Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pertumbuhan Ekonomi Nasional Semester I 2021 & APBN Bidang Kesehatan

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Semester I 2021 & APBN Bidang Kesehatan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 6 Jul 2021
  • visibility 135
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan sejumlah indikator perekonomian dan proyeksi realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I tahun 2021 yang berada pada angka 3,1—3,3 persen. Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangan pers secara virtual usai mengikuti sidang kabinet paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 5 Juli 2021.

“Untuk tahun 2021 ini, tadi telah saya sampaikan realisasi semester I pertumbuhan ekonomi di 3,1—3,3 (persen). Inflasi di 1,33 (persen), tingkat suku bunga 6,59 persen, itu lebih rendah dari asumsi 7,29 persen untuk SBN 10 tahun. Inflasi tadi 1,33 lebih rendah dari asumsi APBN yang 3 persen,” ujar Menkeu, Sri Mulyani.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), urai Menkeu, berada di angka 14.299 per dolar AS, lebih rendah dari nilai tukar asumsi 14.600 per dolar AS. Harga minyak berada di 62 dolar AS per barel, lebih tinggi dari harga minyak asumsi 45 dolar AS per barel. Untuk target produksi siap jual atau lifting minyak berada di angka 663 ribu barel per hari, lebih rendah dari asumsi 705 ribu barel per hari. Untuk lifting gas berada di angka 1.007.000 barel setara minyak per hari, sama dengan asumsi pada APBN.

Sementara itu, di sisi pendapatan, sampai dengan semester I pendapatan negara mencapai Rp.886,9 triliun atau terjadi pertumbuhan 9,1 persen. Angka Rp.886,9 triliun ini merupakan 50,9 persen dari target APBN 2021 yaitu Rp.1.743,6 triliun rupiah. Pertumbuhan pendapatan negara sebesar 9,1 persen ini, menurut Menkeu, adalah suatu kenaikan yang sangat tinggi dan bagus, terutama jika dibandingkan tahun lalu yang mengalami kontraksi 9,7 persen.

“Penerimaan pajak sudah mencapai Rp.557,8 triliun atau 45,4 persen dari target tahun ini Rp.1.229,6 triliun. Ini tumbuh mendekati 5 persen, 4,9 persen. Tahun lalu penerimaan pajak kita mengalami hantaman yang sangat kuat yaitu kontraksinya sampai 12 persen atau hanya Rp.531,8 triliun. Jadi sekali lagi, dari sisi penerimaan pajak terjadi pemulihan dari minus 12 persen tahun lalu, sekarang melonjak mengalami pertumbuhan mendekati 5 persen,” jelas Menkeu.

Untuk bea dan cukai, urai Sri Mulyani, juga sudah terkumpul Rp.122,2 triliun atau 56,9 persen dari target Rp.215 triliun. Ini terjadi pertumbuhan sampai 31,1 persen atau naik tiga kali lipat jika dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 8,8 persen. Sementara itu, untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP), telah terkumpul Rp206,9 triliun atau tumbuh 11,4 persen dibandingkan tahun lalu yang berada pada angka Rp185,7 triliun.

“Ini juga suatu pemulihan yang luar biasa karena tahun lalu PNBP kita mengalami kontraksi 11,2 persen. Jadi kalau dilihat dari penerimaan negara terjadi geliat pemulihan ekonomi yang terekam cukup kuat,” imbuhnya.

Di sisi belanja negara, pada semester I sudah direalisasikan sebesar Rp.1170,1 triliun atau 42,5 persen dari target belanja tahun ini. Belanja ini tumbuh 9,4 persen dibanding tahun lalu yang hanya tumbuh 3,4 persen. Jika dilihat lebih rinci, kenaikan yang signifikan disumbangkan oleh belanja pemerintah pusat yaitu sebesar Rp796,3 triliun atau naik 19,1 persen dari tahun lalu.

“Ini sumbangannya terutama dari belanja kementerian/lembaga yaitu Rp.449,6 triliun atau 43,6 persen dari total belanja kementerian/lembaga. Belanja K/L ini melonjak 28,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi ini tumbuhnya sudah sangat tinggi dan memang APBN menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi yang luar biasa, terutama pada semester I ini,” ungkap Sri Mulyani.

Adapun untuk belanja non-K/L mencapai Rp.346,7 triliun atau naik 8,9 persen dari tahun lalu. Untuk transfer ke daerah masih mengalami kendala, yaitu terealisasi Rp373,9 triliun atau kontraksi 6,8 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp400,9 triliun.

