Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Debat Capres: Ganjar Mau Bekerja, Anies Pandai Beretorika, Prabowo Anti Kritik

Debat Capres: Ganjar Mau Bekerja, Anies Pandai Beretorika, Prabowo Anti Kritik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 14 Des 2023
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rika Sudjiman

Dari debat capres semalam, kita bukan hanya bisa menilai kualitas gagasan masing-masing calon presiden. Namun, secara gamblang kita juga disuguhi karakter kepemimpinan setiap kandidat. Karakter itu bisa kita lihat dari bagaimana mereka memaparkan gagasan, menjawab, maupun menanggapi pernyataan.

Aku percaya, masa depan memang misteri. Termasuk masa depan Indonesia. Namun dengan melihat karakter kepemimpinan calon presiden, kita bisa lebih mudah untuk melihat seberapa serius mereka ingin membawa kemajuan terhadap bangsa ini.

Terus terang, melihat kemunculan Ganjar Pranowo dengan mengenakan kemeja putih bertuliskan Sat-set, dan Mahfud MD bertulisan Tas-tes, membuat aku sempat tercengang kagum. Namun tentu saja aku tidak ingin terjebak hanya pada penampilan saja.

Ketika sesi debat kemudian ku ikuti dari awal sampai akhir, barulah aku bisa menyimpulkan, Ganjar memang berbeda dengan kandidat lain. Ia berhasil memadukan antara gagasan dan pengalaman, sehingga apa yang disampaikan benar-benar jelas dan mudah dipahami. Misalnya bagaimana dia menjelaskan soal pelayanan pemerintah terhadap kelompok rentan, hingga soal pencegahan korupsi yang benar-benar konkret; rampas aset, dan lempar ke Nusakambangan.

Itu adalah gagasan paling berani yang pernah kita dengar dari seorang pemimpin.

Kemauan Ganjar untuk melebur bersama rakyat, barangkali adalah karakter yang memang tidak dimiliki kandidat lain. Ini membuat gagasan yang Ganjar lahirkan benar-benar mampu menjawab permasalahan bangsa saat ini. Contoh lain adalah rencananya menghadirkan satu desa satu puskesmas dan satu nakes (tenaga kesehatan).

Kita pun kemudian tahu gagasan itu benar-benar menjadi sesuatu yang mendesak dan mesti segera diselesaikan bangsa ini. Dari data kementerian kesehatan, terdapat 171 kecamatan tanpa Puskesmas, dan tiga kabupaten tanpa rumah sakit.

Kepekaan yang besar terhadap kondisi sosial inilah yang membedakannya dengan Anies Baswedan. Secara retorika, penyampaian teori, harus diakui, Anies memang andal. Namun nyaris kita tidak mendengar detail yang konkret dari gagasannya. Misalnya saat dia bicara soal ketimpangan dan pemerataan. Ketimpangan dalam sektor apa, dan bagaimana dia mengatasinya, kita justru tidak mendengarnya.

Bahkan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) pun Anies tampak tidak setuju. Padahal itu adalah rencana yang jelas-jelas untuk menghilangkan dominasi Jawa sentris. Agar perputaran ekonomi sebagian besar tidak hanya berkutat di pulau Jawa. Memang pemindahan ibukota itu masih dalam jangka waktu yang panjang, tapi bukan berarti bisa begitu saja disepelekan. Sebab itu adalah upaya bagaimana negara menghadirkan rasa keadilan.

Jika harus menilai dari debat semalam, jujur saja, yang paling menggelitik adalah penampilan Prabowo Subianto. Sepanjang debat, kita nyaris tidak disuguhi apa pun selain tontonan marah-marahnya. Kita pun dengan sendirinya bisa menilai karakter kepemimpinan Prabowo yang jelas sangat anti kritik.

Pemimpin yang anti kritik tentu saja sangat menjenuhkan. Rakyatlah yang kemudian akan dituntut untuk menuruti keinginannya. Padahal mestinya pemimpinlah yang harus memahami dan menuruti apa yang dibutuhkan rakyat, bukan sebaliknya. Belum lagi potensi otoriter, satu karakter kepemimpinan yang hanya lahir dari sikap anti kritik.

