Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » UMKM di NTT Masih Individual & Lemah, Perlu Peningkatan Kapabilitas

UMKM di NTT Masih Individual & Lemah, Perlu Peningkatan Kapabilitas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 21 Jun 2021
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Sekitar 437.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyerap hampir 78 persen atau sebesar 1,5 juta tenaga kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 64,7 persen (sesuai data BPS). Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja usai even Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada Sabtu malam, 19 Juni 2021.

“UMKM sangat memiliki peran strategis di ekonomi NTT, dengan melihat kondisi tersebut, maka perlu Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder berkolaborasi menyatukan langkah sehingga UMKM dapat dikembangkan dengan baik dari sisi kelembagaan, kapabilitas, dapat bagaimana mereka dapat mengakses pembiayaan,” terang I Nyoman Ariawan Atmaja sembari mengungkapkan Dana PEN dari pemerintah yang disalurkan Bank Indonesia tahun 2021 sekitar Rp.51 Triliun.

Dana PEN Bank Indonesia bagi UMKM tersebut tak ada capping ‘dialokasikan’ untuk masing-masing provinsi, imbuh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, asalkan UMKM memenuhi syarat administrasi dan syarat assessment dari Perbankan, maka mereka dapat mengakses secara penuh. “Ini yang perlu kita siapkan. Dan beberapa kelemahan UMKM hasil interaksi kami selama 2 tahun yakni pertama dari sisi kelembagaan yang belum terbangun dengan baik sehingga UMKM masih bersifat individual dan belum menjadi kelembagaan yang kuat,” urai Nyoman Ariawan.

Kelemahan kedua, urai Nyoman Ariawan, terkait kapabilitas yang belum merata. “Jika dapat order ‘pesanan’ maka kuantitas dan kualitas tak dapat dicapai. Tak hanya itu, packaging  ‘pengemasan’ juga belum bagus, maka perlu penguatan dari sisi packaging sehingga layak menjadi oleh-oleh khas NTT,” ungkapnya seraya mencontohkan kemasan yang bagus punya La Moringa, Lewi’s Organics, dan La Bajo (3 dari 11 UMKM yang ikut serta dalam even Bangga Buatan Indonesia di Labuan Bajo)

Nyoman Ariawan pun membeberkan hasil survei Bank Indonesia, hampir 87 persen terdampak pandemi Covid-19 yang mana terjadi penurunan terhadap omzet. “Sehingga perlu didorong agar pemasaran bisa lebih bagus dan tepat sasaran,” katanya.

Kelemahan terakhir terkait pembiayaan, ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yang fokus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi ini pun menyampaikan bahwa dirinya telah duduk bareng selama 8 (delapan) bulan dengan OJK, DJPB, OPD.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat berbincang dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate saat Even Gernas Bangga Buatan Indonesia

“Belum ada yang siap secara kelembagaan maupun kapabilitas yang dapat mengakses dana pembiayaan dari pemerintah melalui Perbankan, kecuali di Perdagangan,” urainya seraya mengungkapkan sebelumnya pernah dijanjikan 300 Kelompok Ternak Sapi oleh Bupati Kupang, hingga saat ini hanya terdapat 17 kelompok yang telah dibiayai oleh Bank Negara Indonesia (BNI).

Lanjut Nyoman Ariawan Atmaja seraya menandaskan, “Bagaimana pertumbuhan ekonomi NTT bisa bagus di atas 5—7 persen, jika hal-hal tersebut tidak siap? Bagaimana jika pertumbuhan itu sustainable kalau sektor riil tak siap untuk diakseskan ke Perbankan? Itulah permasalahan utama kita di Nusa Tenggara Timur!”

Peningkatan Kapabilitas UMKM oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT

Guna menyikapi kondisi tersebut, beber I Nyoman Ariawan Atmaja, Bank Indonesia Perwakilan NTT menyiapkan beberapa langkah di antaranya:

Pertama, Kelas Online UMKM via zoom (juga berlaku umum, red) dengan kapasitas seribu orang setiap 2 (dua) minggu. “Namun, terkendala sinyal dan infrastruktur yang belum memadai di NTT,” urainya.

Kedua, BI YES (Young Entrepreneur School) dengan kelas Basic ‘Dasar’ dan Advance ‘Lanjutan’ yakni kelas khusus untuk membangun usaha dan mengembangkan usahanya yang telah ada.

