Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Loading

Pertumbuhan wisata selancar dan pembangunan di daerah pesisir Sumba Barat diharapkan dapat diimbangi dengan upaya pelestarian ekosistem sekitar agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai leluhur.

Waikabubak | Puluhan anak muda dari 4 (empat) desa pesisir di Kecamatan Laboya Barat, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul di Pantai Kerewei dan Pantai Watu Bela, Desa Patiala Bawa untuk mengikuti kegiatan Kemah Konservasi Selancar (Surf Conservation Camp), sejak 21 hingga 23 Oktober 2024. Kegiatan ini diinisiasi oleh Konservasi Indonesia (KI) dan Yayasan Satu Visi (YSV) berkolaborasi dengan Pemda Sumba Barat bertujuan membangun hubungan yang lebih erat dengan ekosistem pesisir melalui pelatihan dalam keterampilan berselancar dan pendidikan lingkungan hidup.

Di pesisir Sumba Barat, potensi pariwisata selancar menjadi salah satu sektor yang menjanjikan. Berbagai ekosistem seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun menjadi elemen krusial yang mendukung keberlanjutan wisata selancar. Selain membangun kapasitas anak muda dalam selancar.

Kemah Konservasi Selancar bertujuan menyatukan para peselancar, pencinta lingkungan, dan anggota masyarakat untuk membangun masa depan yang berkelanjutan bagi ekosistem laut Pulau Sumba. Ekosistem-ekosistem ini berada dalam wilayah komunitas adat lokal yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan alam.

Penjabat Bupati Sumba Barat, Dra. Flouri Rita Wuisan, M.M. mengatakan wisata selancar saat ini sedang berkembang pesat di Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat. Dan Kemah Konservasi Selancar merupakan ruang dipakai mengembangkan wisata selancar sehingga menunjang perekonomian masyarakat.

“Tugas kami sebagai pemerintah akan terus mendukung program konservasi selancar (Surf Conservation) di Sumba Barat. Strategi pemerintah Sumba Barat dalam membangun daerah akan selalu melibatkan stakeholder seperti LSM, masyarakat, dan akademisi untuk pembangunan wilayah pesisir. Dari pemerintah di tingkat desa hingga pemerintah kabupaten, semua siap mendukung dan berkolaborasi dalam program ini,” ujarnya saat membuka Kemah Konservasi Selancar.

Penjabat Bupati Sumba Barat, Flouri Rita Wuisan membuka sekaligus menyambut para peserta yang hadir di acara Kemah Konservasi Selancar. Foto : tim

Komunitas adat di Sumba atau yang dikenal dengan masyarakat Marapu, hidup dengan nafas kearifan lokal secara turun temurun yang sangat kental terkait keterhubungan antara darat dan laut. Para Rato (pemimpin adat) yang juga turut hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan pertumbuhan wisata selancar dan pembangunan di daerah pesisir Sumba Barat diharapkan dapat diimbangi dengan upaya pelestarian ekosistem sekitar agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai leluhur.

“Saya bersama masyarakat adat di Sumba ini turun-temurun menjaga alam karena alam sangat penting bagi masyarakat Marapu. Kami memiliki kesepakatan adat yang mengatur tentang pengelolaan sumber daya alam darat, pesisir dan laut wilayah adat,” ungkap Rato Mati Duka Kobu. Melalui program Konservasi Selancar, pemberdayaan masyarakat lokal dikuatkan dalam mengelola sumber daya alam dan mempertahankan kearifan lokal yang telah dijaga selama ini.

Dengan tema “Empowering the next generation of Indigenous Surfers and Conservation Leaders”, acara ini terdiri atas kegiatan belajar dan latihan (baik di darat maupun di air), dengan dipandu oleh para instruktur dan pegiat konservasi.

Petrus Laja sebagai instruktur selancar lokal asal Sumba Barat menyampaikan antusiasmenya dapat melatih anak-anak muda. “Saya percaya bahwa alam Sumba harus kita jaga demi kehidupan kita semua. Saya merasa bangga dapat terlibat dalam kegiatan ini berharap suatu saat nanti saya bisa mendirikan sekolah khusus selancar bagi anak-anak di Sumba Barat agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, ada banyak terumbu karang, hewan-hewan laut seperti ikan, penyu, bahkan dugong dan lainnya yang harus kita jaga,” ujarnya.

Para peserta beserta undangan berfoto bersama seusai kegiatan pembukaan Kemah Konservasi Selancar di depan Pantai Kerewei, Sumba Barat. Foto : tim

Selain pemberian keterampilan teknis berselancar, anak-anak juga mendapatkan donasi papan selancar dari para donatur. ”Saya semakin bersemangat mencoba belajar selancar, selama ini hanya ikut lomba berenang saja, dan belum pernah mencoba berselancar. Di acara ini saya tidak hanya bertemu banyak teman tapi juga bisa belajar dari para instruktur yang dengan sabar membimbing kami semua,” ucap Apliana Dedu Ngara, siswi SMP dari Desa Baliloku yang menjadi salah satu peserta acara ini.

