Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sumpah Pemuda Bukan Sumpah Serapah: Ruang Publik Jernih dari Disinformasi

Sumpah Pemuda Bukan Sumpah Serapah: Ruang Publik Jernih dari Disinformasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Fenomena Donald Trump dan Brexit sebagai tonggak sejarah kontemporer yang berkorelasi dengan politik pasca-kebenaran (post-truth), melampaui yang benar, mestinya jadi mercu suar penanda (pengingat) bagi kita semua agar tidak karam gegara terbentur karang-bohong.

Kita semua (yang waras) tentu menyesalkan akan masih banyaknya pihak yang terus membangun opini-ngibul, misalnya saja soal utang negara, soal ijazah Jokowi, soal dukungan konferensi uskup untuk Anies, piagam penghargaan palsu/beli, ganti-ganti istilah atau nama serta upaya tipu sana-sini, apalagi di masa menjelang pemilu serentak ini. Pathetic memang.

Pandangan berat sebelah, tidak berimbang, memalsukan atau menutupi sebagian kebenaran. Seolah “telling the truth, BUT NOT the whole truth” maka tetaplah intensinya menyesatkan.

Akibatnya masyarakat bisa saling curiga, kredibilitas negara tererosi, yang ujungnya memecah-belah bangsa. Kalau sudah terpecah-belah begitu, mereka bakal merengsek menguasai (devide et impera). Siapa “mereka” itu? Mereka adalah jamaah-koruptiah, barisan sakit-hati yang berkolusi dengan mafia-politik serta kaum radikal-fundamentalis yang punya agenda trans-nasional.

Kibulan mereka kalau terus menerus dikumandangkan berisiko menginfeksi rasionalitas masyarakat. Inilah taktik politik post-truth para tukang kibul. Menurut kamus Oxford, post-truth atau pasca-kebenaran adalah suatu kondisi di mana fakta tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik. Fakta itu terkubur oleh emosi dan keyakinan personal. Idolatry, pemberhalaan tokoh, parpol atau paham tertentu. Kritik ideologi mati suri.

Sikap pengecut para penyiar kabar bohong yang terus giat mempropagandakan kibulannya yang kerap juga disertai sumpah serapah, makian dan cacian ini tentu saja tidak bisa dibiarkan tanpa perlawanan.

Narasi tandingan (counter narrative) yang lebih kuat frekuensinya mesti terus mengudara membersihkan ruang publik dari polusi siaran kebohongan itu. Hanya saja narasi tandingan dari kita mesti yang cerdas, tetap elegan dan mendidik. Bukan saling balas sumpah serapah.

Maka sudah tepatlah langkah banyak tokoh masyarakat sipil yang tanpa kenal lelah terus menerus membeberkan fakta, data dan argumentasi logis dalam narasi tandingannya. Mematahkan sesat pikir dan logika bengkok para penyiar kabar bohong.

Para pengibul ini – seperti biasa – akan membengkokkan logika berpikir dengan lari dari argumentasi yang sahih dengan cara menyerang individu penyampai pesan (argumentum ad hominem), atau ‘killing the messenger’. Ketika substansi pesan tak mampu dibantah maka yang dijatuhkan adalah kredibilitas si penyampai pesan. Ibarat buruk rupa cermin dibelah.

Sikap kurang beradab seperti ini kerap diperlihatkan oleh orang-orang yang sakit hati lantaran kalah di sana-sini. Mentalitas pecundang seperti ini berakar pada kepahitan yang membeku jadi dendam kesumat, akhirnya berbuah sinisme. Ujungnya aksi dendam yang menghalalkan segala cara hanya demi menyalurkan kesumatnya.

Maka dualitas pengendalian sosial (persuasif dan koersif) perlu dilakukan, baik olah otoritas maupun masyarakat sipil. Kita perlu menjernihkan kembali ruang publik yang dikotori polusi kibulan mereka.

Sekaligus menyetop segala propaganda jahat (agitasi, kampanye bohong terus-menerus) yang berisiko bikin bingung masyarakat sekaligus bisa menghancurkan sistem demokrasi itu sendiri.

