Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Usai Bermitra Bank NTT, Perempuan di TTU Sarjanakan Anak

Usai Bermitra Bank NTT, Perempuan di TTU Sarjanakan Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
  • visibility 174
  • comment 0 komentar

Loading

Mama Yuliana Babu, usianya sudah mendekati senja. Kerutan di wajahnya seolah mengisahkan perjuangannya menghidupi keluarga kecilnya. Gerakannya gesit, dan sangat komunikatif saat diajak berdiskusi. Dia punya kisah sukses dan berdomisili di Desa Lemun, Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU).

Tanpa sungkan dia mengisahkan perjuangannya membina usahanya dari skala kecil, hingga kini. “Saya mulai usaha saya di tahun  2012. Saat itu saya produksi dan memasarkan dalam bentuk tradisional satu tahun kemudian, saya diajak Bank NTT mengikuti study banding di Malang,” ujarnya memulai diskusi pada Sabtu siang, 19 November 2022 di pusat penjualan UMKM Fularosa, Desa Eban.

Saat itu, juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Stenly Boymau sedang berkunjung ke sana untuk melakukan penjurian tahap kedua dan terakhir. Eban adalah satu dari empat desa lainnya di TTU yang menjadi peserta festival.

Bersama ibu-ibu lainnya, Mama Yuliana yang saat itu berkebaya biru tua dengan bawahan tais Timor,  tanpa sungkan menyampaikan pengalamannya berusaha. “Saya  buat berbagai macam kue,  keripik  pisang, keripik ubi dan lainnya. Suatu saat, saya dibawa oleh Pak Berty (Berty Nope, staf Bank NTT Cabang Kefamenanu) ke Malang untuk belajar tentang cara membuat keripik dan aneka usaha lain yang berkualitas,” jelasnya.

Ternyata itu adalah kali pertama dalam hidupnya bepergian dengan pesawat terbang. Di Malang-lah, dia belajar tentang kelebihan orang lain, lalu merombak cara kerjanya. “Kami bertemu dengan beberapa pelaku UMKM di sana yang juga buat keripik, mereka sudah pakai alat yang modern, irisan pisangnya sama dan pisang mereka pun besar-besar. Saya belajar di sana, sehingga sampai Eban, saya buat keripik yang kualitasnya sama. Tapi saya mau jujur, pisang di Timor sini enak-enak,” ujarnya tulus. Dia ke sana melakukan studi tiru mengenai pengolahan keripik, keripik talas, kacang telur, dan berbagai produk lainnya.

Bekal dari sanalah modal baginya sehingga kini usahanya semakin maju. “Usaha saya lebih berkembang, karena Bank NTT membantu kami dalam diklat, study banding, lalu packaging yang baik, bahkan Bank NTT memfasilitasi pembeli untuk datang dan belanja di kami,” jelas mama Yuliana lagi. Tanpa malu-malu, dia menambahkan bahwa Bank NTT sudah banyak membantu.

“Kami sangat senang, terlalu enak, karena mereka cari kasi kami pembeli,” imbuhnya tulus.

Kini usahanya sudah semakin berkembang, keripiknya diorder oleh banyak kalangan, begitu pula aneka kue. “Kami selalu puas karena jualan kami pasti laku. Bermitra dengan Bank NTT ini bagus karena setiap kali kalau ada pameran, kami dilibatkan. Barang-barang yang kami bawa selalu habis. Pokoknya habis semua,” ungkapnya.

Namun jangan dikira keberhasilannya saat ini datang dari proses yang mudah. Tidak. Dia memulainya dari bawah. Beberapa tahun lalu, dia  memiliki  seorang anak yang kuliah di Jogjakarta, dan sudah 3 (tiga) tahun tidak pulang ke kampung. Karena memang mereka tidak punya uang. Dan, tiga tahun pula mereka tidak pernah bertemu muka.

“Kami baru bisa bertemu saat saya dibawa ke Malang. Dibantu Bank NTT, anak saya datang dari Jogja, dan kami bertemu. Saya senang sekali,” ujar Mama Yuliana sosok yang tidak pernah lupa sejarah. Dia membukanya satu persatu, sembari berharap ada orang lain yang juga sukses melebihinya. Saat ini anaknya sudah menamatkan kuliahnya, dengan jurusan yang diambilnya bagus, tentang perbankan.

“Dia sudah pulang, belum dapat kerja sehingga bantu-bantu kami. Adik-adiknya yang lain juga sudah tamat sekolah, dan kami sudah agak ringan,” urainya masih dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya. Jika dulu, dia sering membuat kue, keripik dan aneka camilan lainnya yang dibawa  suaminya untuk jualan keliling kampung,

Kini, Bank NTT sudah menyiapkan sebuah pusat penjualan produk UMKM, namanya UMKM Fularosa, yang dibangun di atas tanah paroki setempat, tepatnya di Desa Eban, Miomafo Barat-TTU. Di lokasi inilah, ada harapan baru bagi mereka untuk menatap hari esok.

***

Eban memang memiliki koleksi perempuan-perempuan tangguh yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Tak hanya Mama Yuliana, melainkan ada juga Mama Serofina Kolo. Dia baru saja bergabung dengan Bank NTT, dalam sebuah program kemitraan.