Vice President Program Konservasi Indonesia, Fitri Hasibuan mengungkapkan bahwa kemah konservasi selancar menjadi satu pendekatan yang dilakukan untuk membangun generasi peselancar berikutnya yang memiliki kesadaran lingkungan dan budaya lokal dengan berbasis pada keadilan gender dan kesetaraan sosial. “Kami yakin kegiatan ini adalah langkah yang baik untuk meningkatkan kepekaan anak-anak muda terhadap upaya perlindungan ombak kelas dunia dan ekosistem laut yang sangat penting untuk masa depan,” ungkapnya.

Acara Kemah Konservasi Selancar 2024 merupakan bagian dari program Konservasi Selancar yang diinisiasi oleh Konservasi Indonesia dan para mitra untuk meningkatkan kerja-kerja konservasi melalui dukungan kepada komunitas selancar untuk turut menjaga lingkungan. Di Indonesia, program Konservasi Selancar tak hanya dilaksanakan di Sumba Barat tetapi juga di wilayah lainnya yaitu Nias, Sumatra Utara.

Tentang Konservasi Indonesia

Konservasi Indonesia (KI) merupakan yayasan nasional yang bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia. KI percaya pentingnya kemitraan multi pihak yang bersifat lintas sektor dan yurisdiksi untuk mendukung pelestarian lingkungan di Indonesia. Bermitra dengan Pemerintah dan para mitra, KI merancang dan menghadirkan solusi inovatif berbasis-alam, serta pendekatan strategi pengelolaan bentang alam dan bentang laut yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk menghasilkan dampak positif dalam jangka panjang bagi masyarakat dan alam Indonesia. Informasi lebih lanjut: http://www.konservasi-id.org

Sumber (*/tim Konservasi Indonesia)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia-Australia: Tetangga yang Bersahabat

    Indonesia-Australia: Tetangga yang Bersahabat

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Australia, Garda Indonesia | Meskipun memiliki budaya yang berbeda, keduanya tetap memiliki kesamaan akan nilai-nilai kemajemukan, keberagaman, etnis, toleransi, demokrasi, penghormatan hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Indonesia dan Australia ditakdirkan sebagai tetangga dekat dan kita tidak bisa memilih tetangga. Meski demikian, keduanya memilih untuk bersahabat. “Namun, kita memilih untuk bersahabat. Australia adalah […]

  • Desa Binaan Bank NTT– Lakekun dan Bianeno Kaya Aneka Potensi

    Desa Binaan Bank NTT– Lakekun dan Bianeno Kaya Aneka Potensi

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Betun, Garda Indonesia | Masih terus berlanjut, penjurian terhadap 115 peserta Festival Desa Binaan dan Festival PAD Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Bank NTT. Kali ini, juri melakukan penilaian di dua desa di Kabupaten Malaka. Rabu 16 November 2022, Dr James Adam, juri yang berprofesi sebagai dosen/akademisi, didampingi oleh pendamping Kristoforus Seda dari Divisi Kredit […]

  • Komunitas Pekerja Migran dan Aktivis Migran Mendesak Malaysia Hentikan Operasi PATI

    Komunitas Pekerja Migran dan Aktivis Migran Mendesak Malaysia Hentikan Operasi PATI

    • calendar_month Kam, 5 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Malaysia, gardaindonesia.id – Lebih dari 100 kelompok yang mewakili komunitas dan aktivis pekerja migran serta organisasi masyarakat sipil (CSO) mengeluarkan pernyataan bersama mendesak pemerintah Malaysia agar menghentikan operasi terhadap pekerja migran tak berdokumen atau yang biasa diistilahkan PATI, Rabu/4 Juli 2018. Pernyataan bersama tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas dan aktivis migran Filipina, Banglades, Nepal, Indonesia, […]

  • Era Gubernur Laiskodat, Inspektorat Daerah Raih Predikat Sangat Berhasil

    Era Gubernur Laiskodat, Inspektorat Daerah Raih Predikat Sangat Berhasil

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dituntut untuk tanggap terhadap kebutuhan dan tuntutan masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik, transparan dan berkualitas. Guna menggapai visi dan misi serta pemenuhan target-target yang ada dalam RPJMD provinsi NTT, maka perangkat daerah telah membuat perjanjian kinerja tahun 2021 dengan Gubernur Nusa Tenggara […]

  • Jasa Raharja NTT Siaga Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Konflik Wamena

    Jasa Raharja NTT Siaga Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Konflik Wamena

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa Tenggara Timur menyiagakan layanan pengobatan gratis di titik kedatangan penumpang yang merupakan warga NTT dari Wamena yang mengalami konflik berkepanjangan. Kegiatan ini bertajuk, ‘Jasa Raharja Peduli Wamena’ bersama Mitra Terkait lainnya, antara lain BPTD WIlayah XIII, Dinas Sosial Provinsi NTT, Pelindo III, Tagana Provinsi NTT […]

  • FAKTA : Jakarta Darurat Udara Kotor

    FAKTA : Jakarta Darurat Udara Kotor

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Udara yang paling buruk di dunia menurut pemantauan Airvisual terdapat di Jakarta. Perlu langkah konkrit mengurangi pencemaran udara di Jakarta. Kondisi buruknya udara Jakarta ini adalah pelanggaran hak warga untuk mendapatkan udara bersih dan sehat. Tidak perlu lagi diperdebatkan bahwa Jakarta memang sekarang sedang dalam kondisi darurat udara kotor. Azas Tigor […]

expand_less