Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PJKR Unkris Kupang Budayakan Olahraga Melalui Gerak Budaya

PJKR Unkris Kupang Budayakan Olahraga Melalui Gerak Budaya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemeliharaan kekayaan budaya merupakan tanggung jawab generasi muda sebagai pewaris kekayaan seperti tarian daerah, benda-benda pusaka yang perlu dilakukan melalui pendidikan terutama sejak dini sehingga rasa memiliki terhadap budaya tertanam dalam jiwa para pewaris.

Sabtu, 06 Juli 2019, bertempat di Perpustakaan Umum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) UKAW Kupang melaksanakan Festival Gerak Budaya, yang diikuti oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sosiologi dan Antropologi Olahraga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses perkuliahan yaitu ujian akhir yang diramu dalam bentuk Festival Gerak Budaya dengan menampilkan gerak budaya dari masing-masing kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dipentaskan oleh mahasiswa dari setiap daerah.

“Festival ini merupakan Ujian Akhir Semester (UAS), yang biasanya berupa ujian teori, kita kasih ujian praktek untuk mata kuliah sosiologi dan antropologi olahraga”,ujar Dr. Andreas Jhon Lumba, S. Pd., M. Pd, selaku dosen pengasuh mata kuliah tersebut.

Jhoni, sapaan akrabnya, kepada Media Garda Indonesia mengatakan bahwa mata kuliah sosiologi dan antropologi olahraga, berbicara tentang hubungan manusia sebagai makhluk sosial.

“Mata kuliah ini, berbicara tentang hubungan dan interaksi manusia dengan sesama, manusia dengan Tuhan, manusia dengan makhluk ciptaan lainnya, serta dengan benda mati”, ujar dosen yang memiliki hobi bermain bola kaki itu.

Lebih lanjut, Jhoni mengatakan, mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan dalam menganalisis setiap gerak budaya untuk dapat mengetahui makna dari setiap gerakan tersebut.  “Sejumlah aktivitas gerak budaya jika dianalisis lebih detail maka akan memberikan makna tentang hubungan manusia dan juga gerak olahraga. Sehingga mahasiswa tidak boleh mengabaikan gerak budaya. Itu menjadi fondasi sosial dan olahraga”, ujar pria yang membawa team sepak bola Perss Soe menjuarai ETMC tahun 2000.

Jhoni menambahkan, gerak budaya bonet yang ditampilkan dari mahasiswa asal TTS menunjukkan pola hubungan antar manusia juga berkaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan dalam olahraga.

“Dari bonet kita belajar bagaimana hubungan kita dengan sesama. Bahwa persatuan itu sangat penting, karena kehidupan masyarakat akan maju jika bersatu. Begitu juga dalam bidang olahraga permainan tim, butuh kekompakan antar semua atlet didalam tim”, ujarnya.

Selain itu, tarian yang ditampilkan dari Lembata yaitu Tarian Baleo atau gerak budaya penangkapan ikan paus, jelas Jhoni, gerak tersebut penuh semangat dan sebagai mahasiswa semangat tersebut yang harus diadopsi oleh mahasiswa.

” Gerak budaya penangkapan ikan paus ini, menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita. Mau sukses harus punya semangat dan harus kerja keras. Dan jangan lupa bahwa kerja sama dalam kelompok itu juga sangat membantu “, ungkap dosen yang juga pelatih bola kaki itu.

Dirinya berharap bahwa kekayaan budaya harus tetap dijaga dan dilestarikan, karena dari kebudayaan tersebut kita dapat belajar banyak hal tentang kehidupan manusia dan juga tentang olahraga.

“Ya, kita berharap menjadikan olahraga sebagai budaya begitu pula budaya sebagai olahraga. Karena antara olahraga dan budaya memiliki hubungan timbal balik, juga banyak hal positif yang dapat kita pelajari dari keduanya”, pungkas Jhoni Lumba.

