Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » SPK : Sirih Pinang Kapur Selalu Bersama Masyarakat NTT

SPK : Sirih Pinang Kapur Selalu Bersama Masyarakat NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
  • visibility 187
  • comment 0 komentar

Loading

Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki ragam budaya khas, salah satunya yaitu budaya atau tradisi Oko Mama. Bukan nama orang, namun nama tempat sirih pinang, barang khas Suku Dawan di Pulau Timor, sering  digunakan sebagai wadah untuk memberikan siri pinang kepada tamu.

Siapa pun yang bertamu ke rumah warga Suku Dawan (Atoin Meto) di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, bakal menemukan Oko Mama. Hal ini merupakan tradisi atau budaya menyambut tamu.

Tradisi makan siri pinang merupakan salah satu dari sekian banyak budaya Suku Dawan (Suku Atoin Meto) di Pulau Timor – NTT yang masih terpelihara dengan baik sampai hari ini dan sulit punah.

Mengapa? Selain adat ini dipergunakan sehari-hari oleh setiap orang, keluarga, masyarakat setempat dalam menyambut tamu, siri pinang atau Oko Mama digunakan dalam acara-acara adat.

Oko Mama. Foto : istimewa

Oko Mama dalam acara adat juga memiliki fungsi ganda yakni selain tempat siri pinang, digunakan juga sebagai tempat untuk menaruh uang dalam menjalankan prosesi adat.

Pada interaksi sosial kemasyarakatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), khususnya Suku Amanuban, Oko Mama digunakan sebagai sarana perantara penyampaian maksud baik oleh satu pihak ke pihak lainnya. Misalnya jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu yang bersifat materi atau pun non materi dari orang lain.

Saat akan menyampaikan maksud atau keinginannya itu, ia harus “kasi duduk” (memberi) Oko Mama, kepada yang dituju. Baru kemudian mengutarakan dengan tutur adat (Natoni) untuk maksud yang diinginkan sebenarnya. Salah satu keunikan dari penyuguhan Oko Mama ini, jawaban dari pihak yang diminta bisa juga tanpa kata-kata, namun si pemberi Oko Mama dapat memahami jawaban dari pihak yang diminta itu.

Usai mendengar atau mengetahui maksud yang disampaikan pemberi, maka pihak yang diberi bisa saja memberikan jawaban dengan cara menyentuh atau mengambil atau tidak mengambil isi dari Oko Mama. Jika mengambil isi Oko Mama artinya dia menyanggupi apa yang disampaikan pemberi. Dan jika hanya menyentuh berarti yang diberi belum punya kepastian soal apa yang disampaikan pemberi. Sementara jika yang diberi tidak mengambil isi Oko Mama, maka itu menandakan yang diberi Oko Mama menolak atau tidak menyanggupi apa yang disampaikan pemberi.

Simak video berikut:

https://vt.tiktok.com/ZS2xYXA2h/

Dalam prosesi adat, isi Oko Mama biasanya terdiri atas sirih, pinang, dan kapur. Ditambah satu botol sopi dan uang perak. Namun pada saat ini biasanya Oko Mama dipakai untuk menyampaikan undangan menghadiri acara-acara kekeluargaan seperti peminangan dan sebagainya. Bahkan, Oko Mama juga dipakai untuk meminta dukungan politik.

Oko Mama pun merupakan simbol kekerabatan, keakraban dan persaudaraan karena pemberian Oko Mama menandakan antara pemberi dan yang diberi itu telah ada jalinan kekerabatan dan keakraban yang sulit terpisahkan.

Oko Mama bermesraan dengan Hengedo

Tradisi makan siri pinang ditambah kapur tak hanya dilakoni oleh masyarakat suku Timor, namun terejawantah dalam kehidupan suku Rote, Sabu, Sumba, Alor hingga Flores. Namun, wadah penyimpanan siri pinang beragam.

Tradisi penyuguhan siri pinang pun berdamping mesra dengan tradisi cium hidung atau Hengedo dari Pulau Sabu. Pada setiap kunjungan tamu ke rumah warga Sabu, Rote, dan Sumba, mereka bakal disambut dengan tradisi cium hidung yang merupakan manifestasi kekerabatan dan cinta kasih.

