Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jokowi Berdiri di antara Alarm Pengingat dan Rintihan Rakyat

Jokowi Berdiri di antara Alarm Pengingat dan Rintihan Rakyat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Prihati Utami

Kamu dibesarkan dengan kasih dan sayang ibumu, tapi kenapa kamu justru memilih hasutan orang lain demi melanggengkan kekuasaan? Ibumu sudah berpesan untuk mengendalikan diri, tetap memprioritaskan tujuan pertama dan utama sebab jabatan ada karena sebuah kepercayaan untuk mencapai tujuan tadi.

Apa itu? Motivasi hidup?

Ya, seperti alarm pengingat, bahwa ada amanah yang sedang dikerjakan dan akan terus dipertanggungjawabkan.

Begitu analogi kecil jika melihat tindak-tanduk Presiden Joko Widodo. Sudah banyak yang memprediksikan bahwa dia akan keluar dari PDI Perjuangan. 2 partai bahkan digadang-gadang menjadi tempat singgahnya nanti, selama menikmati masa pengawalan pemerintah Prabowo-Gibran. Dua partai tadi PSI dan Golkar.

PSI persentasenya kecil karena anak bungsunya sudah di sana. Persentase besarnya sih di Golkar, partai yang dipakainya untuk mengusung Gibran menjadi cawapres. Sekilas mengingatkan kehadiran Jokowi ini di Golkar sebagai penerus Soeharto. Kesamaan keduanya makin nampak, diawali dengan praktik politik dinasti.

Ya, begitulah alurnya hingga banyak menjuluki sikon hari ini dengan “Bangkitnya Orba”.

Bilangnya saja “tidak, tidak”, tapi lihat saja bagaimana di lapangan. Mahkamah Konstitusi adalah sumber awal runyamnya demokrasi kita. Selebihnya terlalu panjang untuk diceritakan dan disebutkan buktinya, kamu bisa googling sendiri tentunya.

Mungkin banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah Jokowi itu betulan lupa dengan partai yang selama ini memberikan support sistem besar, bahkan sudah menjadi kendaraannya untuk sampai di puncak tertinggi?

Tidak ada sedikit rasa bersalah, karena telah mengingkari prinsip demokrasi, yang dipegang PDI Perjuangan untuk membangun bangsa dan negara.

Mengapa ada orang sejahat itu?

Jawaban “politik itu dinamis” tidak berlaku di sini, karena ini soal proses panjang yang penuh kematangan pikir untuk menentukan sikap dan arah tujuan perjalanan selanjutnya.

Semua harus dilakukan untuk kemaslahatan negara dan rakyat, bukan keluarga apalagi kelompok elite. Norma ataupun etika bernegara, menjadi hal yang harus ditempatkan di atas peraturan tertulis. Karena di sana ada rasa kemanusiaan dan pantas serta tidak pantasnya tindakan itu dilakukan dengan sewajarnya kita sebagai makhluk sosial.

Tapi, semua sirna dengan satu kenikmatan yang tiada tara menyenangkan, yakni kekuasaan.

Megawati Soekarnoputri mungkin merasa kecewa, karena Jokowi menusuknya dari belakang. Tapi, apa balasan membabi-buta yang dilakukan Mega? Tidak, dia bukan politisi rakus yang kesetanan mengambil tindakan karena itu hal impulsif yang bisa membahayakan tanah airnya, terutama rakyat yang hidup di dalamnya.

Lihat dia masih legowo mempertanggungjawabkan pilihannya untuk mengawal Jokowi, dengan meminta menteri untuk tetap stay demi memberi pagar tindakan Jokowi agar tetap menjadi presiden yang dicintai rakyat seperti sebelum pengkhianatan ini terjadi.

Bukan berarti dia diam melihat hal yang salah, karena dia terus dan masih menyuarakan ketidakadilan dan penenggelaman demokrasi. Dia adalah pejuang demokrasi, tidak akan dia biarkan kedaulatan rakyat itu kembali dirampas pemimpinnya sendiri.

