Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sumpah Pemuda Bukan Sumpah Serapah: Ruang Publik Jernih dari Disinformasi

Sumpah Pemuda Bukan Sumpah Serapah: Ruang Publik Jernih dari Disinformasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
  • visibility 189
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Fenomena Donald Trump dan Brexit sebagai tonggak sejarah kontemporer yang berkorelasi dengan politik pasca-kebenaran (post-truth), melampaui yang benar, mestinya jadi mercu suar penanda (pengingat) bagi kita semua agar tidak karam gegara terbentur karang-bohong.

Kita semua (yang waras) tentu menyesalkan akan masih banyaknya pihak yang terus membangun opini-ngibul, misalnya saja soal utang negara, soal ijazah Jokowi, soal dukungan konferensi uskup untuk Anies, piagam penghargaan palsu/beli, ganti-ganti istilah atau nama serta upaya tipu sana-sini, apalagi di masa menjelang pemilu serentak ini. Pathetic memang.

Pandangan berat sebelah, tidak berimbang, memalsukan atau menutupi sebagian kebenaran. Seolah “telling the truth, BUT NOT the whole truth” maka tetaplah intensinya menyesatkan.

Akibatnya masyarakat bisa saling curiga, kredibilitas negara tererosi, yang ujungnya memecah-belah bangsa. Kalau sudah terpecah-belah begitu, mereka bakal merengsek menguasai (devide et impera). Siapa “mereka” itu? Mereka adalah jamaah-koruptiah, barisan sakit-hati yang berkolusi dengan mafia-politik serta kaum radikal-fundamentalis yang punya agenda trans-nasional.

Kibulan mereka kalau terus menerus dikumandangkan berisiko menginfeksi rasionalitas masyarakat. Inilah taktik politik post-truth para tukang kibul. Menurut kamus Oxford, post-truth atau pasca-kebenaran adalah suatu kondisi di mana fakta tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik. Fakta itu terkubur oleh emosi dan keyakinan personal. Idolatry, pemberhalaan tokoh, parpol atau paham tertentu. Kritik ideologi mati suri.

Sikap pengecut para penyiar kabar bohong yang terus giat mempropagandakan kibulannya yang kerap juga disertai sumpah serapah, makian dan cacian ini tentu saja tidak bisa dibiarkan tanpa perlawanan.

Narasi tandingan (counter narrative) yang lebih kuat frekuensinya mesti terus mengudara membersihkan ruang publik dari polusi siaran kebohongan itu. Hanya saja narasi tandingan dari kita mesti yang cerdas, tetap elegan dan mendidik. Bukan saling balas sumpah serapah.

Maka sudah tepatlah langkah banyak tokoh masyarakat sipil yang tanpa kenal lelah terus menerus membeberkan fakta, data dan argumentasi logis dalam narasi tandingannya. Mematahkan sesat pikir dan logika bengkok para penyiar kabar bohong.

Para pengibul ini – seperti biasa – akan membengkokkan logika berpikir dengan lari dari argumentasi yang sahih dengan cara menyerang individu penyampai pesan (argumentum ad hominem), atau ‘killing the messenger’. Ketika substansi pesan tak mampu dibantah maka yang dijatuhkan adalah kredibilitas si penyampai pesan. Ibarat buruk rupa cermin dibelah.

Sikap kurang beradab seperti ini kerap diperlihatkan oleh orang-orang yang sakit hati lantaran kalah di sana-sini. Mentalitas pecundang seperti ini berakar pada kepahitan yang membeku jadi dendam kesumat, akhirnya berbuah sinisme. Ujungnya aksi dendam yang menghalalkan segala cara hanya demi menyalurkan kesumatnya.

Maka dualitas pengendalian sosial (persuasif dan koersif) perlu dilakukan, baik olah otoritas maupun masyarakat sipil. Kita perlu menjernihkan kembali ruang publik yang dikotori polusi kibulan mereka.

Sekaligus menyetop segala propaganda jahat (agitasi, kampanye bohong terus-menerus) yang berisiko bikin bingung masyarakat sekaligus bisa menghancurkan sistem demokrasi itu sendiri.

