Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Prof Wiku : Tak Ada Penerapan ‘Herd Immunity’ di Masa Pandemi

Prof Wiku : Tak Ada Penerapan ‘Herd Immunity’ di Masa Pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2020
  • visibility 80
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Beredar luas di jejaring sosial wacana herd immunity di masa pandemi, melalui pemulihan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid. Opini yang dibangun merujuk pada langkah penanganan menuju herd immunity. Pemerintah melalui Gugus Tugas Nasional secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa istilah herd immunity muncul dari bahasa asing. Istilah ini bermakna kekebalan dalam suatu kelompok atau kawanan. Dari satu orang yang terinfeksi, menjadi dua, tiga, empat orang, hingga mayoritas atau bahkan seluruh anggota kelompok tersebut memiliki imunitas, itulah herd immunity. Herd immunity membutuhkan minimal 70% dari populasi untuk terinfeksi, dan akhirnya kebal terhadap virus tersebut.

Prof. Wiku mengatakan bahwa herd immunity tidak mungkin terjadi dalam konteks Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi yang besar. Populasi yang ada juga menghuni pulau, yang terpisah laut maupun daratan. Sehingga transmisi virus pun akan terhambat.

“Jadi kalau kita bicara herd immunity, seandainya sampai terjadi, mari kita berpikir logika bagaimana caranya ya antar pulau saling bisa menulari kalau mobilitas antar pulaunya tidak tinggi, lalu interaksinya juga tidak tinggi,” ujar Prof. Wiku saat berdialog di Media Center Gugus Tugas, pada Selasa, 2 Juni 2020.

Langkah yang dilakukan pemerintah bukan dengan penerapan kekebalan dalam sekelompok populasi. Hal ini akan memerlukan waktu yang sangat lama. Justru sebaliknya, pemerintah berusaha untuk memutus rantai di awal, dengan mencegah terjangkitnya Covid pada populasi dengan upaya preventif, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.

“Kita cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Jadi kalau ada virusnya di tangan kita, di baju kita, selama tidak masuk ke dalam mukosa, berarti sebenarnya tidak bisa,” tambah Prof. Wiku.

Ia juga mengilustrasikan, “herd immunity itu bisa muncul, kalau kita semua berdampingan, kita senggol-senggolan, tapi semuanya tertutup seperti ini, tidak akan terbentuk penularan sehingga imunitasnya tidak terbentuk. Nah bayangkan kalau semuanya sudah melakukan seperti itu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, terus kita beraktivitas, kapan terbentuk herd immunity tadi?”

Secara sederhana Prof. Wiku mengatakan bahwa selama virus tidak masuk ke mukosa (mata, hidung dan mulut), secara tidak langsung imunitas atau proteksi masyarakatnya tidak akan terbentuk.

Gelombang Kedua Dapat Dicegah

Sementara itu, ada kekhawatiran adanya gelombang kedua yang mungkin dipicu oleh arus balik maupun kedatangan anak buah kapal (ABK), pekerja migran, maupun mereka yang pulang dari luar negeri.

Menyikapi kekhawatiran itu, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI Prof. Pratiwi Sudarmono menyampaikan bahwa ketakutan sebagian masyarakat tidak diikuti perilaku yang tepat.

“Takut gelombang kedua, tapi sekarang kayaknya mereka [masyarakat] merasa lebih leluasa untuk pergi ke sana kemari. Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun, mulai coba minum kopi, pergi ke restoran, dan seterusnya. Jadi ketakutannya iya tetapi perilakunya tidak,” ujar Prof. Pratiwi.

Prof. Pratiwi mengatakan virus ini dari waktu ke waktu melakukan perubahan pada dirinya. Mutasi secara kontinu ini sangat mudah terjadi mengingat sifat virus ini sebagai virus RNA. Oleh karena itu, menurutnya perlu sikap yang tepat untuk menghadapi potensi penularan.

Panduan kesehatan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak merupakan panduan penting untuk melindungi diri dari penyakit ini. Dengan perubahan perilaku, gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2 dapat senantiasa dicegah.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Kepala BI NTT, Agus Widjajati Dikukuhkan Deputi Gubernur BI

    Jadi Kepala BI NTT, Agus Widjajati Dikukuhkan Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) menghelat pengukuhan kepala kantor baru mereposisi jabatan yang semula diemban oleh Stefanus Donny Heatubun yang telah purna tugas. Amanah sebagai penjaga kestabilan rupiah di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan jajaran kepulauan sejumlah 1.192 ini dihelat pada Rabu pagi, 7 Februari 2024 […]

  • Anies, Formula E dan Gen Z

    Anies, Formula E dan Gen Z

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Josef Herman Wenas Sejauh pengamatan saya, Prof. Burhanuddin Muhtadi, Ph.D dan lembaga Indikator Politik Indonesa (IPI) yang dipimpinnya punya kredibilitas. Tak perlu diragukan. Minggu lalu, IPI release survey mereka tentang “Presiden Pilihan” anak muda. Survei dilakukan antara 4—10 Maret 2021. Total sampel yang berhasil diwawancara 1.200 responden, berusia 17—21. Jadi, anak muda yang dimaksud […]

  • Rudenim Kupang Klarifikasi Pengungsi Afganistan Coba Bunuh Diri

    Rudenim Kupang Klarifikasi Pengungsi Afganistan Coba Bunuh Diri

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang menyikapi pemberitaan di media sosial dan media massa terkait terjadinya keributan dan percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh pengungsi Afganistan bernama Hassan Reza Haidari pada Jumat, 24 Juni 2022. Pada sesi konferensi pers yang dipimpin oleh Kepala Rudenim Kupang, Heksa Asik Soepriadi dan didampingi Kasie Keamanan […]

  • Listrik Standby 24 Jam di Kalamba Sumba, Inovasi SuperSun PLN

    Listrik Standby 24 Jam di Kalamba Sumba, Inovasi SuperSun PLN

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    SuperSUN merupakan inovasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari PLN yang dirancang khusus untuk desa yang jauh dari jaringan listrik utama.   Sumba Timur | Warga Desa Kalamba, Sumba Timur, kini dapat merasakan terang selama 24 jam penuh berkat hadirnya Surya Power Solusi Untuk Negeri (SuperSUN), sebuah inovasi kelistrikan berbasis energi surya dari PLN. Penyalaan […]

  • Warga NTT di Bali Terdampak Covid-19 Resah, Perlu Perhatian Pemprov NTT

    Warga NTT di Bali Terdampak Covid-19 Resah, Perlu Perhatian Pemprov NTT

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Sekitar 11.000 warga NTT yang berdomisili di Provinsi Bali terdampak Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang berakibat pada hilangnya mata pencaharian dan penghasilan. Menyikapi kondisi tersebut, Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora pun prihatin dan telah memberikan bantuan sembako ala kadarnya, namun bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tidak bisa diperoleh terkait […]

  • Presiden Joko Widodo Bertemu Joko Widodo

    Presiden Joko Widodo Bertemu Joko Widodo

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 1Komentar

    Loading

    Klaten, Garda Indonesia | Ada kejadian menarik saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Provinsi Jawa Tengah, pada Senin, 13 September 2021. Mengawali kegiatannya, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi mengunjungi Dukuh Ngledok, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, untuk meninjau langsung program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat secara pintu ke pintu (door to door). Saat […]

expand_less