Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Teh Kelor – Suguhan Resmi bagi Tamu Pemerintah Provinsi NTT

Teh Kelor – Suguhan Resmi bagi Tamu Pemerintah Provinsi NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Pemprov NTT telah mencanangkan suguhan Teh Kelor (marungga-red) atau moringa oleifera bagi para tamu jajaran pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengamatan media ini semua tamu yang memadati ruang tunggu Gubernur 2 (Wakil Gubernur) disuguhi ‘Teh Kelor’ yang kaya akan manfaat, (Rabu pagi,7/11/18).

Nampak para tamu sangat takjub dan menikmati suguhan teh kelor dan kudapan pisang goreng. Penampilan warna hijau teh kelor menggugah minat dan selera untuk mencoba sekaligus mencicipi rasa yang dihasilkan dari teh kelor.

Para pengurus PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesehjateraan Perempuan dan Anak) ikut menikmati suguhan teh kelor bersama dengan para tamu.

Gubernur 2 NTT Josef Nae Soi saat audiens dengan PUSPA NTT di ruang kerjanya (Rabu,7/11/18) mengatakan saat kami (Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi) kampanyekan kelor/marungga; banyak orang yang tertawa, tidak dianggap dan dihina hingga diberi predikat Gubernur Kelor namun sekarang kelor menjadi viral.

“Teh kelor wajib hukumnya untuk disuguhkan oleh seluruh SKPD dan semua pegawai di Kantor Gubernur untuk menyuguhkan teh kelor. Dan mulai minggu depan bakal disuguhkan kudapan berupa bolu kelor,” jelas Gubernur 2 NTT.

Masyarakat masih malu untuk mengkonsumsi kelor meski banyak pohon kelor tersebar di sekitar; telah dikeluarkan Instruksi kepada para OPD, SKPD dan jajaran Pemprov NTT untuk mulai menanam kelor.
“Kita harus mulai mempopulerkan kelor dimulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, OPD dan SKP. Kelor bakal menjadi menu kehormatan dalam suguhan bagi tamu kehornatan Pemprov NTT,” himbau Josef Nae Soi.

Dikutip dari wikipedia.org; Kelor atau marungga berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Manfaat utama daun kelor adalah: Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh; Menyegarkan mata dan otak; Meningkatkan metabolisme tubuh; Meningkatkan stuktur sel tubuh; Meningkatkan serum kolesterol alamiah; Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit; Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal; Memperindah kulit; Meningkatkan energi;Memudahkan pencernaan; Antioksidan; Memelihara sistem imunitas tubuh; Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan; Bersifat anti-peradangan; Memberi perasaan sehat secara menyeluruh dan Mendukung kadar gula normal tubuh.

Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Penulis dan Editor (+ rony banase )

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Nae Soi Minta Peran Lapas dan Rutan Diperkuat

    Wagub Nae Soi Minta Peran Lapas dan Rutan Diperkuat

    • calendar_month Kam, 10 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, meminta agar Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkum HAM) NTT terus meningkatkan kualitas peran dan fungsi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan). Karena para penghuninya adalah masyarakat NTT yang sedang menjalani pembinaan. “Mereka sebenarnya bukan narapidana tetapi warga binaan. Istilah narapidana […]

  • Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

    Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Saat ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan bully ‘perundungan’ yang terjadi di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. “Saya sudah arahkan untuk lidik,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, pada Kamis, 2 September 2021. Ketua Forum Lingkar Pena (FLP Jakarta) periode 2013—2015 […]

  • Menko Polhukam Mahfud MD: Perang Terhadap Hoaks Tugas Bersama

    Menko Polhukam Mahfud MD: Perang Terhadap Hoaks Tugas Bersama

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan, perkembangan media sosial dan digital yang sangat cepat membawa konsekuensi beredarnya berita palsu atau hoaks di masyarakat. Ini menjadi tantangan sekaligus ancaman yang akan berdampak serius bila tidak ditangani dengan baik dengan semua pihak, termasuk masyarakat. “Memerangi hoax adalah tugas bersama, bukan hanya menjadi tugas pemerintah. […]

  • Via Electrifying Agriculture, PLN Raih Indonesia’s SDGs Award 2023

    Via Electrifying Agriculture, PLN Raih Indonesia’s SDGs Award 2023

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) menjadi satu-satunya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan non-pertanian yang meraih penghargaan Indonesia’s SDGs Action Awards pada kategori Pelaku Usaha Besar yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Program electrifying agriculture (EA) PLN membuktikan bahwa program tanggung jawab sosial lingkungan PLN tidak […]

  • Gubernur Viktor Tunjuk Ketua PWNU NTT Jadi Ketua Panitia Pesparani Nasional 2020

    Gubernur Viktor Tunjuk Ketua PWNU NTT Jadi Ketua Panitia Pesparani Nasional 2020

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT mengajukan dan menunjuk Ketua PWNU (Pegurus Wilayah Nahdlatul Ulama) NTT sebagai Ketua Panitia Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Nasional Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Kota Kupang. Hal itu merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan toleransi di NTT. “Saya usulkan dan tunjuk Ketua PWNU NTT […]

  • Mengapa Harus Ganjar Pranowo?

    Mengapa Harus Ganjar Pranowo?

    • calendar_month Kam, 1 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yoga E N Banyak orang netral di luar sana bilang siapa pun presidennya, kita bakal kerja pakai usaha sendiri dan lain sebagainya. Memang betul begitu. Bahkan ibu saya juga berseloroh “siapa pun presidennya, aku juga ga dapat bantuan karena memang sudah mampu cari makan sendiri” Kawan tidak semua orang senasib dengan kita, ada […]

expand_less