Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Presiden Jokowi & Menteri Basuki Tinjau Progres Bendungan Bendo

Presiden Jokowi & Menteri Basuki Tinjau Progres Bendungan Bendo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 5 Jan 2019
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

Loading

Ponorogo, gardaindonesia.id | Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau progres pembangunan Bendungan Bendo yang berlokasi di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Jumat (4/1/2019).

Bendungan multiguna dengan total luas genangan sebesar 169,64 hektar dibangun untuk meningkatkan suplai air irigasi seluas kurang lebih 7.700 hektar lahan pertanian yang berada di Kabupaten Ponorogo dan Madiun sebagai salah satu sentra pertanian di Jatim.

Presiden Jokowi mengatakan, dengan daya tampung 43,14 juta m3; Bendungan Bendo diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dari sekali menjadi hingga tiga kali tanam dalam satu tahun. “Bendungan ini sangat penting sekali selain untuk pengairan sawah-sawah, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan air baku warga sekitar,” ujar Presiden.

Selain Bendo, Presiden mengatakan, Pemerintah melalui Kementerian PUPR juga tengah membangun sejumlah bendungan lain di Provinsi Jatim yakni Bendungan Tukul, Tugu, Bagong, Semantok, dan Gongseng. “Banyak sekali dibangun di Jawa Timur karena memang diperlukan sebagai lumbungnya pangan Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Progres pembangunan Bendungan Bendo

Manfaat lain yang bisa dirasakan masyarakat adalah menjadi sumber air baku domestik dan industri berkapasitas 790 liter/detik bagi Kabupaten Madiun sebesar 418 liter/detik dan Ponorogo 372 liter/detik. Selain itu akan mereduksi debit banjir Kota Ponorogo dari 1.300 m3/detik menjadi 400 m3/detik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan pembangunan Bendungan Bendo ditargetkan selesai akhir tahun 2019 dimana progresnya saat ini sudah 77 persen. “Pekerjaan telah dimulai sejak tahun 2013 sempat tertunda karena masalah pembebasan lahan. Namun saat ini progres pembebasan lahannya sudah mencapai 94 persen, sudah bebas seluas 277 hektare dari 295 hektar lahan yang dibutuhkan,” kata Hari.

Bendungan setinggi 71 meter dengan tipe urugan ini membendung Sungai Keyang yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun (anak sungai Bengawan Solo). Pembiayaan menggunakan APBN sebesar Rp 716,58 miliar yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya, PT. Hutama Karya dan PT. Nindya Karya (Kerja Sama Operasi). (*)

 

Sumber berita (*/Biro Komunikasi Publik-Kementerian PUPR)

Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ungkit Pendaftaran Kekayaan Intelektual, Kumham NTT Sinergi STIPER Flores Bajawa

    Ungkit Pendaftaran Kekayaan Intelektual, Kumham NTT Sinergi STIPER Flores Bajawa

    • calendar_month Sel, 9 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa, Garda Indonesia | Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kumham NTT) menghelat pendampingan pengajuan permohonan Kekayaan Intelektual (KI) di Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa, Kabupaten Ngada pada Senin, 8 Agustus 2022. Pendampingan ini untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama (PKS) antara Kanwil KEMENKUMHAM NTT dengan STIPER Flores Bajawa yang ditandatangani pada Juni 2022. Pendampingan […]

  • Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

    Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Apabila bidang pertanian dikembangkan dengan baik maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nukilan ini menggambarkan semangat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengolah lahan kering. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2019/08/09/wagub-ntt-josef-harus-ada-terobosan-baru-untuk-lahan-kering-di-ntt/ “Kalau kita mau mengorelasikan Ilmu Pendidikan dengan bidang pertanian maka kita bisa kembangkan lahan yang kita miliki. Kalau lahan pertanian kita hebat, […]

  • Prihatin Kondisi Kota Atambua, Paket SEHATI Siap Rehabilitasi Tata Ruang

    Prihatin Kondisi Kota Atambua, Paket SEHATI Siap Rehabilitasi Tata Ruang

    • calendar_month Ming, 6 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Kita masuk kota Atambua, rasa seperti 10 sampai 15, bahkan 20 tahun lalu. Tidak ada kebanggaan apa–apa. Ikonnya di mana, tidak jelas!”, vonis Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin dalam segmen pendalaman materi visi – misi saat debat terbuka kedua pasangan Calon Bupati/ Wakil Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Tilang Elektronik Pengendara, Korlantas Pakai Fitur Pengenal Wajah

    Tilang Elektronik Pengendara, Korlantas Pakai Fitur Pengenal Wajah

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korlantas Polri telah menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, apabila terjadi kasus pengendara tanpa pelat ataupun mencopot pelatnya untuk menghindari tilang elektronik, Polri akan menggunakan fitur pengenal wajah atau face recognition untuk menilang para pengendara tersebut. Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan pada Kamis, 3 November […]

  • Soal Tindak Pidana Pemilu, Mahfud MD Tekankan Mencegah Lebih Baik

    Soal Tindak Pidana Pemilu, Mahfud MD Tekankan Mencegah Lebih Baik

    • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD menekankan aparat penegak hukum untuk terus berkoordinasi tanpa menunggu adanya tindak pidana pemilihan umum. Menurutnya, mencegah lebih baik daripada menunggu di tikungan. “Koordinasi antar Sentra Gakkumdu sudah harus dibangun tanpa harus menunggu terjadinya tindak pidana. Pencegahan tindak pidana harus juga di […]

  • Prabowo Lebih Hormat Pemulung Daripada Orang Pintar Pencuri Uang Rakyat

    Prabowo Lebih Hormat Pemulung Daripada Orang Pintar Pencuri Uang Rakyat

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Menurut Prabowo, orang tua yang bekerja sebagai petani, buruh, atau pemulung tetap memiliki kemuliaan karena berjuang demi masa depan anak-anaknya. Ia menekankan tidak ada alasan bagi anak untuk merasa rendah diri hanya karena kondisi ekonomi keluarga.   Banjarbaru | Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan dirinya lebih menghormati pemulung dan tukang becak yang bekerja keras dibandingkan […]

expand_less