Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • visibility 411
  • comment 0 komentar

Loading

Sudah deal fee 10%, lalu bagaimana cara menyerahkan uang dalam jumlah besar? Transfer jelas tak mungkin. Inilah yang mau saya bahas. Bagian ini, bisa dikatakan seni korupsi paling menakjubkan, hanya ada di negeri ini.

Kalau kemarin kita bahas komitmen fee dari sisi “teori konspirasi warung kopi”, maka sekarang kita buka pintu ke ruang paling remang, cara uang itu diserahkan tanpa menimbulkan jejak digital. Ini bukan sekadar trik, lae. Ini karya seni. Kalau korupsi ada nominasi Piala Citra, bagian ini pasti menang kategori “Sinematografi Terbaik”.

Begini, tong! Transfer bank itu sudah bukan pilihan. Itu semacam mengirim surat cinta ke PPATK sambil nyelipkan nomor kamar hotel. Begitu angka mencurigakan muncul, PPATK langsung panggil KPK, KPK panggil jaksa, jaksa panggil wartawan, wartawan panggil tukang drone, habislah semuanya. Maka para pemain ini kompak, semua harus tunai, cash, gepok demi gepok, lembar demi lembar seperti adegan gangster tapi versi domestik.

Namun tentu saja, kontraktor tidak mungkin datang langsung ke rumah bupati bawa koper, ketuk pintu, lalu bilang, “Pak, ini jatah Bapak.” Terlalu norak. Terlalu gampang ditangkap. Terlalu memalukan kalau masuk berita. Maka muncullah tokoh paling penting dalam ekosistem ini, perantara tingkat dewa. Mereka ini bukan sembarang orang. Biasanya adik kandung, keponakan, ipar, ajudan, atau staf khusus yang kesetiaannya kadang lebih tinggi dari loyalitas pengawal kerajaan.

Kontraktor setor dulu ke perantara ini. Titik temu? Bisa di parkiran mall yang sudah gelap, kafe ujung gang, toko keluarga, atau lokasi “random terencana” seperti bagasi mobil yang ditinggal lima menit. Uangnya disamarkan, masuk kotak sembako, kardus isi durian, tas belanja, kardus bekas air mineral, pokoknya semua barang yang tidak akan bikin orang berpikir “wah, ini pasti uang haram”.

Setelah itu, distribusinya pindah ke jalur ninja. Kadang perantara serahkan ke bos besar malam-malam lewat pintu samping rumah. Kadang lewat vila, kadang di mobil, kadang disisipkan ke acara keluarga. Yang paling epik, amplop tebal masuk barisan angpau pernikahan, padahal penerimanya bukan mempelai tapi “petinggi pembangunan kabupaten”.

Jumlah besar tidak bisa diserahkan sekaligus. Fee miliaran itu dibagi tiga. Awal proyek, SPK, dan progres. Ada juga yang campur mata uang asing biar gepoknya enggak terlalu tebal. Dolar dan Singapura jadi sahabat dekat koruptor.

Yang lucu, meski cara mereka masih zaman batu, cash only, penegak hukum sudah naik level. KPK sekarang mainnya bukan cuma sadap telepon. Mereka pakai forensik digital, mobile forensic, audio forensic, sampai analisis metadata. Pesan “apel lima kilo sudah siap” bisa dianggap kode. Lonjakan gaya hidup perantara bisa jadi pintu masuk. Bahkan lokasi parkir mobil bisa dianalisis dari BTS. Koruptor main petak umpet, tapi yang nyari pakai satelit.

Contoh segar seperti kasus Bupati Lampung Tengah bulan kemarin, fee miliaran berputar lewat kerabat, sebagian cash, sebagian dolar. Disita di rumah, disita di mobil. Klasik, tapi efektif, buat KPK.

Pada akhirnya, seberapa halus pun mereka sembunyi, selalu ada satu momen bodoh, HP lupa dihapus, WA salah kirim, mobil parkir sembarangan, amplop jatuh di lantai. Di situlah rompi oranye memanggil nama mereka dengan penuh kasih.