Adapun gerak budaya yang ditampilkan yaitu dari Manggarai dengan gerak budaya Tarian Caci, Alor menampilkan Tarian Lego-Lego dan Caka Lele, Tarian Hedung yang ditampilkan mahasiswa asal Ende, dan dari Kabupaten TTU mempertontonkan Tarian Gong dan Tarian Adat TTU.

Sementara itu, Kabupaten TTS menampilkan Bonet, Kabupaten Kupang tampil dengan Tarian Adat dari Amarasi, Tarian Gemu Fa Mi Re dari Maumere, Kabupaten Malaka tampil dengan gerak Budaya Tebe, mahasiswa Rote Ndao menampilkan Tarian Kebalai.

Sementara itu dari daratan Sumba, Kabupaten Sumba Barat Daya menampilkan Tarian Woleka, Sumba Timur tampil dengan Tarian Kataga, mahasiswa asal Sabu tampil dengan Tarian Pedoa serta mahasiswa Lembata yang menampilkan Tarian Baleo.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Bumi, IAKN Kupang Luncur Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Matoa

    Hari Bumi, IAKN Kupang Luncur Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Matoa

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Pohon Matoa tergolong besar dengan tinggi rata-rata 18 meter, berdiameter rata-rata maksimum 100 cm. Buah Matoa bermanfaat untuk kesehatan yakni menurunkan tekanan darah tinggi.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang turut ambil bagian dalam peluncuran gerakan penanaman 1 juta pohon Matoa dan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Istiqlal Internasional Indonesia (PPIII). […]

  • Julie Laiskodat Taruh Optimisme Masa Depan NTT di IAKN Kupang

    Julie Laiskodat Taruh Optimisme Masa Depan NTT di IAKN Kupang

    • calendar_month Ming, 11 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Anggota  Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa-mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang pada Kamis, 8 Juni 2023. Istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ini pun menaruh optimisme kepada IAKN Kupang karena kampus tersebut merupakan masa depan Nusa Tenggara […]

  • KKB Bakar Kantor Dukcapil Kabupaten Pegunungan Bintang

    KKB Bakar Kantor Dukcapil Kabupaten Pegunungan Bintang

    • calendar_month Rab, 11 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Oksibil, Garda Indonesia | Pada Rabu, 11 Januari 2023 pukul 01.15 WIT bertempat di Kabiding Lokasi III Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang telah terjadi pembakaran kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) diduga dilakukan oleh KKB Kodap XXXV Bintang Timur. Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Moh. Dafi Bastomi, S.H., S.I.K.,M.I.K saat ditemui menjelaskan bahwa pada pukul […]

  • Sahabatku Dari Bandung, Kang Dudung

    Sahabatku Dari Bandung, Kang Dudung

    • calendar_month Kam, 17 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Rabu, 16 Desember 2020, saya berkesempatan bertemu Dharmawangsa-1 alias Panglima Kodam Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurrachman. Saat masuk di ruang tamunya, beliau sudah menunggu. Beliau menyapa saya dengan sangat ramah seolah kami sahabat lama, padahal ini perjumpaan pertama kami berdua. “Saya selalu melihat penampilan Mas Rudi di Kanal Anak Bangsa TV […]

  • Menteri Bintang Serukan Komitmen Perlindungan bagi Anak Indonesia

    Menteri Bintang Serukan Komitmen Perlindungan bagi Anak Indonesia

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak seluruh masyarakat Indonesia berkomitmen terhadap upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia, terlebih dalam situasi pandemi, di mana hambatan dan tantangan semakin besar. Hal tersebut disampaikan Menteri Bintang saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2020 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan […]

  • Gempa Tektonik M5,7 Guncang Cilacap, Dirasakan Hingga Bandung

    Gempa Tektonik M5,7 Guncang Cilacap, Dirasakan Hingga Bandung

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Cilacap, Garda Indonesia | Minggu, 9 Juni 2019, pukul 16.32.23 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,5. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,68 LS dan 108,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak […]

expand_less