Ada momen lucu saat pembaca acara mengajak foto bersama kandidat usai debat selesai. Pasangan Prabowo Gibran menolaknya, sampai-sampai pembawa acara berkali-kali memanggilnya.

Tapi tetap saja tidak digubris.

Pada akhirnya kita tahu kenapa tayangan debat capres dan cawapres memang sangat ditunggu-tunggu khalayak. Sebab dari proses inilah kita memiliki gambaran yang jelas tentang karakter dan arah kepemimpinan masing-masing kandidat.

Semua itu pun kemudian akan kembali pada kita, apakah mau memilih pemimpin yang pintar beretorika, anti kritik, atau pemimpin yang benar-benar mau bekerja dan turun langsung bersama rakyat.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokter Reisa:  ‘Rapid Test’ Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Diagnostik

    Dokter Reisa: ‘Rapid Test’ Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Diagnostik

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menghargai masukan dari berbagai pihak. Termasuk masukan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik atau PDS Patklin, tentang penggunaan rapid test. Pada pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi kelima oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dijelaskan […]

  • SISDMK Kunci Pemetaan dan Alokasi Tenaga Kesehatan di NTT

    SISDMK Kunci Pemetaan dan Alokasi Tenaga Kesehatan di NTT

    • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat pertemuan penyajian Informasi SDM Kesehatan Lintas Sektor Tingkat Provinsi NTT pada Rabu, 19—21 Oktober 2022 di Neo Aston Kupang. Pelatihan selama 3 (tiga) hari tersebut dimaksudkan agar para peserta memahami cara kerja dari Sistim Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan […]

  • 27 Pengungsi Luar Negeri Dipindahkan Ke Tanjung Pinang

    27 Pengungsi Luar Negeri Dipindahkan Ke Tanjung Pinang

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang NTT,gardaindonesia.id | 27 pengungsi luar negeri asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang dipindahkan ke Tanjung Pinang, Batam, Kepualauan Riau, Selasa/16 Oktober 2018. Drs. Josef A. Nae Soi,MM., Gubernur 2 NTT menyatakan, pemindahan ini merupakan kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM RI. “KemenkumHAM sudah menyiapkan satu tempat di sana untuk membina para pengungsi. Semua […]

  • Neraca Perdagangan Luar Negeri NTT Defisit 30 Juta US Dollar

    Neraca Perdagangan Luar Negeri NTT Defisit 30 Juta US Dollar

    • calendar_month Sen, 3 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Neraca perdagangan luar negeri provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2018 secara kumulatif mengalami defisit sebesar US $ 30.212.590. Besaran defisit ini diperoleh dari perbandingan kumulatif nilai ekspor sebesar US $ 10.238.458 terhadap nilai impor sebesar US $ 40.451.048. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia, menjelaskan ekspor provinsi NTT […]

  • Budaya Inovasi PLN Ciptakan Produk-produk Inovasi Unggulan

    Budaya Inovasi PLN Ciptakan Produk-produk Inovasi Unggulan

    • calendar_month Sel, 23 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Budaya inovasi telah menjadi bagian dari seluruh proses bisnis ketenagalistrikan yang dikelola oleh PLN. Setiap tahun para inovator dari unit PLN dan anak perusahaan berkompetisi agar karya-karyanya menjadi yang terbaik. Ajang lomba ini dikenal dengan LIKE PLN (Learning, Innovation, Knowledge, & Exhibition). Untuk tahun 2018, sebanyak 439 karya inovasi terlibat dalam ajang […]

  • Bupati TTU Ray Fernandes: Kita Harus Hargai & Hormati Tata Busana Adat

    Bupati TTU Ray Fernandes: Kita Harus Hargai & Hormati Tata Busana Adat

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | “Selama kurun waktu 9 (sembilan) tahun kami telah mewajibkan ASN dan masyarakat untuk mengenakan busana adat lengkap,” ujar Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) usai upacara bendera memperingati HUT ke-97 Kota Kefamenanu pada Minggu, 22 September 2019 di Kantor Bupati TTU. “Setiap hari kamis sejak sembilan tahun lalu, seluruh aparatur mengenakan […]

expand_less