Lantaran sistem demokrasi (demos-kratos, pemerintahan oleh rakyat) itu mensyaratkan kejujuran dan keadilan (jurdil) dalam mekanisme yang terbuka (transparan) dan dialog-cerdas (argumentatif). Bukan dialog-dungu (debat kusir) tanpa jangkar argumentasi logis berdasar fakta.

Berbagai media (arus utama maupun sosmed) harus digunakan sebagai saluran pesan yang intensinya demi menjernihkan ruang publik dari disinformasi yang memecah-belah bangsa.

Kabarkan kembali, berulang-ulang tanpa lelah, bahwa kita semua ini sejatinya bertanah air yang satu, tanah air Indonesia. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Punya satu bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Jangan mau dibodohi, jangan mau membalas sumpah serapah, dan jangan mau dipecah-belah.

Selamat Hari Sumpah Pemuda. Solidaritas Indonesia!

Jumat, 28 Oktober 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Opa & Oma Melantai “ dalam Ajang Lomba Dansa Lansia

    “Opa & Oma Melantai “ dalam Ajang Lomba Dansa Lansia

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id – Masih dalam suasana kemeriahan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI dan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-22; Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar Perdana Lomba Dansa Lansia (Lanjut Usia) Tingkat Kota Kupang, Kamis/23 Agustus 2018, pukul 09.00 wita-Selesai. Mengambil tempat di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Suasana ajang Lomba Dansa Lansia ditata menyerupai […]

  • IMO-Indonesia Proficiat Kepada M. Nuh Ketua Dewan Pers 2019—2022

    IMO-Indonesia Proficiat Kepada M. Nuh Ketua Dewan Pers 2019—2022

    • calendar_month Rab, 22 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Saatnya Pers Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang memiliki dedikasi yang lebih tinggi agar apa yang menjadi agenda prioritas dari pengurus sebelumnya dapat diimplementasikan bahkan ditingkatkan “IMO-Indonesia ucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA sebagai ketua Dewan Pers periode 2019—2022; tentunya menjadi hal yang menarik untuk […]

  • Lepas 25 Peserta Vokasi Pariwisata ke Australia, Ini Pesan Wagub Josef

    Lepas 25 Peserta Vokasi Pariwisata ke Australia, Ini Pesan Wagub Josef

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Jumat, 6 September 2019, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi resmi melepas 25 Peserta Program Pendidikan Vokasi Pariwisata yang diberangkatkan ke Universitas Griffith, Australia. Pada kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing dan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dra. […]

  • PERTAMA di ASIA TENGGARA! PLTP Kamojang Suplai Hidrogen Hijau

    PERTAMA di ASIA TENGGARA! PLTP Kamojang Suplai Hidrogen Hijau

    • calendar_month Jum, 23 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang resmi menjadi penghasil hidrogen hijau atau green hydrogen berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ini menjadi GHP ke-22 yang dibangun PT PLN (Persero) dan akan memasok hidrogen hijau untuk hydrogen refueling station (HRS) […]

  • Luhut Jengkel Dikaitkan dengan PT Toba Pulp Lestari Penyebab Banjir Sumatra

    Luhut Jengkel Dikaitkan dengan PT Toba Pulp Lestari Penyebab Banjir Sumatra

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Loading

    Luhut juga menyebut perusahaan tersebut merusak kawasan hutan di sekitarnya. Ia menegaskan saham yang dimilikinya berada di PT Toba Sejahtera atau PT TBS Energi Utama Tbk, bukan di PT Toba Pulp Lestari.   Jakarta | Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku jengkel dengan tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan PT Toba Pulp Lestari. Luhut […]

  • Indonesia Sedia 15 Ribu Ha Lahan untuk Palestina Bangun Perkebunan Peternakan

    Indonesia Sedia 15 Ribu Ha Lahan untuk Palestina Bangun Perkebunan Peternakan

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Loading

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa lahan tersebut akan menjadi bentuk nyata solidaritas Indonesia terhadap Palestina, bukan hanya secara diplomatik.   Jakarta | Pemerintah Indonesia menyiapkan lahan seluas 10 ribu hingga 15 ribu hektare di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk mendukung investasi Pemerintah Palestina di sektor pertanian, peternakan, dan agroindustri. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman […]

expand_less