Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tahun 2022, KPK Selamatkan 63,9 Triliun Rupiah

Tahun 2022, KPK Selamatkan 63,9 Triliun Rupiah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 27 Des 2022
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan identifikasi dan mitigasi titik rawan korupsi, sebagai strategi pencegahan terjadinya korupsi terhadap penyelenggaraan pemerintahan Negara. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam kegiatan konferensi pers akhir tahun atas kinerja dan capaian KPK Tahun 2022, di Gedung Merah Putih, pada Selasa, 27 Desember 2022.

Firli mengungkapkan, selama tahun 2022 KPK melalui Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup) telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan Negara/daerah sebesar Rp63,9 Triliun, dengan jumlah aset sebanyak 83.052 unit. Capaian tersebut diraih melalui kegiatan koordinasi dan supervisi, di antaranya penyelamatan kekayaan Negara/daerah.

Firli pun menjelaskan, KPK juga melakukan supervisi terhadap instansi dan aparat penegak hukum (APH) yang berwenang melaksanakan pemberantasan korupsi. Untuk itu, Deputi Bidang Korsup KPK terbagi pada 5 (lima) wilayah kerja di Indonesia, dalam mengoptimalisasi pendampingan terkait tugas pendidikan, pencegahan, maupun penindakan pada seluruh pemangku kepentingan.

Selain memiliki fokus pada pendampingan pemerintah dalam menyelamatkan keuangan negara dan keuangan daerah, Deputi Bidang Korsup KPK juga memiliki pelbagai program lainnya. Di antaranya ialah penyelamatan dana prioritas nasional, perbaikan tata kelola sektor pertambangan, dan supervisi perkara.

“Untuk identifikasi dan mitigasi titik rawan korupsi daerah dituangkan ke dalam area, indikator, dan sub indikator yang tertuang dalam Monitoring Center for Prevention (MCP). Per 23 Desember 2022, capaian MCP Nasional pada 542 Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia sebagai Indeks Pencegahan Korupsi Daerah adalah sebesar 70,” rinci Firli.

Dalam pelaksanaan supervisi penanganan perkara TPK oleh APH lain, pada tahun 2022 KPK berhasil menangani 88 perkara, dari total perkara tersebut, 35 perkara telah mendapat kepastian hukum atau sebesar 40%.

Selain itu, dalam upaya melakukan koordinasi pemberantasan TPK, KPK menyelenggarakan peningkatan kapasitas APH di beberapa provinsi, dengan total peserta sebanyak 833 peserta. Di antaranya Sertifikasi Aset Daerah, Penertiban Aset Bermasalah, Penertiban Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), serta Optimalisasi Penerimaan Negara.

“Upaya koordinasi dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia dengan Badan Pertanahan Nasional pada level Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan. Pada tahun 2022 ini, melalui peran koordinasi telah berhasil diterbitkan sertifikat untuk 37.507 bidang aset Pemerintah Daerah senilai Rp25,5 triliun,” papar Firli.

Kegiatan penertiban aset bermasalah juga dilaksanakan KPK pada seluruh Pemerintah Daerah di Indonesia yang memiliki aset bermasalah, dengan capaian atas upaya aset bermasalah pada tahun 2022 sebesar Rp18 triliun.

Sejalan dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, KPK langsung bergerak dalam membuat program tematik mengidentifikasi terjadinya potensi kekayaan negara berupa situ, danau, embung, dan waduk (SDEW) yang dikuasai atau dimanfaatkan oleh pihak ketiga.

Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi agar danau nasional tidak dikuasai oleh pihak yang tidak berhak, terutama pada Danau Tondano, Danau Limboto, Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Toba (menyusul Danau Rawa Pening dan Danau prioritas lainnya di Tahun 2023). Koordinasi juga KPK lakukan dengan Kemendagri, Pemprov Sumut, Pemkab Nias, Pemkot Gunungsitoli dan BPK Perwakilan Sumut untuk menyelesaikan penyerahan aset P3D dari Pemkab Nias kepada Pemkot Gunungsitoli senilai Rp182,94 Miliar sepanjang tahun 2022.