Semoga ritual gelap ini segera punah. APBD itu harusnya buat rakyat, bukan buat “seni pertunjukan uang tunai tanpa jejak”. Kita tunggu hari ketika korupsi bukan lagi teater absurd, tapi fosil peradaban. Cuma, kapan waktu itu akan tiba? (*)

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belanja Pake B’Pung Mobile Bank NTT Dapat Voucher di Program J’Darrr

    Belanja Pake B’Pung Mobile Bank NTT Dapat Voucher di Program J’Darrr

    • calendar_month Kam, 14 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Dalam rangka memeriahkan HUT ke-60 Bank NTT tanggal 17 Juli 2022 mendatang, Bank NTT menyelenggarakan J’DaRrrrrr – Juli Dapat Rejeki yang diperuntukkan untuk nasabah setia Bank NTT. Bekerja sama dengan Radio Suara Kupang 96,00 SKFM, Tim Bank NTT akan mengunjungi tempat-tempat perbelanjaan dan melihat langsung nasabah yang melakukan transaksi pembayaran menggunakan […]

  • Siswa SMKN 1 & 3 Maumere Dapat Edukasi Fitur ‘PLN Mobile’

    Siswa SMKN 1 & 3 Maumere Dapat Edukasi Fitur ‘PLN Mobile’

    • calendar_month Jum, 21 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere, Garda Indonesia | Memperingati bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Januari hingga 12 Februari, PLN UP3 Flores Bagian Timur menyosialisasikan PLN Mobile dan bahaya listrik ke siswa-siswi dan guru di SMK Negeri 3 Maumere pada 14 Januari 2022 dan SMK Negeri 1 Maumere pada 15 Januari 2022. Di […]

  • Presiden Apresiasi Kinerja Gugus Tugas, Tenaga Medis, TNI/Polri Hingga RT/RW

    Presiden Apresiasi Kinerja Gugus Tugas, Tenaga Medis, TNI/Polri Hingga RT/RW

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Jokowi saat kunjungan ke Kantor Gugus Tugas Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pramuka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gugus Tugas di tingkat pusat sampai ke daerah, sampai tingkat desa, RT maupun RW. ”Dan […]

  • “Antrean Solar” PSI Minta Pemerintah Bongkar Skandal Distribusi BBM

    “Antrean Solar” PSI Minta Pemerintah Bongkar Skandal Distribusi BBM

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Faktanya telah terjadi antrean solar bersubsidi di beberapa daerah. Menurut laporan beberapa media, antrean panjang terjadi di Sulawesi Selatan, Lampung, Bengkulu dan Jambi. Bahkan mungkin masih terjadi juga di beberapa daerah lain. “Kalau menurut Pertamina bahwa pasokan solar bersubsidi itu cukup, mengapa masih terjadi antrean panjang di beberapa daerah? Ini kan […]

  • Jokowi Bersama Cucu Libur Lebaran di Bali

    Jokowi Bersama Cucu Libur Lebaran di Bali

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo beserta keluarga menghabiskan libur Lebaran di Provinsi Bali. Presiden beserta Ibu Iriana Joko Widodo mengajak anak beserta cucu melakukan wisata satwa di Bali Safari & Marine Park, Kabupaten Gianyar, pada Kamis, 5 Mei 2022. Presiden beserta keluarga tiba di Bali Safari & Marine Park pada pukul 12.32 WITA. […]

  • CSR Bank NTT Rumah Ibadah di Alor, Tokoh Agama Ucap Terima Kasih

    CSR Bank NTT Rumah Ibadah di Alor, Tokoh Agama Ucap Terima Kasih

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kalabahi, Garda Indonesia |Bank NTT menyatakan kepeduliannya terhadap pembangunan fasilitas peribadatan di Kalabahi, Kabupaten Alor. Penyerahan dana CSR kepada 2 (dua) tokoh agama dilakukan pada Kamis, 9 Juni 2022, bertempat di halaman Paroki Sta Maria Bunda Allah Zaitun-Mainang. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat diwakili Asisten III Setda NTT, Samuel Halundaka dan staf khusus gubernur, Prof […]

expand_less