Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Bayu Muhammad

Sering kali orang dibentuk oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sikap mereka akan ditata oleh perbuatan yang sering dilihat. Dan pandangan mereka akan dipengaruhi oleh pemikiran yang kerap kali tersampaikan.

Dalam konteks itulah kita harus mendalami kehidupan sosok-sosok besar, jika ingin mempelajari sejarah mereka.

Bapak Proklamator Kemerdekaan Soekarno, yang juga menjadi Presiden Indonesia pertama bukanlah pengecualian. Seperti banyak tokoh-tokoh lainnya yang penting dalam sejarah, ia merupakan produk dari lingkungannya.

Lingkungan Soekarno mengembangkan sikap dan pemikirannya seputar politik adalah tempat yang menarik. Pada usianya yang muda, Soekarno dititipkan oleh bapaknya untuk tinggal bersama dengan Oemar Said Tjokroaminoto. Sosok yang dikenal waktu itu sebagai pemimpin politik dari orang-orang Jawa.

Hidup bersama Tjokroaminoto di Surabaya memberikan banyak pengalaman dan wawasan yang akan membentuk sikap dan pemikiran Soekarno.

Dalam buku karangan Cindy Adams yang berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat, Soekarno menceritakan pengalamannya hidup dan bergaul dengan Tjokroaminoto, di tengah lingkungan politik pergerakan nasional Indonesia waktu itu.

Salah satunya adalah ketika pria yang kerap disapa Bung Besar itu diajak Tjokroaminoto untuk menonton pidatonya dalam pertemuan-pertemuan politik. Soekarno mengingat bagaimana dirinya belajar dari Tjokroaminoto cara berorasi dari sosok yang dikaguminya itu.

“Aku memperhatikannya menjatuhkan suaranya. Aku melihat gerak tangannya dan ‘ku pergunakan penglihatan ‘ku ini pada pidatoku sendiri,” tutur Soekarno kepada Cindy.

Pengalaman itu akan membuahkan hasil yang manis bagi Soekarno. Ketika ia berkesempatan memberikan pidato di hadapan khalayak umum, saat tiba gilirannya memimpin pergerakan dan revolusi nasional Indonesia.

Sementara itu, Surabaya sendiri merupakan kota yang bisa menjawab kehausan intelektual Soekarno. Terdapat perpustakaan milik kaum Theosofi berisikan banyak tulisan yang bisa dibaca olehnya.

Dari kedekatannya dengan buku-buku, Soekarno berkenalan dengan berbagai pemikiran-pemikiran beserta para pemikirnya. Mulai dari sosialisme, liberalisme, sampai dengan nasionalisme, semua dipelajari oleh Soekarno ketika ia berkenalan dengan nama-nama pemikir besar.

“Di dalam dunia pemikiranku aku pun berbicara dengan Gladstone dari Britannia ditambah dengan Sidney dan Beatrice Webb jang mendirikan Gerakan Buruh Inggris. Aku berhadapan muka dengan Mazzini, Cavour dan Garibaldi dari Italia. Aku berhadapan dengan Otto Bauer dan Adler dari Austria,” jelas Soekarno.

Tidak hanya mempelajari pemikiran-pemikiran mereka, Soekarno mengklaim menghayati kehidupan orang-orang yang ia pelajari. “Aku berhadapan dengan Karl Marx, Friedrich Engels dan Lenin dari Rusia dan aku mengobrol dengan Jean Jacques Rousseau’ Aristide Briand’ dan Jean Jaures ahli pidato terbesar dalam sejarah Prancis. Aku meneguk semua cerita ini. Ku alami kehidupan mereka,” sambungnya.

Pada saat yang sama Soekarno menggunakan waktunya untuk belajar pemikiran-pemikiran para tokoh besar, ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan.

Rumah Tjokroaminoto merupakan tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pergerakan. “Setiap hari para pemimpin dari partai lain atau pemimpin cabang Sarekat Islam datang bertamu. Aku duduk dekat kaki orang-orang ini dan mendengarkan,” katanya.

Sesekali, Soekarno menanyakan dan membicarakan persoalan-persoalan politik dengan mereka. Misalnya, ia berbicara mengenai penderitaan rakyat yang dijajah dan Marxisme dengan tokoh- Alimin dan Musso yang datang dari kubu politik kiri.

