Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TNI: Pembubaran Aksi Massa Pengibar Bendera GAM di Aceh Persuasif dan Sesuai Hukum

TNI: Pembubaran Aksi Massa Pengibar Bendera GAM di Aceh Persuasif dan Sesuai Hukum

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 30 Des 2025
  • visibility 284
  • comment 0 komentar

Loading

Freddy menyatakan pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada aturan hukum karena simbol tersebut dikaitkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI.

 

Lhokseumawe | Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan pembubaran aksi massa di Lhokseumawe, Aceh, dilakukan secara persuasif dan sesuai ketentuan hukum.

Pembubaran dilakukan karena massa membawa bendera bulan bintang yang diidentikkan dengan Gerakan Aceh Merdeka serta ditemukan senjata api dan senjata tajam.

Freddy menyatakan pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada aturan hukum karena simbol tersebut dikaitkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI.

Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 106 dan 107 KUHP, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, serta Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007.

Peristiwa itu bermula pada Kamis pagi, 25 Desember 2025 dan berlangsung hingga Jumat dini hari,26 Desember di Kota Lhokseumawe. Sekelompok massa melakukan konvoi dan aksi unjuk rasa dengan mengibarkan bendera bulan bintang serta meneriakkan seruan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Aksi tersebut dinilai rawan memicu reaksi publik, terutama di tengah proses pemulihan Aceh pascabencana.

Setelah menerima laporan, Danrem 011/Lilawangsa berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe dan mendatangi lokasi bersama personel TNI.

Aparat TNI dan Polri mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengimbau massa menghentikan aksi dan menyerahkan bendera. Karena imbauan tidak diindahkan, aparat melakukan pembubaran secara terukur dan mengamankan bendera untuk mencegah eskalasi.

Pada proses pemeriksaan, aparat menemukan satu pucuk pistol jenis Colt M1911 beserta amunisi dan senjata tajam. Seluruh massa kemudian diamankan dan diserahkan kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum. Koordinator aksi pun menyatakan kejadian tersebut hanya kesalahpahaman dan sepakat berdamai dengan aparat.

Freddy juga menyesalkan beredarnya konten dengan narasi yang dinilai tidak sesuai fakta dan berpotensi menyesatkan publik.

TNI mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. TNI bersama pemerintah daerah menegaskan akan terus mengedepankan dialog dan pendekatan humanis demi menjaga stabilitas keamanan Aceh.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panglima, Menhub & Kabasarnas Tuju ‘Last Know Position’ Sriwijaya Air SJ182

    Panglima, Menhub & Kabasarnas Tuju ‘Last Know Position’ Sriwijaya Air SJ182

    • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Panglima TNI Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Kepala Basarnas (Kabasarnas), Marsdya Bagus Puruhito; bertolak dari Posko Terpadu JICT 2 menuju lokasi dugaan kuat pesawat Sriwijaya SJ182 jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, kawasan Kepulauan Seribu, pada Minggu, 10 Januari 2021 sekitar pukul 07.30 WIB. […]

  • Sikap Etis

    Sikap Etis

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Saidiman Ahmad Dulu pernah ada pejabat publik yang sangat jujur dan berani. Namanya Baharuddin Lopa. Sebelumnya, yang juga terkenal lurus adalah Jenderal Polisi Hoegeng, Iman Santoso. Keduanya sudah wafat. Setelah keduanya, muncul Mahfud MD dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mahfud MD dan Ahok adalah dua pejabat publik paling berintegritas di Indonesia saat ini. Mereka […]

  • Menteri Yohana Berharap Rotary Indonesia Wujudkan Kesetaraan Gender

    Menteri Yohana Berharap Rotary Indonesia Wujudkan Kesetaraan Gender

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kondisi Indonesia yang masih didominasi budaya patriarki dinilai Menteri Yohana menjadi salah satu kendala besar dalam mewujudkan kesetaraan gender. Hal ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Distric Converence Rotary Indonesia di Jakarta, Jumat, 26 April 2019. “Gender equality adalah salah satu fokus pemerintah saat ini. Namun, […]

  • Aksi Donor Darah Lantamal VII Kupang didukung 100 Pendonor

    Aksi Donor Darah Lantamal VII Kupang didukung 100 Pendonor

    • calendar_month Jum, 14 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Dalam rangka menyambut peringatan HUT Ke-73 TNI Angkatan Laut, Komandan Lantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, S.H., mewakili institusi bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT menggelar kegiatan donor darah bertempat di Rumkital Samuel J. Moeda Lantamal VII Kupang, Jumat/14 September 2018. Komandan Lantamal VII Brigjen […]

  • Pindah Dana 200 Triliun dari BI ke Perbankan, Solusi atau Risiko?

    Pindah Dana 200 Triliun dari BI ke Perbankan, Solusi atau Risiko?

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa memicu reaksi pasar dan sorotan internasional. Dunia kini menunggu, apakah Purbaya mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Purbaya melecutkan kebijakan pemindahan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan pun menambah bahan perdebatan. Perspektif Purbaya, mekanisme baru ini bertujuan meningkatkan likuiditas bank, bukan […]

  • Radikalisme Kaum Intoleran Sudah di Depan Pintu Tapi Negara Masih Ragu

    Radikalisme Kaum Intoleran Sudah di Depan Pintu Tapi Negara Masih Ragu

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Penyerangan yang berujung tiga orang luka di Mertodranan, Pasar Kliwon, Kota Solo yang terjadi pada Sabtu, 8 Agustus 2020, bagi saya adalah letupan kecil dari rentetan peristiwa tragis yang akan berujung pada pusaran bom waktu yang akan membelah negeri ini. Pembiaran yang selalu berulang terjadi semakin menahbiskan suatu realita bahwa negara […]

expand_less