Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
  • visibility 36
  • comment 1 komentar

Loading

Oleh : Agung Wibawanto

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar (bersama Muhammadiyah) di Indonesia, tidak dipungkiri memiliki kontribusi besar dalam politik nasional. Dalam sejarah pergerakan bangsa, tokoh-tokoh NU yang menyebar di banyak organisasi turut menorehkan peran politik mereka. Memang tidak ada larangan bagi warga nahdliyin, bahkan pengurusnya, untuk berpolitik atau ikut berpolitik sebagai individu.

Hal tersebut diuraikan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya. Namun, ia meminta agar NU tak dikait-kaitkan untuk kepentingan politik praktis. Artinya, tidak membawa-bawa (organisasi) NU. Ia pun mengatakan pedoman berpolitik bagi warga NU telah tertuang dalam Khittah Nahdliyah Muktamar ke-27 NU tahun 1984 di Situbondo atau hasil Muktamar ke-28 NU tahun 1989 di Krapyak Yogyakarta.

Warga nahdliyin ataupun pengurus saja dilarang membawa-bawa nama NU dalam praktik politik praktis, apalagi orang yang bukan nahdliyin ataupun kader NU, alias orang luar? Hal ini yang tengah ramai dipersoalkan santri NU yang menyebut diri mereka NABRAK (Nahdliyin Bergerak). Intinya, mereka protes tidak terima jika petinggi PBNU turut menyuarakan dukungan kepada Erick Thohir (ET) sebagai bakal cawapres dari kalangan NU.

Menurut para santri, ET adalah orang luar, bukan warga nahdliyin. Dalam catatan, ET memang (hanya) dianggap sebagai kader GP Ansor pada perhelatan 1 Abad NU beberapa waktu lalu di Solo. Sementara itu, masih menurut NABRAK, masih banyak tokoh lain yang asli NU tapi malah tidak direkomendasi. Tokoh tersebut, seperti: Cak Imin, Khofifah, Mahfud MD dsb (nama yang muncul di publik untuk berkompetisi dalam pilpres 2024).

Nabrak tidak masalah siapa pun dan di posisi apa pun asalkan berasal dari warga nahdliyin atau kader NU. ET memang pada waktu belakangan ini kerap dikaitkan dengan dukungan NU. Dia mendatangi pula beberapa pondok pesantren serta para Kyai NU.  Dalam politik itu seperti batu yang mengandung magnet. Jika saling menarik maka akan menempel. Sebaliknya jika menolak maka tidak menempel.

Artinya apa? Upaya ET memasuki wilayah NU ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Beberapa tokoh hingga pengurus PBNU tampaknya merestui ET masuk bahkan memberi dukungan elektabilitas. Praktik politik semacam ini sudah dipahami lah teorinya, no free for lunch. Tulisan ini tidak akan membahas terkait apa yang diterima NU dari ET. Hal itu, biar mereka saja yang tahu. Yang lebih utama soal “kejelian” ET melihat peluang.

Seperti diketahui, selain NU, ET memiliki tiga basis utama suara sebagai pendukungnya, yakni: pemilih kota, anak muda, dan nonmuslim. Pilihan ET kepada NU diduga keras karena tradisi yang selama ini sudah terbangun, terutama dengan PDIP selaku pemenang pemilu. Basis pendukung PDIP masih belum berubah masih tetap nasionalis-religius. Dan religiusnya ini dipastikan adalah NU. Suka tidak suka, untuk saat ini, PDIP pemegang bandul politik nasional.

Jika saja sewaktu-waktu bandul bakal cawapres itu mengarah kepada ET, maka ET sudah memiliki basis pendukung NU dan NU pun men-support (kecuali adanya protes dari santri NU di atas). ET telah meng-NU-kan diri dan di-NU-kan oleh beberapa tokoh NU. Namun begitu, dalam pandangan saya, ET adalah “orangnya” Jokowi. Dalam arti memiliki loyalitas yang tinggi kepada Jokowi. Dia akan tegak lurus apa pun yang diamanahkan Jokowi.

ET bisa menjadi pasangan Ganjar, Prabowo, atau tidak menjadi apa-apa (selain kemungkinan melanjutkan berada di kabinet jika salah satu dari keduanya yang menang). Kembali kepada nahdliyin. Saya sendiri meragukan ET dapat menarik ceruk suara NU, jika dibandingkan warga nahdliyin “asli” seperti Mahfud MD. Hal ini tentu akan menjadi catatan bagi partai atau koalisi partai yang ingin melamarnya.

