Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Debat Capres: Ganjar Mau Bekerja, Anies Pandai Beretorika, Prabowo Anti Kritik

Debat Capres: Ganjar Mau Bekerja, Anies Pandai Beretorika, Prabowo Anti Kritik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 14 Des 2023
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rika Sudjiman

Dari debat capres semalam, kita bukan hanya bisa menilai kualitas gagasan masing-masing calon presiden. Namun, secara gamblang kita juga disuguhi karakter kepemimpinan setiap kandidat. Karakter itu bisa kita lihat dari bagaimana mereka memaparkan gagasan, menjawab, maupun menanggapi pernyataan.

Aku percaya, masa depan memang misteri. Termasuk masa depan Indonesia. Namun dengan melihat karakter kepemimpinan calon presiden, kita bisa lebih mudah untuk melihat seberapa serius mereka ingin membawa kemajuan terhadap bangsa ini.

Terus terang, melihat kemunculan Ganjar Pranowo dengan mengenakan kemeja putih bertuliskan Sat-set, dan Mahfud MD bertulisan Tas-tes, membuat aku sempat tercengang kagum. Namun tentu saja aku tidak ingin terjebak hanya pada penampilan saja.

Ketika sesi debat kemudian ku ikuti dari awal sampai akhir, barulah aku bisa menyimpulkan, Ganjar memang berbeda dengan kandidat lain. Ia berhasil memadukan antara gagasan dan pengalaman, sehingga apa yang disampaikan benar-benar jelas dan mudah dipahami. Misalnya bagaimana dia menjelaskan soal pelayanan pemerintah terhadap kelompok rentan, hingga soal pencegahan korupsi yang benar-benar konkret; rampas aset, dan lempar ke Nusakambangan.

Itu adalah gagasan paling berani yang pernah kita dengar dari seorang pemimpin.

Kemauan Ganjar untuk melebur bersama rakyat, barangkali adalah karakter yang memang tidak dimiliki kandidat lain. Ini membuat gagasan yang Ganjar lahirkan benar-benar mampu menjawab permasalahan bangsa saat ini. Contoh lain adalah rencananya menghadirkan satu desa satu puskesmas dan satu nakes (tenaga kesehatan).

Kita pun kemudian tahu gagasan itu benar-benar menjadi sesuatu yang mendesak dan mesti segera diselesaikan bangsa ini. Dari data kementerian kesehatan, terdapat 171 kecamatan tanpa Puskesmas, dan tiga kabupaten tanpa rumah sakit.

Kepekaan yang besar terhadap kondisi sosial inilah yang membedakannya dengan Anies Baswedan. Secara retorika, penyampaian teori, harus diakui, Anies memang andal. Namun nyaris kita tidak mendengar detail yang konkret dari gagasannya. Misalnya saat dia bicara soal ketimpangan dan pemerataan. Ketimpangan dalam sektor apa, dan bagaimana dia mengatasinya, kita justru tidak mendengarnya.

Bahkan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) pun Anies tampak tidak setuju. Padahal itu adalah rencana yang jelas-jelas untuk menghilangkan dominasi Jawa sentris. Agar perputaran ekonomi sebagian besar tidak hanya berkutat di pulau Jawa. Memang pemindahan ibukota itu masih dalam jangka waktu yang panjang, tapi bukan berarti bisa begitu saja disepelekan. Sebab itu adalah upaya bagaimana negara menghadirkan rasa keadilan.

Jika harus menilai dari debat semalam, jujur saja, yang paling menggelitik adalah penampilan Prabowo Subianto. Sepanjang debat, kita nyaris tidak disuguhi apa pun selain tontonan marah-marahnya. Kita pun dengan sendirinya bisa menilai karakter kepemimpinan Prabowo yang jelas sangat anti kritik.

Pemimpin yang anti kritik tentu saja sangat menjenuhkan. Rakyatlah yang kemudian akan dituntut untuk menuruti keinginannya. Padahal mestinya pemimpinlah yang harus memahami dan menuruti apa yang dibutuhkan rakyat, bukan sebaliknya. Belum lagi potensi otoriter, satu karakter kepemimpinan yang hanya lahir dari sikap anti kritik.

