Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Penggalan Kisah Pilu Banjir Bandang di Adonara NTT–Cerita Natalia Andisty

Penggalan Kisah Pilu Banjir Bandang di Adonara NTT–Cerita Natalia Andisty

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

Loading

Flores Timur-NTT, Garda Indonesia | Banjir Bandang di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021, masih menyisihkan kisah pilu nan menyayat hati. Data dari Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021, menyampaikan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 menyebutkan 71 orang meninggal dunia, 54 orang luka-luka, 5 orang hilang, 1.100 orang mengungsi, 218 KK terdampak, 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak, 8 unit fasilitas umum rusak berat.

Namun, dari semua kondisi memilukan tersebut, terdapat beberapa penggalan cerita pilu yang kembali diceritakan oleh Natalia Andhisty, relawan dari Pertiwi Indonesia yang berada pada Rabu, 7 April 2021 (tiga hari pasca-banjir bandang di Wawerang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur).

Berada di Adonara selama 3 (tiga) minggu, menyisakan kisah berharga bagi Natalia Andhisty, dirinya harus menelusuri jalanan yang masih rusak parah dan penuh lumpur demi melayani para pengungsi dan korban Banjir Bandang. “Awalnya Nat turun bersama Pertiwi Indonesia, antar air minum, peralatan dapur, mie instan, dan 850 butir telur,” urainya kepada Garda Indonesia pada 28 April 2021 sembari mengungkapkan dirinya merasa drop akibat kelelahan.

Material bebatuan yang terseret hingga pemukiman warga saat banjir bandang di Pulau Adonara

Hari pertama di Adonara, cerita Nat secara gamblang, ia bersama relawan Pertiwi Indonesia melayani masyarakat korban bencana dan TNI. “Pagi-pagi rebus telur kemudian diantar ke posko-posko termasuk susu untuk anak-anak. Kami juga bagikan ke TNI/Polri yang berjaga di jembatan darurat termasuk di Koramil. Satu minggu kemudian distribusi peralatan mandi dan air mineral,” urainya.

Pertiwi Indonesia, imbuh Nat, juga bekerja sama dengan para Suster dari Ordo DST di Waiwerang. “Minggu pertama hingga kedua, kami masih sibuk di posko bersama Suster Barista membuat kopi untuk siapa saja yang bekerja di seputar jembatan darurat. Hingga menjelang puasa (Ramadan 1442H, red), kami membagikan peralatan salat dan menu buka puasa dan termasuk takjil kami antar ke posko-posko,” tuturnya.

Atas arahan Ibu Krisna Pertiwi Pusat dan Ibu Mutia Pertiwi NTT, sambung Nat, kami tetap bergerak sambil menerima bantuan-bantuan dari luar yang dikirimkan via Helikopter BNPB. “Hingga hari ke-20, bersama para Suster Ordo DST masih melayani hantaran menu buka puasa kepada pengungsi yang mayoritas Muslim di posko-posko umum sekitar Jembatan Waiburak, Waiwerang dan Koramil 1624 Adonara. Dan Pertiwi Indonesia berhasil menjalin komunikasi untuk distribusi tangki air dan Puji Tuhan sudah mulai beroperasi,” akunya.

Natalia Andhisty bersama relawan Pertiwi Indonesia saat membagikan sembako kepada aparat Polri

Natalia Andhisty merupakan pemeluk Katolik mengikuti ekaristi (bersama rombongan Pertiwi, red) yang dipersembahkan oleh Yang Mulia Uskup Larantuka, Mgr. Kopong Kung, Pr. bersama para pastor di Nelelamadike pada Minggu Paskah pertama tepat 7 hari sesudah banjir bandang. “Minggu Paskah pertama ada perayaan misa dan tampak masih mereka (korban bencana banjir bandang, red) menangis di saat misa. Kepala desa pun tampak tegar menerima kami meski tampak lelah di matanya tapi tetap melayani,” ulas Nat yang aktif mendorong geliat UMKM di Kota Reinha Rosari tersebut seraya mengungkapkan para pastor dan suster tampak sangat giat menolong para korban dengan cara masing-masing termasuk memandikan jenazah korban banjir di seputar Nelelamadike.

Pada Rabu, 7 April 2021, tampak seorang Ibu menggandeng anaknya di tengah lalu lalang orang dengan sepeda motor. Ibu itu bersama anaknya dengan tatapan mata hampa, lalu Suster memanggil anak itu untuk membagikan telur rebus (tampak baju anak itu kedodoran)

Selama berada di Adonara, Natalia Andhisty dan relawan Pertiwi Indonesia menumpang tidur malam di Dekenat Adonara. Ia pun kembali mengisahkan saat melihat banyak orang berjalan dengan tatapan kosong. “Mereka banyak berkerumun dan lalu lalang di seputar jembatan darurat meski TNI/Brimob sedang membuat jembatan tersebut. Hiruk pikuk manusia  bergerak melupakan Covid-19,” ungkapnya.

