Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ribut Soal Jokowi 3 Periode? Mari Tenang Berembuk

Ribut Soal Jokowi 3 Periode? Mari Tenang Berembuk

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 3 Mar 2022
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Oke, mari kita ringkas fenomena politik ini biar sederhana. Pertama, beberapa kali Pak Jokowi sudah menyatakan posisinya, kira-kira begini: bahwa beliau tidak berminat untuk terus jadi presiden, mau itu soal 3 periode atau perpanjangan masa jabatan. Alasannya, ya tentu saja konstitusi. Undang Undang Dasar telah membatasinya.

Kedua, tapi dalam perkembangan akhir-akhir ini ada aspirasi rakyat yang menguat justru untuk perpanjangan masa jabatan atau bahkan mengamendemen UUD supaya bisa mengakomodasi aspirasi rakyat soal 3 periode itu.

Musababnya adalah: macam-macam. Ada yang suka dengan kinerja (prestasi) Jokowi sehingga mesti dilanjutkan, ada juga yang mengaitkannya dengan soal situasi negara gegara pandemi yang berimbas ke situasi politik-ekonomi global, regional dan lokal. Dan seterusnya, dan sebagainya.

Untuk poin yang kedua itu secara terang-terangan awalnya dipantik ke aras nasional oleh Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi).

Kemudian direifikasi oleh tiga parpol parlemen: PKB, Golkar dan PAN. Masing-masing via Ketumnya: Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan. Ketiga parpol itu punya total 187 kursi di DPR-RI.

Sekedar informasi, mekanisme (tata cara) amandemen (perubahan) UUD itu diatur Pasal 37 UUD’45, dan Peraturan MPR No. 1/2019 tentang Tata Tertib MPR-RI.

Usulan perubahan mesti diajukan kepada Pimpinan MPR oleh sekurangnya 1/3 dari jumlah anggota MPR atau 237 anggota. MPR-RI terdiri dari seluruh anggota DPR (575 orang) dan DPD (136 orang) sehingga total anggota MPR adalah 711 orang.

Kalau toh misalnya saja amandemen terjadi (dan berubah jadi 3 periode), tentu konsekuensinya adalah: Pak Jokowi bisa maju lagi, juga Ibu Megawati, juga Pak SBY, juga Pak Budiono, juga Pak JK, juga Pak Maruf Amin atau bahkan juga Pak Try Sutrisno. Pendeknya para mantan bisa ikut kontestasi lagi, asalkan sehat jasmani dan rohani.

Lalu wacana ini jadi ramai di ruang publik.

Ramainya ada yang bergaya intelektual dengan membangun wacana yang sehat. Tapi ada juga yang bergaya preman, dengan marah-marah dan memaki-maki di media-sosial. Masing-masing tentu dengan motifnya sendiri-sendiri.

Yang menolak amandemen pasti punya alasan dan motifnya mengapa mesti tetap di 2024, dan yang pro-amandemen juga punya alasan dan kepentingan mengapa mesti diperpanjang atau diubah periodenya.

Terhadap “keramaian” ini bagaimana suara dari istana? Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini (Senin, 28 Februari 2022) sudah menegaskan bahwa pemerintah tidak tahu soal bergulirnya wacana penundaan Pemilu 2024 seperti yang disampaikan sejumlah elite politik maupun tokoh publik belakangan ini.

Jadi bagaimana ini?

Begini saja. Sementara ini kan yang sudah jelas (definitif) adalah UUD’45 yang bilang pemilu (pilpres) tiap 5 tahun. Lalu UU Pemilu serta keputusan KPU sudah bilang bahwa tahun 2024 (di hari kasih sayang 14 Februari nanti) bakal ada pemungutan suara. Agenda pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres itu pada tanggal 7—13 September 2023.

Sekarang di tahun 2022, menuju ke September 2023 itu masih ada waktu sekitar setahun setengah lebih. Apa yang bakal terjadi di kurun waktu ini kita belum tahu persis. Kecuali Tuhan.

Nah, berpijak pada landasan yang sementara ini sudah jelas (definitif) itu tadi, bukankah sebaiknya kita sebagai rakyat mulai berembuk saja dengan tenang dan elegan.

Berembuk untuk apa? Ya berembuk untuk mencari penerus Pak Jokowi. Supaya gerak langkah pembangunan ini bisa terus berjalan di atas landasan kerja politik kesejahteraan, politik bersih dan politik keterbukaan. Itulah kriteria calon pemimpinnya.

