Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
  • visibility 57
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Bayu Muhammad

Sering kali orang dibentuk oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sikap mereka akan ditata oleh perbuatan yang sering dilihat. Dan pandangan mereka akan dipengaruhi oleh pemikiran yang kerap kali tersampaikan.

Dalam konteks itulah kita harus mendalami kehidupan sosok-sosok besar, jika ingin mempelajari sejarah mereka.

Bapak Proklamator Kemerdekaan Soekarno, yang juga menjadi Presiden Indonesia pertama bukanlah pengecualian. Seperti banyak tokoh-tokoh lainnya yang penting dalam sejarah, ia merupakan produk dari lingkungannya.

Lingkungan Soekarno mengembangkan sikap dan pemikirannya seputar politik adalah tempat yang menarik. Pada usianya yang muda, Soekarno dititipkan oleh bapaknya untuk tinggal bersama dengan Oemar Said Tjokroaminoto. Sosok yang dikenal waktu itu sebagai pemimpin politik dari orang-orang Jawa.

Hidup bersama Tjokroaminoto di Surabaya memberikan banyak pengalaman dan wawasan yang akan membentuk sikap dan pemikiran Soekarno.

Dalam buku karangan Cindy Adams yang berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat, Soekarno menceritakan pengalamannya hidup dan bergaul dengan Tjokroaminoto, di tengah lingkungan politik pergerakan nasional Indonesia waktu itu.

Salah satunya adalah ketika pria yang kerap disapa Bung Besar itu diajak Tjokroaminoto untuk menonton pidatonya dalam pertemuan-pertemuan politik. Soekarno mengingat bagaimana dirinya belajar dari Tjokroaminoto cara berorasi dari sosok yang dikaguminya itu.

“Aku memperhatikannya menjatuhkan suaranya. Aku melihat gerak tangannya dan ‘ku pergunakan penglihatan ‘ku ini pada pidatoku sendiri,” tutur Soekarno kepada Cindy.

Pengalaman itu akan membuahkan hasil yang manis bagi Soekarno. Ketika ia berkesempatan memberikan pidato di hadapan khalayak umum, saat tiba gilirannya memimpin pergerakan dan revolusi nasional Indonesia.

Sementara itu, Surabaya sendiri merupakan kota yang bisa menjawab kehausan intelektual Soekarno. Terdapat perpustakaan milik kaum Theosofi berisikan banyak tulisan yang bisa dibaca olehnya.

Dari kedekatannya dengan buku-buku, Soekarno berkenalan dengan berbagai pemikiran-pemikiran beserta para pemikirnya. Mulai dari sosialisme, liberalisme, sampai dengan nasionalisme, semua dipelajari oleh Soekarno ketika ia berkenalan dengan nama-nama pemikir besar.

“Di dalam dunia pemikiranku aku pun berbicara dengan Gladstone dari Britannia ditambah dengan Sidney dan Beatrice Webb jang mendirikan Gerakan Buruh Inggris. Aku berhadapan muka dengan Mazzini, Cavour dan Garibaldi dari Italia. Aku berhadapan dengan Otto Bauer dan Adler dari Austria,” jelas Soekarno.

Tidak hanya mempelajari pemikiran-pemikiran mereka, Soekarno mengklaim menghayati kehidupan orang-orang yang ia pelajari. “Aku berhadapan dengan Karl Marx, Friedrich Engels dan Lenin dari Rusia dan aku mengobrol dengan Jean Jacques Rousseau’ Aristide Briand’ dan Jean Jaures ahli pidato terbesar dalam sejarah Prancis. Aku meneguk semua cerita ini. Ku alami kehidupan mereka,” sambungnya.

Pada saat yang sama Soekarno menggunakan waktunya untuk belajar pemikiran-pemikiran para tokoh besar, ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan.

Rumah Tjokroaminoto merupakan tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pergerakan. “Setiap hari para pemimpin dari partai lain atau pemimpin cabang Sarekat Islam datang bertamu. Aku duduk dekat kaki orang-orang ini dan mendengarkan,” katanya.

Sesekali, Soekarno menanyakan dan membicarakan persoalan-persoalan politik dengan mereka. Misalnya, ia berbicara mengenai penderitaan rakyat yang dijajah dan Marxisme dengan tokoh- Alimin dan Musso yang datang dari kubu politik kiri.

