Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

Suara NU, Ceruk Rebutan Pada Pilpres 2024

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
  • visibility 120
  • comment 1 komentar

Loading

Oleh : Agung Wibawanto

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar (bersama Muhammadiyah) di Indonesia, tidak dipungkiri memiliki kontribusi besar dalam politik nasional. Dalam sejarah pergerakan bangsa, tokoh-tokoh NU yang menyebar di banyak organisasi turut menorehkan peran politik mereka. Memang tidak ada larangan bagi warga nahdliyin, bahkan pengurusnya, untuk berpolitik atau ikut berpolitik sebagai individu.

Hal tersebut diuraikan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya. Namun, ia meminta agar NU tak dikait-kaitkan untuk kepentingan politik praktis. Artinya, tidak membawa-bawa (organisasi) NU. Ia pun mengatakan pedoman berpolitik bagi warga NU telah tertuang dalam Khittah Nahdliyah Muktamar ke-27 NU tahun 1984 di Situbondo atau hasil Muktamar ke-28 NU tahun 1989 di Krapyak Yogyakarta.

Warga nahdliyin ataupun pengurus saja dilarang membawa-bawa nama NU dalam praktik politik praktis, apalagi orang yang bukan nahdliyin ataupun kader NU, alias orang luar? Hal ini yang tengah ramai dipersoalkan santri NU yang menyebut diri mereka NABRAK (Nahdliyin Bergerak). Intinya, mereka protes tidak terima jika petinggi PBNU turut menyuarakan dukungan kepada Erick Thohir (ET) sebagai bakal cawapres dari kalangan NU.

Menurut para santri, ET adalah orang luar, bukan warga nahdliyin. Dalam catatan, ET memang (hanya) dianggap sebagai kader GP Ansor pada perhelatan 1 Abad NU beberapa waktu lalu di Solo. Sementara itu, masih menurut NABRAK, masih banyak tokoh lain yang asli NU tapi malah tidak direkomendasi. Tokoh tersebut, seperti: Cak Imin, Khofifah, Mahfud MD dsb (nama yang muncul di publik untuk berkompetisi dalam pilpres 2024).

Nabrak tidak masalah siapa pun dan di posisi apa pun asalkan berasal dari warga nahdliyin atau kader NU. ET memang pada waktu belakangan ini kerap dikaitkan dengan dukungan NU. Dia mendatangi pula beberapa pondok pesantren serta para Kyai NU.  Dalam politik itu seperti batu yang mengandung magnet. Jika saling menarik maka akan menempel. Sebaliknya jika menolak maka tidak menempel.

Artinya apa? Upaya ET memasuki wilayah NU ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Beberapa tokoh hingga pengurus PBNU tampaknya merestui ET masuk bahkan memberi dukungan elektabilitas. Praktik politik semacam ini sudah dipahami lah teorinya, no free for lunch. Tulisan ini tidak akan membahas terkait apa yang diterima NU dari ET. Hal itu, biar mereka saja yang tahu. Yang lebih utama soal “kejelian” ET melihat peluang.

Seperti diketahui, selain NU, ET memiliki tiga basis utama suara sebagai pendukungnya, yakni: pemilih kota, anak muda, dan nonmuslim. Pilihan ET kepada NU diduga keras karena tradisi yang selama ini sudah terbangun, terutama dengan PDIP selaku pemenang pemilu. Basis pendukung PDIP masih belum berubah masih tetap nasionalis-religius. Dan religiusnya ini dipastikan adalah NU. Suka tidak suka, untuk saat ini, PDIP pemegang bandul politik nasional.

Jika saja sewaktu-waktu bandul bakal cawapres itu mengarah kepada ET, maka ET sudah memiliki basis pendukung NU dan NU pun men-support (kecuali adanya protes dari santri NU di atas). ET telah meng-NU-kan diri dan di-NU-kan oleh beberapa tokoh NU. Namun begitu, dalam pandangan saya, ET adalah “orangnya” Jokowi. Dalam arti memiliki loyalitas yang tinggi kepada Jokowi. Dia akan tegak lurus apa pun yang diamanahkan Jokowi.

ET bisa menjadi pasangan Ganjar, Prabowo, atau tidak menjadi apa-apa (selain kemungkinan melanjutkan berada di kabinet jika salah satu dari keduanya yang menang). Kembali kepada nahdliyin. Saya sendiri meragukan ET dapat menarik ceruk suara NU, jika dibandingkan warga nahdliyin “asli” seperti Mahfud MD. Hal ini tentu akan menjadi catatan bagi partai atau koalisi partai yang ingin melamarnya.

Karena lagi, Ganjar (jika ET berpasangan) merupakan warga nahdliyin terutama dari garis istrinya. Jadi tanpa ET pun suara NU sudah diprediksi akan berlabuh ke Ganjar. Lain halnya jika ET menyasar ke kalangan Muhammadiyah. Mengingat tidak ada kader Muhammadiyah yang menonjol yang bertarung di Pilpres 2024. Suara Muhammadiyah kemungkinan malah banyak ke koalisi Perubahan (faktor Anies Baswedan).

