Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Wacana Penggabungan Kadin, Berkah atau Bencana Bagi UMKM Indonesia?

Wacana Penggabungan Kadin, Berkah atau Bencana Bagi UMKM Indonesia?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Sebagaimana diketahui awal terjadinya perpecahan di Kadin Indonesia pada awal tahun 2013 merupakan bagian permasalahan yang belum dapat diselesaikan sebagai dampak bahwa selama Kadin Indonesia berdiri tidak berhasil mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara signifikan.

Bahkan Kadin Indonesia tidak memprioritaskan pembinaan kepada UMKM sesuai Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987, di mana pada Pasal 7 butir D yang menyatakan “penyelenggaraan pendidikan, latihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat dalam rangka pembinaan dan pengembangan kemampuan pengusaha Indonesia,” di mana dalam penjelasan pasal tersebut bahwa “Pembinaan dan pengembangan kemampuan pengusaha Indonesia ditujukan terutama kepada pengusaha menengah, kecil dan pengusaha sektor informal” dalam hal ini jelas fokus pada UMKM.

Bahwasanya, dualisme diawali dengan pertama kali terjadinya Musyawarah Nasional Luar Biasa, sebagai bentuk tidak puas berbagai Kadin daerah dan asosiasi terhadap Kadin Indonesia, di mana pelaksanaan Munas Luar Biasa Kadin Indonesia tersebut telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin Indonesia. Demikian dituturkan oleh RM Tedy Aliudin, S.Si, M.M. – Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas dalam pres rilis yang diterima redaksi, pada Selasa pagi, 13 Juli 2021.

Tedy juga mengungkap bahwa dalam Munas Luar Biasa Kadin Indonesia tersebut secara aklamasi memilih dan menetapkan Rizal Ramli sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia dan Dr. Oesman Sapta sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, yang dalam perjalanannya Rizal Ramli ditunjuk sebagai Menteri di Kabinet Jokowi (kabinet kerja jilid I).

Eddy Ganefo sebagai estafet Kadin Indonesia menggantikan Rizal Ramli secara aklamasi yang mana pelantikan Eddy Ganefo disaksikan Yasonna Laoly Menteri Hukum dan Ham, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Panglima TNI serta Ketua DPD RI Dr. Oesman Sapta dan masih banyak lainnya.

Selanjutnya tidak lama dari pelantikan, Eddy Ganefo dan para pengurus Kadin Indonesia lainnya melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia. Dalam kesempatan audiensi Presiden Jokowi meminta agar Eddy Ganefo dan pengurus lainnya fokus pada pembinaan UMKM.

Dan sejak Eddy Ganefo sebagai ketua umum Kadin Indonesia, berbagai program dan kegiatan berfokus pada pengembangan UMKM, yang dirasakan cukup berhasil dan mendapat banyak simpati dan apresiasi berbagai pihak, termasuk Komunitas UMKM Naik kelas, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Eddy Ganefo tidak pernah lelah untuk hadir dan memberikan berbagai materi pembinaan dan memberikan semangat pada UMKM, termasuk di saat Pandemi Covid-19, secara rutin ia berupaya dengan banyak cara, agar UMKM dapat bertahan, bahkana berkembang di tengah kondisi UMKM terpuruk,” ungkap Tedy.

Tidak banyak UMKM yang tahu kondisi dualisme Kadin Indonesia, beber Tedy, namun pada beberapa waktu terakhir berbagai media menyatakan bahwa telah berlangsung Musyawarah Nasional Kadin Indonesia dengan Ketua Umum terpilih adalah Arsyad Rasyid.

“Tidak sedikit UMKM mempertanyakan kenapa Eddy Ganefo diganti ? ada juga yang bingung, karena yang mereka tahu Kadin Indonesia pada Desember 2020 telah melakukan Munas tepat waktu dalam pemilihan Ketua Umum Kadin, di mana Eddy Ganefo kembali terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia untuk periode 2020—2025,” terangnya.

Adapun, setelah Arsyad Rasyid, terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia yang menyatakan akan kembali menyatukan Kadin Indonesia, hal ini membuat banyak pelaku UMKM merasa was-was, khawatir kalau Kadin Indonesia kembali satu, maka konsentrasi pembinaan kepada pelaku UMKM kembali bubar, Kadin akan seperti dulu, fokus pada kepentingan pribadi dan kelompok usaha besar saja.

“Riak suara kekhawatiran ini sedang bergema pada pelaku UMKM secara nasional, karena secara nyata, Eddy Ganefo sangat peduli dan hanya fokus pada UMKM, terlebih di saat Pandemi Covid-19, bahkan Eddy Ganefo membentuk tim khusus penyelamatan UMKM,” urai Tedy.

Pelaku UMKM dominan berharap tetap ada 2 Kadin, di mana satu Kadin berfokus pada UMKM saja, seperti beberapa negara juga memiliki lebih dari satu Kadin, semisal negara Jepang yang cukup berhasil mengelola UMKM karena ada Kadin yang fokus pada UMKM. Bahkan dalam suatu media di mana Ketua MPR RI Bapak Bambang S menyatakan, “bila perlu ada 10 Kadin di Indonesia, agar semua kerja untuk meningkatkan dunia usaha di Indonesia” adalah suatu pemikiran yang patut dipertimbangkan.

