Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Tunjang Pemasaran ‘Online’ Rumah Sasando, PNK Beri Bantuan Tahap Dua

Tunjang Pemasaran ‘Online’ Rumah Sasando, PNK Beri Bantuan Tahap Dua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 5 Sep 2020
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rumah Sasando yang dirintis oleh Almarhum Maestro Yeremias Aogust Pah di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali memperoleh bantuan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) berbasis Kearifan Lokal diberikan kepada industri kerajinan Alat Musik Sasando dan Topi Ti’ilangga dari Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Ristek BRIN) melalui Politeknik Negeri Kupang.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/08/28/rumah-sasando-di-oebelo-gapai-bantuan-pppud-dari-politeknik-negeri-kupang/

Kali ini, pada Sabtu, 5 September 2020 pukul 11.00 WITA—selesai, diserahkan bantuan tahap kedua berupa seperangkat alat multi media yang mencakup 1 (satu) unit laptop, 1 (satu) unit kamera, tripod, sound card, dan video card.

Sebelumnya pada Selasa, 27 Agustus 2019 lalu, Rumah Sasando menerima bantuan 10 (sepuluh) item barang pendukung aktivitas produksi berupa mesin pelubang sekrup; mesin potong sekrup; mesin pemintal senar; mesin jahit merek JUKI; mesin pemipih; mesin gergaji jigsaw; papan nama neon box; meja kerja; lemari pajangan; dan perkakas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Penyerahan bantuan PPPUD Ristek BRIN dari Tim Politeknik Negeri Kupang kepada Pengelola Rumah Sasando, Djitron Pah

Penyerahan bantuan PPPUD tersebut, sebagai bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat dari Ristek BRIN Tahun Anggaran 2020 dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Kupang (PNK) yang terdiri dari Fransisko Piri Niron, S.T., M.Si. Heni M Sauw, S.E., M.M. Nikson Fallo, S.T., M.Eng. Feny S. Eky, S.S., M.A. dan dibantu oleh 3 (tiga) mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Program Studi (Prodi) Teknik Komputer Jaringan yakni Bonaventura P Jemi, Stef Filmon K. Tenis, dan Chrisdea Anavida Tamimaesa Fanggi.

Ketua Tim PPUD dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Politeknik Negeri Kupang, Fransisko Piri Niron S.T., M.Si. kepada Garda Indonesia mengatakan, kali ini PPPUD lebih menyentuh produk pemasaran. “Sebenarnya, awal dari proposal kami untuk merenovasi rumah produksi, ketika kami datang (saat pandemi Covid-19, red) mendata apa saja renovasi yang bakal dilakukan; Djitron Pah (pengelola Rumah Sasando, red) mengeluh terkait menurunnya penjualan,” urainya.

Oleh karena itu, imbuh Kony Niron (sapaan akrabnya, red), untuk bantuan tahun kedua, kami berembuk dan memutuskan jenis bantuan dialihkan ke perangkat multimedia. “Jenis bantuan lain untuk mendukung pemasaran Rumah Sasando, berupa website yang bakal di-launching pada Oktober 2020,” urainya.

Mengenai apakah bakal ada kelanjutan bantuan PPUD tahun ketiga, tandas Kony, jadi seperti tahun pertama dari hasil penilaian reviewer menilai baik, maka ada bantuan di tahun kedua. “Begitu pun dengan tahun ketiga, jika penilaian baik, maka bakal ada bantuan,” bebernya.

Sementara itu, Djitron Pah selaku Pengelola Rumah Sasando menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ristek BRIN melalui Politeknik Negeri Kupang yang telah memberikan bantuan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ristek BRIN melalui Politeknik Negeri Kupang yang telah memberikan bantuan berupa seperangkat alat multimedia dan website, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, di mana saat pandemi Covid-19 yang melanda semua usaha, dan melalui alat-alat sangat memudahkan kami,” ucap penerus Maestro Sasando, Yeremias Aogust Pah ini antusias.

