Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Pindah Dana 200 Triliun dari BI ke Perbankan, Solusi atau Risiko?

Pindah Dana 200 Triliun dari BI ke Perbankan, Solusi atau Risiko?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa memicu reaksi pasar dan sorotan internasional. Dunia kini menunggu, apakah Purbaya mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Purbaya melecutkan kebijakan pemindahan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan pun menambah bahan perdebatan.

Perspektif Purbaya, mekanisme baru ini bertujuan meningkatkan likuiditas bank, bukan dalam bentuk pembelian Surat Utang Negara (SUN), melainkan melalui rekening pemerintah di perbankan.

Kebijakan ini merupakan percobaan pertama dalam strategi fiskal baru pemerintah untuk mengatasi stagnasi ekonomi sekaligus merespons kekeringan likuiditas di sektor keuangan. Dan Purbaya yakin dana yang dipindahkan benar-benar akan beredar di masyarakat dan tidak akan kembali terserap oleh BI.

Kebijakan ini pun diyakini Purbaya dapat memacu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan akses kredit, menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pemulihan.

Langkah Purbaya ini menandai sikap aktif pemerintah dalam mengintervensi pasar guna memastikan roda ekonomi bergerak lebih cepat.

Reaksi pasar pergantian Sri Mulyani ke Purbaya

Pengangkatan Dr. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025 sontak mengundang perhatian luas, baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Keputusan ini bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan sebuah sinyal politik dan ekonomi yang langsung diterjemahkan oleh pasar serta investor global.

Sri Mulyani dikenal luas sebagai figur dengan kredibilitas tinggi di kancah internasional. Disiplin fiskalnya memberi kepastian bagi pelaku pasar dan menjaga rating kredit Indonesia tetap stabil. Tidak heran jika kepergian beliau memunculkan tanda tanya besar: mampukah penggantinya menjaga reputasi yang sudah terbangun?

Pasar bereaksi cepat. Rupiah dan indeks saham sempat melemah pasca pengumuman, mencerminkan sikap wait and see investor. Lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch dan Moody’s pun menyoroti risiko pelebaran defisit dan asumsi pertumbuhan yang dianggap terlalu optimistis. Dengan kata lain, kepercayaan internasional tidak hilang, namun menurun dan menunggu pembuktian.

Meski demikian, Dr. Purbaya bukanlah sosok asing. Latar belakang akademis di bidang ekonomi dan pengalaman memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan kapasitas teknis yang memadai. Dalam berbagai pernyataan publik, ia menegaskan komitmen untuk menjaga defisit di bawah 3% PDB sesuai batas hukum, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lebih agresif, hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan.

Pernyataan ini penting untuk menjaga persepsi internasional: bahwa meskipun ada perubahan figur, arah kebijakan fiskal tetap berada dalam koridor kehati-hatian.

Namun, tantangan sesungguhnya tidak hanya pada kapasitas pribadi, melainkan pada dinamika politik dan kebijakan publik. Tekanan untuk membiayai program-program populis—seperti bantuan sosial atau stimulus besar-besaran—berpotensi menekan disiplin fiskal. Di sinilah dunia internasional menguji konsistensi Menteri Keuangan baru: apakah ia mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, stabilitas, dan keberlanjutan utang?

Salah satu kebijakan yang menimbulkan perhatian adalah pemindahan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan. Kebijakan ini menimbulkan perdebatan dari sisi manfaat maupun risiko.

Efek positif adalah menambah likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit bisa lebih lancar, mendorong pertumbuhan ekonomi lewat pembiayaan UMKM, infrastruktur, atau konsumsi, stabilitas jangka pendek dengan menenangkan pasar saat gejolak likuiditas, meningkatkan kepercayaan Internasional sebagai sinyal dukungan pemerintah terhadap sektor keuangan.

Kebijakan ini memiliki potensi dampak negatif seperti risiko inflasi akibat bertambahnya jumlah uang beredar, potensi misalokasi kredit ke sektor non-produktif atau spekulatif, Ketergantungan Perbankan pada dukungan pemerintah, melemahkan disiplin internal, Sinyal Pasar Negatif jika investor asing melihat langkah ini sebagai tanda kelemahan likuiditas struktural.

Kepercayaan internasional terhadap Purbaya saat ini belum sepenuhnya solid, namun masih terbuka untuk diperkuat. Langkah-langkah awal, terutama konsistensi menjaga defisit dan transparansi fiskal, akan sangat menentukan arah persepsi global.

