Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Sampai Kapan

Sampai Kapan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Dahlan Iskan

Pengusaha besar dan kecil kali ini bisa bersatu: sama-sama mempertanyakan pertanyaan yang sama. Pertama: apakah kabinet baru ini bisa diharap untuk lebih baik.

Kedua: ekonomi lesu ini sampai kapan?

Mungkin yang bisa menjawab Budi Ari. Atau wamen lain yang selalu punya jawaban untuk pertanyaan apa saja. Saya tidak mampu menjawab.

Mungkin baik juga untuk bahan tebak-tebakan. Siapa yang berani bertaruh bahwa hasil kabinet ini sudah bisa kelihatan dalam enam bulan ke depan.

Siapa pula yang taruh uang untuk tebakan satu tahun. Tiga tahun. Atau sampai akhir masa jabatan pun belum akan baik.

Pertanyaan yang sama juga dikemukakan oleh para pengusaha pun di daerah sejauh Ponorogo.

Di saat Prabowo dilantik sebagai presiden, Minggu lalu saya sedang bertemu sekitar 50 anggota HPN Ponorogo. Di restoran “mewah” karena benar-benar mepet sawah.

HPN, Anda sudah tahu: singkatan Himpunan Pengusaha Nahdliyin. Pengusaha NU. Masih muda-muda. Mereka sangat merasakan lesunya daya beli masyarakat.

“Apakah benar lesu?” tanya saya. “Bukankah ada yang berteori ekonomi sebenarnya tidak lesu? Katanya, yang terjadi adalah peralihan. Beralih dari offline ke online. Bukan lesu,” sambung saya.

Saya pun ditertawakan.

Anggota HPN itu hampir semua pengusaha lama. Sudah lolos dari masa-masa jatuh-bangun. Hanya satu orang yang usahanya baru berumur tiga tahun.

Salah satu di antara mereka itu ada yang usaha katering. Awalnya pemasok ayam lodoh untuk banyak restoran bermenu masakan khas Trenggalek-Tulungagung itu tapi tidak punya kokinya. Ia bikin ayam lodoh beku. Dikirim sampai ke Tegal dan Purwokerto.

Namanya: Riyan Rahmawan. Nama usahanya: katering Doro Gepak.

Sejak Covid-19 terjadi perubahan drastis: pesanan online lebih banyak. Bahkan dari luar negeri: Taiwan, Hongkong, Korea, Jepang.

Yang lebih banyak dipesan pun berubah: tumpeng Ponorogo.

Kirim tumpeng ke Taiwan?

Tidak.

Pemesannya dari negara-negara tersebut tapi tumpengnya minta dikirim ke alamat di sekitar Ponorogo saja. “Tiap hari ada pesanan dari luar negeri,” ujar Riyan.

Pesan yang harus Riyan tulis di tumpeng itu macam-macam. Terbanyak: selamat ulang tahun.

Siapa yang ulang tahun? “Paling banyak anak-anak,” ujar Riyan. Dari ibu ke anaknya. Sang ibu lagi berjuang di luar negeri. Mereka masih muda-muda. Ibu muda. Anak mereka pun masih kecil-kecil. Ditinggal di kampung.

Mereka ingat kapan anak mereka berulang tahun. Riyan jadi perantara rasa sayang seorang ibu pada anak mereka. Sayang jarak jauh.

“Ada yang pesan sampai 100 tumpeng. Agar bisa mengundang seluruh teman anaknya,” ujar Riyan.

Tentu ada juga pesanan tumpeng untuk orang tua TKI. Termasuk di saat ”mendhaki” penanda hari kematian orang tua.

Saya bertanya satu persatu apa saja usaha anggota HPN di Ponorogo. Saya kaget: salah satunya bisa berbahasa Mandarin. Pernah enam tahun jadi TKI di Taiwan.

Ketuanya sendiri, Suparlin, punya lima jenis usaha. Termasuk resto yang ditata dengan gaya pedesaan Jepang. Gabungan Jepang dan Jawa.

Apa pun usaha mereka kini muncul tantangan terbaru. Mereka kini harus menghadapi lima hal: lesunya daya beli, soal pajak, lalu pajak, pajak lagi dan pajak. Belum pernah mereka menghadapi masalah pajak seperti sekarang ini.