Berkat bantuan TNI, lanjut Nat, 2 (dua) jembatan yakni Jembatan Waiburak dan Waiwerang yang putus dihantam arus banjir, kembali dibangun. “Waiburak artinya air yang bercahaya di malam gelap,” ucap Nat sembari mengungkapkan bahwa minyak tanah di minggu awal juga sangat susah karena SPBU di Waiwerang ada 10 mobil tangki hanyut terbawa banjir (kerugian kisaran Rp.5 miliar).

Jembatan Waiburak yang dibangun TNI pasca-banjir bandang

Ada kisah pilu, tutur Natalia Andhisty yang memiliki usaha Duta Cafe di Kota Larantuka ini, ada seorang ibu di posko yang tampak depresi dengan tatapan mata kosong karena bayinya lepas dari pelukannya dan terbawa banjir. “Ada juga seorang ibu di Nelelamadike, saya temui sesaat sebelum Pak Jokowi turun ke sana, kakinya masih terbalut perban dan menceritakan anaknya ditemukan meninggal di dalam kelambu. Dan meratapi anaknya kenapa bukan ibu itu saja yang dipanggil Tuhan terlebih dulu,” ucapnya lirih.

Di Posko Nelelamadike, sambung Natalia Andhisty, meski di pengungsian mereka tetap bergotong royong di dapur umum. Di Nelelamadike saya rasakan duka mendalam sekali terlebih saat melihat bekas aliran sungai, kekuatan alam yang maha dahsyat datang tiba-tiba menjemput jiwa-jiwa. Penampakan baru berbatuan usai banjir bandang menceritakan kebesaran Tuhan. Anjing melolong di siang hari saat Misa Ekaristi berlangsung menceritakan banyak kesedihan di sana.

“Saat sejak awal berpikir bahwa harus kerja secepatnya untuk menolong para korban meski sekecil apa pun yang bisa dibuat dan diberikan kepada para korban. Situasi batin para korban dan penduduk sekitar juga tidak stabil jadi harus banyak bersabar,” tutup Natalia Andhisty menuturkan kisahnya selama di Pulau Adonara.

Penulisdan Editor (+roni banase)

Foto (*/koleksi pribadi Natalia Andhisty)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokter Tifa Ungkap Gibran Ngantukan Lebih Baik Dibanding Ptosis

    Dokter Tifa Ungkap Gibran Ngantukan Lebih Baik Dibanding Ptosis

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Loading

    Dokter Tifa membandingkan istilah ngantukan dengan istilah medis ptosis yang sebelumnya sempat diungkapkan dokter Tompi dan ramai dibahas publik.   Jakarta | Dokter sekaligus pakar neuroscience behavior dan epidemiolog, dr Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa melontarkan pernyataan kontroversial terkait Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menanggapi materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyebut mata […]

  • Dulu Pelita Sekarang Listrik PLN, Terang Listrik Enam Desa di NTT

    Dulu Pelita Sekarang Listrik PLN, Terang Listrik Enam Desa di NTT

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) berhasil menyelesaikan pembangunan jaringan listrik ke enam desa di empat kabupaten yang berada di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran listrik PLN selama 24 jam di enam desa tersebut menjadi bukti kehadiran negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) guna mewujudkan energi berkeadilan. Hadirnya listrik 24 jam ini pun disambut sukacita […]

  • Penuntutan, Johnny Plate Ditahan 20 Hari di Rutan Kejari Jakarta Selatan

    Penuntutan, Johnny Plate Ditahan 20 Hari di Rutan Kejari Jakarta Selatan

    • calendar_month Sab, 10 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah melaksanakan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti (tahap II) atas berkas perkara tersangka Johnny G Plate (JGP) kepada Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. “Untuk kepentingan dalam tahap […]

  • Enam Rumah di Belu Hancur Diserang Massa, Wartawan Diancam

    Enam Rumah di Belu Hancur Diserang Massa, Wartawan Diancam

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Enam rumah warga di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilempari batu hingga hancur berantakan oleh massa sesama warga Desa Bakustulama pada Kamis, 2 Januari 2020 siang. Pantauan media ini di TKP, kelompok massa dari Dusun Asora dan Dusun Kimbana A mendatangi enam […]

  • Presiden Jokowi Rekayasa Cuaca Jangan Hujan Saat Gala Dinner G20

    Presiden Jokowi Rekayasa Cuaca Jangan Hujan Saat Gala Dinner G20

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Garda Indonesia | Perhelatan G20 di Bali dilaksanakan saat musim hujan menjadi tantangan tersendiri, terutama acara jamuan makan malam bertempat di Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada Selasa malam, 15 November 2022. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika bertemu beberapa pemimpin redaksi media nasional di Hotel Apurva Kempinski, Bali pada Kamis, 17 November […]

  • Enam Metode Membaca Potensial

    Enam Metode Membaca Potensial

    • calendar_month Ming, 27 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Membaca adalah kemampuan yang penting. Ini membantu seseorang untuk memperoleh pengetahuan dan informasi, menumbuhkan kemampuan berpikir, dan meningkatkan imajinasi. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi, membaca tentunya telah menjadi kebutuhan yang penting bagi setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari, membaca memainkan peran penting. Baik di sekolah, di tempat kerja, atau di rumah, membaca adalah sumber utama […]

expand_less