Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Perjuangan Siswa di Pedalaman NTT, Seberangi Sungai Demi Sekolah

Perjuangan Siswa di Pedalaman NTT, Seberangi Sungai Demi Sekolah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
  • visibility 219
  • comment 0 komentar

Loading

Akses menuju sekolah tidaklah mudah, apalagi saat musim hujan, lantaran harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air minimal 30 sentimeter. Tak jarang, kadang seragam sekolah yang dikenakan basah.

 

Manggarai | Para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satap Benteng Sipi asal Dusun Baja, Desa Benteng Pau, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menyeberangi arus sungai demi sekolah. Sekolah mereka terletak di Kampung Nio Desa Golo Wuas, sekitar 4 kilometer dari kampung itu.

Akses menuju sekolah tidaklah mudah, apalagi saat musim hujan, lantaran harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air minimal 30 sentimeter. Tak jarang, kadang seragam sekolah yang dikenakan basah.

Siswa semakin kesulitan, terutama saat musim hujan, mengingat belum ada jembatan yang dibangun di sungai tersebut. Saat musim hujan, ketinggian air sungai mencapai 3 meter. Mereka pun terpaksa meliburkan diri. Namun, ada siswa yang terkadang mengambil jalan penuh risiko. Ada juga yang menunggu hingga air surut, hingga terlambat masuk sekolah.

Denis (15), siswa asal Dusun Baja mengungkapkan, hampir setiap kali musim hujan, mereka tidak ke sekolah. Ia dan beberapa siswa di dusun itu memilih belajar dari rumah.

“Tapi kalau kami tidak ke sekolah, kami tidak dapat materi pembelajaran dari bapak ibu guru,” ujarnya sembari menuturkan, setiap pagi ia bersama teman-temannya berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.

Setibanya di tepi Sungai Wae Pekas, mereka harus mengganti seragam sekolah dengan pakaian rumahan. “Kami dari rumah itu tidak pakai sepatu, kami juga harus kenakan pakaian lain. Nanti kalau sudah lewat kali baru ganti seragam sekolah,” ucap Denis, pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Denis mengungkapkan, saat hendak melintasi sungai selalu diselimuti perasaan cemas dan takut. Terlebih saat musim hujan tiba. Itu sebabnya, jika banjir besar, mereka memilih tidak ke sekolah.

Menurut Denis, ketiadaan jembatan menjadi salah satu kendala utama yang mereka hadapi. Dia berharap pemerintah bisa membangun jembatan, agar mereka tidak takut dan cemas saat ke sekolah.

Warga Dusun Baja, Antonius Dion, mengakui bahwa ketiadaan jembatan menghambat akses siswa menuju sekolah, terutama saat musim hujan.

“Saat musim penghujan, siswa asal Dusun Baja terpaksa kadang tidak berangkat sekolah karena membahayakan keselamatan mereka,” kata dia.

Menurut Antonius, kondisi ini juga berpengaruh terhadap perekonomian warga yang pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Ketika musim hujan, mereka pun tidak dapat melewati sungai menuju ke kebun.

Setiap tahun segenap warga bergotong royong membangun jembatan sederhana dari bambu untuk memudahkan akses anak-anak mereka saat pergi sekolah

Menurutnya, hal itu sudah mereka alami selama puluhan tahun. Sungai ini merupakan titik batas antara Desa Benteng Pau dan Desa Golo Wuas di Elar Selatan.

“Ini sudah jadi nasib kami berpuluh tahun. Setiap tahun kami selalu bangun jembatan sederhana dari bambu agar anak-anak kami bisa ke sekolah,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah daerah, provinsi, dan pusat agar dapat membangun jembatan di desa tersebut untuk memudahkan akses para siswa maupun warga.(*)

Sumber (*/tim)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Predikat WTP Harus Jadi Standar di Lingkungan Kementerian PPPA

    Predikat WTP Harus Jadi Standar di Lingkungan Kementerian PPPA

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | “WTP bukanlah sebuah prestasi, melainkan sudah kewajiban kita dalam menggunakan APBN,” ujar Rini Handayani, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Akuntasi Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran Tahun 2019 yang diselenggarakan Biro […]

  • LPG Melon Tuai Polemik, Prabowo Instruksikan Reformasi Subsidi

    LPG Melon Tuai Polemik, Prabowo Instruksikan Reformasi Subsidi

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 4 Februari 2025. Presiden Prabowo menginstruksikan reformasi subsidi LPG agar lebih tepat sasaran dan tidak lagi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.   Jakarta | Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa reformasi subsidi liquid […]

  • Tindak Kekerasan terhadap Perempuan & Anak di NTT Ibarat Gunung Es

    Tindak Kekerasan terhadap Perempuan & Anak di NTT Ibarat Gunung Es

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat tinggi di Kota Kupang dan berupa fonemona gunung es. Data yang dihimpun oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT masih simpang siur. “Persoalan tindak kekerasan perempuan dan anak ibarat gunung es, sedikit nampak ke permukaan dan banyak yang tergenang dibawah. Data yang masuk […]

  • Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Bupati SBD Kenalkan 7 Jembatan Emas

    Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Bupati SBD Kenalkan 7 Jembatan Emas

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    SBD-NTT, Garda Indonesia  | Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete resmikan perpustakaan ramah anak di SD Inpres Ndapa Taka, Kecamatan Wewewa Tengah, Jumat pagi, 13 September 2019. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan ketujuh di Pulau Sumba yang dikembangkan oleh INOVASI melalui kemitraan dengan Taman Bacaan Pelangi (TBP). Selain Bupati Kodi Mete, hadir dalam […]

  • Undana Teken MoU dengan University Of New England NSW Australia

    Undana Teken MoU dengan University Of New England NSW Australia

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan University Of New England NSW Australia dalam bidang kerjasama supervisi mahasiswa, publikasi, pengembangan proyek baru, dan pertukaran mahasiswa maupun pertukaran dosen. Penandatanganan MoU dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Undana, Sabtu, 27 April 2019 pukul 15.30 WITA antara Rektor Undana, Prof. […]

  • Sekretaris II Kwarcab Belu Buka Perjusami Gugus Depan SMAN 1 Tasbar

    Sekretaris II Kwarcab Belu Buka Perjusami Gugus Depan SMAN 1 Tasbar

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Dua gugus depan (gudep), yakni gudep SMAN 1 Tasifeto Barat dan SMAN Raimanuk, kwartir cabang Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkemah selama 3 (tiga) hari berturut-turut di halaman SMAN 1 Tasifeto Barat. Perkemahan ini lazim dikenal dengan istilah perkemahan Jumat, Sabtu dan Minggu (perjusami); dibuka oleh Sekretaris II Kwarcab Belu, […]

expand_less