Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Presiden Jokowi Tinjau Penyemprotan Disinfektan di Masjid Istiqlal

Presiden Jokowi Tinjau Penyemprotan Disinfektan di Masjid Istiqlal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Mar 2020
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada, Jumat pagi, 13 Maret 2020, meninjau langsung penyemprotan disinfektan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran wabah virus korona.

Presiden tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 09.12 WIB kemudian langsung melihat proses penyemprotan disinfektan yang dilakukan sejumlah petugas. Mereka terdiri atas Palang Merah Indonesia 15 orang, Kesdam Jaya 6 orang, Gegana 6 orang, Kodim Jakarta Pusat 6 orang, dan KAI DAOP I sebanyak 2 orang.

Selama peninjauan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Imam Besar Masjid Istiqlal K.H. Nasaruddin Umar. Setelah sekitar 15 menit meninjau proses pembersihan, Presiden meninggalkan area Masjid Istiqlal.

Presiden Jokowi saat melihat langsung proses penyemprotan disinfektan di Majid Istiglal

Dalam keterangannya kepada jurnalis usai peninjauan, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa pembersihan Masjid Istiqlal dilakukan sebagai upaya untuk membuat masjid menjadi lebih baik dan lebih steril. “Ini upaya kita membuat masjid ini menjadi lebih baik atau lebih steril dan mudah-mudahan bibit-bibit penyakit hilang,” kata Menteri Agama.

Menurut Menteri Agama, pihaknya juga akan melakukan imbauan ke semua masjid untuk melakukan hal yang sama. Imbauan pembersihan tersebut antara lain berupa menggulung semua karpet dan melakukan penyemprotan antiseptik. “Kemudian beberapa hal lain sebagai contoh kita sarankan untuk tidak usah lagi untuk sementara waktu ini bersalaman, apalagi cipika-cipiki (cium pipi kanan-kiri), enggak usah lagi sementara waktu ini karena ternyata itu juga media untuk penyaluran penyakit,” imbuh Fachrul.

Menteri Agama Fachrul Razi saat memberikan keterangan pers

Selain itu, Fachrul juga menggaris bawahi soal pengambilan air wudu yang harus dipastikan bahwa air yang digunakan mengalir dengan baik. Di setiap tempat wudu juga perlu disiapkan sabun dan antiseptik. “Mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik, penularan penyakit peluangnya menjadi lebih kecil,” lanjutnya.

Senada, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya juga akan menyampaikan imbauan kepada jemaah untuk membawa persiapan ibadah pribadi seperti sajadah. “Insyaallah kami mengimbau kepada seluruh jemaah Masjid Istiqlal itu membawa persiapan-persiapan lain seperti misalnya di sini kan kita enggak siapkan karpet, mungkin bawa sajadahnya masing-masing, dipakai sendiri, digulung sendiri, diambil sendiri,” kata Imam Besar.

Aktivitas Ibadah Saat Ramadan

Sementara itu, terkait aktivitas ibadah di bulan Ramadan yang akan segera tiba, Menteri Agama mengatakan bahwa semua aktivitas akan tetap berjalan seperti biasa. Kegiatan seperti salat tarawih berjemaah maupun buka puasa bersama bisa diadakan, kecuali ada perubahan situasi.

“Kecuali ada perubahan-perubahan situasi yang membuat situasinya sangat jelek. Kecuali itu ya. Mudah-mudahan tidak terjadi. Maka kita akan ambil langkah-langkah lain yang lebih baik dalam menghadapi ini. Tapi kami garis bawahi bahwa untuk sementara waktu ini, sampai ada perubahan dan mudah-mudahan enggak ada perubahan, salat tarawih dan salat berjemaah lainnya dan buka puasa bersama tetap kita selenggarakan sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal menambahkan, pihaknya akan tetap menyiapkan segala hal pada saat buka puasa yang biasanya dihadiri 3—4 ribu jemaah. Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengantisipasi aktivitas iktikaf yang dihadiri banyak jemaah.

