Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Vaksin Gratis

Vaksin Gratis

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 18 Des 2020
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Dahlan Iskan

Yang gratis memang menyenangkan. Apalagi yang bilang gratis seorang presiden: Pak Jokowi. Beliau menegaskan vaksin Covid-19 nanti gratis. Untuk seluruh rakyat Indonesia. Kita, kelihatannya, tidak mau kalah dengan Singapura.

Dulu, saya pikir, akan ada dua jalur vaksin: gratis dan berbayar. Yang gratis adalah untuk yang tidak mampu. Sedang yang mampu harus membeli sendiri. Saya pun sempat membayangkan: yang gratis itu harus lewat BPJS kesehatan. Sekaligus membangun sistem agar BPJS kita mendapat momentum untuk memperkukuh diri.

Untuk itu BPJS harus bekerja sama dengan Biofarma Bandung –sebagai produsennya. Kita memimpikan BPJS harus semakin kuat. Sebagai andalan kita untuk menangani sistem kesehatan nasional yang kuat. Sedang untuk yang berbayar saya membayangkan akan diserahkan ke Kimia Farma dan perusahaan farmasi swasta. Pemerintah tinggal mengatur impornya dan menetapkan harga jual tertingginya.

Saya mengikuti apa yang terjadi di Tiongkok. Di sana juga ada jalur berbayar. Harganya, dua kali suntik, 65 USD. Atau sekitar Rp.800.000. Kalau di Indonesia disediakan jalur berbayar rasanya harga Rp 1 juta masih akan laris. Setidaknya, dari 300 juta rakyat kita, 50 juta orang mampu untuk membayar Rp.1 juta itu. Negara hemat Rp.50 triliun.

Tapi pikiran saya itu bubar. Presiden sudah menegaskan semuanya gratis.

Maka pertanyaan yang muncul setelah itu adalah: bagaimana cara menggilir yang gratis itu. Semua kita rela kalau tenaga medis dan pendukungnya mendapat giliran pertama. Setelah itu akan muncul problem keadilan. Saya membayangkan pemerintah lagi sibuk mengatur pengelompokan masyarakat yang begitu banyak.

Memang persoalan terbesar bukan itu. Yang paling sulit adalah bagaimana Indonesia bisa dapat membeli vaksin itu dalam jumlah yang cukup. Kapasitas pabrik vaksin tentu terbatas –dibanding kebutuhan. Apalagi yang sudah pasti mendapat izin baru Pfizer, Amerika yang memiliki dua pabrik: di Michigan dan Belgia.

Sedang Moderna, Sinovac, dan Sinopharm segera menyusul –hampir pasti.

Yang made in Rusia kelihatannya hanya untuk di sana. Sementara yang buatan Australia –dari University of Queensland– sudah resmi tidak diizinkan. Program vaksinnya sudah dibatalkan tiga minggu lalu. Yakni setelah diuji coba ternyata menimbulkan efek samping yang berbahaya. Yakni justru muncul seperti penyakit HIV.

Padahal saat ditemukan universitas itu sudah gegap gempita. Sebagai universitas yang terdepan dalam upaya penyelamatan umat manusia.

Kita sendiri masih menunggu hasil uji coba tahap 3 vaksin Sinovac di Bandung, yang laporannya akan selesai dikerjakan akhir bulan ini. Laporan itu tidak bisa dilekaskan. Bisa lebih 10.000 lembar. Laporan mengenai satu orang relawan saja bisa lima sampai 10 lembar. Padahal relawannya 1.600 orang.

Karena itu, ketika akhir bulan ini laporan itu dikirim ke BPOM, instansi ini harus mengkajinya. Sebelum memberikan izinnya.

Berapa lama BPOM mempelajari ribuan lembar laporan hasil uji coba itu?

Di Amerika, juga sama. Laporan hasil uji coba Pfizer dimasukkan ke FDA menjelang liburan ”hari raya kalkun” (Thanksgiving). Orang-orang FDA tidak libur. Mereka, tulis Huffington Post, makan daging kalkun sambil membaca laporan uji coba vaksin. Itulah yang membuat izin di Amerika begitu cepat keluar. Senin kemarin para perawat di semua negara bagian sudah mulai vaksinasi. Demikian juga perawat di rumah-rumah jompo.

Akhirnya tetap Inggris dan Amerika yang jadi pelopor vaksinasi.

Inilah vaksinasi tercepat dalam sejarah manusia. Kurang dari setahun setelah pandemi mulai terjadi. Itu karena pandemi ini memang dahsyat. Semua daya dikerahkan habis-habisan.

Juga karena ada orang bernama Donald Trump. Yang sedang menjabat presiden Amerika. Yang membentuk operasi khusus: Operation Warp Speed. Ia memutuskan memberi uang Rp.150 triliun kepada pabrik-pabrik obat yang sanggup menemukan vaksin.

