Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
  • visibility 204
  • comment 0 komentar

Loading

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

 

Ruteng | Hidup pada garis kemiskinan sungguh sangat menyedihkan. Ada hanya niat ikhlas dan semangat saja yang tertanam dalam benak agar bisa bertahan hidup hingga akhir hayat. Hendak berbuat apa pun dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari mesti selalu tertahan karena hidup serba kekurangan.

Seperti yang dirasakan oleh keluarga Mama Theresia, perempuan tangguh warga Kampung Wetok, Dusun Wetok, Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi satu-satunya harapan hidup bagi keluarganya sejak sang suami, Rofinus Das, menderita stroke pada tahun 2019 lalu.

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang tegak kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

Rofinus Das, pria 53 tahun yang dulunya bekerja keras untuk menghidupi istri dan anak semata wayangnya, kini hanya bisa terbaring lemah di ruang tamu rumah mereka. Sudah lebih dari lima tahun ia mengalami kelumpuhan akibat stroke.

Tanpa akses pengobatan memadai dan tanpa biaya untuk ke rumah sakit, Rofinus hanya ditemani tikar lusuh dan dinding rumah yang bisu, menyaksikan waktu berjalan lambat tanpa harapan medis.

Di usianya yang senja, perempuan yang dikenal dengan ketangguhan ini hanya mengandalkan tubuh yang perlahan membungkuk bekerja keras menjadi buruh tani di kebun warga Kampung Wetok itu.

Selama puluhan tahun tinggal di rumah reot itu, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suami yang hanya bisa berbaring tak berdaya di lantai dengan makan seadanya hasil dari upah harian sebagai buruh keluarganya, namun tetap merasa bersyukur karena masih ada warga setempat yang mempercayai dia untuk bekerja sebagai buruh tani.

Potret memilukan di tengah kondisi ekonomi yang dialami keluarga Mama Theresia tersebut, Pemerintah Desa Langkas, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai terkesan menutup mata dan tidak ambil pusing dengan penderitaan yang dialami warganya.

Kondisi rumah Mama Theresia dan sang suami, Rofinus Das yang sementara menderita stroke

Mama Theresia mengaku, puluhan tahun tinggal di rumah reot luput dari perhatian pemerintah desa dan Pemda Manggarai hingga Pemprov NTT, mereka sama sekali tidak pernah tersentuh bantuan dalam bentuk apa pun.

“Saya bersama anak semata wayang saya dan suami saya, Rofinus Das, terkena penyakit stroke, selama puluhan tahun tinggal di rumah ini tidak pernah merasakan bagaimana itu bantuan pemerintah, desa dan kabupaten apalagi provinsi,” ucap perempuan tangguh itu kepada media ini, saat ditemui di kediamannya Kampung Wetok, pada Kamis, 12 Juni 2025.

“E….e..e…, anak ada bantuan dari desa di sini hanya cari orang tertentu saja yang dapat. Kawe keluarga deru kaut kepala desa nana (kepala desa cari keluarga sendiri) dalam penyaluran bantuan desa. Bahkan ada yang dapat dobel,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa setiap kali ada bantuan dari desa, entah itu sumber dananya dari mana kepala desa hanya memberikan bantuan tersebut kepada warga yang memiliki hubungan kekeluargaan seperti bantuan rumah layak huni (RLH), MCK, dan tangki fiber air.

Bahkan kata dia, ada warga yang sudah mendapatkan RLH juga mendapatkan fiber air atau MCK, seharunya bantuan-bantuan seperti itu, perlu diutamakan untuk keluarga seperti keluarganya mengalami sakit berat dan tidak bisa bekerja mencari sesuap nasi lagi.

“Ini kan tidak malah orang baru berkeluarga saja asalkan ada hubungan dengan bapak desa dapat. Sementara, kami yang hidup melarat di ambang garis kemiskinan ini kondisi suami saya yang stroke tidak dapat, ‘kepala desa pilih kasih kami punya di sini’ kalau PKH dan sembako tidak ada berarti kami tidak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah,” ujarnya dengan nada geram.

Rumah reot berukuran 6×7 meter itu tak terlihat satu pun perabot yang berlebihan. Melainkan sampah kotor dan pakaian bekas yang tidak layak pakai. Begitu pun dinding yang terbuat dari kelaca bambu dan irisan belahan kayu sudah lapuk termakan usia, sebagian dinding bocor terbuka.

Akibatnya saat musim hujan, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suaminya terpaksa tidur dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

“Kalau hujan basah, disebabkan percikan air hujan yang di bawah angin melalui lubang-lubang dinding sudah banyak bocor, mau saya perbaiki tidak ada biaya. Saya berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah, karena kalau hujan basah,” harapnya.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 450 Personil Tim Gabungan Siap Amankan Malam Tahun Baru di Kota Atambua

    450 Personil Tim Gabungan Siap Amankan Malam Tahun Baru di Kota Atambua

    • calendar_month Kam, 31 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Pengamanan malam tahun baru, kita mempersiapkan 450 personil tim gabungan antara TNI, Kepolisian, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan,” sebut Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam press release Polres Belu, pada Rabu, 30 Desember 2020. Khairul Saleh menjelaskan, pengamanan tahun baru kali ini berbeda dengan tahun – tahun yang lalu […]

  • “Kejahatan Online Tahanan” Terjadi di Sejumlah Lapas

    “Kejahatan Online Tahanan” Terjadi di Sejumlah Lapas

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengungkap sejumlah tindak kejahatan online yang dilakukan tahanan di berbagai lembaga pemasyarakatan (Lapas). Kasus ini pertanda maraknya penggunaan internet dari balik jeruji besi. “Saat ini pelaku sebagai warga binaan dan atau narapidana yang masih menjalani hukuman,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan […]

  • Wapres Ma’ruf Amin Kunjungan Kerja ke Provinsi NTT, Ini Rangkaian Kegiatannya

    Wapres Ma’ruf Amin Kunjungan Kerja ke Provinsi NTT, Ini Rangkaian Kegiatannya

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin beserta ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 16 Oktober 2021, usai menghadiri peresmian pembangunan BLK Komunitas Tahun 2021 di Jayapura, Papua pada Jumat 15 Oktober. Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q. […]

  • BPS NTT: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tumbuh 5,20 persen

    BPS NTT: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tumbuh 5,20 persen

    • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, gardaindonesia.id – Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan II 2018 tumbuh sebesar 5,20 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 (year on year). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 17,73 persen; disusul Pengadaan Listrik dan Gas 9,29 persen; Transportasi dan Pergudangan 8,03 persen. […]

  • Selamat Jalan ‘Mom’

    Selamat Jalan ‘Mom’

    • calendar_month Sab, 19 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh. Melkianus Nino Redup wajah kian memburam semenjak pergantian waktu. Jelang akhir keberadaan. Raut gemulai telah memucat pasi. Tawa membungkam disinari terang neon Philips di ruang tamu. Dia telah berbaring kaku, detak nadi-jantung sudah hilang denyutan. Kini, kedua tangan saling memegang erat, ingin memanjat syukur dan terima kasih. Terlilit untaian bulir rosario, bisu membisikan kepada-Nya. […]

  • Mahfud MD Nilai Soeharto Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

    Mahfud MD Nilai Soeharto Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Loading

    Mahfud menilai bahwa semua mantan presiden sebenarnya tidak perlu lagi melalui proses penelitian ulang dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional.   Yogyakarta | Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dinilai layak secara hukum untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Pandangan ini disampaikan oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat ditemui di Yogyakarta, […]

expand_less