Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Usai Bangun Huntara, Pemerintah Realisasi Bangun Hunian Tetap di Palu

Usai Bangun Huntara, Pemerintah Realisasi Bangun Hunian Tetap di Palu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Loading

Palu, Garda Indonesia | Sembilan bulan pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu dan sekitarnya, pemerintah kini mulai membangun hunian tetap untuk para korban yang terkena bencana. Untuk tahap awal, akan dibangun sejumlah 3.800 unit hunian tetap di 3 (tiga) lokasi yaitu Tondo, Duyu dan Pombewe.

“Saat ini penanganan bencana alam di Sulawesi Tengah telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan dua tahun ke depan. Fokus utama pada tahap ini adalah pembangunan hunian tetap bagi para pengungsi yang saat ini masih berada di tenda-tenda pengungsian maupun di Hunian Sementara,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Huntap dan Rapat Koordinasi Tahap Rehabilitasi – Rekonstruksi Penanggulangan Bencana Alam di Sulawesi Tengah, Senin, 1 Juli 2019

Pembangunan Huntap ini ditandai dengan peletakkan batu pertama di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

“Untuk pembangunan Huntap ini memang ada beberapa tahap, tidak bisa sekaligus maka dibangun 3.800 unit yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Tentu saja jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak, namun pemerintah terus berusaha memenuhi kebutuhan Huntap, baik yang didukung melalui dana APBN maupun pinjaman luar negeri,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Peletakan batu pertama oleh Menkopolhukam Wiranto

Menko Polhukam yang juga merupakan koordinator penanganan gempa di Sulteng ini berharap agar pembangunan Huntap ini tidak mangkrak. Menurutnya, hal ini justru harus menjadi rangsangan bagi Pemerintah Pusat, Daerah, dan yayasan kemanusiaan dan masyarakat untuk bersama-sama kembali membangun Palu.

“Untuk itu dibutuhkan koordinasi yang ketat dan kerja sama semua pihak, baik Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah maupun masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya agar Tahap Rehab-Rekon ini dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam juga mengajak peran serta masyarakat dan pengusaha lokal. Tujuannya adalah untuk memacu roda perekonomian daerah dan masyarakat, sekaligus untuk menumbuhkan “rasa ikut memiliki”, dan meminimalkan ekses-ekses negatif yang mungkin timbul.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga mengatakan, perhitungan sementara dibutuhkan sekitar 11 ribu unit hunian tetap. Namun, baru 3 ribu yang saat ini akan dibangun, sedangkan sisanya sekitar 8 ribu sedang memasuki tahap lelang.

“(kalau ada yayasan yang mau bantu) tinggal kurangi saja yang 8 ribu itu, kan nanti bertahap ada tahap 1 sampai 3. Tapi yang pasti lahan sudah ada, inikan baru sekitar 100-an hektare, dia bisa sampai 362 hektare. Nanti kita kerjakan 100 hektare dulu, bertahap sambil kita evaluasi dan hitung berapa kebutuhannya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, terdapat sekitar 11.788 hunian yang diperlukan masyarakat korban bencana alam di Palu, Donggala, dan Sigi. Jumlah itu masih bisa bertambah.

Saat ini masih banyak korban bencana alam di Palu, Donggala, dan Sigi yang tinggal di hunian sementara (huntara). Ada 699 unit huntara di 72 lokasi yang sudah selesai dibangun.

Dari 699 huntara, 288 berada di Kabupaten Palu, 221 unit di Sigi, dan 190 di Donggala. Huntara yang sudah dihuni masyarakat sebanyak 644 unit.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Bupati Sigi Irwan Lapata, Sekprov Sulteng Hidayat Lamakarate, Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, Dandim 1306/Donggala Letnan Kolonel Kav I Made Maha Yudhiksa, dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.(*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan salah satu kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai respons terhadap isu global kepunahan bahasa daerah. Pada tahun ini dua bahasa daerah ditambahkan dalam daftar bahasa yang direvitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang pada tahun sebelumnya 5 bahasa […]

  • Cegah Plat Nomor Palsu, Korlantas Kembangkan Chip dan QR Code

    Cegah Plat Nomor Palsu, Korlantas Kembangkan Chip dan QR Code

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korps Lalu Lintas Polri sedang mengembangkan pemasangan chip dan QR code pada plat nomor kendaraan bermotor guna memudahkan kepolisian memantau data kendaraan melalui kamera ETLE yang terpasang. “Kami sedang mengembangkan plat nomor dengan QR code dan chip untuk mengetahui plat nomor kendaraan itu asli atau palsu,” ujar Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi pada Selasa, 3 Januari 2023. Menurut Firman, […]

  • Mengapa Praktik Oligarki & Demokrasi Semu Tumbuh Membudaya?

    Mengapa Praktik Oligarki & Demokrasi Semu Tumbuh Membudaya?

    • calendar_month Sab, 10 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Sumarna, APN Ditjen Strahan Kemhan Pesatnya kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di era globalisasi sangat berdampak terhadap perubahan cara pandang dan pola pikir manusia, termasuk setiap WNI dalam menghadapi dinamika dan problematika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta kehidupan politik dan berdemokrasi yang dilandasi nilai-nilai ke-Indonesia-an berbasis legitimasi negara. Hingga saat […]

  • Para Calon Menteri Prabowo Terima Pembekalan di Hambalang

    Para Calon Menteri Prabowo Terima Pembekalan di Hambalang

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyebut calon-calon menteri Prabowo Subianto bakal kembali menerima pembekalan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah pada Jumat, 18 Oktober 2024. “Ya, nanti hari Jumat,” kata Budi Arie saat ditemui di sekitar gerbang depan kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dilansir Antara, Rabu […]

  • Pasca-demo 28—29 Agustus, Prabowo Dialog dengan Ormas

    Pasca-demo 28—29 Agustus, Prabowo Dialog dengan Ormas

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas persoalan bangsa secara menyeluruh.   Bogor | Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam Indonesia di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu petang, 30 Agustus 2025. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya […]

  • Sembilan Desa Masuk Kawasan Rawan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

    Sembilan Desa Masuk Kawasan Rawan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Hasil rekomendasi rapat di Pusdalops BPBD NTT itu antara lain terkait penanganan logistik dan koordinasi yakni penanganan logistik satu pintu oleh BPBD Provinsi, perlu transportasi khusus dan dispensasi BBM untuk distribusi bantuan.   Flores Timur | Pasca-erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan kolom abu vulkanik lebih dari 10 kilometer pada Selasa sore, 17 Juni 2025, maka […]

expand_less