Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tokoh Papua: Ada 4 Akar Masalah Papua, Nomor 3 Patut Diwaspadai

Tokoh Papua: Ada 4 Akar Masalah Papua, Nomor 3 Patut Diwaspadai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Tokoh Papua Barat, Willy Hegemur menyebutkan ada 4 (empat) isu penting yang menjadi akar masalah di Papua yang patut disikapi secara bijak oleh pemerintah.

Willy menyatakan itu dalam acara dialog yang digelar oleh Solidaritas Pemuda Papua dan Ras Melanesia di gedung Balai Pustaka dengan tema ‘Merajut Kebersamaan NKRI Harga Mati’.

Menurut Willy, empat akar masalah Papua tersebut adalah soal diskriminasi dan marginalisasi masyarakat Papua, nasionalisme Papua, state crime and human violation, dan kecemburuan sosial.

“Keempat akar persoalan Papua ini harus disikapi dengan bijaksana oleh pemerintah, jika tidak ingin Papua lepas dari NKRI yang kita cintai ini,” ujar Willy, di gedung Balai Pustaka, pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Terkait isu diskriminasi dan marjinalisasi Papua, kata dia, pemerintah selama ini seakan acuh terhadap persoalan krusial ini.

“Padahal, kalau mau jujur, masalah diskriminasi dan marginalisasi ini telah lama dirasakan warga Papua, khususnya mereka yang berada di perantauan. Namun, pemerintah melihat persoalan ini sebelah mata,” tutur Sarjana Teknik itu.

Willy pun mengajak seluruh komponen bangsa untuk belajar banyak dari pengalaman diskriminasi di Afrika dan Amerika Serikat. Sebab, kata dia, dengan mempelajari pengalaman pahit itu, bangsa ini semoga terhindar dari persoalan serupa.

“Kita tidak ingin masalah diskriminasi ini terus berlarut di NKRI tercinta ini, cukuplah pengalaman pahit itu terjadi di Afrika dan Amerika, tapi jangan lagi di negeri tercinta ini,” cetusnya.

Masalah kedua yang tak kalah penting ialah soal Nasionalisme Papua. Menurutnya, pandangan Nasionalisme Indonesia memiliki pemaknaan berbeda dengan yang diyakini warga Papua.

“Jika nasionalisme yang digaungkan para pendiri bangsa adalah Nasionalisme Indonesia yang melingkupi tanah air dari Sabang sampai Merauke, maka yang dipahami masyarakat Papua, justru Nasionalisme Papua itu sendiri,” ucap tokoh Papua Barat itu.

Perbedaan persepsi inilah, ucap Willy, selalu menjadi gesekan yang berbuntut pada keinginan masyarakat Papua untuk menjadi sebuah bangsa sendiri dengan segala harkat dan martabat yang mereka yakini.

Persoalan ketiga, dan yang paling problematik, yakni tentang state crime and human right violation (kekerasan negara dan masalah hak asasi manusia di Papua – red).

Willy menjelaskan, kondisi kemanusiaan yang ada di Papua selama ini begitu mengenaskan. Ini disebabkan pendekatan negara yang terlalu mengandalkan cara-cara militerisme dalam menyelesaikan masalah di Papua.

“Pendekatan militeristis dalam menangani persoalan Papua justru menimbulkan masalah HAM yang cukup serius di Papua,” tandasnya.

Willy meminta kepada pemerintah agar menggunakan pendekatan yang lebih manusiawi dalam menyentuh konflik yang terjadi di Papua.

“Pemerintah harus menggunakan cara yang lebih halus dan lebih manusiawi agar tidak memicu konflik serius di tanah Papua,” ungkapnya.

Isu yang terakhir kata Willy adalah masalah kecemburuan sosial. “Faktor kecemburuan sosial menjadi penyebab meletupnya kerusuhan beberapa hari belakangan ini,” katanya.

Kecemburuan sosial ini, ujar Willy, dipicu oleh keabsenan negara, dalam hal ini Presiden Jokowi untuk mengunjungi beberapa daerah penting di Papua, seperti Fakfak.

