Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

Loading

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

 

Ruteng | Hidup pada garis kemiskinan sungguh sangat menyedihkan. Ada hanya niat ikhlas dan semangat saja yang tertanam dalam benak agar bisa bertahan hidup hingga akhir hayat. Hendak berbuat apa pun dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari mesti selalu tertahan karena hidup serba kekurangan.

Seperti yang dirasakan oleh keluarga Mama Theresia, perempuan tangguh warga Kampung Wetok, Dusun Wetok, Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi satu-satunya harapan hidup bagi keluarganya sejak sang suami, Rofinus Das, menderita stroke pada tahun 2019 lalu.

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang tegak kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

Rofinus Das, pria 53 tahun yang dulunya bekerja keras untuk menghidupi istri dan anak semata wayangnya, kini hanya bisa terbaring lemah di ruang tamu rumah mereka. Sudah lebih dari lima tahun ia mengalami kelumpuhan akibat stroke.

Tanpa akses pengobatan memadai dan tanpa biaya untuk ke rumah sakit, Rofinus hanya ditemani tikar lusuh dan dinding rumah yang bisu, menyaksikan waktu berjalan lambat tanpa harapan medis.

Di usianya yang senja, perempuan yang dikenal dengan ketangguhan ini hanya mengandalkan tubuh yang perlahan membungkuk bekerja keras menjadi buruh tani di kebun warga Kampung Wetok itu.

Selama puluhan tahun tinggal di rumah reot itu, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suami yang hanya bisa berbaring tak berdaya di lantai dengan makan seadanya hasil dari upah harian sebagai buruh keluarganya, namun tetap merasa bersyukur karena masih ada warga setempat yang mempercayai dia untuk bekerja sebagai buruh tani.

Potret memilukan di tengah kondisi ekonomi yang dialami keluarga Mama Theresia tersebut, Pemerintah Desa Langkas, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai terkesan menutup mata dan tidak ambil pusing dengan penderitaan yang dialami warganya.

Kondisi rumah Mama Theresia dan sang suami, Rofinus Das yang sementara menderita stroke

Mama Theresia mengaku, puluhan tahun tinggal di rumah reot luput dari perhatian pemerintah desa dan Pemda Manggarai hingga Pemprov NTT, mereka sama sekali tidak pernah tersentuh bantuan dalam bentuk apa pun.

“Saya bersama anak semata wayang saya dan suami saya, Rofinus Das, terkena penyakit stroke, selama puluhan tahun tinggal di rumah ini tidak pernah merasakan bagaimana itu bantuan pemerintah, desa dan kabupaten apalagi provinsi,” ucap perempuan tangguh itu kepada media ini, saat ditemui di kediamannya Kampung Wetok, pada Kamis, 12 Juni 2025.

“E….e..e…, anak ada bantuan dari desa di sini hanya cari orang tertentu saja yang dapat. Kawe keluarga deru kaut kepala desa nana (kepala desa cari keluarga sendiri) dalam penyaluran bantuan desa. Bahkan ada yang dapat dobel,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa setiap kali ada bantuan dari desa, entah itu sumber dananya dari mana kepala desa hanya memberikan bantuan tersebut kepada warga yang memiliki hubungan kekeluargaan seperti bantuan rumah layak huni (RLH), MCK, dan tangki fiber air.

Bahkan kata dia, ada warga yang sudah mendapatkan RLH juga mendapatkan fiber air atau MCK, seharunya bantuan-bantuan seperti itu, perlu diutamakan untuk keluarga seperti keluarganya mengalami sakit berat dan tidak bisa bekerja mencari sesuap nasi lagi.

“Ini kan tidak malah orang baru berkeluarga saja asalkan ada hubungan dengan bapak desa dapat. Sementara, kami yang hidup melarat di ambang garis kemiskinan ini kondisi suami saya yang stroke tidak dapat, ‘kepala desa pilih kasih kami punya di sini’ kalau PKH dan sembako tidak ada berarti kami tidak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah,” ujarnya dengan nada geram.