Bahkan, ia pernah berbagi kamar dengan aktivis-aktivis dan politikus-politikus era pergerakan yang menyambangi rumah Tjokroaminoto. Soekarno memanfaatkan itu dengan lagi-lagi mengajak ngobrol soal isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat.

“Kadang-kadang ku bagi tempat-tidurku dengan salah seorang pemimpin itu dan minum dari mata air keahlian mereka hingga waktu fajar,” kenang Soekarno.

Persinggungan antara kehadiran sosok Tjokroaminoto yang berpengaruh, Kota Surabaya yang kaya dengan literatur, dan pergaulan yang memperluas wawasan—dengan Soekarno berada di tengah-tengahnya—telah menempa Soekarno jadi sosok pemikir dan orator ulung yang kini dikenal oleh sejarah.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Gate Detector“ Jadi Palang Pintu Pleno Penetapan Paslon Gub/Wagub NTT 2018

    “Gate Detector“ Jadi Palang Pintu Pleno Penetapan Paslon Gub/Wagub NTT 2018

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Terpilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Tahun 2018. Bertempat di Swissbel Kristal, Selasa/24 Juli 2018, Pleno dilaksanakan dalam pengawasan ketat aparat keamanan dari Brigade Mobil (Brimob) Polda NTT. Setiap pengunjung dan tamu yang akan […]

  • IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub Ismail meminta kepada seluruh jaringan media online khususnya anggota perusahaan media yang tergabung agar memerhatikan dua hal pokok, yakni soal legalitas media dan kompetensi pewarta. “Memang kalau kita perhatikan perkembangan media online belakangan ini cukup pesat. Namun, yang perlu diperhatikan adalah soal status […]

  • Haru & Tetesan Air Mata Bahagia Orang Tua Wisudawan UPG 1945 NTT

    Haru & Tetesan Air Mata Bahagia Orang Tua Wisudawan UPG 1945 NTT

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Satu tetes air susu mama è… Beking beta sampe besar bagini…Masih kacil kincing berak di pangku mama..Manangis banyak mama buju deng manyanyi..Deng kain sarung mama dukong beta è Tangan mama sapu sapu di kapala Manangis padede deng babanting mama sabar Seng inga makan seng inga tidor asal jaga mama pung sayang […]

  • Tiga Jurus Jitu Bagi Daerah untuk Beralih ke Zona Hijau

    Tiga Jurus Jitu Bagi Daerah untuk Beralih ke Zona Hijau

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kerja sama dan gotong royong semua pihak harus terus dilakukan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Upaya yang dilakukan secara bersama-sama itu sekaligus membuat Indonesia dapat mencapai angka kesembuhan sekitar 50 persen dari seluruh total kasus positif Covid-19. Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat angka kesembuhan […]

  • Cara Mengasah Ketajaman Bicara Tanpa Menjadi Sok Pintar

    Cara Mengasah Ketajaman Bicara Tanpa Menjadi Sok Pintar

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Logikafilsuf
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Loading

    Orang yang tajam bicaranya ternyata bukan yang paling banyak tahu, tetapi yang paling jernih cara berpikirnya. Fakta sederhananya begini. Penelitian Christopher Lynn mengungkap bahwa orang sering dianggap pintar bukan karena isi argumennya, tetapi karena struktur pikirannya rapi. Artinya, kemampuan berbicara yang dihargai orang bukan soal kecerdasan verbal, tetapi kejernihan logika. Pemahaman ini penting karena banyak […]

  • Liku Perjalanan Satgas TMMD Ke-106 Menggapai Kampung Kogir di Papua

    Liku Perjalanan Satgas TMMD Ke-106 Menggapai Kampung Kogir di Papua

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Merauke-Papua, Garda Indonesia | Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 TA. 2019 di wilayah Kodim 1707/Merauke akan dilaksanakan di Kampung Kogir Distrik Minyamur Kab. Mappi yang secara resmi akan dibuka pada tanggal 2 Oktober 2019. Meskipun pembukaan pelaksanaan TMMD ke-106 masih lama, namun Kodim 1707/Merauke telah memberangkatkan sebanyak 37 personelnya yang tergabung dalam Satgas […]

expand_less