Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Perkuat Peran Tokoh Adat & Tokoh Agama Lindungi Perempuan & Anak di Papua

Perkuat Peran Tokoh Adat & Tokoh Agama Lindungi Perempuan & Anak di Papua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
  • visibility 88
  • comment 0 komentar

Loading

Jayapura, Garda Indonesia | Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual khususnya di tanah Papua. Selain itu, permasalahan gender seperti stereotip, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda juga banyak dialami kaum perempuan di Papua.

“Tidak hanya itu, berbagai masalah juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Papua. Mirisnya, masalah tersebut berakar kuat dalam tradisi adat di tanah Papua. Seperti tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan akibat dari maraknya konsumsi minuman keras. Banyak kasus kekerasan hilang begitu saja karena diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam sambutannya didampingi oleh Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan dan Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Agustina Erni.

Menteri Yohana menambahkan bahwa, tingginya harga mas kawin (mahar) yang ditetapkan dalam pernikahan dapat membebani dan menghalangi perempuan untuk menikah. Dampaknya semakin tinggi angka seks di luar nikah yang berujung masalah baru, yaitu lahirnya anak tanpa akta kelahiran. Akibatnya banyak wilayah di Papua yang tergolong belum Layak Anak.

Menteri PPPA Prof Yohana Yembise

“Hal ini tentu memerlukan perhatian khusus, maka di sinilah pentingnya sinergi dan kerjasama antara pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama untuk duduk bersama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan terhadap perempuan dan anak di tanah Papua ini. Melalui pertemuan Koordinasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama di Papua yang berlangsung hari ini, saya harap dapat memperkuat komitmen kita bersama dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tanah Papua,” tegas Menteri Yohana.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitan Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (LIPTEK) Papua di 7 (tujuh) wilayah adat Papua pada 2018, ditemukan beberapa fakta yaitu pembangunan dan pemberdayaan gender di provinsi papua belum memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas hidup perempuan; partisipasi perempuan di segala bidang pembangunan masih rendah; tingkat pedapatan ekonomi perempuan masih rendah kecuali di Kabupaten Jaya Wijaya; dan perhatian pemerintah daerah masih sangat rendah terhadap isu perempuan melalui visi, misi, dan program pemberdayaan perempuan.

“Untuk itu, sejak 2016 hingga 2019, Kemen PPPA bersama pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan lembaga masyarakat Papua dan Papua Barat telah melaksanakan Program Pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan,” ujar Menteri Yohana.

Menteri Yohana menuturkan, bahwa pada pertemuan koordinasi hari ini seluruh elemen masyarakat tersebut duduk bersama untuk membahas mekanisme pembuatan model atau buku Desain Program PP dan PA di Tanah Papua, melakukan MoU dengan Tokoh Agama terkait PPPA, melaksanakan Seminar tiga tungku (Pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat) dan melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Kesetaraan Gender dengan Dinas di Papua dan Papua Barat.

Wakil tokoh adat Papua, Yenggara dan wakil tokoh agama, George juga menyampaikan rasa terima kasih dan menyambut baik upaya Kemen PPPA yang telah melibatkan tokoh adat dan tokoh agama dalam menyusun program dan kebijakan terkait PPPA. Mereka menegaskan bahwa unsur adat dan agama saling menguatkan satu sama lain dan sangat penting dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat Papua. Bagi mereka program sinergi ini merupakan suatu capaian yang baik dan harus terus ditindaklanjuti.

“Saya meminta kepada para tokoh adat dan tokoh agama, agar dapat berkontribusi dalam memberikan pelayanan untuk memajukan kaum perempuan dan melindungi anak-anak dari kekerasan karena menyelamatkan perempuan dan anak sejak dini merupakan indikator kuat dalam mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” pungkas Menteri Yohana.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konser Akbar “Timur Bersinar Nusantara Bergema” Inisiasi Stana Production House

    Konser Akbar “Timur Bersinar Nusantara Bergema” Inisiasi Stana Production House

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Tim UTIFEST
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Loading

    Tokoh Masyarakat Indonesia Timur sekaligus Pemerhati Seni dan Budaya Nusantara, H. Donald Izaac, menyambut baik inisiatif perhelatan konser akbar perpaduan kekayaan musik dan budaya autentik dari kawasan Indonesia Timur.   Jakarta | Stana Production House (PH) kembali mencatatkan namanya dalam sejarah industri hiburan Tanah Air dengan menghelat konser musik akbar bertajuk “Timur Bersinar, Nusantara Bergema”. […]

  • Presiden Lantik Isdianto Jadi Gubernur Kepulauan Riau Periode 2016—2021

    Presiden Lantik Isdianto Jadi Gubernur Kepulauan Riau Periode 2016—2021

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Isdianto resmi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71/P Tahun 2020 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Wakil Gubernur Kepulauan Riau Sisa Masa Jabatan Tahun 2016—2021 dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur Kepulauan Riau Sisa Masa Jabatan Tahun 2016—2021. Presiden Joko Widodo melantik Isdianto sebagai Gubernur Kepulauan Riau. Pelantikan tersebut digelar di Istana […]

  • Kabar Gembira!, Pecandu Narkoba Lapor Diri ke BNN Tidak Akan Dipidana

    Kabar Gembira!, Pecandu Narkoba Lapor Diri ke BNN Tidak Akan Dipidana

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penyalah guna atau masyarakat pecandu narkoba yang melaporkan diri secara sukarela di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat maupun Provinsi, tidak akan dipidana. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP NTT, dr. Daulat Samosir, ketika ditemui disela-sela pemeriksaan narkoba bagi mahasiswa baru Undana Kupang, Rabu 7 Agustus […]

  • Presiden Jokowi Ingin Literasi & Inklusi Keuangan Masyarakat Terus Ditingkatkan

    Presiden Jokowi Ingin Literasi & Inklusi Keuangan Masyarakat Terus Ditingkatkan

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa indeks literasi keuangan pada 2019 mencapai 38,03 persen. Angka tersebut meningkat dibanding survei yang sama pada 2016 yang hanya berada pada angka 29,7 persen. Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa meskipun meningkat, angka tersebut masih tergolong […]

  • Pemkot Kupang & BI NTT Bahas Trik Kontrol Inflasi

    Pemkot Kupang & BI NTT Bahas Trik Kontrol Inflasi

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Funay dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Donny Heatubun membahas dan mengulas upaya penanganan inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang. Pertemuan keduanya dihelat pada pada Kamis, 7 September 2023. Turut hadir Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo dan Pratyaksa […]

  • Rizieq Shihab Serahkan Diri? Dijepit Ketat dan Ditinggal Bohir

    Rizieq Shihab Serahkan Diri? Dijepit Ketat dan Ditinggal Bohir

    • calendar_month Sab, 12 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ninoy N Karundeng Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dijepit dari segala penjuru oleh Polri, Densus 88, TNI, Brimob, dan tim khusus pemburu. Dengan muka penuh ketakutan MRS berniat untuk datang ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 12 Desember 2020. Peristiwa ini disebabkan oleh sikap tegas Polda Metro Jaya. Ketika pengacara datang, dengan gagahnya minta […]

expand_less