Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Perkuat Peran Tokoh Adat & Tokoh Agama Lindungi Perempuan & Anak di Papua

Perkuat Peran Tokoh Adat & Tokoh Agama Lindungi Perempuan & Anak di Papua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

Jayapura, Garda Indonesia | Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual khususnya di tanah Papua. Selain itu, permasalahan gender seperti stereotip, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda juga banyak dialami kaum perempuan di Papua.

“Tidak hanya itu, berbagai masalah juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Papua. Mirisnya, masalah tersebut berakar kuat dalam tradisi adat di tanah Papua. Seperti tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan akibat dari maraknya konsumsi minuman keras. Banyak kasus kekerasan hilang begitu saja karena diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam sambutannya didampingi oleh Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan dan Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Agustina Erni.

Menteri Yohana menambahkan bahwa, tingginya harga mas kawin (mahar) yang ditetapkan dalam pernikahan dapat membebani dan menghalangi perempuan untuk menikah. Dampaknya semakin tinggi angka seks di luar nikah yang berujung masalah baru, yaitu lahirnya anak tanpa akta kelahiran. Akibatnya banyak wilayah di Papua yang tergolong belum Layak Anak.

Menteri PPPA Prof Yohana Yembise

“Hal ini tentu memerlukan perhatian khusus, maka di sinilah pentingnya sinergi dan kerjasama antara pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama untuk duduk bersama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan terhadap perempuan dan anak di tanah Papua ini. Melalui pertemuan Koordinasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama di Papua yang berlangsung hari ini, saya harap dapat memperkuat komitmen kita bersama dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tanah Papua,” tegas Menteri Yohana.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitan Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (LIPTEK) Papua di 7 (tujuh) wilayah adat Papua pada 2018, ditemukan beberapa fakta yaitu pembangunan dan pemberdayaan gender di provinsi papua belum memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas hidup perempuan; partisipasi perempuan di segala bidang pembangunan masih rendah; tingkat pedapatan ekonomi perempuan masih rendah kecuali di Kabupaten Jaya Wijaya; dan perhatian pemerintah daerah masih sangat rendah terhadap isu perempuan melalui visi, misi, dan program pemberdayaan perempuan.

“Untuk itu, sejak 2016 hingga 2019, Kemen PPPA bersama pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan lembaga masyarakat Papua dan Papua Barat telah melaksanakan Program Pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan,” ujar Menteri Yohana.

Menteri Yohana menuturkan, bahwa pada pertemuan koordinasi hari ini seluruh elemen masyarakat tersebut duduk bersama untuk membahas mekanisme pembuatan model atau buku Desain Program PP dan PA di Tanah Papua, melakukan MoU dengan Tokoh Agama terkait PPPA, melaksanakan Seminar tiga tungku (Pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat) dan melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Kesetaraan Gender dengan Dinas di Papua dan Papua Barat.

Wakil tokoh adat Papua, Yenggara dan wakil tokoh agama, George juga menyampaikan rasa terima kasih dan menyambut baik upaya Kemen PPPA yang telah melibatkan tokoh adat dan tokoh agama dalam menyusun program dan kebijakan terkait PPPA. Mereka menegaskan bahwa unsur adat dan agama saling menguatkan satu sama lain dan sangat penting dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat Papua. Bagi mereka program sinergi ini merupakan suatu capaian yang baik dan harus terus ditindaklanjuti.

“Saya meminta kepada para tokoh adat dan tokoh agama, agar dapat berkontribusi dalam memberikan pelayanan untuk memajukan kaum perempuan dan melindungi anak-anak dari kekerasan karena menyelamatkan perempuan dan anak sejak dini merupakan indikator kuat dalam mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” pungkas Menteri Yohana.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas ARMY NTT dan Kiprahnya

    Komunitas ARMY NTT dan Kiprahnya

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | A.R.M.Y NTT atau Adorable Representative MC for Youth from East Nusa Tenggara adalah salah 1 fandom K-Pop yang dibentuk pada tanggal 11 November 2020 dengan latar belakang utama yaitu memiliki kesamaan kegemaran (fans) terhadap salah 1 boy group asal Korea Selatan yaitu Bangtan Sonyeondan atau yang terkenal dengan singkatan BTS. Komunitas […]

  • Dinkes NTT & Unicef Inisiasi Tim Terpadu Kesehatan Layanan Ibu dan Anak

    Dinkes NTT & Unicef Inisiasi Tim Terpadu Kesehatan Layanan Ibu dan Anak

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim Terpadu yang terdiri dari para expert (ahli) dari berbagai institusi kesehatan di masing-masing bidang berkumpul untuk merumuskan rekomendasi secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu kesehatan ibu dan anak dan percepatan penanggulangan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertemuan Tim Terpadu Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta percepatan Penanggulangan […]

  • Pelanggan PLN di Bali Bakal Dapat ‘Kompensasi Blackout’ 2 Mei

    Pelanggan PLN di Bali Bakal Dapat ‘Kompensasi Blackout’ 2 Mei

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Pemberian kompensasi diperkirakan bakal berjalan 1—2 bulan pasca-kejadian blackout melalui tagihan bagi pengguna pascabayar atau token bagi pengguna prabayar.   Denpasar | PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali akan memberikan kompensasi akibat terputus jaringan kelistrikan atau blackout yang terjadi pada Jumat, 2 Mei 2025 lalu. Dilansir dari tirto.id, Senior Manager PLN UID Bali, Putu Eka […]

  • Sejuta Pohon Setahun, 4.634 Izin Tambang Seumur Hidup

    Sejuta Pohon Setahun, 4.634 Izin Tambang Seumur Hidup

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Anda kalau tengok video di Sibolga itu, ngeri. Ribuan batang kayu gelondongan menerjang apa saja di sungai. Sungai penuh dengan kayu. Kenapa ini terjadi? Negeri ini sudah seperti panggung sulap murahan. Di depan kamera, pejabat berdiri tegap sambil menunduk menanam bibit pohon. “Mari kita hijaukan negeri ini!” katanya. Tepuk tangan terdengar, […]

  • OJK Atur Suku Bunga Pinjaman Online untuk Kredit Konsumtif & Produktif

    OJK Atur Suku Bunga Pinjaman Online untuk Kredit Konsumtif & Produktif

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    “Penetapan batas maksimum manfaat ekonomi (suku bunga) tersebut ditujukan demi memberikan pelindungan kepada masyarakat dari suku bunga tinggi sekaligus membedakan pinjaman online legal (Pindar) dengan yang ilegal (Pinjol),” kata Agusman.   Jakarta | OJK mencermati dan menghormati jalannya proses hukum yang tengah dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan pelanggaran ketentuan Pasal 5 […]

  • Tak Hanya Apresiasi Rutan SoE Semakin Asri dan Bersih, Ini Nasihat Merci Jone

    Tak Hanya Apresiasi Rutan SoE Semakin Asri dan Bersih, Ini Nasihat Merci Jone

    • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone saat mengunjungi Rutan SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu, 13 November 2021; mengapresiasi kinerja dan terobosan yang dilakukan Kepala Rutan SoE, Nixon Osingmahi. Rutan SoE mampu diubah oleh Nixon Osingmahi, dari tempat yang dianggap angker menjadi asri, bersih dan nyaman. “Saya sangat mengapresiasi […]

expand_less