Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » ‘Perempuan adalah Pahlawan’ bagi Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man

‘Perempuan adalah Pahlawan’ bagi Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 10 Mar 2020
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Perspektif seorang Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man terhadap peran seorang perempuan sangat menyentuh dan menggugah. Bagi Bapak dari dua putra dan dua putri ini menggambarkan sosok seorang perempuan sebagai pahlawan. Pernyataan ini disampaikannya saat peringatan Hari Perempuan Internasional ke-110 yang dihelat oleh KPPI dan Dinas PPPA Provinsi NTT pada Sabtu, 7 Maret 2020.

Menurutnya, perempuan adalah pahlawan. “Karena kalau mama saya tidak melahirkan dan mendidik, maka saya tak bisa menjadi ‘orang’ seperti saat ini,” ujar dr Herman Man. Pandangan wakil wali kota kupang 2 (dua) periode ini, emansipasi sebaiknya jangan hanya sebatas kata-kata, seperti program terkait perempuan di Kota Kupang sangat diakui.

dr. Herman Man saat foto bersama Anggota Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi NTT di areal CFD

Ingin menelisik lebih jauh tentang bagaimana orang nomor dua di Pemerintah Kota Kupang tersebut memperlakukan perempuan di dalam rumah tangganya, maka media ini membuat janji bertemu dengan istri Wakil Wali Kota Kupang, Ibu Elizabeth Rengka pada Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 18.00 WITA (6 sore), namun karena masih ada acara keluarga sehingga disepakati janji bertemu pada Senin, 9 Maret 2020 pukul 11.30 WITA.

Pada pertemuan dalam suasana keakraban dan santai di rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang tersebut, Istri dari dr. Herman Man (sapaan akrab Wakil Wali Kota Kupang), media ini menelusuri liku kehidupan interpersonal ayah, Ibu, dan anak dan mendengar langsung bagaimana Ibu Elizabeth Rengka menjalin relasi selama kurang lebih 44 tahun dan bagaimana sosok suaminya itu memperlakukan dirinya dan empat orang anaknya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man dan Istri, Ibu Elizabeth Rengka saat peringatan Hari Perempuan Internasional ke-110 pada Sabtu, 7 Maret 2020

Berikut petikan wawancara dan dialog akrab antara Garda Indonesia dan Ibu Elizabeth Rengka :

Garda Indonesia : Bagaimana Bapak Herman Man memperlakukan Mama (Ibu Elizabeth Rengka,red) ?
Elizabet Rengka: Saya merasakan bahwa saya tidak diremehkan dan segala sesuatu selalu dibicarakan bersama ‘tanjeng’ (Bahasa Daerah Manggarai) dan pendapat saya didengar.

Garda Indonesia : Saya ingin menarik kenangan masa muda, Mama bertemu Bapa di mana dan kapan?
Elizabeth Rengka : Pertemuan pertama saat saya bersekolah di SMP Putri dan Bapa di SMA Syuradikara Ende pada tahun 1968. Selanjutnya usai menamatkan SMA, Bapa melanjutkan kuliah kedokteran di Surabaya dan saya melanjutkan sekolah ke Carolus. Kemudian, pertemuan yang lebih intens terjadi pada tahun 1976 saat saya bekerja sebagai perawat di Jopu, Kabupaten Ende dan akhirnya memutuskan menikah.

Garda Indonesia : Anak Mama yang pertama lahir pada tahun berapa?
Elizabeth Rengka : Anak pertama lahir pada tahun 1979 di Jopu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Garda Indonesia : Bagaimana Bapa dan Mama membangun komunikasi saat ada konflik dalam rumah tangga?
Elizabeth Rengka : Kami mempunyai budaya untuk menyelesaikan masalah saat kami makan bersama di meja makan.

Garda Indonesia: Bagaimana Bapa dan Mama memperlakukan anak perempuan saat mereka masih kecil hingga dewasa dan saat mempunyai masalah?
Elizabeth Rengka : Biasa praduga (feeling) seorang Mama lebih tajam dan saya berupaya membangun komunikasi dengan anak perempuan kami dan Bapa selalu mendukung.

Garda Indonesia : Bagaimana Bapa memperlakukan pekerja perempuan di dalam rumah?
Elizabeth Rengka : Biasanya melalui saya, jadi kalau mereka membutuhkan sesuatu, menyampaikan ke saya secara pribadi lalu saya sampaikan ke Bapa.

