Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ganjar “Melindungi” Jokowi dari Skenario Brutal

Ganjar “Melindungi” Jokowi dari Skenario Brutal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : As

Lagi-lagi saya dibuat geleng-geleng kepala dengan sikap Ganjar Pranowo. Tiba-tiba, dia menolak Timnas Israel U-20 bermain di Indonesia. Padahal sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dirundung habis-habisan karena mengeluarkan statement serupa di media. Jadilah sekarang, Ganjar jadi obyek serangan selanjutnya.

Para pencinta bola dan masyarakat umum kompak menyerang Ganjar. Menganggap keputusannya itu tak bermutu dan tak rasional. Ganjar dianggap pansos, hanya ndompleng isu penolakan Israel demi mendulang suara dan pencitraan di medsos. Banyak yang kecewa. Bahkan para pendukung Ganjar ada yang baper dan ingin mengalihkan dukungannya.

Awalnya sih, saya juga terkejut dengan sikap Ganjar ini. Kenapa ya Ganjar mau ambil risiko dengan kontroversi itu?. Padahal kalau dia diam saja, kan juga tak ada salahnya. Soalnya, isu penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia bak buah simalakama. Mau mendukung dibilang kadrun dan dibenci nasionalis, tak mendukung dibenci kaum agamis.

Makanya, banyak pihak yang memilih anteng kalau soal ini. Lihat saja Prabowo Subianto, Anies Baswedan atau calon presiden lainnya. Tak ada tuh yang ikut bersuara. Mereka memilih diam karena takut jadi target serangan. Praktis hanya Ganjar yang berani menunjukkan sikap. Berdiri tegap dan tegas untuk menolak!.

Kalau Ganjar sudah bersikap seperti ini, pasti ada hal lain yang menjadi urgensi. Ternyata benar, ada isu keamanan nasional yang melatarbelakangi pernyataan sikap Ganjar.

Kabar intelijen menyebutkan, ada skenario brutal yang direncanakan kelompok tertentu dengan memanfaatkan konflik Israel-Palestina. Sekelompok orang disebutkan, ingin menggunakan sentimen agama untuk memicu kerusuhan nasional.

Tak hanya isu sebenarnya, baunya juga sudah terasa. Coba cek berita-berita yang sudah beredar di dunia maya. Betapa ngeri sambutan kelompok massa yang terafiliasi dengan organisasi Islam kanan terkait penolakan Timnas Israel di Indonesia. Mereka demo sambil bakar bendera. Ada juga yang siap mengerahkan massa untuk mengeruduk bandara.

Kalau Timnas Israel jadi datang. Demo besar sudah disiapkan untuk menghadang. Demo tandingan juga diskenariokan. Targetnya caos, kerusuhan Nasional. Bukan hanya gagalnya Piala Dunia yang jadi sasaran, bahkan kegagalan Pemilu 2024 jadi tujuan.

Pada titik inilah Ganjar merasa harus turun gelanggang. Kebetulan, PDIP partai di mana ia bernaung juga menolak kedatangan Israel. Namun PDIP saja ternyata tidak cukup. Butuh seorang tokoh yang kini memiliki massa besar. Dan orang itu adalah Ganjar.

Ganjar kemudian datang dengan jalan tengah. Ia memang ikut menolak Israel. Namun ia tak membawa narasi agama seperti kelompok oposan. Ia belokkan sentimen agama ke isu konstitusi dan kehormatan bangsa. Ganjar juga menawarkan beberapa solusi agar Piala Dunia U-20 tetap berjalan dengan tanpa Israel main di Indonesia.

Kehadiran Ganjar di tengah isu Israel-Palestina ini menandai dua hal. Pertama, hanya Ganjar calon presiden yang berani bersikap tegas terhadap Israel. Tengok saja Anies dan Prabowo, apa suaranya? Nihil. Entah mereka tak bersuara karena takut dituding mengekor Ganjar. Atau malah keduanya bungkam karena takut dengan backing Israel, yakni Amerika.

Kedua. Dengan Ganjar ikut ke tengah gelanggang, otomatis menghadang agenda kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan isu Israel-Palestina ke arah sentimen agama. Buntutnya agenda yang sudah disiapkan jadi batal dilakukan karena khawatir malah membuat Ganjar semakin moncer namanya.

Secara tidak langsung kehadiran Ganjar di isu ini justru melindungi pemerintah Jokowi dari skenario brutal kaum oposan. Mundurnya tokoh oposisi dalam memanfaatkan isu ini membuat situasi politik dan keamanan terkendali. Bravo Pak Ganjar.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 2)

    Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 2)

    • calendar_month Sen, 15 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Anak muda diharapkan dapat menjadi pelopor kemajuan dan penggerak ekonomi. Demikian harapan George Hadjoh. Harapan itu dapat diejawantahkan dalam jumlah anak muda Kota Kupang yang mencapai 176.559 jiwa pada kondisi tahun 2023 (data BPS). Peran anak muda pun dapat melecutkan pertumbuhan ekonomi di era Society 5.0. pada sisi ekonomi digital merupakan […]

  • SIAGA POPULIS, Unggul dari Melki—Johni & Ansy-Jane

    SIAGA POPULIS, Unggul dari Melki—Johni & Ansy-Jane

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Kepopuleran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu menjulang tinggi pada pertengahan September 2024. Pada grafik google trends menunjukkan bahwa warganet mulai mencari kata kunci atau keyword Simon Petrus Kamlasi-Adranus Garu sejak tanggal 15 September 2024. Alhasil, pasangan calon (paslon) mantan anggota TNI berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang […]

  • Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Atoin Meto adalah sebutan lain untuk Suku Atoni, suku bangsa mendiami Pulau Timor, khususnya di Timor Barat termasuk sebagian besar Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia, dan di Oecussi-Ambeno, Timor Leste. Mereka sering disebut sebagai Atoin Pah Meto, yang berarti “orang dari tanah kering”. […]

  • Mariano Parada Pimpin Pena Batas RI – RDTL Periode 2022—2024

    Mariano Parada Pimpin Pena Batas RI – RDTL Periode 2022—2024

    • calendar_month Sab, 19 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Mariano Parada didaulat (terpilih) sebagai Ketua Persatuan Jurnalis Perbatasan (Pena Batas) RI – RDTL Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2022—2024. Rapat pemilihan berlangsung secara demokratis, dan diikuti oleh 19 (sembilan belas) orang anggota Pena Batas di Nekafehan, Kecamatan Atambua Kota pada Jumat, 18 Februari 2022; dipimpin […]

  • 122 Juta Rekening Sudah Diblokir, PPATK Kini Incar E-Wallet

    122 Juta Rekening Sudah Diblokir, PPATK Kini Incar E-Wallet

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Danang menambahkan bahwa dompet digital saat ini juga rentan disalahgunakan untuk praktik pencucian uang maupun transaksi judi online (judol).   Jakarta | Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali menyita perhatian publik setelah membuka peluang pemblokiran sementara dompet digital atau e-wallet yang tidak aktif alias dormant. Wacana ini muncul usai PPATK memblokir sementara 122 […]

  • Pemerintah NTT Dorong Produk SMK Masuk & Memenuhi Kebutuhan Pasar

    Pemerintah NTT Dorong Produk SMK Masuk & Memenuhi Kebutuhan Pasar

    • calendar_month Rab, 8 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menghadirkan kegiatan Gebyar SMK bertempat di Alun-alun I.H. Doko yang dilaksanakan mulai tanggal 7—10 Mei 2019. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2019. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat turut hadir membuka kegiatan Gebyar SMK tersebut pada […]

expand_less