Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Saya Menangis

Saya Menangis

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Iyyas Subiakto

Pagi ini, sudah hampir dua bulan saya merasakan sakit ngilu di pinggul. Sudah di terapi dan diurut, namun tak reda juga rasa sakitnya.

Masalah usaha sudah setahun di tengah pandemi harus bertahan optimal. Ada investasi yang sudah setahun belum bisa berjalan karena pasarnya drop. Keadaan ini cukup berat juga dirasakan karena ada banyak perut yang harus diurus. Bertahan adalah pilihan satu-satunya.

Tapi begitu melihat Jokowi,  tekanan kepada kita tidak ada “Sekulit Ari” kesulitan manusia pilihan ini. Dia tegar, bekerja tanpa banyak bicara, dan jelas hasilnya. Bukan seperti pendahulunya yang cuma prihatin dan mangkrak semua.

Sambil terus mengikuti berita tentang pemerintah di tengah badai pandemi, dan musibah bencana. Pemerintahan kali ini begitu beratnya menanggung semua ini. Belum lagi caci maki tak henti dari oposisi berhati babi.

Mereka tak peduli kondisi, pandemi justru dipinjam untuk amunisi menyerang Jokowi, bahkan musibah pesawat pun sempat mereka jadikan alat menghujat.

Membayangkan Jokowi, dia ibarat berjalan di tengah ranjau. Harus berhati-hati memilih jalan, tapi tatapan ke depan juga diperlukan, belum lagi rakyat kanan kiri yang terus melambaikan tangan dengan  penuh harapan, seolah berpesan, kuatlah Pak Jokowi hidup kami di tangan dinginmu mengurus negeri ini.

Di kesempatan kunjungan meninjau banjir Kalimatan Selatan, kita melihat Jokowi masih sempat membagikan hadiah kepada anak yang menyalaminya. Ini luar biasa, bagaimana dia menata pikiran, hati, mata, dan langkahnya. Terbayang tekanannya.

Mendengar kabar dari Jiran Malaysia dan Filipina yang belum ada tanda kepastian tentang pemenuhan vaksin, bagaimana perasaan mereka. Belum lagi investornya pada lari ke Indonesia.

Sementara kita yang sudah diusahakan vaksin dengan kepastian tetap saja jadi gorengan murahan. Menyoal kualitas, halal, dan seterusnya. Kawan saya ada yang menyoal kalau nanti disuntik lalu mati, saya jawab ya tak apa-apa, wong sebentar lagi juga kau mati, lah usianya kan sudah 65 tahun, yang datang kan cuma dua kematian atau pikun.

Puncaknya adalah perilaku jahanam seorang anggota perlemen yang menunjukkan aslinya, kebanggaannya sebagai anak PKI dia obral murahan. Dendam pribadinya kepada Jokowi sampai menutup nalar nuraninya, bahwa mulutnya didengar jutaan kuping dan dilihat mata rakyat yang kadang langsung percaya.

Penolakannya itu adalah pembangkangan, tapi partainya hanya memindahkan dia dari Komisi IX ke Komisi VII, yang membidangi energi dan lingkungan hidup. Dia bisa redup atau tambah murup. Basah juga di sana.

Bak manusia kehilangan Tuhan, kok rasanya sulit bersyukur dari apa yang diterima. Tapi memang dari angka, Jokowi dipilih 85,6 juta suara, sisanya 68 juta terdiri dari pembenci, tak mengerti, tak peduli. Tapi mereka tetap rakyat yang harus diurusi, dan Jokowi adalah pemimpin sejati yang bertindak dengan dasar hati nurani, bukan pilih kasih dan membenci.

Kondisi ini membuat kita harus bersikap lebih berani kepada musuh-musuh Jokowi, tidak terkecuali. Ada mantan petinggi yang kerap mencuri kekayaan negeri tapi sok suci pakai menasihati Jokowi. Go to hell with you para gali.