Ada momen lucu saat pembaca acara mengajak foto bersama kandidat usai debat selesai. Pasangan Prabowo Gibran menolaknya, sampai-sampai pembawa acara berkali-kali memanggilnya.

Tapi tetap saja tidak digubris.

Pada akhirnya kita tahu kenapa tayangan debat capres dan cawapres memang sangat ditunggu-tunggu khalayak. Sebab dari proses inilah kita memiliki gambaran yang jelas tentang karakter dan arah kepemimpinan masing-masing kandidat.

Semua itu pun kemudian akan kembali pada kita, apakah mau memilih pemimpin yang pintar beretorika, anti kritik, atau pemimpin yang benar-benar mau bekerja dan turun langsung bersama rakyat.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilik Warung Korban Penjarahan Bertemu & Dibantu Presiden Jokowi

    Pemilik Warung Korban Penjarahan Bertemu & Dibantu Presiden Jokowi

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Abdul Rajab dan Ismail, dua pemilik warung yang menjadi korban penjarahan pada 22 Mei 2019 bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya diundang oleh Presiden setelah mengetahui kejadian yang mereka alami dari berbagai pemberitaan media massa. Abdul Rajab (62) yang membuka kios di kawasan Agus Salim, Jakarta Pusat, […]

  • BI Beber Merchant QRIS di NTT Meningkat Capai 228 Ribu

    BI Beber Merchant QRIS di NTT Meningkat Capai 228 Ribu

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai sistem pembayaran non-tunai yang baru diluncurkan pada tahun 2019, QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) merupakan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan QRIS melalui sisi supply (merchant QRIS) dan demand (pengguna QRIS). Tercatat sepanjang 2022, sebanyak 137.459 penduduk NTT yang telah menggunakan QRIS sekitar 1 (satu) […]

  • Kunker di Malaka, Gubernur VBL Ajak Masyarakat Pakai Produk Lokal

    Kunker di Malaka, Gubernur VBL Ajak Masyarakat Pakai Produk Lokal

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta masyarakat untuk menggunakan produk-produk UMKM lokal. Demikian diungkapkannya pada saat memberikan sambutan di hadapan masyarakat dalam kunjungan kerjanya ke Desa Kufeu Kecamatan Lo Kufeu, Kabupaten Malaka pada Senin, 24 Januari 2022. Kegiatan tersebut bertempat di rumah produksi Marungga Organik Bumdes Kufeu. Baca juga : […]

  • 7 Fraksi DPRD TTS Bentuk Panitia Hak Angket dan Mulai Bekerja

    7 Fraksi DPRD TTS Bentuk Panitia Hak Angket dan Mulai Bekerja

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah membentuk panitia hak angket, untuk menyelidiki lebih dalam terhadap pelaksanaan suatu undang-undang/kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Setelah […]

  • Nuansa Helong, Kantor Inspektorat NTT Diresmikan Gubernur Viktor Laiskodat

    Nuansa Helong, Kantor Inspektorat NTT Diresmikan Gubernur Viktor Laiskodat

    • calendar_month Kam, 3 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tarian Helong untuk menyambut tamu-tamu terhormat diperagakan oleh Sanggar Tari Kejora, membuka rangkaian peresmian Gedung Kantor Inspektorat Provinsi NTT oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Kamis pagi, 3 Juni 2021. Tarian Helong berasal dari Suku Helong merupakan salah satu penduduk asli Pulau Timor. Kebanyakan dari mereka berdiam di Kabupaten Kupang, yaitu di Kupang Barat dan Kupang […]

  • Jadi Irup Upacara Pelepasan Satgas Pamtas RI-RDTL, Ini Pesan Pangdam IX/Udayana

    Jadi Irup Upacara Pelepasan Satgas Pamtas RI-RDTL, Ini Pesan Pangdam IX/Udayana

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya Pangdam IX/Udayana selaku Pangkoops Pamtas RI-RDTL maupun pribadi mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Danyonif beserta seluruh Prajurit Yonif Raider 142/KJ dan Yonif 132/BS, Satgas Intel dan Satgas Bant karena selama 11 bulan telah menjadi penjaga garda terdepan dalam Operasi Pamtas RI RDTL TA 2019/2020 dengan baik,” ujar Pangdam […]

expand_less