Pada ekonomi modern, kepercayaan adalah modal yang tidak kalah penting dari devisa. Bila Purbaya berhasil menjaga disiplin fiskal sekaligus membuktikan bahwa target pertumbuhan dapat dicapai secara realistis, bukan mustahil ia akan mengukir reputasi baru Indonesia di mata dunia.

Tantangan terbesar Menkeu Purbaya bukan sekadar menjaga angka defisit atau menyalurkan dana ke perbankan, tetapi membangun kembali kepercayaan.

Dunia internasional akan menilai Indonesia bukan hanya dari janji, melainkan dari konsistensi kebijakan dan keberanian menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan politik.(*)

Penulis (*/Oleh : Dr. Helex Wirawan, S.E., S.H., M.H.)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Donasi Aldo Lusi dari Bank NTT, Dirut Alex Ucap Terima Kasih ke Nasabah

    Donasi Aldo Lusi dari Bank NTT, Dirut Alex Ucap Terima Kasih ke Nasabah

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Usai membuka donasi untuk menggugah simpati publik dalam aksi kemanusiaan membantu Aldo Lusi pada 6 Mei 2022 lalu, melalui rekening Bank NTT Peduli, maka pada Senin, 23 Mei 2022, PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) secara resmi menutup dan menyerahkan donasi kepada yang bersangkutan. Penyerahan ini berlangsung […]

  • Tanam Pohon di Kota Kupang, Yeri Padji : Dipelihara Pihak Ketiga Sampai April 2021

    Tanam Pohon di Kota Kupang, Yeri Padji : Dipelihara Pihak Ketiga Sampai April 2021

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang terus melakukan gebrakan dengan menanam pohon guna menuju kota yang berwawasan lingkungan sesuai dengan jabaran visi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan ibu kota Provinsi NTT ini menjadi kota layak huni. Program tersebut dicanangkan dalam gerakan bersama yang dinamai Gerakan Kupang Hijau (GKH) dan dikomandoi langsung oleh Dinas Lingkungan […]

  • Longsor di Kabupaten Bulukumba Telan 4 Korban Meninggal Dunia

    Longsor di Kabupaten Bulukumba Telan 4 Korban Meninggal Dunia

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Bulukumba, Garda Indonesia | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba mencatat 4 orang meninggal dunia dan 1 lainnya selamat saat longsor terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Minggu, 19 April 2020. BPBD Kabupaten Bulukumba menyampaikan longsor terjadi pada pukul 10.00 waktu setempat. Lokasi terjadinya longsor berada di Desa Samaturu’e, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten […]

  • Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

    Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Bayu Muhammad Sering kali orang dibentuk oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sikap mereka akan ditata oleh perbuatan yang sering dilihat. Dan pandangan mereka akan dipengaruhi oleh pemikiran yang kerap kali tersampaikan. Dalam konteks itulah kita harus mendalami kehidupan sosok-sosok besar, jika ingin mempelajari sejarah mereka. Bapak Proklamator Kemerdekaan Soekarno, yang juga menjadi […]

  • Rumah Komunikasi Stunting, Pola Pengabdian Dosen Undana di TTS

    Rumah Komunikasi Stunting, Pola Pengabdian Dosen Undana di TTS

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Skema pun dibentuk Prof. Intje Picauly dan tim guna menekan prevalensi stunting di TTS sebagai salah satu penyumbang stunting di Nusa Tenggara Timur.   Soe | Tindakan menekan angka prevalensi stunting bukan hanya menjadi ranah pemerintah, perlu upaya kolaboratif dari unsur pentahelix termasuk akademisi perguruan tinggi. Layaknya dilakukan lima dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang […]

  • Kapolri Tunjuk Brigjen Pol Setyo Budiyanto Jadi Kapolda NTT

    Kapolri Tunjuk Brigjen Pol Setyo Budiyanto Jadi Kapolda NTT

    • calendar_month Sab, 18 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Irjen Pol Lotharia Latif dimutasi menjadi Kapolda Maluku, tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2568/XII/2021 tanggal 17 Desember 2021. Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif, S.H., M.Hum. merupakan seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur sejak 3 Agustus 2020. Lotharia, lulusan akademi polisi (Akpol) 1988 […]

expand_less