Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
  • visibility 81
  • comment 1 komentar

Loading

Oleh : Agung Wibawanto

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar (bersama Muhammadiyah) di Indonesia, tidak dipungkiri memiliki kontribusi besar dalam politik nasional. Dalam sejarah pergerakan bangsa, tokoh-tokoh NU yang menyebar di banyak organisasi turut menorehkan peran politik mereka. Memang tidak ada larangan bagi warga nahdliyin, bahkan pengurusnya, untuk berpolitik atau ikut berpolitik sebagai individu.

Hal tersebut diuraikan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya. Namun, ia meminta agar NU tak dikait-kaitkan untuk kepentingan politik praktis. Artinya, tidak membawa-bawa (organisasi) NU. Ia pun mengatakan pedoman berpolitik bagi warga NU telah tertuang dalam Khittah Nahdliyah Muktamar ke-27 NU tahun 1984 di Situbondo atau hasil Muktamar ke-28 NU tahun 1989 di Krapyak Yogyakarta.

Warga nahdliyin ataupun pengurus saja dilarang membawa-bawa nama NU dalam praktik politik praktis, apalagi orang yang bukan nahdliyin ataupun kader NU, alias orang luar? Hal ini yang tengah ramai dipersoalkan santri NU yang menyebut diri mereka NABRAK (Nahdliyin Bergerak). Intinya, mereka protes tidak terima jika petinggi PBNU turut menyuarakan dukungan kepada Erick Thohir (ET) sebagai bakal cawapres dari kalangan NU.

Menurut para santri, ET adalah orang luar, bukan warga nahdliyin. Dalam catatan, ET memang (hanya) dianggap sebagai kader GP Ansor pada perhelatan 1 Abad NU beberapa waktu lalu di Solo. Sementara itu, masih menurut NABRAK, masih banyak tokoh lain yang asli NU tapi malah tidak direkomendasi. Tokoh tersebut, seperti: Cak Imin, Khofifah, Mahfud MD dsb (nama yang muncul di publik untuk berkompetisi dalam pilpres 2024).

Nabrak tidak masalah siapa pun dan di posisi apa pun asalkan berasal dari warga nahdliyin atau kader NU. ET memang pada waktu belakangan ini kerap dikaitkan dengan dukungan NU. Dia mendatangi pula beberapa pondok pesantren serta para Kyai NU.  Dalam politik itu seperti batu yang mengandung magnet. Jika saling menarik maka akan menempel. Sebaliknya jika menolak maka tidak menempel.

Artinya apa? Upaya ET memasuki wilayah NU ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Beberapa tokoh hingga pengurus PBNU tampaknya merestui ET masuk bahkan memberi dukungan elektabilitas. Praktik politik semacam ini sudah dipahami lah teorinya, no free for lunch. Tulisan ini tidak akan membahas terkait apa yang diterima NU dari ET. Hal itu, biar mereka saja yang tahu. Yang lebih utama soal “kejelian” ET melihat peluang.

Seperti diketahui, selain NU, ET memiliki tiga basis utama suara sebagai pendukungnya, yakni: pemilih kota, anak muda, dan nonmuslim. Pilihan ET kepada NU diduga keras karena tradisi yang selama ini sudah terbangun, terutama dengan PDIP selaku pemenang pemilu. Basis pendukung PDIP masih belum berubah masih tetap nasionalis-religius. Dan religiusnya ini dipastikan adalah NU. Suka tidak suka, untuk saat ini, PDIP pemegang bandul politik nasional.

Jika saja sewaktu-waktu bandul bakal cawapres itu mengarah kepada ET, maka ET sudah memiliki basis pendukung NU dan NU pun men-support (kecuali adanya protes dari santri NU di atas). ET telah meng-NU-kan diri dan di-NU-kan oleh beberapa tokoh NU. Namun begitu, dalam pandangan saya, ET adalah “orangnya” Jokowi. Dalam arti memiliki loyalitas yang tinggi kepada Jokowi. Dia akan tegak lurus apa pun yang diamanahkan Jokowi.

ET bisa menjadi pasangan Ganjar, Prabowo, atau tidak menjadi apa-apa (selain kemungkinan melanjutkan berada di kabinet jika salah satu dari keduanya yang menang). Kembali kepada nahdliyin. Saya sendiri meragukan ET dapat menarik ceruk suara NU, jika dibandingkan warga nahdliyin “asli” seperti Mahfud MD. Hal ini tentu akan menjadi catatan bagi partai atau koalisi partai yang ingin melamarnya.

Karena lagi, Ganjar (jika ET berpasangan) merupakan warga nahdliyin terutama dari garis istrinya. Jadi tanpa ET pun suara NU sudah diprediksi akan berlabuh ke Ganjar. Lain halnya jika ET menyasar ke kalangan Muhammadiyah. Mengingat tidak ada kader Muhammadiyah yang menonjol yang bertarung di Pilpres 2024. Suara Muhammadiyah kemungkinan malah banyak ke koalisi Perubahan (faktor Anies Baswedan).