“Iktikaf di Masjid Istiqlal 3 tahun terakhir itu lebih banyak dari pada salat tarawih. Karena ini pun kami juga antisipasi. Insyaallah 10 terakhir Ramadan ini pun juga mudah-mudahan tidak akan ada kejadian yang istimewa. Insyaallah Istiqlal dan masjid-masjid yang lain bisa aman,” tandas Imam Besar.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gapai Rekor MURI, 2770 Siswa Kota Kupang Menari Lufut

    Gapai Rekor MURI, 2770 Siswa Kota Kupang Menari Lufut

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Memperingati HUT ke-27 Kota Kupang dan menyongsong HUT ke-70, Bank Indonesia, maka Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT berkolaborasi dengan Pemda Kota Kupang menghelat “Festa Rakyat NTT 2023, GEMA Rupiah” menghadirkan 60 UMKM yang dapat bertransaksi menggunakan QRIS. Even ini merupakan bagian dari penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI). Menariknya, […]

  • Poltekes Kemenkes Kupang Olah Kulit Faloak Jadi Bubuk Kaya Manfaat

    Poltekes Kemenkes Kupang Olah Kulit Faloak Jadi Bubuk Kaya Manfaat

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia |Pemanfaatan Kulit batang Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai bahan baku Obat Herbal terus dikembang dan diteliti termasuk Prodi Poltekes Kemenkes Kupang juga melakukan pengembangan ekstrak Kulit Pohon Faloak menjadi bubuk kaya manfaat Ditemui saat kegiatan Senam Bersama Gereja Bait El Penfui Kupang, Sabtu/9/3/19 pukul 07.30 WITA dalam demo oleh Poltekes Kemenkes […]

  • Edukasi Literasi ala FKIP UPG 45 NTT Bagi Anak SD dalam Festival Li Ngae

    Edukasi Literasi ala FKIP UPG 45 NTT Bagi Anak SD dalam Festival Li Ngae

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kehadiran mahasiswa dan dosen FKIP Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT dalam kegiatan Festival Li Ngae pada 17—25 Oktober 2019 di Pulau Semau, Kabupaten Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka memberikan edukasi literasi. Adapun bentuk edukasi literasi yang diberikan Mahasiswa dan Dosen Prodi Pendidikan Bahasa […]

  • Suka Duka Relawan Covid-19 Perempuan Satu-Satunya Jadi Sopir Ambulans

    Suka Duka Relawan Covid-19 Perempuan Satu-Satunya Jadi Sopir Ambulans

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ika Dewi Maharani, menjadi satu-satunya sukarelawan medis perempuan di bawah naungan Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang bertugas sebagai sopir ambulans. Angka kasus Covid-19 di Jakarta yang semakin meningkat, ditambah dengan jumlah petugas ambulans yang kurang memadai, membuat dirinya membulatkan tekad menjadi sopir ambulans. “Dengan keahlian yang saya miliki, saya […]

  • Apa Itu Pishing? Pahami dan Hindari !

    Apa Itu Pishing? Pahami dan Hindari !

    • calendar_month Sen, 14 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat ini banyak sekali media online membicarakan tentang kasus pencurian data atau penjualan data pelanggan perusahaan startup di Indonesia. Karena berita ini, para pelanggan dari E-Commerce tersebut khawatir terhadap akun dan datanya yang mungkin bisa disalahgunakan. Apa Itu Phising? Dilansir dari master web.com, seiring berkembangnya jaman dan juga teknologi, saat ini […]

  • Nadiem Makarim dan Arah Pendidikan Indonesia

    Nadiem Makarim dan Arah Pendidikan Indonesia

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Hendrik Masur Nadiem Makarim resmi ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju setelah diumumkan Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Oktober 2019. Penunjukan Nadiem Makarim menjadi sebuah kejutan lantaran dia lebih dikenal sebagai pelopor Startup di Indonesia yang melahirkan Gojek. Kendati memiliki basis pendidikan yang sangat baik dan dikenal sebagai […]

expand_less