Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Loading

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

 

Ruteng | Hidup pada garis kemiskinan sungguh sangat menyedihkan. Ada hanya niat ikhlas dan semangat saja yang tertanam dalam benak agar bisa bertahan hidup hingga akhir hayat. Hendak berbuat apa pun dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari mesti selalu tertahan karena hidup serba kekurangan.

Seperti yang dirasakan oleh keluarga Mama Theresia, perempuan tangguh warga Kampung Wetok, Dusun Wetok, Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi satu-satunya harapan hidup bagi keluarganya sejak sang suami, Rofinus Das, menderita stroke pada tahun 2019 lalu.

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang tegak kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

Rofinus Das, pria 53 tahun yang dulunya bekerja keras untuk menghidupi istri dan anak semata wayangnya, kini hanya bisa terbaring lemah di ruang tamu rumah mereka. Sudah lebih dari lima tahun ia mengalami kelumpuhan akibat stroke.

Tanpa akses pengobatan memadai dan tanpa biaya untuk ke rumah sakit, Rofinus hanya ditemani tikar lusuh dan dinding rumah yang bisu, menyaksikan waktu berjalan lambat tanpa harapan medis.

Di usianya yang senja, perempuan yang dikenal dengan ketangguhan ini hanya mengandalkan tubuh yang perlahan membungkuk bekerja keras menjadi buruh tani di kebun warga Kampung Wetok itu.

Selama puluhan tahun tinggal di rumah reot itu, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suami yang hanya bisa berbaring tak berdaya di lantai dengan makan seadanya hasil dari upah harian sebagai buruh keluarganya, namun tetap merasa bersyukur karena masih ada warga setempat yang mempercayai dia untuk bekerja sebagai buruh tani.

Potret memilukan di tengah kondisi ekonomi yang dialami keluarga Mama Theresia tersebut, Pemerintah Desa Langkas, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai terkesan menutup mata dan tidak ambil pusing dengan penderitaan yang dialami warganya.

Kondisi rumah Mama Theresia dan sang suami, Rofinus Das yang sementara menderita stroke

Mama Theresia mengaku, puluhan tahun tinggal di rumah reot luput dari perhatian pemerintah desa dan Pemda Manggarai hingga Pemprov NTT, mereka sama sekali tidak pernah tersentuh bantuan dalam bentuk apa pun.

“Saya bersama anak semata wayang saya dan suami saya, Rofinus Das, terkena penyakit stroke, selama puluhan tahun tinggal di rumah ini tidak pernah merasakan bagaimana itu bantuan pemerintah, desa dan kabupaten apalagi provinsi,” ucap perempuan tangguh itu kepada media ini, saat ditemui di kediamannya Kampung Wetok, pada Kamis, 12 Juni 2025.

“E….e..e…, anak ada bantuan dari desa di sini hanya cari orang tertentu saja yang dapat. Kawe keluarga deru kaut kepala desa nana (kepala desa cari keluarga sendiri) dalam penyaluran bantuan desa. Bahkan ada yang dapat dobel,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa setiap kali ada bantuan dari desa, entah itu sumber dananya dari mana kepala desa hanya memberikan bantuan tersebut kepada warga yang memiliki hubungan kekeluargaan seperti bantuan rumah layak huni (RLH), MCK, dan tangki fiber air.

Bahkan kata dia, ada warga yang sudah mendapatkan RLH juga mendapatkan fiber air atau MCK, seharunya bantuan-bantuan seperti itu, perlu diutamakan untuk keluarga seperti keluarganya mengalami sakit berat dan tidak bisa bekerja mencari sesuap nasi lagi.

“Ini kan tidak malah orang baru berkeluarga saja asalkan ada hubungan dengan bapak desa dapat. Sementara, kami yang hidup melarat di ambang garis kemiskinan ini kondisi suami saya yang stroke tidak dapat, ‘kepala desa pilih kasih kami punya di sini’ kalau PKH dan sembako tidak ada berarti kami tidak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah,” ujarnya dengan nada geram.