Basis kedua ormas Islam tersebut masih sangat seksi untuk diperebutkan suaranya. Meskipun Ketua Muhammadiyah, Haedar Nasir, sama posisinya dengan Gus Yahya (NU) yang menyatakan tidak berpolitik praktis. Namun tetap saja suara jemaah masing-masing pastilah akan menanti fatwa dari tokoh dan pengurus organisasi. Karena mereka juga tidak ingin warganya saling gontok-gontokan jika dilepas bebas memilih siapa yang disuka.

Perhitungan saya, ET sebaiknya bisa lebih menahan untuk tidak terlibat dalam kontestasi Pilpres 2024. Terlebih dia juga baru saja diberi mandat untuk melakukan pembenahan (restorasi) di tubuh PSSI. Tidak mungkin jika wapres merangkap menjabat Ketum PSSI kan? Untuk itu saya yakin ET tidak akan maju. Sementara representasi NU guna melengkapi nasionalis-religius dengan PDIP adalah Mahfud MD.

Dibanding Cak Imin atau Khofifah, MMD merupakan tokoh senior (banyak pengalaman), ulama (agamawan), disegani dan bisa diterima banyak kalangan karena juga bukan lagi sebagai kader partai. Keunggulan basis pendukung ET pun akan terwakili oleh Ganjar-Mahfud. Sedang yang mungkin menolak Ganjar-Mahfud dipastikan para pengusaha hitam dan kelompok Islam garis keras. ET sendiri bisa dijadikan sebagai ketua tim sukses seperti di masa Jokowi lalu (2019).(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gratis ‘Swab Antigen’ Bagi Sekolah & Kampus, Komite III DPD Dorong Pemerintah

    Gratis ‘Swab Antigen’ Bagi Sekolah & Kampus, Komite III DPD Dorong Pemerintah

    • calendar_month Rab, 20 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gagasan belajar tatap muka mulai Januari 2021 menimbulkan beragam opini. Sebaran pandemi Covid-19 yang semakin luas menjadi pertimbangan. Namun, bagi sekolah dan kampus yang hendak melakukan proses pembelajaran tatap muka, Prof. Sylviana Murni selaku Ketua Komite III dan Anggota DPD menilai, sebaiknya hanya dapat dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Salah satunya […]

  • Pertamina Berantas Pengepul BBM Bersubsidi di NTT

    Pertamina Berantas Pengepul BBM Bersubsidi di NTT

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Aktivitas pengepul BBM bersubsidi ini menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat khususnya Kota Waingapu, Sumba Timur dan saat ini jumlah penjualan eceran BBM bersubsidi semakin banyak di pinggir jalan.   Waingapu | Beberapa pekan terakhir, marak antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, mulai dari Belu hingga […]

  • LAGI! Satgas PASTI Blokir 427 Pinjol dan 6 Aplikasi Pinjaman Pribadi

    LAGI! Satgas PASTI Blokir 427 Pinjol dan 6 Aplikasi Pinjaman Pribadi

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Sejak tahun 2017 hingga 31 Mei 2025, Satgas PASTI telah menghentikan 13.228 entitas keuangan ilegal yang terdiri dari 11.166 entitas pinjaman online ilegal/pinpri, 1.811 entitas investasi ilegal, dan 251 entitas gadai ilegal.   Jakarta | Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali memblokir 427 entitas pinjaman online ilegal di sejumlah situs dan aplikasi serta […]

  • Doa Syukur AHY Usai Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN

    Doa Syukur AHY Usai Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diangkat sumpah dan dilantik Presiden Jokowi pada Rabu siang, 21 Februari 2024 pukul 11:00 WIB bersama Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) pada Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019—2024. AHY dilantik berlandaskan Keputusan Presiden […]

  • STIKes Nusantara Kini Punya Layanan Ambulans

    STIKes Nusantara Kini Punya Layanan Ambulans

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Nusantara yang berdiri sejak 12 November 2009 dan bernaung di bawah Yayasan Kunci Ilmu, kini telah menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga yakni pengabdian kepada masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga tersebut diejawantahkan dalam penyediaan layanan ambulans bagi masyarakat sekitar lingkungan tempat STIKes Nusantara di Kelurahan Tuak Daun […]

  • 2,4 Hektar Tanah Depan Hotel Sasando Resmi Milik Pemkot Kupang

    2,4 Hektar Tanah Depan Hotel Sasando Resmi Milik Pemkot Kupang

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap terkait perkara aset tanah di depan Hotel Sasando, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang. Eksekusi ditandai dengan penyerahan 32 sertifikat tanah seluas kurang lebih 2,4 hektar tersebut oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Dr. Yulianto, […]

expand_less