkopolhukam dan Mendagri pun membiarkan Gubernur DKI Jakarta “sowan” ke mantan pelarian dengan mengabaikan semua protokol kesehatan. Bahkan konon kabarnya, segera Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, giliran akan sowan ke Rizieq Shihab. Bagaimana mungkin para pembantu Presiden merendahkan diri kepada orang yang sering menzalimi Presiden Jokowi dengan menyebut “presiden ilegal”. Anies Baswedan dan Ridwan Kamil secara terang benderang, melecehkan kewibawaan Presiden, hanya karena kepentingan pragmatis ingin beternak dukungan untuk 2024. Dan anehnya Menkopolhukam dan Mendagri tidak berbuat apa-apa untuk melindungi kehormatan Presiden. Ini ada apa?

Belum lagi, betapa sedihnya saya melihat barisan pegawai BUMN PT. Angkasa Pura di bagian apron Bandara berbaris rapi di bawah pesawat mengelu-elukan kedatangan Rizieq Shihab. Bagaimana langkah Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengatasi gejala radikalisme yang semakin tampak terang benderang di lingkungan BUMN? Juga apa langkah konkret Panglima TNI melihat ternyata masih banyak tentara yang terpapar paham radikalisme? Jangan-jangan semua pembantu Presiden saat ini bukan bekerja sesuai arahan Presiden tapi malah sedang sibuk mengamankan posisinya nanti di tahun 2024. Entahlah…..

Bagaimana mungkin negara dikelola seperti ini?

Jujur saya kecewa. Dukungan saya kepada Presiden Jokowi harus didukung juga dengan langkah tegas Presiden untuk membentuk Tim Kerja Presiden yang hanya loyal kepada Presiden Jokowi dan Pancasila. Presiden Jokowi harus segera mengambil keputusan yang strategis, cerdas dan keras. Jangan lagi melakukan pembiaran. Kedatangan Rizieq Shihab bagi saya adalah sinyal kuat terbangunnya perlawanan kepada Pemerintah dengan lebih masif dan sistematis. Presiden Jokowi tidak boleh melihat fenomena ini dengan biasa-biasa saja. Harus ada langkah contingency plan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bakal terjadi.

Terakhir, saya hanya mengetuk kesadaran kolektif bagi para pendukung fanatik Presiden Jokowi. Mari jadi pendukung Presiden Jokowi dengan obyektif dan terukur. Menjaga Indonesia dan menjaga Presiden Jokowi bukan berarti harus selalu membenarkan langkah Presiden dan pembantunya tanpa reserve. Terkadang kita perlu juga mengkritisi dan memberi masukan kepada Presiden Jokowi. Bagi saya itulah cara yang paling cerdas dan elegan agar Presiden Jokowi selamat menuntaskan pengabdiannya hingga Oktober 2024.

Mudah-mudahan ke depan negara tidak lagi abai menjaga Marwah dan kehormatannya. Radikalisme dengan menggunakan topeng agama sedang mengancam Kebinekaan Indonesia. Radikalisme ini adalah saudara kandung dari ideologi pro khilafah dan keduanya harus dibendung sekuat tenaga agar Indonesia tetap ada sampai waktu yang tak terhingga.

Ini hanya sekadar keprihatinan saya, seorang rakyat jelata yang cinta Indonesia dan Pancasila.(*)

Salam SATU Indonesia

Editor (+rony banase)
Foto utama (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Musi 4 Kini Bisa Dilalui

    Jembatan Musi 4 Kini Bisa Dilalui

    • calendar_month Jum, 11 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Palembang,gardaindonesia.id  | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Musi 4 dan sudah dibuka untuk umum sejak Selasa (8/1/2019). Kehadiran jembatan tipe extradozed (perpaduan kabel dengan gelagar kotak/box girder) dengan panjang 1.130 meter, lebar 12 meter tersebut bertujuan mengurangi beban lalu lintas Jembatan Ampera dan meningkatkan konektivitas di Kota Palembang. Perencanaan pembangunan […]

  • Telisik Hendi, Koruptor Lulusan Amerika Yang Ditangkap KPK

    Telisik Hendi, Koruptor Lulusan Amerika Yang Ditangkap KPK

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Loading

    Prabowo yang ingin membersihkan para brengsek di BUMN mulai terbukti. Lewat KPK, Hendi Prio Santoso, jadi korban pertama. Nama Hendi dulunya melambung setinggi gas bumi yang ia kelola. Kini jatuh berdebam seperti tabung gas tiga kilo yang bocor di dapur ibu-ibu kompleks. Hendi lahir di Jakarta, 5 Februari 1967. Ia pernah dipuja sebagai putra terbaik […]

  • Ketum Peradin : Validitas Psikosis Pribadi Ganda Kasus Joshua–Sambo

    Ketum Peradin : Validitas Psikosis Pribadi Ganda Kasus Joshua–Sambo

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Persidangan kasus pembunuhan Brigadir Joshua semakin hari menunjukkan eskalasi dan tensi meninggi. Bagaimana tidak, fakta yang luput dari perhatian publik muncul dalam even persidangan yang menampilkan kesan bahwa 2 hari menjelang pembunuhan Joshua itu tidak tampak masalah bahkan begitu hangat hubungan dengan para ajudan. “Momen anniversarry seolah memberi sinyal kuat Ferdy […]

  • 1 Pasien Covid-19 Kota Kupang Hasil Transmisi Lokal Meninggal Dunia

    1 Pasien Covid-19 Kota Kupang Hasil Transmisi Lokal Meninggal Dunia

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Dr. Jelamu Ardu Marius pada Selasa, 12 Mei 2020 pukul 20.30 WITA di Biro Humas dan Protokol Setda NTT menyampaikan bahwa telah meninggal dunia 1 (satu) pasien positif Covid-19 di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. “Saudara kita […]

  • Cara PPA Kluster TTS Barat & PPA Kupang Tenggara Peringati HAN 2023

    Cara PPA Kluster TTS Barat & PPA Kupang Tenggara Peringati HAN 2023

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Guna memperingati dan memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) pada tanggal 23 Juli, maka Pusat Pengembangan Anak (PPA) Kluster TTS Barat dan Kluster Kupang Tenggara menghelat berbagai kegiatan yang berlangsung di aula BPKSDM Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat, 28 Juli 2023. Ketua Kluster TTS Barat, Fredik Faot, kepada media menyampaikan, […]

  • Perpanjangan PSBB DKI Jakarta Jadi Penentu Transisi ke ‘New Normal’

    Perpanjangan PSBB DKI Jakarta Jadi Penentu Transisi ke ‘New Normal’

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi DKI Jakarta hingga 4 Juni 2020 mendatang, menjadi fase penentu masa transisi menuju kenormalan baru atau New Normal. Hal itu dikatakan Anies dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan […]

expand_less