“Ini pun sesudah ditransfer ternyata juga masih ada SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan) atau berarti belum dipakai langsung oleh para pemerintah daerahnya. Untuk realisasi semester ini kita mengalami defisit Rp.283,2 triliun atau 1,72 persen,” imbuhnya.

Menkeu menilai bahwa dengan adanya peningkatan angka kasus Covid-19 yang kemudian berimbas pada diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, maka APBN perlu meningkatkan dukungannya bagi program-program di bidang kesehatan dan perlindungan sosial. Untuk pagu di bidang kesehatan, pada tahun 2021 akan mengalami kenaikan lagi yaitu mencapai Rp193,93 triliun.

“Jadi terjadi kenaikan yang sangat tinggi di bidang kesehatan, terutama untuk membiayai diagnostik testingtracing, untuk biaya perawatan sekarang ini 236.340 pasien, untuk insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, dan juga pembelian berbagai obat dan APD. Anggaran Rp193 triliun juga dipakai untuk pengadaan 53,9 juta dosis vaksin dan bantuan untuk iuran JKN untuk 19,15 juta orang. Di dalam anggaran kesehatan ini termasuk insentif untuk perpajakan bagi sektor kesehatan,” tandasnya.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)

Foto utama oleh harianhaluan.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Pertemuan rutin yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dimaksudkan untuk menindaklanjuti Pencegahan Korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di NTT. Gubernur 1 NTT, Viktor Laiskodat memberikan pernyataan usai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian tanggapan Gubernur Atas Nota Keuangan Daerah di Gedung DPRD NTT, Senin/24 September 2018 petang, mengatakan pertemuan […]

  • Provinsi NTT Jadi Contoh Kehidupan Bertoleransi di Indonesia

    Provinsi NTT Jadi Contoh Kehidupan Bertoleransi di Indonesia

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat, 3 Januari 2020, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan ke-74 Hari Amal Bakti. Sambutan tertulis Menteri Agama RI yang dibacakan langsung oleh Gubernur NTT, mengatakan bahwa Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi […]

  • 10 Tahun Du Anyam: Menganyam Mimpi untuk Ekonomi Hijau Inklusif

    10 Tahun Du Anyam: Menganyam Mimpi untuk Ekonomi Hijau Inklusif

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka | Du Anyam, salah satu kewirausahaan sosial unggulan dari Indonesia Timur, merayakan satu dekade perjalanan dalam mewujudkan mimpi-mimpi besar dalam memberdayakan perempuan, meningkatkan ekonomi perempuan dan melestarikan budaya. Salah satu perayaan satu dekade ini, ditandai dengan keberhasilan memulai tonggak awal membawa kerajinan anyaman lontar dari Kabupaten Flores Timur ke pasar global yang seremoni pelepasannya dihelat […]

  • Paskibra Nusantara Baru Sukses Kibarkan Sang Merah Putih di IKN

    Paskibra Nusantara Baru Sukses Kibarkan Sang Merah Putih di IKN

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Nusantara | Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) “Nusantara Baru”, demikian nama yang disematkan, didaulat untuk bertugas pada momen pengibaran bendera Merah Putih pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu, 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Bayu Permana, yang juga akan bertugas selaku perwira upacara […]

  • Letak Batu Gereja Nekmese, VBL: Gereja & Pemerintah Wajib Bangun SDM

    Letak Batu Gereja Nekmese, VBL: Gereja & Pemerintah Wajib Bangun SDM

    • calendar_month Ming, 26 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama rombongan terbatas dalam kunjungan kerja hari terakhir di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu siang, 25 September 2021 berkesempatan meletakan batu pertama pembangunan Gereja Nekmese Manikin di Desa Naukae, Kecamatan Kuatnana. Kedatangan Gubernur VBL disambut dengan natoni oleh para Tetua […]

  • Wakil Gubernur NTT : Puji Tuhan NTT Masih ‘Zero Corona’ !

    Wakil Gubernur NTT : Puji Tuhan NTT Masih ‘Zero Corona’ !

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. mengucap syukur karena hingga kini Provinsi NTT masih negatif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. “Pertama-tama kami rakyat NTT, dan seluruh jajaran di Provinsi NTT; bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ASWT sampai dengan hari ini; puji Tuhan, alhamdulillah; kami masih dikatakana […]

expand_less