Lantaran sistem demokrasi (demos-kratos, pemerintahan oleh rakyat) itu mensyaratkan kejujuran dan keadilan (jurdil) dalam mekanisme yang terbuka (transparan) dan dialog-cerdas (argumentatif). Bukan dialog-dungu (debat kusir) tanpa jangkar argumentasi logis berdasar fakta.

Berbagai media (arus utama maupun sosmed) harus digunakan sebagai saluran pesan yang intensinya demi menjernihkan ruang publik dari disinformasi yang memecah-belah bangsa.

Kabarkan kembali, berulang-ulang tanpa lelah, bahwa kita semua ini sejatinya bertanah air yang satu, tanah air Indonesia. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Punya satu bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Jangan mau dibodohi, jangan mau membalas sumpah serapah, dan jangan mau dipecah-belah.

Selamat Hari Sumpah Pemuda. Solidaritas Indonesia!

Jumat, 28 Oktober 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Coop TLM Indonesia Berbagi Kasih di Tengah Pandemi 2020

    Coop TLM Indonesia Berbagi Kasih di Tengah Pandemi 2020

    • calendar_month Jum, 18 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Coop TLM Indonesia sebagai salah satu unit usaha yang diinisiasi pendiriannya oleh Yayasan TLM GMIT dan bernaung di bawah Sinode GMIT, memberikan bantuan kepada sumur bor kepada masyarakat Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui rilis yang diterima Garda Indonesia pada Kamis, 17 Desember 2020, […]

  • Raffi Ahmad Dilantik Sebagai Utusan Khusus Presiden

    Raffi Ahmad Dilantik Sebagai Utusan Khusus Presiden

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melantik artis Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Pelantikan Raffi Ahmad dan sejumlah utusan khusus presiden ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 76/M tahun 2024 tentang Pengangkatan Utusan Khusus Presiden RI tahun 2024—2029. “Dr. (HC.) Raffi Farid Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden […]

  • IKBM-SARAI Eksis Hingga Saat Ini Karena Kasih-Nya

    IKBM-SARAI Eksis Hingga Saat Ini Karena Kasih-Nya

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Seba, Garda Indonesia | Ikatan Keluarga Besar Maumere Sabu Raijua atau biasa dikenal dengan IKBM-SARAI menghelat misa syukur hari ulang tahun (HUT) pertama IKBM SARAI pada Jumat, 25 Agustus 2023. Wadah yang menghimpun warga Maumere di Sabu Raijua ini didirikan pada 14 Agustus 2022. Misa syukur HUT pertama IKBM-SARAI dipimpin Romo Yohanes Pius Tas’au yang […]

  • Jokowi Serahkan Bonus bagi Atlet dan Pelatih Olimpiade Tokyo 2020

    Jokowi Serahkan Bonus bagi Atlet dan Pelatih Olimpiade Tokyo 2020

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menerima kontingen Indonesia sekaligus menyerahkan bonus apresiasi bagi para atlet dan para pelatih yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020,. Acara tersebut dihelat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 13 Agustus 2021. Presiden mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan para atlet […]

  • Mayjen Terawan, Anak Tuhan yang Dibuang IDI Lalu Dipanggil Istana

    Mayjen Terawan, Anak Tuhan yang Dibuang IDI Lalu Dipanggil Istana

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Terawan Agus Purwanto, Sp. Rad (K) RI adalah sosok yang digadang-gadang menjadi menteri. Dia adalah anak Tuhan yang dibuang IDI karena dikenal dengan metode fenomenal yang terbukti berhasil dalam dunia kedokteran, yakni terapi ‘cuci otak’ untuk mengurangi gejala stroke. Metode ‘cuci otak’ ini bukan proses radikalisasi […]

  • Johanis Tanak Jadi Wakil Ketua KPK

    Johanis Tanak Jadi Wakil Ketua KPK

    • calendar_month Jum, 28 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Johanis Tanak diangkat sebagai wakil ketua merangkap anggota pimpinan KPK berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103/P Tahun 2022 tentang Pengangkatan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Oktober 2022. Pengucapan janji Johanis Tanak sebagai wakil ketua merangkap anggota pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sisa masa […]

expand_less