Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
  • visibility 117
  • comment 1 komentar

Loading

Oleh : Agung Wibawanto

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar (bersama Muhammadiyah) di Indonesia, tidak dipungkiri memiliki kontribusi besar dalam politik nasional. Dalam sejarah pergerakan bangsa, tokoh-tokoh NU yang menyebar di banyak organisasi turut menorehkan peran politik mereka. Memang tidak ada larangan bagi warga nahdliyin, bahkan pengurusnya, untuk berpolitik atau ikut berpolitik sebagai individu.

Hal tersebut diuraikan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya. Namun, ia meminta agar NU tak dikait-kaitkan untuk kepentingan politik praktis. Artinya, tidak membawa-bawa (organisasi) NU. Ia pun mengatakan pedoman berpolitik bagi warga NU telah tertuang dalam Khittah Nahdliyah Muktamar ke-27 NU tahun 1984 di Situbondo atau hasil Muktamar ke-28 NU tahun 1989 di Krapyak Yogyakarta.

Warga nahdliyin ataupun pengurus saja dilarang membawa-bawa nama NU dalam praktik politik praktis, apalagi orang yang bukan nahdliyin ataupun kader NU, alias orang luar? Hal ini yang tengah ramai dipersoalkan santri NU yang menyebut diri mereka NABRAK (Nahdliyin Bergerak). Intinya, mereka protes tidak terima jika petinggi PBNU turut menyuarakan dukungan kepada Erick Thohir (ET) sebagai bakal cawapres dari kalangan NU.

Menurut para santri, ET adalah orang luar, bukan warga nahdliyin. Dalam catatan, ET memang (hanya) dianggap sebagai kader GP Ansor pada perhelatan 1 Abad NU beberapa waktu lalu di Solo. Sementara itu, masih menurut NABRAK, masih banyak tokoh lain yang asli NU tapi malah tidak direkomendasi. Tokoh tersebut, seperti: Cak Imin, Khofifah, Mahfud MD dsb (nama yang muncul di publik untuk berkompetisi dalam pilpres 2024).

Nabrak tidak masalah siapa pun dan di posisi apa pun asalkan berasal dari warga nahdliyin atau kader NU. ET memang pada waktu belakangan ini kerap dikaitkan dengan dukungan NU. Dia mendatangi pula beberapa pondok pesantren serta para Kyai NU.  Dalam politik itu seperti batu yang mengandung magnet. Jika saling menarik maka akan menempel. Sebaliknya jika menolak maka tidak menempel.

Artinya apa? Upaya ET memasuki wilayah NU ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Beberapa tokoh hingga pengurus PBNU tampaknya merestui ET masuk bahkan memberi dukungan elektabilitas. Praktik politik semacam ini sudah dipahami lah teorinya, no free for lunch. Tulisan ini tidak akan membahas terkait apa yang diterima NU dari ET. Hal itu, biar mereka saja yang tahu. Yang lebih utama soal “kejelian” ET melihat peluang.

Seperti diketahui, selain NU, ET memiliki tiga basis utama suara sebagai pendukungnya, yakni: pemilih kota, anak muda, dan nonmuslim. Pilihan ET kepada NU diduga keras karena tradisi yang selama ini sudah terbangun, terutama dengan PDIP selaku pemenang pemilu. Basis pendukung PDIP masih belum berubah masih tetap nasionalis-religius. Dan religiusnya ini dipastikan adalah NU. Suka tidak suka, untuk saat ini, PDIP pemegang bandul politik nasional.

Jika saja sewaktu-waktu bandul bakal cawapres itu mengarah kepada ET, maka ET sudah memiliki basis pendukung NU dan NU pun men-support (kecuali adanya protes dari santri NU di atas). ET telah meng-NU-kan diri dan di-NU-kan oleh beberapa tokoh NU. Namun begitu, dalam pandangan saya, ET adalah “orangnya” Jokowi. Dalam arti memiliki loyalitas yang tinggi kepada Jokowi. Dia akan tegak lurus apa pun yang diamanahkan Jokowi.

ET bisa menjadi pasangan Ganjar, Prabowo, atau tidak menjadi apa-apa (selain kemungkinan melanjutkan berada di kabinet jika salah satu dari keduanya yang menang). Kembali kepada nahdliyin. Saya sendiri meragukan ET dapat menarik ceruk suara NU, jika dibandingkan warga nahdliyin “asli” seperti Mahfud MD. Hal ini tentu akan menjadi catatan bagi partai atau koalisi partai yang ingin melamarnya.

Karena lagi, Ganjar (jika ET berpasangan) merupakan warga nahdliyin terutama dari garis istrinya. Jadi tanpa ET pun suara NU sudah diprediksi akan berlabuh ke Ganjar. Lain halnya jika ET menyasar ke kalangan Muhammadiyah. Mengingat tidak ada kader Muhammadiyah yang menonjol yang bertarung di Pilpres 2024. Suara Muhammadiyah kemungkinan malah banyak ke koalisi Perubahan (faktor Anies Baswedan).