Bahkan, ia pernah berbagi kamar dengan aktivis-aktivis dan politikus-politikus era pergerakan yang menyambangi rumah Tjokroaminoto. Soekarno memanfaatkan itu dengan lagi-lagi mengajak ngobrol soal isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat.

“Kadang-kadang ku bagi tempat-tidurku dengan salah seorang pemimpin itu dan minum dari mata air keahlian mereka hingga waktu fajar,” kenang Soekarno.

Persinggungan antara kehadiran sosok Tjokroaminoto yang berpengaruh, Kota Surabaya yang kaya dengan literatur, dan pergaulan yang memperluas wawasan—dengan Soekarno berada di tengah-tengahnya—telah menempa Soekarno jadi sosok pemikir dan orator ulung yang kini dikenal oleh sejarah.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setengah Miliar dari Bank NTT Menuju Kota Reinha Bersih

    Setengah Miliar dari Bank NTT Menuju Kota Reinha Bersih

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Bank NTT peduli terhadap masalah lingkungan. Sebagai wujud mendukung upaya pemerintah mengatasi masalah sampah, maka Bank NTT menyerahkan 1 (satu) unit truk sampah yang bersumber dari program corporate social responsibility (CSR). Momentum penyerahan CSR truk sampah dari Bank NTT berlangsung Sabtu petang, 10 September 2022 di lokasi Pantai Ina Burak, Desa […]

  • Maballa dan Mahoro Nomor Urut 1 dalam Pilkada di Sabu Raijua

    Maballa dan Mahoro Nomor Urut 1 dalam Pilkada di Sabu Raijua

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sabu Raijua telah melakukan penarikan nomor urut pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Sabu Raijua pada Kamis, 24 September 2020 dengan hasil paket Helama Tona Ie (Nikodemus Rihi Heke dan Johanis Uly Kale) mendapat nomor urut 1, Orient Riwu Kore dan Thobias Uly (Ie Rai) […]

  • Tembus 79,9 Persen, Survei Kepuasan Publik Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Jokowi dan SBY

    Tembus 79,9 Persen, Survei Kepuasan Publik Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Jokowi dan SBY

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Loading

    Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin menyebut tingginya tingkat kepuasan tidak hanya dipengaruhi modal elektoral Prabowo, tetapi juga dukungan dari mantan Presiden Joko Widodo.   Jakarta | Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Survei yang diumumkan pada Minggu, 8 Februari 2026, mencatat tingkat […]

  • “Bayar Cuma Tempel HP” Bank Indonesia Kembangkan QRIS NFC

    “Bayar Cuma Tempel HP” Bank Indonesia Kembangkan QRIS NFC

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 193
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta | Bank Indonesia (BI) mengembangkan alat pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Tap berbasis interface Near Field Communication (NFC). Berbeda dengan QRIS sebelumnya memerlukan scan QR code melalui kamera, QRIS Tap memungkinkan transaksi dilakukan tanpa menggunakan kamera. Pengguna hanya perlu menekan tombol QRIS Tap dan mendekatkan ponsel mereka yang sudah mendukung NFC ke perangkat pembayaran yang ada, namun […]

  • Simon Petrus Kamlasi Komitmen Sejahterakan Petani NTT

    Simon Petrus Kamlasi Komitmen Sejahterakan Petani NTT

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Loading

    Sikka | Calon gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan petani. Simon Petrus Kamlasi menawarkan program pertanian berbasis teknologi. SPK menaruh perhatian sangat serius pada ketersediaan air bagi pertanian NTT. “Daerah ini harus terutama (diperhatikan) tata kelola air. Sumber-sumber air jangan sampai banyak yang langsung ke laut, tapi […]

  • Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB)  Mengawal Kupang Menuju Kota Layak Anak

    Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) Mengawal Kupang Menuju Kota Layak Anak

    • calendar_month Sab, 7 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) bekerja secara nasional dan punya panduan nasional dan menjadi kontributor dengan mengajak para mitra dan stakeholder untuk berkontribusi kepada pemerintah agar terciptanya Kota Layak Anak (KLA). Program Gerakan Ramah Anak yang menyasar di 3 (tiga) pilar yakni Gereja, Sekolah dan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial) /Panti Asuhan […]

expand_less