Ia pun mengidamkan dapat melakukan pemasaran secara online dengan menggunakan perangkat multimedia bantuan dari Ristek BRIN melalui Politeknik Negeri Kupang. Menurutnya, dalam situasi pandemi ini, lebih efektif jika penjualan hasil kerajinan berupa Sasando dan Topi Ti’ilangga dapat dilakukan secara online.

Dalam bincang-bincang, usai penyerahan bantuan dan memenuhi request lagu “To Love Sombody” dari Garda Indonesia, dengan piawai memetik senar Sasandonya, Djitron Pah juga mengutarakan gagasan agar dapat lebih mudah menjual kerajinan termasuk tersedianya layanan online berupa sekolah musik dan tutorial praktis memainkan alat musik Sasando yang berasal dari Pulau Rote tersebut.

Penulis, editor dan foto (+ rony banase)
Video oleh Mahasiswa Prodi Teknik Komputer Jaringan, Politeknik Negeri Kupang

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

    PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

    • calendar_month Sab, 10 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan sejumlah fasilitas umum pasca-Badai seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas umum seperti rumah sakit menjadi prioritas PLN untuk mendorong NTT segera bangkit. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah S K Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Y Halek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN […]

  • Polri Tangkap Youtuber Muhammad Kace, Diduga Nista Agama & Bikin Gaduh

    Polri Tangkap Youtuber Muhammad Kace, Diduga Nista Agama & Bikin Gaduh

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri menangkap YouTuber Muhammad Kace atas kasus dugaan penistaan agama. Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Asep Edi Suheri memimpin langsung penangkapan ini. Muhammad Kace ditangkap di wilayah Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, pada Selasa, 24 Agustus 2021. Selanjutnya Muhammad Kace langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Brigjen Asep Edi […]

  • Lomba Inovasi Daerah Libatkan Pemda, Tersedia Dana Penghargaan 168 Miliar

    Lomba Inovasi Daerah Libatkan Pemda, Tersedia Dana Penghargaan 168 Miliar

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Penerapan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru harus tetap dilaksanakan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan produktif dan aman dari potensi penularan Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Gugus Tugas Nasional untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan. Ini tidak hanya menjadi suatu peraturan yang harus dipatuhi namun menjadi […]

  • Angin Kencang di NTT Masih Berlangsung s.d Agustus 2019, Ini Penyebabnya

    Angin Kencang di NTT Masih Berlangsung s.d Agustus 2019, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Angin Kencang yang berlangsung sejak 31 Mei 2019 hingga kini belum menurun intensitasnya dan diperkirakan masih terus berlanjut hingga pada Agustus 2019. Hal ini disampaikan oleh Forcaster On Duty BMKG Metro El Tari Kupang (Prakirawan) Nanik Tresnawati pada Media Garda Indonesia pada Kamis, 6 Juni 2019 pukul 16.25 WITA “Untuk angin […]

  • Ombudsman Ungkap Alasan LLDIKTI Tak Validasi Ribuan Beasiswa PIP

    Ombudsman Ungkap Alasan LLDIKTI Tak Validasi Ribuan Beasiswa PIP

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    LLDIKTI hanya mengurus PIP Perguruan Tinggi yang dibiayai APBN. Sedangkan kabupaten yang hendak memberikan beasiswa kuliah seperti Kabupaten TTU sepenuhnya tanggung jawab daerah masing-masing.   Kupang | LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang bertugas menyelenggarakan layanan administratif dan dukungan teknis bagi perguruan tinggi. […]

  • Gubernur 2 NTT: “Moratorium TKI Untuk Benahi Bersama Pengiriman Tenaga Kerja“

    Gubernur 2 NTT: “Moratorium TKI Untuk Benahi Bersama Pengiriman Tenaga Kerja“

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Tenaga Kerja asal NTT yang mempunyai keinginan untuk bermigrasi melalui proses pengiriman tenaga kerja, harus sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Moratorium Pengiriman TKI/PMI yang dicanangkan dan dilaksanakan oleh Pemerintahan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi berdampak terhadap proses perekrutan, pelatihan dan pengirimanan tenaga kerja bersifat mengamankan dan mengawal proses pengiriman […]

expand_less