Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Siap Hadapi Bencana, PLN dan BPBD Belu Kolaborasi Simulasi

Siap Hadapi Bencana, PLN dan BPBD Belu Kolaborasi Simulasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Loading

Simulasi dimulai dengan skenario terjadinya gempa bumi saat jam kerja, di mana seluruh peserta segera melakukan evakuasi mandiri ke titik kumpul yang telah ditentukan.

 

Atambua | Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana alam, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik (PLN ULPL) Atambua bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu menghelat simulasi tanggap darurat gempa bumi dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Kegiatan ini berlangsung di area kantor PLN ULPL Atambua pada Senin, 30 Juni 2025, sebagai wujud nyata komitmen terhadap keselamatan kerja dan perlindungan aset serta sumber daya manusia.

Simulasi ini diikuti oleh seluruh pegawai PLN ULPL Atambua, tim teknis, serta perwakilan BPBD Kabupaten Belu. Tujuannya jelas, yakni memberikan pelatihan nyata mengenai prosedur evakuasi gempa bumi dan mengajarkan teknik-teknik dasar P3K. Ini adalah bagian dari upaya mitigasi bencana di lingkungan kerja sektor energi dan kelistrikan yang krusial.

Ilham Rasyid Sagara, Manager PLN ULPL Atambua, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja dan perlindungan terhadap aset serta sumber daya manusia.

“Sebagai penyedia layanan kelistrikan, kami menyadari pentingnya memiliki sistem tanggap darurat yang kuat. Kerja sama dengan BPBD ini sangat penting untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan prosedur yang harus dilakukan dalam situasi darurat,” jelasnya.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belu, Vincent K. Laka, S.T., atas inisiatif PLN ULPL Atambua dalam membangun budaya tanggap bencana di sektor infrastruktur vital.

Ditambahkan Vincent, BPBD Belu berkolaborasi dengan PLN ULPL Atambua melaksanakan kegiatan sosialisasi, simulasi, dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM serta sarana/prasarana. “Ini bertujuan untuk mendukung dan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, serta menjamin penyelenggaraan penanggulangan bencana apa pun yang terjadi dilaksanakan secara terkoordinasi dan terpadu di Kabupaten Belu,” ungkapnya.

Vincent menambahkan harapannya agar simulasi ini menciptakan sinergi kuat antara sektor pemerintah dan swasta dalam membangun sistem mitigasi bencana yang efektif.

Simulasi dimulai dengan skenario terjadinya gempa bumi saat jam kerja, di mana seluruh peserta segera melakukan evakuasi mandiri ke titik kumpul yang telah ditentukan. Selanjutnya, tim BPBD memberikan pelatihan P3K yang komprehensif, mencakup penanganan korban luka ringan, teknik CPR (bantuan napas buatan), hingga prosedur pembidaian pada korban patah tulang. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemaparan materi singkat tentang potensi bencana di wilayah Belu, penggunaan alat keselamatan, dan pentingnya sistem peringatan dini (early warning system) untuk mengantisipasi dampak bencana.

Fransiskus Eko Sulistyono, General Manager PLN UIW NTT, menekankan pentingnya simulasi tanggap darurat untuk dilaksanakan untuk menyegarkan kembali kompetensi, semua kesiapan tim dan peralatan agar selalu siap siaga dan siap pakai. “Karena bencana itu muncul secara tiba-tiba dan kita harus siap untuk mengantisipasi semuanya,” ujarnya.

Eko juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Belu atas kolaborasi berharap akan terus berlanjut.

Melalui kegiatan ini, PLN, khususnya ULPL Atambua, menunjukkan bahwa keselamatan kerja dan kesiapan menghadapi bencana adalah bagian tak terpisahkan dari operasional perusahaan. Ke depan, kerja sama serupa diharapkan dapat terus dikembangkan bersama instansi terkait demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan responsif terhadap bencana.(*)

Sumber (*/tim PLN UIW NTT)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Calon TKI Non Prosedural Diamankan Satgaspam Bandara El Tari

    1 Calon TKI Non Prosedural Diamankan Satgaspam Bandara El Tari

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Bertempat di Bandara El Tari Kupang, Selasa/28 Agustus 2018 pukul 13.34 wita, telah diamankan oleh Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara; 1 (satu) Calon Tenaga Kerja Non Prosedural a.n Elisabet Sae, tempat tanggal lahir Nitmolo, 19 Agustus 1999, berlamat di Kuankabuka RT010/RW004 Kelurahan Mili, Kecamatan Toianas, Kab. Timor Tengah Selatan (TTS) . Menurut rencana […]

  • Edy Mulyadi Mangkir Pemeriksaan Bareskrim Polri

    Edy Mulyadi Mangkir Pemeriksaan Bareskrim Polri

    • calendar_month Sab, 29 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dittipidsiber Bareskrim Polri melayangkan panggilan kedua kepada Eks Caleg Edy Mulyadi terkait kasus pencemaran nama baik. Sebelumnya, Edy dilaporkan sejumlah pihak lantaran pernyataan ‘tempat jin buang anak‘. “Laporan penyidik, infonya bersedia hadir. Kalau sekarang beralasan untuk menunda kehadiran, ya kita kirim panggilan kedua,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam keterangannya, […]

  • Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Polri Terbitkan Surat Telegram

    Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Polri Terbitkan Surat Telegram

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 periode 1—14 Januari 2021. Polri langsung menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/67/I/Ops.2./2021 tanggal 15 Januari 2021 yang memerintahkan jajaran  untuk melakukan analisis dan evaluasi penanganan pandemi COVID-19 di wilayahnya masing-masing. Surat Telegram tersebut […]

  • Pasca-gempa Berpotensi Tsunami di NTT, Gubernur Minta Masyarakat Jangan Panik

    Pasca-gempa Berpotensi Tsunami di NTT, Gubernur Minta Masyarakat Jangan Panik

    • calendar_month Sel, 14 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) langsung merespons  dengan menghelat konferensi pers di lantai 1 Kantor Gubernur NTT, usai mendengar informasi terkait gempa serta potensi tsunami yang menimpa masyarakat di Pulau Flores dan Lembata pada Selasa siang, 14 Desember 2021. Hadir bersama Gubernur VBL pada kesempatan tersebut, Asisten […]

  • Ramadan dari PLN, Diskon Tambah Daya 50% + 50%, Ini Caranya

    Ramadan dari PLN, Diskon Tambah Daya 50% + 50%, Ini Caranya

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Promo ini diperuntukkan bagi pelanggan tegangan rendah semua golongan tarif 1 fasa mulai daya 450 volt ampere (VA) hingga 5.500 VA dan 3 fasa dari 6.600 VA hingga 13.200 VA.   Jakarta | PLN (Persero) kembali menghadirkan promo menarik berupa diskon tambah daya 50% untuk seluruh pelanggan di semua golongan tarif dan tambahan diskon 50% […]

  • Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal

    Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Entah apa kriteria Negara Gagal versi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sang Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI. Dalam pemberitaan yang beredar tidak jelas disebutkan. Hanya dikatakan bahwa Ibas mengkritik cara pemerintah menangani pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir dua tahun. Bahkan Ibas dikabarkan khawatir jikalau RI dianggap menjadi negara gagal atau […]

expand_less