Karena lagi, Ganjar (jika ET berpasangan) merupakan warga nahdliyin terutama dari garis istrinya. Jadi tanpa ET pun suara NU sudah diprediksi akan berlabuh ke Ganjar. Lain halnya jika ET menyasar ke kalangan Muhammadiyah. Mengingat tidak ada kader Muhammadiyah yang menonjol yang bertarung di Pilpres 2024. Suara Muhammadiyah kemungkinan malah banyak ke koalisi Perubahan (faktor Anies Baswedan).

Basis kedua ormas Islam tersebut masih sangat seksi untuk diperebutkan suaranya. Meskipun Ketua Muhammadiyah, Haedar Nasir, sama posisinya dengan Gus Yahya (NU) yang menyatakan tidak berpolitik praktis. Namun tetap saja suara jemaah masing-masing pastilah akan menanti fatwa dari tokoh dan pengurus organisasi. Karena mereka juga tidak ingin warganya saling gontok-gontokan jika dilepas bebas memilih siapa yang disuka.

Perhitungan saya, ET sebaiknya bisa lebih menahan untuk tidak terlibat dalam kontestasi Pilpres 2024. Terlebih dia juga baru saja diberi mandat untuk melakukan pembenahan (restorasi) di tubuh PSSI. Tidak mungkin jika wapres merangkap menjabat Ketum PSSI kan? Untuk itu saya yakin ET tidak akan maju. Sementara representasi NU guna melengkapi nasionalis-religius dengan PDIP adalah Mahfud MD.

Dibanding Cak Imin atau Khofifah, MMD merupakan tokoh senior (banyak pengalaman), ulama (agamawan), disegani dan bisa diterima banyak kalangan karena juga bukan lagi sebagai kader partai. Keunggulan basis pendukung ET pun akan terwakili oleh Ganjar-Mahfud. Sedang yang mungkin menolak Ganjar-Mahfud dipastikan para pengusaha hitam dan kelompok Islam garis keras. ET sendiri bisa dijadikan sebagai ketua tim sukses seperti di masa Jokowi lalu (2019).(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Hukum Masyarakat Miskin, Kemenkumham Ajukan Anggaran 55 Miliar

    Bantuan Hukum Masyarakat Miskin, Kemenkumham Ajukan Anggaran 55 Miliar

    • calendar_month Sel, 8 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM telah mengajukan anggaran sekitar 55 miliar rupiah pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2022 untuk program bantuan hukum masyarakat miskin di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Eddy Hiariej dalam Rapat Kerja Komisi III dengan Kementerian Hukum dan […]

  • BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

    BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gojek menjalin kerja sama dalam penanggulangan Bencana Indonesia. Ini merupakan upaya konkret BNPB dalam pentaheliks, yaitu pelibatan unsur Lembaga usaha dalam penanggulangan bencana. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Gojek, Jakarta, pada Rabu 19 Februari 2020. Kerja sama […]

  • Pemprov NTT dan BPOM RI Inisiasi Bangun Karya Dukung UMKM

    Pemprov NTT dan BPOM RI Inisiasi Bangun Karya Dukung UMKM

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    Sejak diluncurkan pada Mei 2024, Bangun Karya telah menjadi wadah kolaborasi strategis antara sektor industri, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan BPOM RI dalam mendorong pemberdayaan UMKM lokal.   Kupang | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), dan Bentoel Group menginisiasi Program Bangun Karya. Program […]

  • BPS NTT: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tumbuh 5,20 persen

    BPS NTT: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tumbuh 5,20 persen

    • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, gardaindonesia.id – Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan II 2018 tumbuh sebesar 5,20 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 (year on year). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 17,73 persen; disusul Pengadaan Listrik dan Gas 9,29 persen; Transportasi dan Pergudangan 8,03 persen. […]

  • Terima Vaksin AstraZeneca, Gubernur VBL Imbau Tingkatan ‘Herd Immunity’

    Terima Vaksin AstraZeneca, Gubernur VBL Imbau Tingkatan ‘Herd Immunity’

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menerima vaksin jenis Astrazeneca tahap pertama bersama para pejabat Eselon II pada Rabu, 14 Juli 2021 di Kantor Gubernur NTT. Usai melakukan vaksinasi, Gubernur VBL mengimbau kepada Bupati dan Wali Kota se-NTT untuk tetap mendorong masyarakat agar segera melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Sebagai Gubernur, […]

  • Stevano Adranacus Nilai Kejati NTT Netral dalam Pilkada 2024

    Stevano Adranacus Nilai Kejati NTT Netral dalam Pilkada 2024

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Stevano Adranacus memperoleh paparan pencapaian kinerja Kejati NTT kurun waktu tahun 2024 dari Zet Tadung Allo terkait penanganan berkualitas pada 197 kasus perkara pidana khusus (Pidsus) dan mengusung restoratif justtice pada penanganan kasus pidana umum.   Kupang | Stevano Adranacus, Anggota Komisi III DPR RI melakukan fungsi pengawasan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur […]

expand_less