Perempuan bertalenta ini jago meracik jamu, dan banyak yang sudah merasakan keampuhan tangan dinginnya. “Saya berusaha sejak tahun 2005, dan usaha saya itu adalah jamu jahe kunyit instan, kunyit putih, saya produksi Minyak Gosok Asli Mutis, fermentasi anggur dari buah pisang maupun kulitnya,” tuturnya saat ditemui di Eban, 19 November kemarin.

Jamu dan minyak gosoknya sangat berkhasiat, dan bahkan dia memiliki banyak pelanggan tak saja di Eban melainkan Kefa serta kota-kota sekitarnya. Karena itu, ke depan dia akan mengajukan pinjaman dengan nominal yang lebih besar lagi, untuk mendukung usahanya. “Usaha ini saya semakin besar, banyak yang cocok dengan ramuan ini sehingga dengan bantuan Bank NTT, saya akan kembangkan lagi,” tegasnya menambahkan, dia yakin kalau Bank NTT akan membantunya memasarkan produk-produk yang dihasilkannya.

“Anak saya tiga orang sudah tamat SMA karena usaha ini, sehingga ke depan saya akan ambil pinjaman lagi. Tahap pertama saya dikasi modal usaha Rp5 juta, lalu tambah lagi Rp.15 juta. Saya mau usaha saya ini berhasil sehingga saya akan ambil lebih besar lagi.”

Jangan ditanya bagaimana cara melunasinya. “Terlalu bisa,” ujarnya singkat. Dia pun tertawa lepas, disambut anggukan sobatnya, Mama Yuliana yang berada persis di sampingnya.

Kini, UMKM Fularosa yang dibangun oleh Bank NTT, menjadi media penampung berbagai produk UMKM warga desa. Romo Ignas Kabosu, Pr., Romo Frengky Atitus, Pr., Leonardus Kefi selaku perangkat desa Eban, dan Ketua BPD Yuniperus Anin serta Rince Nesi selaku Kepala Capem Eban, hari itu ikut men-support mereka.

Sumber (*/Humas Bank NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemen PPPA & Yayasan Sejiwa Edukasi PATBM tentang Parenting di Era Digital

    Kemen PPPA & Yayasan Sejiwa Edukasi PATBM tentang Parenting di Era Digital

    • calendar_month Rab, 6 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Persoalan anak merupakan persoalan multisektor, karena itu perlu disikapi secara serius, komprehensif melalui aktivitas yang terpadu. Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dikelola oleh sekelompok orang yang tinggal di desa/kelurahan sangat tepat untuk dikuatkan. Melalui PATBM, diharapkan terbangun suatu sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan yang aman, guna […]

  • Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Tinjau Tanggap Darurat Gempa Palu

    Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Tinjau Tanggap Darurat Gempa Palu

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Palu,gardaindonesia.id – Presiden Jokowi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono kembali meninjau langsung penanganan tanggap darurat di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Di Kota Palu, lokasi yang dikunjungi Presiden Jokowi yakni Rumah Sakit Darurat yang berada di Bandara Mutiara SIS AL-Jufri, Kelurahan Petobo, Hotel Roa-Roa dan […]

  • Siklon Tropis Lili di Laut Timor, Berpotensi Ancaman Cuaca Ekstrim

    Siklon Tropis Lili di Laut Timor, Berpotensi Ancaman Cuaca Ekstrim

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Siklon Tropis Lili tumbuh di wilayah Laut Timor. Siklon tropis ini menimbulkan ancaman cuaca ekstrim di wilayah Indonesia Timur dan Timor Leste Pada Kamis, 9 Mei 2019 pukul 10.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S mengalami penguatan signifikan sehingga BMKG menyatakan bibit siklon tropis tersebut […]

  • Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Panglima Tentara Malaysia

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Panglima Tentara Malaysia

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) Jeneral Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 7 Februari 2020. Kunjungan kehormatan Panglima ATM di Mabes TNI didahului dengan meninjau Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI […]

  • “Srikandi Sungai Indonesia“ Edukasi Warga Wardo Sadar Lingkungan Sungai

    “Srikandi Sungai Indonesia“ Edukasi Warga Wardo Sadar Lingkungan Sungai

    • calendar_month Rab, 3 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Wardo-Biak,gardaindonesia.id – Sungai Wardo bagi masyarakat di Kampung Wardo, Distrik Biak Barat, Kabupaten Biak Numfor dan sekitarnya merupakan salah satu sumber penghidupan. Banyak aktivitas kehidupan warga dilakukan di dan dibantu oleh sungai, seperti mencuci, mandi, jalur transportasi dan aktifitas dasar lainnya. Disamping indah dan teduhnya lingkungan sungai, namun pemanfaatan Sungai Wardo belum maksimal. Melihat kondisi […]

  • Menhub Budi Beber Kronologis Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air SJY182

    Menhub Budi Beber Kronologis Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air SJY182

    • calendar_month Sab, 9 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama stakeholder terkait seperti Basarnas, KNKT, Angkasa Pura II, Airnav Indonesia, Sriwijaya Air, TNI POLRI, dan stakeholder terkait lainnya, menyampaikan kronologis sementara peristiwa hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/01/09/serpihan-pesawat-sriwijaya-air-sj182-jakarta-pontianak-ditemukan/ “Kami bersama Ketua KNKT, […]

expand_less