Tuan rumah akan menyambut tamu dengan saling menempelkan ujung hidung dilanjutkan dengan memberikan suguhan siri pinang, dan kapur (SPK)

SPK selalu bersama masyarakat

Saya mendapat cerita dari seorang teman.

Satu saat, dia masuk ke salah satu rumah tetangganya. Ia menceritakan tentang SPK. Lalu spontan bapak di rumah itu menjawab. Adik, SPK itu selalu bersama kami setiap saat.

Simak video, Simon Petrus Kamlasi (SPK) dan Andry Garu mendaftarkan diri di KPU Provinsi NTT:

https://vt.tiktok.com/ZS2xY5GJU/

Teman saya bertanya lagi, “bersama setiap saat bagaimana bapak? Pak SPK hubungan keluarga dengan bapak”?

Orang tua itu pun menjawab, “bukan seperti itu. SPK itu selalu dengan kami setiap saat karena SPK itu, siri, pinang, kapur…seisi ruangan tertawa terbahak-bahak, dilanjutkan teriakan SIAGA menang!.(*)

Sumber (*/tim+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Kunjung & Sapa Pengungsi Korban Gempa Cianjur

    Presiden Jokowi Kunjung & Sapa Pengungsi Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Cianjur, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi, di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 22 November 2022. Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengunjungi tenda pengungsian di Taman Prawatasari yang menjadi tempat tinggal sementara para warga yang terdampak gempa bumi. Di setiap tenda yang dikunjungi, Presiden menyapa para pengungsi, mulai […]

  • Gubernur Viktor Laiskodat Imbau Hindari Politik Identitas

    Gubernur Viktor Laiskodat Imbau Hindari Politik Identitas

    • calendar_month Sel, 9 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat – Gubernur NTT, meminta para tokoh agama untuk senantiasa mengembangkan semangat toleransi dan menghimbau umatnya agar menghayati perbedaan secara rileks. Kondisi negara yang semakin terbelah akibat politik identitas terutama menjelang hajatan demokrasi terbesar sepanjang sejarah yakni pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019 secara serentak harus disikapi […]

  • Bank NTT Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi

    Bank NTT Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Ende, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan bahwa Bank NTT harus mampu menjadi motor penggerak atau lokomotif bagi kebangkitan perekonomian NTT, terutama pada sektor UMKM. Karena itu, setiap pimpinan daerah dan Bank NTT harus mampu bekerja sama dengan baik sehingga masyarakat bisa dipermudah dalam mengakses modal usaha. Penegasan ini disampaikan Gubernur […]

  • Pemuka Agama Sepakat Imbau Umat Hindari Kerumunan Cegah COVID-19

    Pemuka Agama Sepakat Imbau Umat Hindari Kerumunan Cegah COVID-19

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Para pemuka dari berbagai agama sepakat dalam masa wabah COVID-19 ini mengimbau umatnya agar menghindari kerumunan, termasuk dalam beribadah, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran dan menanggulangi penyakit tersebut. “Hindari kerumunan sekali pun itu atas nama ibadah,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers di Kantor Badan […]

  • Bareskrim Polri Periksa Rocky Gerung

    Bareskrim Polri Periksa Rocky Gerung

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri memanggil pengamat politik Rocky Gerung, Senin (4/9). Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittpidum) Bareskrim akan meminta klarifikasi terhadap Rocky Gerung terkait penyelidikan dugaan penyebaran berita bohong. “Rencana hari ini, 4 September 2023, penyidik akan mengundang saudara Rocky Gerung untuk kami mintai keterangan klarifikasi,” kata Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen […]

  • Terorisme dan Media Massa

    Terorisme dan Media Massa

    • calendar_month Rab, 30 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Warsito hadi – APN Kemhan Suksesnya Satgas Tinombala menewaskan Santoso beberapa waktu lalu, belum menyurutkan kelompok radikal di Indonesia untuk berhenti menjadi teroris. Terorisme terjadi karena adanya  akibat dari adanya paham radikal yang sudah tertanam dalam pikiran bertemu dengan lingkungan, pelatihan, logistik, keuangan, pemimpin/tokoh, senjata, dan momentum untuk melakukan sebuah gerakan yang kemudian berujung […]

expand_less