Sudah banyak surat kecil lewat karangan bunga yang dikirimkan berbagai pihak ke kantor DPP PDI-P. Isinya kurang lebih meminta Mega untuk kembali memperjuangkan demokrasi tanah air. Ini doa dan harapan, mari terus berusaha, terus menyuarakan yang memang tidak bisa diterima akal sehat dan hati nurani kita.

Layaknya yang selalu diteriakkan ibunya kader PDIP itu, satyam eva jayate, kebenaran akan berjaya. Bagaimanapun nanti jalannya.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas PASTI Blokir 311 Pinjaman Online Ilegal dan Pinjaman Pribadi

    Satgas PASTI Blokir 311 Pinjaman Online Ilegal dan Pinjaman Pribadi

    • calendar_month Ming, 18 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI pada Januari 2024 kembali melakukan pemblokiran terhadap 233 entitas pinjaman online ilegal di sejumlah website dan aplikasi serta 78 konten penawaran pinjaman pribadi (pinpri), yang berpotensi merugikan masyarakat dan melanggar ketentuan penyebaran data pribadi. Sejak 2017 hingga 31 Januari 2024, Satgas telah […]

  • Pemerintah India Tawarkan Kursus Pendidikan Singkat Bagi Pemuda NTT

    Pemerintah India Tawarkan Kursus Pendidikan Singkat Bagi Pemuda NTT

    • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) India di Bali, R.O. Sunil Babu yang diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di Ruang Kerja Wagub, Selasa/19 Maret 2019; Konjen India tersebut menawarkan berbagai kemungkinan kerja sama dengan pemerintah Provinsi terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan dan pariwisata. Selain penawaran kerja sama, Konjen R.O […]

  • Lembata Pulau Pertama di Indonesia Pakai 100% Energi Hijau

    Lembata Pulau Pertama di Indonesia Pakai 100% Energi Hijau

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 1Komentar

    Loading

    Lewoleba | Masyarakat Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT),  tampak aktif dan antusias terlibat dalam tiap tahapan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Atadei 10 MW. Antusiasme para tua adat, tokoh pemuda, tokoh agama, pemilik lahan, sampai masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP) itu terdokumentasi dalam setiap tahapan yang dihelat PT PLN (Persero). […]

  • ‘IWAPI Goes Digital 2018’ Bersama Facebook Latih 2000 Perempuan Wirausaha Indonesia

    ‘IWAPI Goes Digital 2018’ Bersama Facebook Latih 2000 Perempuan Wirausaha Indonesia

    • calendar_month Sel, 27 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Facebook #SheMeansBusiness mengadakan pelatihan pemasaran digital bertajuk “IWAPI Goes Digital” sebagai lanjutan dari kerja sama kedua belah pihak semenjak tahun 2016. Di tahun 2018 ini, IWAPI Goes Digital telah melatih lebih dari 2000 pengusaha perempuan di 9 kota, yaitu Padang, Jambi, Bandar Lampung, Samarinda, Bogor, Tanjung […]

  • Wakil Wali Kota Kupang: “Hingga Tanggal 2 Januari 2021 Tak Boleh Ada Pesta”

    Wakil Wali Kota Kupang: “Hingga Tanggal 2 Januari 2021 Tak Boleh Ada Pesta”

    • calendar_month Rab, 23 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan seluruh warga Kota Kupang merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam upaya menekan penularan transmisi lokal Covid-19 di Kota Kupang. Jika ada kegiatan atau ada acara, maka diperbolehkan hanya sampai pukul 21.00 WITA (9 malam) saja seperti edaran […]

  • Anggota GMKI Komisariat Hagai Tingkatkan Kapasitas Intelektual

    Anggota GMKI Komisariat Hagai Tingkatkan Kapasitas Intelektual

    • calendar_month Sen, 13 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang, Komisariat Hagai melaksanakan pendidikan kader tingkat komisariat (PKTK). Kegiatan dilaksanakan pada 11—12 Maret 2023 bertempat di Kampus IAKN Kupang, bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya intelektual anggota komisariat. Pantauan media, PKTK Komisariat Hagai dihadiri oleh Sekretaris Fungsional Organisasi, Bernadus Umbu dan beberapa senior komisariat Hagai. […]

expand_less