Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » PSI Memang Partai Politik Aneh!

PSI Memang Partai Politik Aneh!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Aneh itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya tidak seperti yang biasa kita lihat (dengar dan sebagainya); ajaib; ganjil. Keanehan adalah hal (keadaan, sifat, sesuatu) yang aneh, artinya tidak seperti yang biasa kita lihat, dengar atau alami.

Perilaku politik (political behavior) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akhir-akhir ini jadi sorotan publik mungkin juga lantaran kelihatan aneh. Mulai dari inisiatif interpelasi di parlemen Jakarta misalnya, di mana arus besar (mayoritas fraksi/parpol) lain menolak sementara PSI (yang akhirnya diikuti PDIP) tetap bersikukuh untuk melaksanakannya.

Kritik PSI, yang terarah pada kebijakan pemda maupun pemerintah pusat kerap dianggap “melawan arus”. Dan lantaran itu oleh sementara kalangan dianggap “bikin gaduh” dan aneh.

Barusan terjadi adalah soal “pamitnya” Tsamara Amany. Lalu diikuti isu oto-kritik Anggara Wicitra Sastroamidjojo (Bro Ara), Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta. Bro Ara mengritik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partainya sendiri, terkait strategi komunikasi politik.

Menyikapi anggapan “bikin gaduh” seperti itu, jadi menarik tanggapan Raja Juli Antoni, PhD. (Bro Toni) yang Sekretaris Dewan Pembina (Sekwanbin) PSI. Ia justru mengakui bahwa PSI memanglah partai yang aneh!

“PSI memang partai aneh. Ada pengurusnya yang keluar, Sis Tsamara, pamitnya kok baik-baik. Buat video “perpisahan” merangkum kenangannya selama di PSI yang membuat mewek dirinya dan banyak kader PSI. Mestinya barantem dong! Tidak mengikuti tradisi partai-partai lama. Ini yang gagal dipahami Fahri Hamzah yang keluar partai karena berantem. Eh, malah ngotot bilang PSI didirikan bukan untuk jangka panjang. Ya sudahlah. Kita doakan Bang Fahri panjang umur, bisa lihat panjang umur perjuangan PSI.” Begitu ujar Bro Toni.

Ya, perilaku politik PSI ini memang tampak aneh jika diperhadapkan dengan kebiasaan (tradisi) parpol-parpol tua di negeri ini. Aneh, lantaran di luar kebiasaan, di luar pakem “tradisi praktik politik” parpol lain yang lebih senior.

Saat menanggapi “oto-kritik” dari Bro Ara yang nota-bene adalah kader partainya sendiri, Bro Toni merespons, “Tidak ada yang aneh. Debat dan kritik adalah ciri khas PSI yang dibangun berdasarkan prinsip demokratis dan egalitarianisme. Jadi saran, kritik dan berdebat keras hal biasa di PSI. Justru aneh kalau hal seperti itu tidak terjadi di PSI.”

Lanjutnya, “Dinamika harian di PSI ya begitu itu. Habis lebaran, ketemu dan ngobrol pasti clear, itu cuman beda selera kader PSI dalam komunikasi dan artikulasi gagasan di ruang publik. Prinsip dan substansinya sama. PSI memperjuangkan politik kesejahteraan, politik bersih dan politik keadilan. Silakan cek, semua pasti bekerja untuk tiga prinsip di atas.”

Malah Sekwanbin PSI itu yakin bahwa, “Diskusi itu pulalah yang membuat PSI menjadi daya tarik dan pemikat di tengah masyarakat. PSI semakin kuat. Jaringan PSI semakin kokoh dari Sabang sampai Merauke.”

Intinya, Sekwanbin PSI Raja Juli Antoni, PhD itu ingin menegaskan bahwa partainya selalu terbuka dengan diskusi antar-kader. Tak jadi soal ada beda pendapat antara kader satu dengan lainnya. Justru diskusi cerdas (kadang keras tapi tidak kasar) dalam dinamika organisasi seperti itulah yang membuat PSI memiliki daya tarik dan jadi pemikat di tengah masyarakat. Bahkan dia meyakini, dengan adanya diskusi terbuka dan sehat, itu justru menunjukkan soliditas partainya.

Memang bisa kita paham kalau perilaku politik PSI yang seperti itu membuat sementara publik rada bingung. Lantaran fenomena demikian tidaklah lazim (alias aneh) dalam tradisi manajemen parpol di Indonesia selama ini.

Prinsipnya, kalau mau mengritik ya mesti berani pula untuk dikritik? Itulah konsekuensi dari dialektika yang sehat. Yang penting adalah menjaga substansi kritiknya agar tetap argumentatif alias logis. Karena hanya lewat jalan itulah sintesis yang progresif bisa dilahirkan, dan bakal membawa pembaharuan serta kemajuan.

