Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » HAN 2020, Kemen PPPA Serahkan Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Anak

HAN 2020, Kemen PPPA Serahkan Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Jul 2020
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | “Hari Anak Nasional tahun ini mengangkat tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Artinya ini harus berlaku bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali bagi anak-anak yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang ini,” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga saat menyerahkan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak pandemi Covid-19 di Bantar Gebang.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2020 Menteri Bintang menyerahkan hampir 2.000 paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak pandemi Covid-19 di 2 (dua) lokasi, yakni Bumi Perkemahan (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur sebanyak 700 paket dan TPST Bantar Gebang, Bekasi sebanyak 1.000 paket. Sementara di Depok, Jawa Barat, Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu secara simbolis menyerahkan sebanyak 228 paket. Selain wilayah Jakarta dan Jawa Barat, penyerahan paket kebutuhan spesifik anak juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

“Dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2020, kami memberikan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak pandemi Covid-19. Selain di tiga titik, pembagian paket spesifik ini juga serentak dilakukan seluruh Indonesia melalui Dinas PPPA di daerah,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Menteri Bintang menuturkan sasaran utama pemberian paket kebutuhan spesifik ditujukan bagi kelompok rentan yang terdapat dalam satu keluarga dan terdampak pandemi, terutama pada keluarga pra-sejahtera. “Dalam momentum HAN, seluruh anak Indonesia harus turut merasakan kebahagiaan, termasuk dalam hal pemenuhan gizinya. Untuk mewujudkan hal ini, kita semua harus bergandengan tangan, baik pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media, ” ujar Menteri Bintang usai melepas Komunitas Off Road untuk mendistribusikan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak di Cibubur.

Penyerahan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak Covid-19 di Cibubur diserahkan melalui Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang terdiri dari anak yatim, anak dhuafa, dan anak pengupas kerang. Bantuan juga disalurkan melalui Komunitas Off Road.

Koordinator Komunitas Off Road, Johan Susmono mengatakan akan mendistribusikan 400 paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak ke 5 (lima) kabupaten di Jawa Barat. Mereka berusaha mendistribusikan paket pemenuhan ini karena kepedulian terhadap isu stunting.

“Bayangkan, pada kondisi normal saja cukup sulit untuk memenuhi asupan gizi anak, apalagi di masa pandemi ini. Hal ini merupakan salah satu contoh sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk memenuhi gizi pada anak,” tutur Johan.

Menteri Bintang Puspayoga saat menyerahkan paket bantuan kepada anak yatim, anak dhuafa, dan anak pengupas kerang.

Usai menyerahkan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak pandemi Covid-19 di Cibubur, Menteri Bintang kemudian menyerahkan paket yang sama ke pemukiman di TPST Bantar Gebang, Bekasi. Bantuan langsung diberikan Menteri PPPA kepada anak-anak pemulung yang bermukim di sekitar TPST.

Menteri Bintang menekankan jika setiap anak harus mendapat perhatian yang sama dan komitmen pemerintah daerah juga sangat penting di dalamnya. Menteri Bintang juga meminta agar seluruh stakeholder memberi perhatian yang sama kepada seluruh anak dalam hal pemenuhan hak-hak anak, mulai dari hak pendidikan, tumbuh kembang hingga perlindungan.

“Bagi kami (pemerintah), semua anak akan mendapat perhatian yang sama. Terkait pemberian bantuan ini, tentu kami akan memprioritaskan sasaran ke mana bantuan itu akan diberikan, salah satunya anak-anak di TPST Bantar Gebang. Anak-anak di komunitas Bantar Gebang ini mengalami kerentanan ganda, dari sisi ekonomi dan juga pendidikan, apalagi dari sisi tumbuh kembang anak terutama kebutuhan makanan yang bergizi. Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama ,” tutur Menteri Bintang.

Permasalahan yang dialami keluarga dan anak-anak di TPST Bantar Gebang pada kenyataannya memang sangat kompleks. Hal ini dituturkan Pengurus Yayasan Dinamika Indonesia, Ahmad Marzuki sebagai pengelola pendidikan bagi anak-anak pemulung di TPST Bantar Gebang. Ahmad menjelaskan jika berbagai hak anak, mulai dari pendidikan, identitas, dan kesehatan anak-anak di pemukiman belum terpenuhi.

“Mayoritas penduduk ini adalah pendatang. Banyak di antaranya tidak memiliki kelengkapan berkas kependudukan dan akta kelahiran anak. Untuk pendidikan, sebagian besar anak bersekolah namun biasanya berhenti setelah lulus SMP karena kendala biaya dan akses transportasi ke sekolah. Mereka lebih memilih bekerja ikut orang tua mencari uang. Akses mereka ke layanan kesehatan juga cukup jauh. Jadi, memang upaya ini butuh perhatian bersama,” jelas Ahmad.

Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu kepada menyerahkan bantuan kepada salah satu koordinator penerima paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak

Sementara itu di Depok, sebanyak 228 paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak diberikan secara simbolis oleh Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu kepada salah satu koordinator penerima paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak, Arist Merdeka Sirait. Paket pemenuhan kebutuhan spesifik diberikan bagi komunitas anak-anak pemulung, pengamen, dan ondel-ondel jalanan.

“Selama pandemi Covid-19, kami cukup sulit mendapatkan susu, biskuit, dan sereal, karena masih banyak toko-toko kelontong di sekitar rumah yang tutup. Saya merasa senang dan berterima kasih kepada Kemen PPPA yang memberikan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak kepada saya dan teman-teman saya yang lainnya. Di Hari Anak Nasional kali ini, saya berharap kekerasan terhadap anak semakin berkurang. Semoga para orang tua dan masyarakat juga lebih peduli terhadap pendidikan dan perlindungan terhadap anak,” ujar salah satu anak penerima paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak, Ovi (13).

Penyerahan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah seperti Kementerian Sosial melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Kementerian Hukum dan HAM melalui Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) hingga dunia usaha.(*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Sinode GMIT Dilatih Olah Ikan Jadi Komoditas Unggulan

    Perempuan Sinode GMIT Dilatih Olah Ikan Jadi Komoditas Unggulan

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Pelatihan ini mengolah sumber daya lokal berupa ikan menjadi komoditas unggulan yang dapat diduplikasi kepada rayon masing-masing gereja. Pantauan media ini, mereka terlihat antusias hingga berebutan mengambil porsi olahan ikan menjadi bakso, nugget, dan abon.   Kupang | Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT berkolaborasi dengan Sinode GMIT menghelat pelatihan bagi sekitar 20 (dua […]

  • Listrik Andal Saat Ramadan & Idul Fitri, PLN Siaga 2.300 Posko dan 82.690 Personel

    Listrik Andal Saat Ramadan & Idul Fitri, PLN Siaga 2.300 Posko dan 82.690 Personel

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) menyiagakan sekitar 2.300 posko siaga kelistrikan dan 82.690 personel guna menjaga pasokan listrik aman dan andal selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Kesiagaan PLN ini tercermin melalui apel siaga kelistrikan Ramadan dan Idul Fitri 1444 H yang dihelat di Jakarta pada Rabu, 5 April 2023. Direktur […]

  • Terdampar di Rote, 13 Imigran Irak Didetensi di Rudenim Kupang

    Terdampar di Rote, 13 Imigran Irak Didetensi di Rudenim Kupang

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 13  Imigran asal Irak (3 di antaranya anak-anak, red) yang ditemukan terdampar di perairan pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya diserahkan kepada Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang untuk didetensi pada Sabtu, 17 Desember 2022. Adapun ke-13 Imigran asal Irak berinisial MKH (Lk-56), IIH (Pr-39), BMK […]

  • Penantian 81 Tahun, Warga Tiga Desa TTU Dapat Jaringan Listrik PLN

    Penantian 81 Tahun, Warga Tiga Desa TTU Dapat Jaringan Listrik PLN

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Uji kelayakan merupakan tahapan krusial untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan yang dibangun aman dan sesuai standar sebelum dialiri arus listrik ke rumah-rumah warga.   Kefa | Semangat Tahun Baru 2026 terasa begitu spesial bagi warga di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Penantian panjang warga untuk menikmati akses energi listrik […]

  • Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Gagap Baca Teks UUD 1945

    Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Gagap Baca Teks UUD 1945

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Tokoh lokal itu disebut sering membantu warga sejak lama, bahkan sebelum menjadi anggota dewan. Popularitasnya di masyarakat membuat Hariman meraih suara terbanyak di internal Partai NasDem Pasangkayu.   Pasangkayu | Sebuah video dari upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Pasangkayu, Sulawesi Barat, menjadi viral di media sosial. Pada video itu, Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, […]

  • 70.802 Warga Belum Rekam KTP-El; Dispendukcapil Jemput Bola

    70.802 Warga Belum Rekam KTP-El; Dispendukcapil Jemput Bola

    • calendar_month Sel, 30 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang,gardaindonesia.id | 21,73% warga Kota Kupang atau sekitar 70.802 warga belum melakukan perekaman KTP Elektronik (KTP-El) dari total 325.826 warga Kota Kupang yang telah berhak memperoleh KTP, sedangkan 255.024 jiwa (78,27%) telah melaksanakan perekaman KTP-El. Kadis Dispendukcapil Kota Kupang, David Mangi melalui Kabid PIAK (Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan), Angela Tamo Inya,S.IP. kepada media ini […]

expand_less