Rembuk rakyat ini adalah juga bagian dari pendidikan (edukasi) publik tentang cara berpolitik yang cerdas dan matang. Memilih bakal pemimpin yang terbaik dari antara pilihan lain yang juga baik adanya.

Janganlah sampai nantinya lahir pemimpin yang bodoh gegara pemilihnya yang juga bodoh.

Sekaligus, rembuk rakyat yang dilaksanakan secara elegan, kita bakal mampu untuk (nantinya) bisa memilih dengan bijak. Lantaran sudah cerah. Tidak membeli kucing dalam karung.

Democracy cannot succeed unless those who express their choice are prepared to choose wisely. The safeguard of democracy, therefore, is education.” – Franklin D. Roosevelt.

#RembukRakyat #MemilihPemimpinTerbaik

Kamis, 3 Maret 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak TTS Tak Sekolah Terbesar di NTT, Diikuti Sumba Barat Daya dan Kupang

    Anak TTS Tak Sekolah Terbesar di NTT, Diikuti Sumba Barat Daya dan Kupang

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Darius menekankan bahwa pemerintah, melalui berbagai kebijakan harus terus berupaya membebaskan biaya pendidikan di sekolah negeri agar semua anak memiliki akses pendidikan yang sama.   Kupang | Data Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT menunjukkan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Provinsi NTT mencapai 145.268 anak yang tersebar di 22 kabupaten/kota. Kabupaten Timor Tengah Selatan […]

  • Ditembak Orang Tak Dikenal, Habib Bahar Smith Berlumur Darah

    Ditembak Orang Tak Dikenal, Habib Bahar Smith Berlumur Darah

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Publik tanah air kini dikejutkan oleh kabar adanya penembakan terhadap Habib Bahar Bin Smith. Ulama yang terkenal vokal itu dikabarkan bersimbah darah hingga mengenai baju dan sorbannya. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Putraindonews, Habib Bahar ditembak oleh orang tak dikenal (OTK). Kabar ini dibenarkan oleh Kapolres Bogor Kota AKBP Iman Imanuddin. […]

  • Kodim 1627/Rote Ndao Bantu Alat Masak bagi Warga Terdampak Badai Seroja

    Kodim 1627/Rote Ndao Bantu Alat Masak bagi Warga Terdampak Badai Seroja

    • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Bakti Sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat terdampak Badai Seroja terus dilakukan oleh Kodim 1627/Rote Ndao. Komandan Kodim serta Babinsa dari masing-masing sektor hadir saat penyerahan bantuan pada Senin, 19 April 2021, bertempat di Desa Dolasin Kecamatan Rote Barat Daya dan Desa Kuli Aisele serta Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten […]

  • Donor Darah HUT Ke-58 Jasa Raharja – Setetes Darah Selamatkan Nyawa

    Donor Darah HUT Ke-58 Jasa Raharja – Setetes Darah Selamatkan Nyawa

    • calendar_month Sel, 18 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Provinsi NTT menggelar donor darah dan pengobatan gratis. Jasa Raharja berkolaborasi dengan Biddokes Polda NTT, PMI Kota Kupang dan Pemkot; Hari pertama (Rabu,12/12/18) dilaksanakan di Samsat Kupang sedangkan hari kedua dan ketiga (17—18 Des 2018) dilaksanakan di Kantor Jasa Raharja di […]

  • Masa Adven 2022, Paroki Laktutus Implementasi Spirit ‘Laudato Si’

    Masa Adven 2022, Paroki Laktutus Implementasi Spirit ‘Laudato Si’

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Guna melestarikan lingkungan hidup, umat Paroki Laktutus bersinergi dengan lintas sektor menanam 1.000 pohon. Ratusan umat bersama anggota TNI dan Polri, pemerintah kecamatan  dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu menanam aneka anakan pohon di sejumlah titik rawan longsor ketika musim hujan tiba; kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 2 Desember 2022. Pastor […]

  • Kunjungi Warga Namosain, Anita Gah Helat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

    Kunjungi Warga Namosain, Anita Gah Helat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kembali terpilih keempat kali pada periode 2019—2024 sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, S.E. mengunjungi dan menyapa warga Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menghelat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Berlokasi di Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Manahain Jemaat Namosain Kecamatan Alak […]

expand_less