Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pentingnya Jadi Ayah Hebat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Pentingnya Jadi Ayah Hebat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
  • visibility 40
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Derry Fahrizal Ulum

Pemberian pola asuh dan hubungan dalam rumah tangga memberikan pengaruh bagi perkembangan anak, yang pelaksanaannya dipengaruhi oleh konteks. Sebagai orang pertama yang berinteraksi dengan anak dalam keluarga, orang tua atau pengasuh memainkan peran penting dalam perkembangan anak, terutama selama masa kanak-kanak hingga usia pra-sekolah.

Banyak penelitian secara global menyatakan bahwa gaya pengasuhan dalam keluarga memiliki peran penting dalam berbagai fase perkembangan anak. Berbagai faktor telah mempengaruhi fungsi pengasuhan, yakni sistem makro (mengacu pada nilai-nilai budaya, tradisi, dan hukum) serta sistem mikro (mengacu pada hubungan dan interaksi antara orang tua/pengasuh dengan anak-anak mereka).

Indonesia adalah negara yang memperjuangkan nilai-nilai yang kuat seperti rasa kekeluargaan dan rasa memiliki yang kuat terhadap keluarga–bahkan tidak jarang keluarga di sini tidak hanya terdiri dari keluarga inti (ayah, ibu, anak), namun juga keluarga besar (ayah, ibu, anak, ditambah dengan anggota keluarga lain seperti kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, dan sebagainya) yang tinggal di satu rumah atau berdekatan, serta saling turut terlibat dalam suatu keputusan anggota keluarga.

Orang Indonesia juga cenderung menghargai kebijaksanaan, moral, dan norma masyarakat. Studi terbatas dari Bank Dunia pada tahun 2015 yang meninjau Program Pendidikan Pengasuhan di Indonesia menyarankan bahwa praktik pengasuhan saat ini perlu mengurangi – bahkan menghilangkan – praktik hukuman fisik oleh orang tua atau pengasuh untuk melindungi kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Memahami sikap, pengetahuan, pemahaman, dan praktik pengasuhan saat ini sangat penting untuk mengidentifikasi kesenjangan serta pendorong dan hambatan agar dapat mempromosikan praktik yang baik demi peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Di Aceh misalnya, penelitian tahun 2018 yang dilakukan oleh Amani, Savitri, dan Bintari yang berjudul Pelibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak di Aceh menunjukkan bahwa banyak pengasuhan sebagian besar dilakukan oleh para ibu dengan dukungan terbatas dari ayah, karena anggapan bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab ibu.

Situasi ini tentunya menjadi tantangan bagi banyak perempuan yang hidup dalam rumah tangga miskin karena kebanyakan dari mereka terlibat dalam mencari nafkah untuk memperoleh uang tambahan di samping melakukan urusan rumah tangga rutin. Dengan beban ini, para ibu mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pengetahuan baru tentang pengasuhan anak dan mereka bergantung pada tradisi lokal tentang cara merawat bayi mereka.

Misalnya, banyak ibu di Aceh yang tidak mengerti atau memiliki pemahaman yang salah tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi yang baru lahir. Temuan dari suatu penelitian dari UNICEF menceritakan bahwa seorang ibu di Lhok Nga, Aceh mengatakan bahwa ia biasa memberikan pisang dan madu kepada bayinya yang berusia 3 bulan. Bagi banyak ibu di sini, ketika bayi menangis setelah disusui, ibu menganggapnya sebagai rasa lapar dan berpikir bahwa ia membutuhkan lebih banyak asupan dibandingkan hanya sekadar ASI.

Data tahun 2016 dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa hanya 23,5% bayi baru lahir di Aceh yang menerima pemberian ASI ekslusif selama enam bulan. Keterlibatan ayah dalam hal ini menjadi signifikan dan karena itu perlu disadari pentingnya menemukan saluran yang tepat untuk membuat ayah sadar akan perannya untuk mendukung para ibu dalam mengasuh anak-anak mereka.

Ayah seringkali kurang terwakili dalam intervensi atau program tentang pengasuhan, padahal mereka adalah target penting untuk dilibatkan. Dalam sebuah temuan jurnal, melaporkan bahwa ayah berkeyakinan intervensi atau program pengasuhan diperuntukkan bagi ibu, dan bahwa yang harus hadir utamanya adalah ibu.

Selain itu, kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan minat dalam intervensi pengasuhan menjadi alasan lainnya. Sehingga, diperlukan penggunaan pesan yang secara khusus memang menargetkan ayah, misalnya ‘Program Menjadi Ayah Hebat’.