Basis kedua ormas Islam tersebut masih sangat seksi untuk diperebutkan suaranya. Meskipun Ketua Muhammadiyah, Haedar Nasir, sama posisinya dengan Gus Yahya (NU) yang menyatakan tidak berpolitik praktis. Namun tetap saja suara jemaah masing-masing pastilah akan menanti fatwa dari tokoh dan pengurus organisasi. Karena mereka juga tidak ingin warganya saling gontok-gontokan jika dilepas bebas memilih siapa yang disuka.

Perhitungan saya, ET sebaiknya bisa lebih menahan untuk tidak terlibat dalam kontestasi Pilpres 2024. Terlebih dia juga baru saja diberi mandat untuk melakukan pembenahan (restorasi) di tubuh PSSI. Tidak mungkin jika wapres merangkap menjabat Ketum PSSI kan? Untuk itu saya yakin ET tidak akan maju. Sementara representasi NU guna melengkapi nasionalis-religius dengan PDIP adalah Mahfud MD.

Dibanding Cak Imin atau Khofifah, MMD merupakan tokoh senior (banyak pengalaman), ulama (agamawan), disegani dan bisa diterima banyak kalangan karena juga bukan lagi sebagai kader partai. Keunggulan basis pendukung ET pun akan terwakili oleh Ganjar-Mahfud. Sedang yang mungkin menolak Ganjar-Mahfud dipastikan para pengusaha hitam dan kelompok Islam garis keras. ET sendiri bisa dijadikan sebagai ketua tim sukses seperti di masa Jokowi lalu (2019).(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Remote Working, Bekerja Hanya dari Depan Komputer

    Mengenal Remote Working, Bekerja Hanya dari Depan Komputer

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Loading

    Remote working (kerja jarak jauh) adalah model kerja di mana pun dapat menjalankan tugas pekerjaan tanpa harus berada di kantor fisik perusahaan. Bekerja dari mana saja, seperti rumah, kafe, atau perpustakaan, selama terdapat koneksi internet.   Nurohman (36), pria asal Kulon Progo, Yogyakarta, sempat dianggap pengangguran oleh warga sekitar karena hanya terlihat duduk di depan […]

  • Menuju Garis Akhir RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

    Menuju Garis Akhir RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Proses penyelesaian Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) terus berjalan. Panitia kerja (Panja) DPR RI bersama Panja pemerintah untuk RUU PKS, yakni Kementerian PPPA dan Kementerian/ Lembaga terkait menghelat Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, pada Selasa, 27 Agustus 2019. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI […]

  • 28 Hari Tak Makan, Kakak Beradik di Kendal Ditemukan Lemas di Samping Jenazah Ibu

    28 Hari Tak Makan, Kakak Beradik di Kendal Ditemukan Lemas di Samping Jenazah Ibu

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Loading

    Peristiwa ini terjadi di Dusun Songopuro, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, dan pertama kali diketahui setelah tetangga mencium bau tidak sedap dari rumah korban pada Sabtu, 1 November 2025.   Kendal | Kisah memilukan datang dari Kendal, Jawa Tengah. Dua kakak beradik, Putri Setya Gita Pratiwi (23) dan Intan Ayu Sulistyowati (19), ditemukan lemas di samping […]

  • Immigration Lounge di PIK Avenue, Layanan Publik Gaya Masa Kini

    Immigration Lounge di PIK Avenue, Layanan Publik Gaya Masa Kini

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Loading

    Kehadiran Immigration Lounge menjadi bukti nyata bahwa pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja dan bersantap, tetapi juga dapat menjadi ruang layanan publik yang relevan dengan gaya hidup masa kini.   Jakarta | Pantai Indah Kapuk (PIK) Avenue kembali menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung dengan diresmikannya layanan Imigrasi atau Immigration Lounge PIK Avenue, sebuah […]

  • Eksotis Pulau Sumba, Belanja Tenun dan Kuliner Pakai QRIS Bank NTT

    Eksotis Pulau Sumba, Belanja Tenun dan Kuliner Pakai QRIS Bank NTT

    • calendar_month Sen, 14 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Anda sudah pernah mengunjungi Pulau Sumba? Pulau yang terkenal dengan sebutan Tana Humba, memiliki luas wilayah sekitar 11.006 km2 dan dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia (The best beautiful island in the world) versi Majalah Focus terbitan Jerman tersebut memiliki beragam kekayaan budaya, adat istiadat, keindahan alam, dan karya tenun ikat […]

  • Natal Nasional 2021, Jokowi Ajak Umat Kristiani Bangun Optimisme

    Natal Nasional 2021, Jokowi Ajak Umat Kristiani Bangun Optimisme

    • calendar_month Sel, 28 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hampir dua tahun ini, bangsa Indonesia menghadapi ujian berat dan ujian ketangguhan sebagai umat beriman. Selain ujian dalam menghadapi pandemi Covid-19, keprihatinan, kedukaan, dan cobaan juga dihadapi oleh rakyat akibat bencana alam di berbagai daerah. Saat menyampaikan sambutan pada Perayaan Natal Nasional Tahun 2021, Presiden Joko Widodo berharap bahwa berbagai ujian […]

expand_less