Rumah reot berukuran 6×7 meter itu tak terlihat satu pun perabot yang berlebihan. Melainkan sampah kotor dan pakaian bekas yang tidak layak pakai. Begitu pun dinding yang terbuat dari kelaca bambu dan irisan belahan kayu sudah lapuk termakan usia, sebagian dinding bocor terbuka.

Akibatnya saat musim hujan, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suaminya terpaksa tidur dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

“Kalau hujan basah, disebabkan percikan air hujan yang di bawah angin melalui lubang-lubang dinding sudah banyak bocor, mau saya perbaiki tidak ada biaya. Saya berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah, karena kalau hujan basah,” harapnya.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Dugaan Suap, Pengawas KPK Stepanus Pattuju Bakal Diperiksa Polri

    Terkait Dugaan Suap, Pengawas KPK Stepanus Pattuju Bakal Diperiksa Polri

    • calendar_month Kam, 10 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | AKP Stepanus Robin Pattuju yang dipecat Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dinilai melanggar etik terkait dugaan suap dari Wali Kota Tanjungbalai nonaktif Syahrial, bakal segera diperiksa Propam Polri. “Kalau ada salah, Propam yang akan memeriksa,” ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, pada Rabu, 9 Juni 2021. Irjen Argo […]

  • Kadispora NTT Dukung Atlet Muda Timor Tengah Selatan

    Kadispora NTT Dukung Atlet Muda Timor Tengah Selatan

    • calendar_month Sel, 14 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hildegadris Bria Seran mewakili Gubernur NTT hadir membuka turnamen voli SMA Efata Cup III kategori SMP/SMA/SMK/SMTK se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Senin, 13 Juni 2022 di lapangan voli Polres TTS. Pantauan media, hadir dalam pembukaan turnamen SMA Efata Cap […]

  • Kantor Minvet Kupang Dinilai Hambat Hak Ratusan Veteran Belu dan Malaka

    Kantor Minvet Kupang Dinilai Hambat Hak Ratusan Veteran Belu dan Malaka

    • calendar_month Jum, 11 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ratusan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) asal Kabupaten Belu dan Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); kembali mempertanyakan tunjangan veteran (Tuvet) dan dana kehormatan (Dahor) ke Kantor Administrasi Veteran (Minvet) Kupang pada Kamis, 10 Maret 2022. Sebelumnya, 1 Februari 2022, kelompok veteran yang sama sudah datang, dan pihak kanminvet menjanjikan […]

  • Turis Milenial Jadi Target Pariwisata Indonesia 2019

    Turis Milenial Jadi Target Pariwisata Indonesia 2019

    • calendar_month Ming, 3 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Pariwisata Indonesia pada tahun-tahun mendatang akan difokuskan pada wisatawan yang dinamis dan berbasis pada ‘experience tourism’. Turis milineal menjadi pasar menjanjikan untuk pariwisata Indonesia, mengingat jumlahnya mencapai lebih dari 300 juta orang secara global hingga 2030 (berdasarkan proyeksi World Tourism Organization). Data tersebut disampaikan oleh Dirut PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah […]

  • Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Konektivitas Kawasan Perbatasan

    Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Konektivitas Kawasan Perbatasan

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus melanjutkan pembangunan jalan paralel perbatasan di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua. Pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan menjadi salah satu prioritas Kementerian PUPR, untuk mewujudkan Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membangun dari pinggiran. Kondisi geografis berupa […]

  • Marius Jelamu Klarifikasi Opini Personal Nitizen Terkait Covid-19 & Video PDP

    Marius Jelamu Klarifikasi Opini Personal Nitizen Terkait Covid-19 & Video PDP

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengklarifikasi opini salah seorang warganet atau nitizen yang menilai Pemprov NTT sedang membohongi publik terkait data dan informasi penanganan Covid-19 di Provinsi NTT. “Melalui media ini juga kami mau menyampaikan atau mengklarifikasi […]

expand_less