Hambatan lain dalam penelitian tersebut juga membahas keyakinan ayah mengenai peran gender tentang pengasuhan dan orang tua. Ayah menganggap dirinya sebagai orang tua yang ‘melindungi’ dan ‘maskulin’ (sebagai penyedia kebutuhan keluarga dan penjaga kedisiplinan anak) dibandingkan peran ibu yang berbeda (misalnya: urusan-urusan domestik). Dengan demikian, ayah yang memiliki anggapan tersebut cenderung memiliki penolakan untuk terlibat dalam intervensi.

Intervensi pengasuhan bertujuan untuk mengubah sikap dan keyakinan serta praktik pengasuhan sehingga ada kemungkinan bahwa intervensi mengubah keyakinan maskulin menjadi penting agar ibu dan ayah berbagi peran. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa ayah yang memiliki keyakinan norma-norma maskulin menunjukkan praktik pengasuhan yang kurang positif, dan mengasuh dengan lebih keras, dan ini adalah perilaku yang perlu diubah melalui intervensi. Studi ini juga menemukan bahwa ayah yang menganut kepercayaan maskulin meminimalkan dirinya untuk terlibat dalam pengasuhan anak.

Dengan demikian, ayah dengan kepercayaan yang lebih maskulin mungkin mendapat manfaat paling besar dari program pengasuhan jika mereka pada akhirnya mau terlibat dalam intervensi, dan pesan mengenai pentingnya keterlibatan ayah mungkin sangat penting bagi ayah.

Program-program dan penelitian di masa depan perlu bertujuan untuk menargetkan ayah yang menganut kepercayaan maskulin dalam mengasuh anak, dan mengeksplorasi penggunaan strategi khusus untuk melunturkan keyakinan ini.

Mari menjadi ayah hebat yang ikut aktif mengasuh anak secara positif! (*)

(*/Penulis merupakan pegiat anak)
Editor (+rony banase) Foto oleh titikdua.net

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponirah Terpidana

    Ponirah Terpidana

    • calendar_month Sel, 8 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dra. Bernadeta M. Usboko, M.Si. Ponirah, nama seorang gadis desa blasteran Jawa dan Timor. Berleher jenjang, berparas cantik dengan kulit sawo matang dan memiliki bola mata yang indah. Sayangnya tidak ditunjang dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai. Waktu terus berganti, gadis manis ini tumbuh begitu cepat dan menjadi kembang manis di desa tersebut. […]

  • Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

    Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Barat Daya, Garda Indonesia | Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diinisiasi para peneliti handal yang dijalankan di 7 (tujuh) kabupaten yakni di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya (SBD) berjalan dan […]

  • Gubernur Viktor Perintah Investor Lanjutkan Tambak Garam di Malaka

    Gubernur Viktor Perintah Investor Lanjutkan Tambak Garam di Malaka

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat-Gubernur NTT meninjau proyek tambak garam dan memerintahkan kepada investor untuk melanjutkan pembangunan yang sempat terhenti beberapa saat lalu (karena ada protes dari sebagian masyarakat); bertujuan mendukung dan menyukseskan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan garam di Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur Menurut Gubernur Viktor, kualitas garam NTT merupakan salah […]

  • MoU PLN–Kejaksaan Tinggi, Akselerasi Transisi Energi di Nusa Tenggara

    MoU PLN–Kejaksaan Tinggi, Akselerasi Transisi Energi di Nusa Tenggara

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kejaksaan hadir sebagai mitra strategis,  bagian dari pembangunan nasional termasuk pendampingan hukum kegiatan usaha BUMN.   Mataram | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung agenda nasional transisi energi. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat […]

  • DPR Usul Hapus Kata “Gratis” di Program MBG, BGN Lapor Prabowo

    DPR Usul Hapus Kata “Gratis” di Program MBG, BGN Lapor Prabowo

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irma Chaniago mengusulkan agar nomenklatur Makan Bergizi Gratis diubah menjadi hanya Makan Bergizi, tanpa kata “gratis”. Menurutnya, istilah itu berkonotasi negatif.   Jakarta | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bakal melapor langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait usulan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, […]

  • Enam Orang Meninggal Dunia Pasca Gempa Bumi di Halmahera Selatan

    Enam Orang Meninggal Dunia Pasca Gempa Bumi di Halmahera Selatan

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Halmahera Selatan, Garda Indonesia | Enam korban meninggal diidentifikasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat pasca gempa bumi M 7,2 yang terjadi pada Minggu, 14 Juli 2019. 5 (Lima) korban diakibatkan reruntuhan bangunan, sedangkan 1 (satu) korban meninggal di pengungsian. Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyampaikan bahwa 1 (satu) korban […]

expand_less