Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Human Trafficking » Selundupkan Manusia; Berhadapan dengan Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi

Selundupkan Manusia; Berhadapan dengan Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 18 Sep 2018
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT,gardaindonesia.id-Moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan. Paling lambat akhir Oktober, tim akan berangkat ke Malaysia untuk melakukan sensus TKI asal NTT,sebut Gubernur 2 NTT, Drs.Josef Nae Soi,M.M.

“Tidak boleh main-main lagi. Siapapun yang menyelundupkan manusia NTT akan berhadapan dengan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi,” tegas Josef Nae Soi saat menerima Rombongan Komite III DPD RI di Ruang Rapat Gubernur Sasando,Senin/17 September 2018. Kunjungan Komite III yang terdiri tujuh anggota DPD itu bertujuan untuk Menginventarisasi Materi Penyusunan Pengawasan Atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran di Indonesia.

NTT sudah sangat kritis dengaan masalah tenaga kerja migran ini. Sampai dengan bulan Agustus, tercatat sudah ada 71 mayat TKI asal NTT yang dikirim pulang. “Saya bersama Gubernur Viktor telah membicarakan hal tersebut secara serius dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda),“jelas Gubernur 2 NTT, Josef Nae Soi.

“Kami sudah meminta Forkopimda untuk menindak tegas siapa pun. Sekali lagi; siapa pun yang terlibat dalam masalah ini. Kami akan tegas karena ini menyangkut nyawa manusia. Satu nyawa saja, tidak boleh lagi, “tegas Josef Nae Soi.

Lanjut Josef, langkah moratorium tenaga kerja akan diikuti dengan langkah-langkah teknis. Kami akan segera ke Malaysia untuk melakukan sensus TKI asal NTT baik legal maupun ilegal. Dubes RI untuk Malaysia serta Wakil Menteri dan Menteri Dalam Negeri Malaysia sudah dihubungi terkait hal tersebut.

“Selama ini, data yang ada pada kita berbeda-beda dari setiap instansi. Paling lambat akhir Oktober ini, saya bersama rombongan ke Malaysia. Kami sudah telpon Menteri Dalam Negeri Malaysia agar dapat bantu dan fasilitasi kita untuk mengunjungi rumah-rumah TKI asal NTT. Supaya kita punya data pasti, ” jelas penasehat Menteri Hukum dan HAM itu.

Menurut Josef, tenaga kerja asal NTT yang ilegal akan diajak untuk kembali ke NTT. Langkah ini akan diikuti dengan pembukaan lapangan kerja dan peningkatan sumberdaya manusia lewat pelatihan dan pendidikan.

“Untuk yang legal dan masih mau bekerja di sana, kami akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Malaysia. Prinsipnya,semua Perjanjian Kerja (PK) mereka bersama perusahaan pengirim harus sepengetahuan kami agar mudah dipantau, ” pungkas Josef.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite III DPD RI sekaligus Ketua Rombongan, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi,MARS, menyatakan Komite III selama beberapa tahun terakhir melakukan pengawasan pelaksanaan pekerja migran dari hulu ke hilir.

“Hasilnya, 80 persen persoalan pekerja migran bersumber pada tata kelola di hulu. Karenanya, kami apresiasi dan mendukung komitmen pemerintah provinsi NTT untuk moratorium sambil membenah pengelolaan pengiriman TKI asal NTT. Kita juga perlu fokuskan diri pada kondisi pekerja migran yang rentan, ” jelas senator asal Sulawesi Tenggara tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Bruno Kupok, dalam laporannya mengungkapkan, TKI asal NTT banyak memilih Malaysia sebagai daerah tujuan kerja.

“Dari tahun 2016 hingga September 2018 ada sekitar 5.007 orang. Jumlah ini belum termasuk yang berangkat secara non prosedural, ” jelas Bruno.

Hadir dalam kesempatan tersebut 7 (tujuh) anggota komisi III DPD RI, staf ahli komite III, staf sekretariat DPD RI, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kupang, Kepala Biro Humas NTT, perwakilan dari Asosiasi Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTT, dan perwakilan dari Perlaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). (*/humas)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Bumi Tektonik M3.3 Guncang Alor, Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa Bumi Tektonik M3.3 Guncang Alor, Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Minggu,11 Agustus 2019 pukul 22:04:22 WITA, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Alor, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 38 km TimurLaut Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan kedalaman 10 km. Hasil analisis BMKG menunjukan bahwa gempa bumi terjadi dengan kekuatan M=3.3 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 8.05 LS dan […]

  • Sinyal Positif dari Perindo NTT ke Maballa dan Mahoro di Pilkada Sabu Raijua

    Sinyal Positif dari Perindo NTT ke Maballa dan Mahoro di Pilkada Sabu Raijua

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) NTT, Jonathan Nubatonis di hadapan Calon Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke (Maballa); menyatakan dukungannya saat pertemuan dalam suasana keakraban pada Selasa malam, 8 September 2020. Di hadapan Calon Petahana yang diusung oleh Partai NasDem dan PKB ini, Jon Nubatonis (sapaan akrabnya, red) menyatakan bentuk […]

  • Lebaran 2024, Ganjil-Genap Arus Mudik Berlaku Mulai 5 April

    Lebaran 2024, Ganjil-Genap Arus Mudik Berlaku Mulai 5 April

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korlantas Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas ganjil-genap mulai Jumat, 5 April 2024 pukul 14.00 di ruas tol Jakarta Cikampek (Japek) hingga Tol Kalikangkung Semarang. Selain itu, contraflow dan oneway akan mulai diberlakukan di jam yang sama. Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk selalu memperhatikan plat […]

  • Anak 7 Tahun asal Rote Ndao Sembuh Covid-19,Total Sembuh di NTT 28 Orang

    Anak 7 Tahun asal Rote Ndao Sembuh Covid-19,Total Sembuh di NTT 28 Orang

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Clara, anak perempuan berusia 7 tahun asal Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dinyatakan sembuh oleh Tim Medis Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT. Kabar gembira atas kesembuhan Clara diperoleh melalui surat yang disampaikan oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao pada […]

  • Antisipasi Badai Siklon Tropis, Pemkot Kupang Helat Rapat Koordinasi Virtual

    Antisipasi Badai Siklon Tropis, Pemkot Kupang Helat Rapat Koordinasi Virtual

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi prakiraan BMKG terkait penemuan potensi pembentukan pola pusaran angin, yang dapat meningkat menjadi suspect area potensi bibit siklon tropis dan peringatan dini terkait dampak hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan di beberapa wilayah termasuk Kota Kupang. Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/12/22/siklon-tropis-terdeteksi-waspada-hujan-lebat-angin-kencang-pada-22-24-desember-di-wilayah-ntt/ […]

  • RD Gusty Nesi: “Orang Muda Katolik ‘OMK’ Harus Berani Bersakit-Sakit Dahulu!”

    RD Gusty Nesi: “Orang Muda Katolik ‘OMK’ Harus Berani Bersakit-Sakit Dahulu!”

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Berakit- rakit dahulu, berenang- renang kemudian. Bersakit- sakit dahulu bersenang- senang kemudian. Artinya, untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan, orang harus berani menderita dulu, orang harus berani sengsara dulu. Orang harus berani pikul salib dulu, orang harus kerja keras dulu baru kemudian merasakan kebahagiaan,” demikian penggalan kotbah RD Agustinus D. Nesi. Kotbah […]

expand_less