Rumah reot berukuran 6×7 meter itu tak terlihat satu pun perabot yang berlebihan. Melainkan sampah kotor dan pakaian bekas yang tidak layak pakai. Begitu pun dinding yang terbuat dari kelaca bambu dan irisan belahan kayu sudah lapuk termakan usia, sebagian dinding bocor terbuka.

Akibatnya saat musim hujan, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suaminya terpaksa tidur dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

“Kalau hujan basah, disebabkan percikan air hujan yang di bawah angin melalui lubang-lubang dinding sudah banyak bocor, mau saya perbaiki tidak ada biaya. Saya berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah, karena kalau hujan basah,” harapnya.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Beri Insentif Diskon Rp 52/KWH Bagi Pelanggan RTM 900 VA

    PLN Beri Insentif Diskon Rp 52/KWH Bagi Pelanggan RTM 900 VA

    • calendar_month Jum, 15 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan insentif berupa diskon kepada pelanggan R-I 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) mulai 1 Maret 2019. Insentif ini diberikan karena adanya efisiensi di golongan ini, serta terjadinya penurunan harga minyak dan kurs dollar. Dengan pemberlakuan insentif ini, pelanggan golongan R-1 900 VA RTM hanya membayar tarif […]

  • JasNas Anti TPPO : Hukum Oknum Artis Pelaku Prostitusi Online Pakai UU TPPO

    JasNas Anti TPPO : Hukum Oknum Artis Pelaku Prostitusi Online Pakai UU TPPO

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polda Metro Jaya pada tanggal 13 Maret 2021 melakukan operasi penggerebekan terhadap sebuah hotel yang terletak di Tangerang, diduga menjadi tempat aktivitas terjadinya perdagangan orang untuk tujuan prostitusi, diduga melibatkan artis berinisial CA yang merupakan pemilik hotel. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/03/20/saraswati-prostitusi-online-melibatkan-anak-harus-dihentikan/ Menyoroti persoalan di atas, Jaringan Nasional Anti TPPO (JarNas Anti […]

  • Wisuda Perdana Undarma Kupang  Cetak 7 Lulusan Terbaik dari 205 Wisudawan

    Wisuda Perdana Undarma Kupang Cetak 7 Lulusan Terbaik dari 205 Wisudawan

    • calendar_month Jum, 21 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Undarma (Universitas Karya Dharma ) Kupang, Jumat 21 Des 2018 melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Angkatan I di Aula NTT Fair Baemoku, Jumat, 21 Des 2018; yang dipimpin oleh Rektor Universitas Karya Dharma Kupang Dr. Silvester P. Taneo, S.Pd, M.Pd., mewisuda 205 Wisudawan. Universitas Karyadarma Kupang mencetak 205 wisudawan terdiri […]

  • Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Loading

    Pria kelahiran Pulau Sabu, saat Natal 25 Desember 1906 di wilayah paling selatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, bernama lengkap Elisa Rame Herewila. Ia mengecap pendidikan di HIS Seba-Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian meneruskan pendidikannya hingga ke Makassar. Di sana, suami dari Juliana Dudu Hya ini pun ikut membentuk organisasi kebangsaan beranggotakan orang-orang […]

  • ANTARA Klarifikasi Berita Tentang KPU: “Mantan Narapidana Daftar Bacaleg”

    ANTARA Klarifikasi Berita Tentang KPU: “Mantan Narapidana Daftar Bacaleg”

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Berita yang diterbitkan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA berjudul “KPU temukan mantan napi mendaftar gunakan dokumen tidak pernah dipenjara”, menuai polemik. Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) pun meminta pihak ANTARA untuk melakukan klarifikasi terkait penayangan berita pada Senin, 3 Juli 2023 15:03 WIB. Adapun penggalan […]

  • Empat Bupati di Pulau Sumba Dukung Listrik Masuk Dusun

    Empat Bupati di Pulau Sumba Dukung Listrik Masuk Dusun

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Iman Krismanto Manager PLN UP2K Sumba mengatakan dukungan dan kerja sama antara pemerintah daerah dan PLN sangat penting demi kelancaran proses perencanaan dan eksekusi pembangunan jaringan listrik.   Sumba | PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrik (UP2K) Sumba dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba berkesempatan untuk melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke empat bupati […]

expand_less