Mereka kerap menutupi capaian Jokowi, dan beberapa menteri. Di tengah pandemi Indonesia masih menduduki negara ketiga didunia yg ekonominya bertahan dengan kekuatan prima, ratusan investor mengantre membawa miliaran dollar dan berdampak akan terserapnya jutaan tenaga kerja. Begitu kok diolok-olok makhluk berotak jongkok.

Saya terus mengingatkan kepada anak muda agar mereka waspada kepada “Politisi Tua Bangka” yang hidupnya ditempa oleh lingkungan tak berperikemanusiaan, mereka inilah yang  sedang mengerami keturunannya untuk melanjutkan menguasai kekuasaan.

Jangan beri mereka kesempatan, hadang mereka, karena keberadaan mereka bisa mematikan Indonesia.(*)

Foto utama oleh (*/unsplash/@louiscesar)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Kupang Salurkan Dana Tunggu Hunian ke 261 Kepala Keluarga

    Pemkot Kupang Salurkan Dana Tunggu Hunian ke 261 Kepala Keluarga

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Usai menerima bantuan dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak badai siklon tropis dari BNPB melalui Gubernur NTT pada Rabu, 28 April 2021, tanpa menunda waktu, maka pada Kamis, 29 April 2021 Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang langsung menyalurkan dana tersebut kepada warga terdampak Badai Seroja. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/04/29/finalisasi-data-korban-bencana-ntt-tahap-i-30-april-verifikasi-ii-3-mei/ Diserahkan […]

  • Sikap Etis

    Sikap Etis

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Saidiman Ahmad Dulu pernah ada pejabat publik yang sangat jujur dan berani. Namanya Baharuddin Lopa. Sebelumnya, yang juga terkenal lurus adalah Jenderal Polisi Hoegeng, Iman Santoso. Keduanya sudah wafat. Setelah keduanya, muncul Mahfud MD dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mahfud MD dan Ahok adalah dua pejabat publik paling berintegritas di Indonesia saat ini. Mereka […]

  • Pejuang Bravo 5 Bali Helat Sarasehan Potret Kerukunan Umat Beragama

    Pejuang Bravo 5 Bali Helat Sarasehan Potret Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Pulau Bali merupakan pulau favorit untuk dikunjungi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bahkan Pulau Bali dipahami sebagian orang di luar sana adalah sebuah negara yang berada di dalam Negara Indonesia. Tidak hanya itu Pulau Bali memiliki jumlah masyarakat yang heterogen dari berbagai macam suku, adat, budaya dan agama berbaur dalam […]

  • Torehan Kinerja BNN Provinsi NTT Tahun 2022

    Torehan Kinerja BNN Provinsi NTT Tahun 2022

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) tengah mewujudkan zona integritas, membangun sistem informasi dan pelayanan terpadu (SEPE Flobamora), dan melengkapi fasilitas untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik serta mendekatkan pelayanan BNNP NTT kepada masyarakat. Demikian ditegaskan Plt. Kepala BNN Provinsi NTT, Mohammad Nasrun, S.H., M.H. kepada awak media dalam […]

  • 1 Tahun Pandemi di Indonesia, Momentum “Refocusing’ Kebijakan Dunia Usaha

    1 Tahun Pandemi di Indonesia, Momentum “Refocusing’ Kebijakan Dunia Usaha

    • calendar_month Sel, 2 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | 1 (satu) tahun lalu tepatnya pada Senin, 2 Maret 2020, Indonesia pertama kali mengonfirmasi kasus Covid-19. Saat itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit corona virus disease (Covid-19) yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kemudian, pandemi pun menyebar ke berbagai provinsi di Indonesia, […]

  • BI Beber Merchant QRIS di NTT Meningkat Capai 228 Ribu

    BI Beber Merchant QRIS di NTT Meningkat Capai 228 Ribu

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai sistem pembayaran non-tunai yang baru diluncurkan pada tahun 2019, QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) merupakan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan QRIS melalui sisi supply (merchant QRIS) dan demand (pengguna QRIS). Tercatat sepanjang 2022, sebanyak 137.459 penduduk NTT yang telah menggunakan QRIS sekitar 1 (satu) […]

expand_less