Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Tradisi Potong Jari dan Awetkan Jenazah Suku Dani Papua

Tradisi Potong Jari dan Awetkan Jenazah Suku Dani Papua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
  • visibility 166
  • comment 0 komentar

Loading

Tradisi Papua yang unik ini mungkin adalah satu – satunya tradisi yang hanya bisa kita jumpai di Papua dan tidak ada di wilayah Indonesia yang lain. Tradisi potong jari ini adalah tradisi yang biasanya dilakukan oleh suku Dani di Lembah Baliem.

Pada tradisi ini, masyarakat suku Dani diharuskan untuk memotong salah satu jari tangan mereka setiap ada anggota keluarga mereka yang meninggal dunia sebagai tanda duka dan untuk mencegah kejadian-kejadian buruk yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.

Pemotongan jari tersebut dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mencegah ‘terulang kembali’ malapetaka yang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka.

Tradisi Potong Jari di Papua sendiri dilakukan dengan berbagai banyak cara, mulai dari menggunakan benda tajam seperti pisau, kapak atau parang.

Tradisi ini memiliki makna yang mendalam bagi Suku Dani:

• Jari merupakan simbol kerukunan, kesatuan, dan kekuatan dalam diri manusia dan keluarga.

• Perbedaan bentuk dan ukuran jari melambangkan keluarga yang saling melengkapi.

• Kehilangan jari melambangkan kehampaan dan kekuatan keluarga yang berkurang.

• Rasa sakit memotong jari mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan.

Tradisi potong jari Suku Dani Papua. Foto : istimewa/Viva.co.id

Tradisi ini telah diwariskan secara turun temurun, namun seiring perkembangan zaman, tradisi ini sudah mulai menghilang.

Tradisi lain Suku Dani

Suku Dani atau Hubula adalah sekelompok suku yang mendiami wilayah Lembah Baliem di Pegunungan Tengah, Papua Pegunungan, Indonesia. Pemukiman mereka berada di antara Bukit Ersberg dan Grasberg di Kabupaten Jayawijaya serta sebagian Kabupaten Puncak Jaya.

Tradisi mandi lumpur

Selain tradisi pemotongan jari, juga ada tradisi yang dilakukan dalam upacara berkabung. Tradisi tersebut adalah tradisi mandi lumpur. Mandi lumpur dilakukan oleh anggota atau kelompok dalam jangka waktu tertentu. Mandi lumpur mempunyai arti bahwa setiap orang yang meninggal dunia telah kembali ke alam. Manusia berawal dari tanah dan kembali ke tanah.

Tradisi Akonipuk (Mumi)

Suku Hubula mengawetkan jenazah tokoh penting dengan membentuk mumi yang disebut akonipuk (terj. Har. ’manusia yang dikeringkan’). Proses pengeringan ini menggunakan pengasapan, sege (tombak kecil), pisau tulang, dan kayu akasia (wip), dan ramuan tradisional.

Sebelum jenazah membeku dalam 3 (tiga) jam, mereka mengikat tubuh dalam posisi jongkok pada kayu yang sudah disiapkan. Lalu darah dikeluarkan dengan mengiris siku, paha, dan bagian ketiak. Isi perut dikeluarkan lewat dubur menggunakan sege.

Setelah dipersiapkan, jenazah tersebut diletakkan di atas bara api dari kayu akasia dan tanaman obat. Proses ini dilakukan setiap hari selama 3 bulan, sehingga jenazah mengering. Para lelaki yang terlibat dalam proses pengawetan tidak boleh keluar dari rumah khusus, mandi, atau terkena matahari karena dipercaya akan merusak mumi.

Setelah mumi selesai, upacara besar akan dilakukan dengan mengundang semua warga kampung-kampung sekitarnya. Untuk perawatan mumi dijemur sinar matahari saat pagi dan digosokkan lemak babi.(*)

Sumber (*/ejournal+Wikipedia)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Tetap Siaga dalam Cuaca Ekstrem dan Masyarakat Perlu Waspada

    PLN Tetap Siaga dalam Cuaca Ekstrem dan Masyarakat Perlu Waspada

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beberapa hal yang perlu diwaspadai masyarakat saat musim hujan, termasuk masalah kelistrikan. PLN Unit Induk Wilayah NTT sigap membenahi jaringan listrik yang roboh akibat hujan badai yang berlangsung sejak tanggal 3—4 April 2021. Masyarakat pun harus meningkatkan kewaspadaan saat banjir meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memadamkan listrik, jika rumah […]

  • Ultras Helat Diskusi Publik ‘Membaca Ulang 1,5 Tahun Kepemimpinan VBL – JNS’

    Ultras Helat Diskusi Publik ‘Membaca Ulang 1,5 Tahun Kepemimpinan VBL – JNS’

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Unity In Diversity (Ultras) sebagai organisasi sayap pendukung garis keras VBL – JNS, bertugas mendukung, memenangkan dan mengawal kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Josef Nae Soi (JNS). Ultras selalu ada hingga VBL- JNS menyelesaikan kepemimpinan bahkan jika diperlukan Ultras tetap eksis untuk mengawal program pembangunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Rumah BUMN PLN Support Festival Bale Nagi 2025

    Rumah BUMN PLN Support Festival Bale Nagi 2025

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Partisipasi Rumah BUMN Ende dalam Festival Bale Nagi tak hanya bertujuan mempromosikan produk UMKM Kabupaten Ende, namun juga membuka peluang bagi produk-produk unggulan binaan PLN untuk dikenal lebih luas.   Larantuka | Rumah BUMN Ende, sebagai wadah pengembangan UMKM Binaan PT PLN (Persero) UIW NTT, ikut berpartisipasi dalam pameran ekonomi kreatif yang dihelat pada Festival […]

  • Cerita Pilu Warga Demak Terdampak Banjir

    Cerita Pilu Warga Demak Terdampak Banjir

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Demak, Garda Indonesia | Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak tidak hanya meninggalkan genangan air, tetapi juga cerita keberanian dan harapan dari para korban banjir. Siti Maesaroh dan Sumartini adalah beberapa di antara banyak warga yang berbagi pengalaman mereka selama masa pengungsian. Siti Maesaroh, salah satu pengungsi banjir di SMK Ganesa Demak, Kabupaten […]

  • Program Kemitraan Masyarakat Politeknik Negeri Kupang Bantu Usaha Abon Ikan

    Program Kemitraan Masyarakat Politeknik Negeri Kupang Bantu Usaha Abon Ikan

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) dengan Program Kemitraan Masyarakat terus dan konsisten membantu usaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat dri Kemenristek Dikti untuk membantu usaha kecil. Kali ini yang memperoleh bantuan yakni usaha abon ikan yang dikelola oleh Filbert Sereh dan berlokasi di […]

  • Bareskrim Setop Selidiki Dugaan 1,3 Juta Data Bocor eHAC Kemenkes

    Bareskrim Setop Selidiki Dugaan 1,3 Juta Data Bocor eHAC Kemenkes

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri memutuskan untuk menyetop penyelidikan dugaan Data 1,3 juta data pengguna aplikasi electronic-Health Alert Card (eHAC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sempat diduga bocor. Penyelidikan dihentikan lantaran tidak ditemukan dugaan data kebocoran tersebut. “Penyelidikan tidak diteruskan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Selasa, 7 September 2021. Argo Yuwono menjelaskan Dittipidsiber Bareskrim […]

expand_less