Tapi, yang terpenting adalah para ilmuwan: mereka tidak harus bekerja mulai dari nol.

Saat SARS meledak di Tiongkok, mereka sudah giat melakukan penelitian. Bahkan sudah menemukan kuncinya. Hanya saja penelitian itu berhenti di tengah jalan. SARS dengan cepat dipadamkan. Tiongkok, waktu itu, di-lockdown total.

Untungnya SARS belum menjalar secara luas. Di Amerika hanya ditemukan 8 orang yang terkena SARS. Ketika MERS meledak di Timur Tengah juga cepat diatasi.

Maka urgensi memproduksi vaksin virus corona tidak ada lagi. Kalau perusahaan obat memaksakan diri untuk memproduksinya, siapa yang membeli. Mereka dibayangi kerugian besar. Lebih baik tidak jadi diproduksi.

Tapi para ilmuwan sudah menemukan RNA messenger. Mereka juga sudah tahu virus corona hanya bergerak di protein DNA. Bahkan mereka sudah menemukan bagaimana membuat ”virus tiruan” yang bisa ”dipakukan” di protein DNA.

Dengan demikian RNA messenger bisa ”mengajar” cell untuk melahirkan imun sebagai senjata untuk melumpuhkan ”virus tiruan” itu.

Sudah begitu jauh ilmuwan memetakan virus korona. Maka ketika muncul virus korona baru (Covid-19) mereka sudah punya dasar melangkah. Memang virus korona kali ini jenis baru, tapi jenisnya tetap korona. Yang hanya hidup di protein DNA.

Hebatnya, RNA messenger tadi tidak sampai menyentuh DNA. Itulah yang membuat para ahli menegaskan bahwa vaksin Pfizer tidak bisa disebut modifikasi DNA.

Zaman lama hanya mengenal vaksin itu dibuat dari virus yang dilemahkan. Seperti yang diproduksi Sinovac. Covid-19 membuat penemuan baru itu menjadi kenyataan.

Kini tinggal seberapa besar pabrik mampu memproduksinya. Pasti laku. Bahkan rebutan.

Tanpa SARS dan MERS, tidak mungkin vaksin Covid-19 bisa ditemukan dengan begitu cepatnya.(*)

Foto utama oleh klikdokter.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMO-Indonesia : Perpu No 1 Tahun 2020 Perkuat Daya Tahan & Ekonomi Lebih Kompetitif

    IMO-Indonesia : Perpu No 1 Tahun 2020 Perkuat Daya Tahan & Ekonomi Lebih Kompetitif

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai pandemi pada sebagian besar negara-negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu dan telah menimbulkan korban jiwa, dan kerugian material yang semakin besar, dapat berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan […]

  • Presiden Joko Widodo Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB

    Presiden Joko Widodo Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB

    • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Presiden Joko Widodo resmi melantik Letnan Jenderal TNI Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu/9 Januari 2019. Doni Monardo dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dirinya dalam acara pelantikan tersebut juga diambil […]

  • Bareskrim Panggil Kepala BP2MI Terkait Inisial Pengendali Judi Online

    Bareskrim Panggil Kepala BP2MI Terkait Inisial Pengendali Judi Online

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait dengan inisial yang disebut sebagai pengendali judi online di Indonesia. Sosok inisial T itu sebelumnya dilontarkan oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani. “Kami melakukan penyelidikan,” kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan, […]

  • BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

    BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gojek menjalin kerja sama dalam penanggulangan Bencana Indonesia. Ini merupakan upaya konkret BNPB dalam pentaheliks, yaitu pelibatan unsur Lembaga usaha dalam penanggulangan bencana. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Gojek, Jakarta, pada Rabu 19 Februari 2020. Kerja sama […]

  • PLN UIW NTT Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama Nataru 2026

    PLN UIW NTT Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama Nataru 2026

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Eman Nara Sura
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Loading

    Guna memastikan respons cepat apabila ada gangguan, PLN UIW NTT juga mengerahkan 544 personel ditambah 904 mitra kerja. Seluruh tim akan bersiaga penuh hingga 8 Januari 2026.   Kupang | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menyatakan kesiapan menghadapi lonjakan beban puncak listrik pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Beban […]

  • Yayasan ‘Hands of Hope Indonesia’ Bedah Rumah Korban Banjir di Alor

    Yayasan ‘Hands of Hope Indonesia’ Bedah Rumah Korban Banjir di Alor

    • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Alor-NTT, Garda Indonesia | Menyikapi bencana Badai Seroja yang menimpa sebagian wilayah Indonesia termasuk NTT, Yayasan Hands of Hope Indonesia melakukan program bedah rumah bagi korban banjir dan longsor di beberapa lokasi. Kegiatan ini mulai dilakukan sejak tanggal 12 April, 2021 atau satu minggu setelah bencana yang menelan korban jiwa, sebagian hilang, kerusakan fasilitas umum, […]

expand_less