“Presiden hanya mendatangi beberapa tempat dalam lawatannya, sementara di Fakfak tidak pernah dikunjungi. Ini juga yang melahirkan kecemburuan di masyarakat yang berujung pada kerusuhan di Fakfak beberapa waktu lalu, sebelum merembet ke yang lain,” pungkasnya.

Terakhir, Willy meminta kepada seluruh masyarakat yang mendiami Ibu Pertiwi ini agar mengakui dan menghargai ‘keberbedaan’ Papua, baik itu karena kulitnya, maupun seluruh identitas sosial-budaya yang melekat pada Papua.

“Kami hanya butuh diakui, saya bahkan bangga sebagai Negro-Indonesia. Apakah negara juga ikut bangga?” tutupnya.(*)

Sumber berita (*/HRS—Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiah Sepeda dari Jokowi di Bendungan Kuwil Kawangkoan

    Hadiah Sepeda dari Jokowi di Bendungan Kuwil Kawangkoan

    • calendar_month Kam, 19 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Minahasa, Garda Indonesia | Saat meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan, di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis, 19 Januari 2023, Presiden Joko Widodo memberikan kuis berupa sejumlah pertanyaan kepada siswa-siswi yang hadir di bendungan tersebut. “Pak Presiden mau bertanya pada anak-anak yang di sini. Bendungan ini namanya Bendungan apa? Yang bisa maju,” ucap Kepala […]

  • Tahun Baru Islam 1444 H, Polres Ende Lakukan Bakti Sosial

    Tahun Baru Islam 1444 H, Polres Ende Lakukan Bakti Sosial

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Ende, Garda Indonesia | Menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1444H atau 2022 Masehi, Polres Ende melaksanakan bakti sosial, membersihkan lingkungan Masjid Al-Ridwan dan menyantuni anak yatim, anak disabilitas dan kaum duafa yang menetap di sekitar kompleks Masjid Al-Ridwan pada Jumat 29 Juli 2022 pukul 08.30 WITA. Bakti sosial ini dihadiri pejabat utama Kabag SDM, […]

  • Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

    Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 15.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT. Sebelumnya, para peserta pelantikan diwajibkan melakukan swab antigen unruk memastikan […]

  • Disparitas Kemiskinan Antara Kota & Desa di NTT Masih Tinggi

    Disparitas Kemiskinan Antara Kota & Desa di NTT Masih Tinggi

    • calendar_month Sen, 16 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Disparitas kemiskinan antara Kota dan Desa di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tinggi. Hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS), profil kemiskinan di NTT meski menunjukkan tren menurun (September 2017 21,37% turun 0,03 persen point menjadi 21,35% di Maret 2018) namun jumlah penduduk miskin meningkat/naik sekitar 7,4 ribu dalam periode Sept 2017 […]

  • IMO-Indonesia Go International, 11 Negara Bakal Berlaga di ‘Rafting W2C Batu Balai’

    IMO-Indonesia Go International, 11 Negara Bakal Berlaga di ‘Rafting W2C Batu Balai’

    • calendar_month Ming, 6 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Bengkulu, Garda Indonesia | World Whitewater Championship (W2C) segera dihelat di Batu Balai, Sungai Bengkenang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Meski waktu pelaksanaan masih enam bulan mendatang, namun sudah puluhan klub dari 11 negara memastikan diri siap berlaga dalam kejuaraan terbuka arung jeram bertaraf internasional tersebut. Di antaranya adalah klub-klub andal dari Rusia, Republik Ceko, […]

  • Tiga Rumah Tuhan Gershom Soetopo

    Tiga Rumah Tuhan Gershom Soetopo

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh Dahlan Iskan Namanya Gershom Soetopo. Usianya 102 tahun. Pendiri Gereja Bethel Tabernakel. Pendeta unggul di Surabaya. Anaknya lima orang: semuanya jadi pendeta. Cucunya 11 orang. Semua jadi pendeta. Cicitnya 9 orang: masih kecil-kecil. Kalau semua cicitnya kelak juga jadi pendeta apa harus dikata. Mungkin satu-satunya di dunia. Sabtu lalu, Pendeta Gershom meninggal dunia. Saya […]

expand_less