Saya pun tidak bisa memberi jalan keluar. Saya hanya sampaikan bahwa ke depan pajak akan semakin keras. Pengusaha kecil sudah harus memasukkan risiko pajak dalam perhitungan bisnis.

Mengapa semakin keras? Pemerintah harus cari uang lebih keras. Lebih banyak. Pendapatan negara kian banyak yang harus untuk bayar utang.

Apalagi, jangan-jangan, biaya untuk birokrasi juga naik –akibat anggota kabinet yang kian gemuk.

Pembaharuan struktur kabinet ternyata tidak terjadi. Kementerian BUMN tetap ada –bahkan wakil menterinya ditambah. Kementerian keuangan juga tidak jadi dipisah. Tidak jadi ada kementerian pendapatan negara.

Uang kian sulit. Biaya kian besar. Rezeki nomplok belum tentu datang lagi: dari melonjaknya harga batu bara, nikel, dan minyak sawit.

Mereka tidak bisa menerima penjelasan seperti itu. Maka saya sarankan agar HPN, di mana pun, melakukan pertemuan anggota. Bicarakanlah problem pajak masing-masing. Setelah diinventarisasi, adakan pertemuan anggota sekali lagi. Undanglah pejabat pajak setempat. Diskusikan.

Jadi, berapa lama lagi kelesuan ekonomi terjadi?

Kalau melihat pidato pertama Presiden Prabowo di saat pelantikan rasanya menjanjikan. Tapi Anda sudah tahu: pidato sudah lama tidak bisa dipegang.(*)

Para Menteri Kabinet Merah Putih saat memberikan penghormatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Foto :BPMI Setpres

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Oepura Kota Kupang Sumbang Uang Untuk SIAGA

    Pemuda Oepura Kota Kupang Sumbang Uang Untuk SIAGA

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Simon Petrus Kamlasi memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh seluruh warga RT 31/ RW 11 Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang khususnya kaum muda.   Kota Kupang | Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3,  Simon Petrus Kamlasi -Andrianus Garu (SIAGA) terus menuai dukungan dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan datang […]

  • ‘Fun Bike’ HUT Ke-72 Imigrasi Bersama Wakil Gubernur NTT

    ‘Fun Bike’ HUT Ke-72 Imigrasi Bersama Wakil Gubernur NTT

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pagi itu, Sabtu, 5 Februari 2022, cuaca di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih diliputi hujan sedang lebat. BMKG pun telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah sejak tanggal 3—5 Februari 2022. Di kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi […]

  • Panglima TNI : TNI-Polri Siapkan Operasi Kemanusiaan di Pulau Galang

    Panglima TNI : TNI-Polri Siapkan Operasi Kemanusiaan di Pulau Galang

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kepulauan Riau, Garda Indonesia | Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama seluruh komponen bangsa lainnya sedang mempersiapkan operasi kemanusiaan di Pulau Galang, termasuk rencana pembangunan rumah sakit khusus untuk menangani wabah Virus Corona atau Covid-19 oleh Pemerintah atau instansi terkait. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi […]

  • Jadi Kapolri ke-25, Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo Dilantik Saat Pandemi Covid

    Jadi Kapolri ke-25, Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo Dilantik Saat Pandemi Covid

    • calendar_month Rab, 27 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah jabatan Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada Rabu, 27 Januari 2021. Acara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan menerapkan protokol kesehatan. Pelantikan Listyo Sigit dilakukan dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 5/POLRI […]

  • Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

    Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah (Pemda) Belu mengucurkan anggaran senilai 12 miliar rupiah guna mendukung pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian disampaikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi  Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kepada awak media usai kegiatan […]

  • Bank NTT Rekrut Milenial Jadi Agen Dia Bisa, Capai 7.216 Anggota

    Bank NTT Rekrut Milenial Jadi Agen Dia Bisa, Capai 7.216 Anggota

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Inovasi layanan digital Bank NTT yang kian membanggakan adalah, semakin merambahnya agen digital. Digital Agen Bank NTT yang disingkat “Di@ BISA”. Sebelumnya memang didesain untuk menjadi jembatan bagi anak-anak muda milenial baik siswa SMK/SMK, mahasiswa, maupun yang usia sebaya untuk menjadi entrepreneur muda. Bank NTT memiliki visi yang cerdas, membangun jiwa […]

expand_less