Tak ada soal dalam beda pendapat, tinggal saja perbedaan pendapat itu masuk dalam kancah dialektika (tesis versus anti-tesis) yang terbuka dan mencerdaskan. Nothing personal, no hard-feeling.

Adu argumentasi itu bukanlah saling-sikut dan saling-sikat secara fisik, maupun menyerang pribadi (ad hominem). Misalnya seperti yang dialami Ade Armando belum lama ini, di mana ia jadi korban kebiadaban kaum otak tumpul dan berhati beku.

Jadi kita melihat, perbedaan pendapat antar kader parpol itu adalah hal yang biasa saja. Tak usah emosi lalu pakai berantem segala. Kalau begitu terus ya kapan dewasanya politisi bangsa ini? Jangan kita mengulang-ulang kelakuan politisi tua yang baperan itu.

Kancah perpolitikan bangsa mesti diperbaharui. Dan pemicu pembaharuan itu kerap kali adalah “pendapat-pendapat yang dianggap aneh” oleh jamannya.

Do not fear to be eccentric in opinion, for every opinion now accepted was once eccentric.” Kata Bertrand Russell. Jangan takut dianggap aneh dalam berpendapat, lantaran setiap pendapat yang kini diterima dulu pernah dianggap aneh.

PSI memang partai politik yang aneh!

Senin, 2 Mei 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bareskrim Ungkap Kasus Pornografi Online Jaringan Internasional

    Bareskrim Ungkap Kasus Pornografi Online Jaringan Internasional

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap kasus asusila dan pornografi online jaringan internasional yaitu Kamboja dan Filipina. Terkait kasus itu, 6 (enam) tersangka berhasil ditangkap. “Dari perkembangan ini kami tangkap enam orang di belakang kami. Di samping itu supaya dilaksanakan penyidik pertama kali melaksanakan penangkapan ini terjadi baik di […]

  • Suzuki Ertiga Hybrid, Ramah Lingkungan dan Harga Kompetitif

    Suzuki Ertiga Hybrid, Ramah Lingkungan dan Harga Kompetitif

    • calendar_month Sen, 13 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Suzuki Ertiga Hybrid telah diluncurkan di Jakarta pada Jumat, 10 Juni 2022. Mobil elektrifikasi besutan PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) tersebut segera diluncurkan main dealer Suzuki wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), PT. Surya Batara Mahkota (SBM) pada Sabtu, 18 Juni 2022 pukul 18.00 WITA di Lippo Plaza Kupang. Guna lebih mengenalkan […]

  • Temu Presiden Jokowi, Anak SDN 3 Nglinduk Semangat Vaksinasi Covid

    Temu Presiden Jokowi, Anak SDN 3 Nglinduk Semangat Vaksinasi Covid

    • calendar_month Rab, 5 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Grobogan, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6—11 tahun di SDN 3 Nglinduk, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Rabu, 5 Januari 2022. Presiden tampak menyapa sejumlah siswa yang sedang antre melakukan penapisan kesehatan sebelum divaksin. Sejumlah siswa sekolah dasar mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama maupun dosis kedua. Kepala Sekolah […]

  • Lantik 2.373 Pejabat Fungsional, Gubernur Viktor Serukan Jadi Agen Perubahan

    Lantik 2.373 Pejabat Fungsional, Gubernur Viktor Serukan Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Sel, 10 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di GOR Oepoi Kupang, pada Senin 9 Desember 2019, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melantik 2. 373 Pejabat Fungsional Tertentu, lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Dalam arahannya, Gubernur mengharapkan agar semua pejabat yang dilantik bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat NTT. “Selagi masih dipercaya oleh negara untuk mengemban tugas mulia, saya […]

  • Cak Imin Sebut Alfamart dan Indomaret Sebagai Pembunuh UMKM

    Cak Imin Sebut Alfamart dan Indomaret Sebagai Pembunuh UMKM

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Loading

    Cak Imin menambahkan, kekhawatiran ini juga datang dari banyak kepala daerah yang melihat dominasi dua jaringan ritel tersebut telah menekan ekonomi lokal.   Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menilai kehadiran jaringan ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret telah menjadi ancaman nyata bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah […]

  • Sikap KOMPAK Indonesia Terkait Kasus NTT Fair & Monumen Pancasila

    Sikap KOMPAK Indonesia Terkait Kasus NTT Fair & Monumen Pancasila

    • calendar_month Ming, 16 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dilansir dari citra-news.com, Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Febrie Ardiansyah, melalui Kepala Seksi Penyidikan (Kasi Dik), Wijaya mengatakan, telah ditetapkan 6 (enam) orang sebagai tersangka pada Senin,10 Juni 2019 atas kasus Dugaan Kasus Korupsi Pembangunan Gedung NTT Fair di Kupang Masing-masing, sebut Wijaya berinisial YA, DT, HP, LL, […]

expand_less