Garda Indonesia : Apa pandangan Bapa terkait kesibukan Mama dalam bidang sosial kemanusiaan? (Saat ini Ibu Elizabeth Rengka menjabat sebagai Ketua Forkomwil PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi NTT
Elizabeth Rengka : Bapa sangat mendukung saya melakukan hal positif. Sebelumnya saya sempat menjadi dosen dan ketua program studi di salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang, namun kemudian saya memutuskan berhenti dan fokus mengurus PKK.

Garda Indonesia : Untuk selalu menjaga hubungan interpersonal, apa saja selalu dilakukan Bapa dan Mama?
Elizabeth Rengka : Biasanya kami melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki bersama di areal Car Free Day (CFD) di Jalan El Tari Kota Kupang.

Garda Indonesia : Pertanyaan terakhir, bagaimana Mama mendukung langkah dan karier politik Bapa selanjutnya?
Elizabeth Rengka : Yang terutama Bapa harus sehat, sehingga saya selaku istri selalu memperhatikan asupan makanan yang disantap setiap hari dan Bapa selalu menyempatkan diri untuk makan siang di rumah.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bongkar Sindikat Uang Asing Palsu 4,5 Triliun, LaNyalla Dukung Polri Tumpas

    Bongkar Sindikat Uang Asing Palsu 4,5 Triliun, LaNyalla Dukung Polri Tumpas

    • calendar_month Jum, 5 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberhasilan Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, membongkar sindikat pemalsu uang asing antarpulau, lengkap dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 4,5 triliun, diapresiasi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia pun berharap Polri bisa menumpas kejahatan ini karena telah merugikan keuangan negara. “Kita harus memberikan apresiasi kepada Polresta Banyuwangi atas keberhasilan […]

  • Apakah Minggu Palma Itu?

    Apakah Minggu Palma Itu?

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Loading

    Minggu Palma adalah hari di mana kita mengenang kedatangan Yesus yang penuh kemenangan ke Yerusalem, di mana Dia disambut bagaikan seorang raja. Itu juga merupakan hari pertama Pekan Suci—minggu peristiwa menjelang pengorbanan utama Yesus. Hari ini, Pekan Suci adalah pengingat yang kuat bahwa pekerjaan Tuhan belum selesai. Harapan akan datang. Dari Minggu Palma hingga Minggu Kebangkitan, […]

  • Bahasa Indonesia Berdaulat, Menyalakan Lentera Literasi Pascatragedi Timor Timur di Desa Noelbaki

    Bahasa Indonesia Berdaulat, Menyalakan Lentera Literasi Pascatragedi Timor Timur di Desa Noelbaki

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Paulus R. A. Ully, Gregoria W. Komaladewi, Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur   Noelbaki 2025, di balik tembok lusuh bekas pabrik kulit yang telah lama ditinggalkan, suara-suara kehidupan mulai kembali terdengar. Sebuah bangunan tua di kaki Kota Kupang itu menjadi tumpuan harapan 25 tahun lamanya menemani para pengungsi dari Timor Timur, rumah […]

  • Mei 2024, Bank NTT Bertransformasi Digital pada Layanan Rumah Sakit

    Mei 2024, Bank NTT Bertransformasi Digital pada Layanan Rumah Sakit

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT bakal bertransformasi melalui pemanfaatan ekosistem digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh usai perhelatan strategi dan implementasi program transformasi digital ekosistem kesehatan Provinsi NTT, di Labuan Bajo pada Selasa, 5 Maret 2024; […]

  • Semiotika Jokowi tentang ‘Wajah Berkerut’ & ‘Rambut Putih’

    Semiotika Jokowi tentang ‘Wajah Berkerut’ & ‘Rambut Putih’

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Calon pemimpin yang selalu mikirin rakyat ciri-cirinya – salah duanya – adalah ia yang: 1) wajahnya jadi berkerut-kerut dan 2) rambutnya memutih. Kata Jokowi di stadion GBK, 26 November 2022. Kalau yang masih ‘cling’ (alias mulus mengilat), mungkin lantaran orang itu gak pernah mikirin rakyat. Kerjanya cuma sibuk berdandan memoles penampilannya. […]

  • Korlantas Tak Rekomendasi Mudik Sebelum 6 Mei 2021

    Korlantas Tak Rekomendasi Mudik Sebelum 6 Mei 2021

    • calendar_month Sab, 17 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan tidak merekomendasikan masyarakat untuk mudik sebelum diberlakukannya peniadaan mudik pada tanggal 6—17 Mei 2021. “Pada hakikatnya sebelum tanggal 6 Mei 2021, tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, pada Jumat, 16 April 2021, meralat pernyataannya pada Kamis, 15 April 2021 yang […]

expand_less