Upaya penertiban PSU yang dilakukan oleh Deputi Koordinasi dan Supervisi pada tahun 2022 adalah sebesar Rp13,7 triliun. Salah satu contoh upaya tersebut di antaranya, Pemkot Medan dengan nilai sekitar Rp402,76 miliar terhadap 26 perumahan selama tahun 2022 di Kota Medan. Pemkot Batam dengan nilai sekitar Rp548,14 Miliar terhadap 29 perumahan selama tahun 2022 di Kota Batam, dan Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah sebanyak 97 perumahan senilai Rp466,36 miliar.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua KPK Firli Bahuri : Progres  Pemberantasan Korupsi di Indonesia

    Ketua KPK Firli Bahuri : Progres Pemberantasan Korupsi di Indonesia

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK-red ) periode 2019—2023 (belum genap 1,5 bulan) sudah melakukan kerja nyata dengan menetapkan skala prioritasnya pada 12 orang tersangka yang sudah ditahan dan 10 orang menjadi tersangka. Bahwasanya untuk dapat mewujudkan harapan tersebut perlu ada sejumlah gagasan dan terobosan tentang pentingnya melakukan tindak pencegahan untuk […]

  • Dies Natalis XVIII FKM Undana, Stunting jadi Perhatian Utama

    Dies Natalis XVIII FKM Undana, Stunting jadi Perhatian Utama

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tingginya akan stunting di Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian banyak pihak, terutama pemerintahan dan tidak ketinggalan juga pihak kampus sebagai kaum akademisi. Stunting menjadi isu utama yang mendapatkan perhatian penuh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang pada perayaan Dies Natalis XVIII. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-XVIII […]

  • Tapak Kerja & Optimisme Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi di Pandemi Covid-19

    Tapak Kerja & Optimisme Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi di Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Loading

    Roda pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi konsisten berfokus pada penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020. Berbagai upaya edukasi, pencegahan,  pengendalian kasus terpapar yang dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama dengan TNI/POLRI, lembaga agama dan sosial secara bahu-membahu […]

  • Perdana!, PERMATFFA Kupang Helat Turnamen Futsal

    Perdana!, PERMATFFA Kupang Helat Turnamen Futsal

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Persatuan Mahasiswa Amanuban Timur, Fatukopa, Fatumolo (PERMATFFA) Kupang, menghelat turnamen Futsal PERMATFFA Cup I tahun 2019. Bertempat di lapangan futsal Monitor Oesapa, hadir puluhan pemain untuk mengikuti seremonial pembukaan. Turnamen yang dijadwalkan mulai pada tanggal 21—29 Juni 2019 itu, diikuti oleh 28 tim dengan kategori pemain dari kalangan mahasiswa. Ketua […]

  • PLN Latih Warga Sekitar PLTP Mataloko Jadi Pengrajin Genteng

    PLN Latih Warga Sekitar PLTP Mataloko Jadi Pengrajin Genteng

    • calendar_month Jum, 28 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 1Komentar

    Loading

    Ngada, Garda Indonesia | PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melakukan pembinaan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat ring satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Masyarakat dilatih memproduksi dan mencetak bahan bangunan seperti genteng dan batako secara mandiri. Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang […]

  • Pidato Presiden Jokowi: Giring Ganesha Optimis, Ahmad Syaikhu Pesimis

    Pidato Presiden Jokowi: Giring Ganesha Optimis, Ahmad Syaikhu Pesimis

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Terhadap pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo barusan ada dua tanggapan dengan nada (tone) yang berbeda. Ada pandangan ala Giring Ganesha (Plt.Ketum PSI) yang bernada positif (optimistik), dan satunya dari Ahmad Syaikhu (Presiden PKS) yang bernada negatif (pesimistis). Begitulah diskursus (wacana) dalam negara demokrasi. Narasi yang dibangun bisa saja saling berseberangan, tapi […]

expand_less