Basis kedua ormas Islam tersebut masih sangat seksi untuk diperebutkan suaranya. Meskipun Ketua Muhammadiyah, Haedar Nasir, sama posisinya dengan Gus Yahya (NU) yang menyatakan tidak berpolitik praktis. Namun tetap saja suara jemaah masing-masing pastilah akan menanti fatwa dari tokoh dan pengurus organisasi. Karena mereka juga tidak ingin warganya saling gontok-gontokan jika dilepas bebas memilih siapa yang disuka.

Perhitungan saya, ET sebaiknya bisa lebih menahan untuk tidak terlibat dalam kontestasi Pilpres 2024. Terlebih dia juga baru saja diberi mandat untuk melakukan pembenahan (restorasi) di tubuh PSSI. Tidak mungkin jika wapres merangkap menjabat Ketum PSSI kan? Untuk itu saya yakin ET tidak akan maju. Sementara representasi NU guna melengkapi nasionalis-religius dengan PDIP adalah Mahfud MD.

Dibanding Cak Imin atau Khofifah, MMD merupakan tokoh senior (banyak pengalaman), ulama (agamawan), disegani dan bisa diterima banyak kalangan karena juga bukan lagi sebagai kader partai. Keunggulan basis pendukung ET pun akan terwakili oleh Ganjar-Mahfud. Sedang yang mungkin menolak Ganjar-Mahfud dipastikan para pengusaha hitam dan kelompok Islam garis keras. ET sendiri bisa dijadikan sebagai ketua tim sukses seperti di masa Jokowi lalu (2019).(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Kupang: “7 Kali Gempa Bumi di Sumba Timur Tidak Berpotensi Tsunami“

    BMKG Kupang: “7 Kali Gempa Bumi di Sumba Timur Tidak Berpotensi Tsunami“

    • calendar_month Sel, 2 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id–Gempa Bumi Mag 6.0 yang melanda Sumba Timur berlokasi di 66 km BaratDaya pada Selasa/2 Oktober 2018 pukul 07.59 wita yang dirasakan paling kuat di Sumba terutama di Waingapu dan sekitarnya. Terjadi 7 kali Gempa Bumi Mag 6,0 pukul 07.59 wita dan Mag 6,3 pukul 08.16 wita berjarak setiap 16 menit dirasakan hingga 4 […]

  • Bencana di NTT & NTB, Presiden Instruksi Penanganan & Ucap Belasungkawa

    Bencana di NTT & NTB, Presiden Instruksi Penanganan & Ucap Belasungkawa

    • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan terhadap bencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). “Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, […]

  • Kejagung Raih 74% Kepercayaan Publik, IMO-Indonesia Lecut Apresiasi

    Kejagung Raih 74% Kepercayaan Publik, IMO-Indonesia Lecut Apresiasi

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengapresiasi tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung RI). “Tingginya tingkat kepercayaan publik atas kinerja Kejagung membuktikan keseriusan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam menahkodai lembaga tersebut,” kata Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F. Ismail pada Jumat,19 April 2024. Yakub juga menilai banyak deretan prestasi yang telah […]

  • “Idul Qurban Oikumene” Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT

    “Idul Qurban Oikumene” Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT memaknai Idul Adha 1442 H dengan kembali menyalurkan qurban kepada panti asuhan anak yang berada di seputar Kota Kupang. Prosesi Idul Qurban yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Juli 2021 pukul 08.00 WITA—selesai di halaman belakang Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT dengan […]

  • Disdukcapil Kota Kupang Rekam Cetak KTP El Pemula di Sekolah

    Disdukcapil Kota Kupang Rekam Cetak KTP El Pemula di Sekolah

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kupang di bawah kepemimpinan Angela Tamo Inya,S.IP. melakukan aksi jemput bola merekam dan mencetak kartu tanda penduduk (KTP) elektronik bagi warga yang memasuki usia 17 tahun. Bertajuk “Dispendukcapil  Goes To School Rekam Cetak KTP El Gratis” tim Disdukcapil menyasar sekolah menengah atas (SMA), SMK/Sederajat […]

  • Kota Kupang Berpeluang Lagi Gapai Kota Layak Anak Tahun 2022

    Kota Kupang Berpeluang Lagi Gapai Kota Layak Anak Tahun 2022

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kota Kupang berpeluang meraih kembali predikat sebagai Kota Layak Anak di tahun 2022 ini. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi NTT, Endang Susilawati Lerrich kepada Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada Selasa, 15 Februari 2022. Endang mengatakan bahwa Kota Kupang dapat meraih kembali […]

expand_less