Tak hanya itu, ucap I Nyoman Ariawan Atmaja, Bank Indonesia juga bekerja sama dengan berbagai instansi seperti BPOM untuk penyediaan Sertifikat Halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), dan PIRT. “Kondisi tersebut dapat mendukung UMKM dari sisi kelembagaan agar semakin kuat dan layak di pasaran,” harapnya.

I Nyoman Ariawan Atmaja dan Johny G Plate saat memperagakan simbol QRIS

Bank Indonesia pun, pungkas I Nyoman Ariawan Atmaja, duduk bareng dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DJPB, dan Biro Ekonomi Setda Provinsi NTT guna membangun “Pokja Pembiayaan” dengan target mendorong bank-bank untuk membiayai UMKM NTT melalui Pilot Project

“Jadi off taker kita siapkan, misalnya ternak sapi yakni Klik Daily akan siap mengambil seluruh produksi Sapi di NTT, dan Bank akan memberikan pembiayaan termasuk melakukan pendampingan terhadap kelompok ternak. Mengapa Sapi? Karena NTT terkenal dengan produksi Sapi, lalu Babi, dan Kambing. Dan kondisi ini sementara berjalan,” bebernya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPR RI dan BNN Akan Bersinergi Perangi Narkoba

    MPR RI dan BNN Akan Bersinergi Perangi Narkoba

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo siap membangun sinergi antara MPR RI dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sehingga, sosialisasi 4 Pilar MPR RI tidak hanya sekadar dilakukan dengan simposium maupun seminar saja. Melainkan juga ada aksi nyata, khususnya dengan BNN, dalam mencegah generasi muda terpapar Narkoba. Teror Narkoba kini telah masuk menjadi […]

  • Soal Salah Ketik UU Cipta Kerja, Mahfud MD: Tujuannya Baik, Patut Diperbaiki

    Soal Salah Ketik UU Cipta Kerja, Mahfud MD: Tujuannya Baik, Patut Diperbaiki

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi soal salah ketik yang terjadi pada UU Cipta Kerja, menurutnya kesalahan ada yang sifatnya klerikal dan ada yang sifatnya substansial, yang sifat klerikal jalurnya dibicarakan di DPR, kalau substansi ke Mahkamah Konstitusi. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/10/26/salah-ketik-typo-senjata-utama-tangkal-kritikan-publik/ Terlepas dari itu, menurutnya UU ini memiliki tujuan baik dan […]

  • Pastikan ‘Udayana Run’ Berjalan Aman dan Lancar, Kodam IX/Udy Helat TFG

    Pastikan ‘Udayana Run’ Berjalan Aman dan Lancar, Kodam IX/Udy Helat TFG

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Untuk memastikan pelaksanaan Lomba Lari Udayana Run 5K dan 10K yang dihelat pada Minggu, 18 Agustus di 2019 di Kuta Beach, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Maka berbagai langkah persiapan terus dimaksimalkan oleh Kodam IX/Udayana, termasuk menggelar Tactical Floor Game (TFG) TFG merupakan bagian dari sekenario […]

  • Pelantikan Anggota DPRD Belu PAW, Bupati : Jangan Cederai Kepercayaan Masyarakat

    Pelantikan Anggota DPRD Belu PAW, Bupati : Jangan Cederai Kepercayaan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya yakin dan percaya, bahwa saudara Kristoforus Rin Duka yang telah mengucapkan sumpah sebagai anggota DPRD Belu Pergantian Antar Waktu (PAW), masa jabatan tahun 2019—2024 adalah orang pilihan rakyat yang diyakini mampu menjembatani aspirasi dan kepentingan masyarakat Kabupaten Belu. Pergunakanlah kepercayaan ini dengan sebaik – baiknya, bertindak secara tulus, arif dan […]

  • Yasonna Laoly Mundur dari Jabatan Menteri Hukum dan HAM

    Yasonna Laoly Mundur dari Jabatan Menteri Hukum dan HAM

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Bersama ini mohon perkenan izin Bapak Presiden saya mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia terhitung mulai 1 Oktober 2019,” kata Yasonna dalam surat tertulisnya, Jumat, 27 September 2019. Yasonna Laoly mundur dari jabatannya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Pengunduran dirinya diteken […]

  • Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Loading

    Pria kelahiran Pulau Sabu, saat Natal 25 Desember 1906 di wilayah paling selatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, bernama lengkap Elisa Rame Herewila. Ia mengecap pendidikan di HIS Seba-Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian meneruskan pendidikannya hingga ke Makassar. Di sana, suami dari Juliana Dudu Hya ini pun ikut membentuk organisasi kebangsaan beranggotakan orang-orang […]

expand_less