“Komunitas UMKM Naik Kelas, yang terbentuk berdasarkan akta pendirian dan telah disahkan oleh Kemenkumham, dengan tegas menyatakan menolak wacana penggabungan kembali Kadin menjadi satu. Pernyataan kami ini melihat kenyataan yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dimana UMKM telah mendapat tempat yang layak dalam Kadin Indonesia dibawah Ketua Umum Eddy Ganefo,” tegas Tedy sembari menekankan, “Kami khawatir, bila Kadin bergabung kembali menjadi satu, maka akan seperti dulu, di mana kami UMKM tidak mendapat perhatian khusus oleh Kadin Indonesia.”

Tedy berharap Presiden Republik Indonesia mengambil langkah bijak, memutuskan dualisme Kadin Indonesia, agar keduanya bisa diakomodir dengan pembagian tugas yang jelas. Apalagi menyambut Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia butuh 500 ribu pelaku usaha besar, agar setidaknya sama dengan negara maju lainnya, yang 0,5% pelaku usahanya adalah pengusaha besar, sementara Indonesia baru 0,01% saja.

“Kami solid dan UMKM Bersatu di bawah Kadin Indonesia kepemimpinan Eddy Ganefo sebagai sosok panutan UMKM, yang senantiasa hadir dan peduli pada UMKM Indonesia,” tandas Tedy Aliudin. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Gembira! Sabu Raijua Segera Punya “Pom Bensin“ Sendiri

    Kabar Gembira! Sabu Raijua Segera Punya “Pom Bensin“ Sendiri

    • calendar_month Sab, 11 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Sabu Raijua dalam waktu dekat akan mempunyai Pom Bensin atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bahan Bakar Minyak (BBM) sendiri, jelas Branch Manager Marketing PT Pertamina (Persero) wilayah NTT, Mardian, kepada awak media dalam sesi wawancara kegiatan Bakti Sosial Kesehatan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-73, Jumat/10 Agustus 2018 di Kantor […]

  • Nasihat Kapolri ke Taruna Akpol: Jangan Lupa Kata Tolong, Maaf, Terima Kasih

    Nasihat Kapolri ke Taruna Akpol: Jangan Lupa Kata Tolong, Maaf, Terima Kasih

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Pol Idham Azis saat menghadiri wisuda taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) pada 3 Juli 2020; mengingatkan meski lulus dengan pangkat perwira, namun harus tetap menghormati para senior dan anggotanya. Idham memberikan tiga ilmu agar para perwira muda lulusan taruna Akpol itu tidak salah dalam bersikap saat ditugaskan nanti. […]

  • Merci Jone Ajak Musisi NTT Daftar Karya Cipta Lagu dan Musik

    Merci Jone Ajak Musisi NTT Daftar Karya Cipta Lagu dan Musik

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kakanwil Kemenkumham NTT menyampaikan bahwa kekayaan intelektual personal meliputi hak cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, serta kekayaan intelektual komunal meliputi Ekspresi Budaya Tradisional, Pengetahuan Tradisional, Sumber Daya Genetik dan Indikasi Geografis. Demikian ditegaskan Merci Jone (sapaan akrab Kakanwil Kemenkumham NTT, red) saat membuka […]

  • Futsal Funtasy Teladan Merdeka 2023 Dibuka Kapolres Kupang Kota

    Futsal Funtasy Teladan Merdeka 2023 Dibuka Kapolres Kupang Kota

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Satu Pintu Brotherhood menggagas turnamen futsal antar-tim seputar Kota Kupang. Melibatkan pemuda Maulafa, turnamen futsal ini dihelat masih dalam rangkaian peringatan HUT Ke-78 Republik Indonesia, dilaksanakan di lapangan futsal SMA Teladan Kupang. Beberapa sponsor mendukung perhelatan turnamen futsal Funtasy Teladan Merdeka Cup 2023 di antaranya, PT Jasa Raharja Cabang NTT, Bank […]

  • Anita Gah & Kemenpar RI Edukasi Masyarakat tentang Pariwisata

    Anita Gah & Kemenpar RI Edukasi Masyarakat tentang Pariwisata

    • calendar_month Kam, 20 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Anita Jacoba Gah, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat; bersinergi dengan Kementerian Pariwisata RI menginisiasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasaran Pariwisata bagi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pariwisata. Pelaku Usaha & warga disekitar lokasi pariwisata di seputaran Kota Kupang, dilibatkan dalam kegiatan bimtek yang dilangsungkan di Gereja Elim Lasiana, Rabu/19 […]

  • “Instrumen ASSIST & Rapid Test” Dipakai BNNP NTT Untuk 27 Paslon Pilkada 2020

    “Instrumen ASSIST & Rapid Test” Dipakai BNNP NTT Untuk 27 Paslon Pilkada 2020

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Metode ASSIST atau alcohol, smoking and substances involvement screening test merupakan elemen penting yang dapat digunakan petugas kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), memahami perilaku penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza). Instrumen tersebut juga dipakai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam melakukan pemeriksaan kecenderungan […]

expand_less