Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Mitigasi Bencana dan Resiliensi Berkelanjutan di NTT

Mitigasi Bencana dan Resiliensi Berkelanjutan di NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Uly Jonathan Riwu Kaho, Agustina Etin Nahas, Yosep Lawa, Petronella S. Nenotek–Mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan Program Doktor, Universitas Nusa Cendana

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provisi Nusa Tenggara Timur telah menghelat debat publik kedua antar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur dalam pilkada serentak tahun 2024 pada Rabu malam, 6 November 2024 di Auditorium Universitas Nusa Cendana.

Debat publik kedua ini mengusung tema: “Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat NTT Yang Berkeadilan Dan Inklusi” yang dipandu oleh Ariyo Ardi dan Anisha Dasuki. Debat publik bertujuan untuk menyebarluaskan profil visi dan misi serta program kerja pasangan calon serta memberikan informasi-informasi secara menyeluruh kepada masyarakat.

Semua paslon sudah menyampaikan visi, misi dan rencana program sebagai implementasi visi dan misinya terkait pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan terutama yang terkait dengan persoalan lingkungan. Faktanya bahwa wilayah NTT merupakan wilayah dengan potensi risiko bencana alam hidrometeorologi dan bencana geologi.

Berdasarkan data BNPB, sepanjang tahun 2023 kejadian bencana alam di wilayah NTT berada pada kelompok sedang dengan kejadian bencana antara 50–100 kejadian bencana alam. Dampak bencana alam di NTT ini memiliki dampak dan dampak turunan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakatnya. Dampak akibat bencana alam, antara lain dampak ekonomi dan sosial seperti kerugian sekitar Rp3,4 triliun atau 3/5 pendapatan asli daerah (PAD) NTT per satu tahun, fasilitas umum dan publik rusak, terjadinya korban hilang dan korban jiwa, meningkatnya angka kemiskinan dan konflik sosial. Terjadinya kelangkaan bahan makanan dan angka inflasi yang tinggi. Dampak kesehatan dan keamanan, di mana tingginya angka stunting dan rendahnya kualitas kesehatan anak dan perempuan pada daerah-daerah bencana.

Dampak turunan akibat bencana alam seperti layanan pasokan listrik yang terganggu, layanan perbankan yang tidak berjalan normal, konektivitas layanan transportasi yang tidak berjalan, layanan komunikasi dan jaringan internet yang terputus, layanan stok dan pengisian BBM yang terganggu, kelangkaan dan naiknya harga pasar bahan-bahan pokok di pasar dan lain sebagainya.

Terkait kondisi ini, maka sebagaimana tema debat kedua bagi paslon calon gubernur dan wakil gubernur NTT, maka ada beberapa hal menarik dan mendasar jika dilihat dari rencana strategis yang disampaikan, terkhusus pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan terkait dengan isu-isu lingkungan di NTT.

1. Persoalan lingkungan merupakan persoalan yang harus dilihat sebagai suatu yang bersifat menyeluruh dan komprehensif serta inklusif dan tidak bersifat parsial saja. Penyebab, dampak dan upaya penanggulangan tidak hanya melibatkan satu atau dua pihak tetapi melibatkan semua pihak di dalamnya.

2. Upaya mitigasi dan penanggulangan terhadap risiko bencana perlu dibangun dalam konsep dan paradigma kolaboratif semua pihak. Kolaborasi pentahelix baik itu pemerintah, akademisi, dunia usaha/industri, LSM, masyarakat dan komunitas serta media harus bersama dalam upaya menghadapi bahaya bencana alam. Kolaborasi ini sebagai bentuk bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inovatif, lebih efektif dan berkelanjutan.

3. Apa yang disampaikan oleh ketiga paslon sesungguhnya sudah baik, namun belum secara tegas dan rinci bahwa strategi pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan sesungguhnya adalah sebuah resiliensi masyarakat NTT dengan kolaborasi pentahelix sebagai kemampuan semua pihak untuk bertahan dan tangguh dalam menghadapi situasi yang sukar dan sulit karena kondisi lingkungannya. Resiliensi terkait dengan bagaimana mitigasi dan ketangguhan dalam pengurangan risiko bencana (PRB) dan adaptasi perubahan iklim (API) Dalam gambarannya sebagai berikut :

4. Pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan di NTT adalah upaya untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk yang paling terpinggirkan, mendapatkan manfaat dari pembangunan. Ini mencakup berbagai aspek seperti akses terhadap layanan dasar, kesempatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Ada beberapa isu-isu lingkungan yang perlu dicermati oleh masing-masing paslon, sehingga tidak salah dalam mengambil kebijakan dan langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan dan inklusi

1. Deforestasi dan degradasi lahan adalah masalah besar di NTT yang berdampak pada kerusakan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sangat penting untuk mengurangi kerusakan ini.

2. Pencemaran air: pencemaran air oleh limbah domestik dan industri dapat berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan ekosistem. Pengelolaan limbah yang baik dan teknologi pengolahan air yang ramah lingkungan adalah solusi penting.

3. Perubahan Iklim: menyebabkan gangguan cuaca yang ekstrem, seperti banjir dan kekeringan, yang berdampak pada pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Adaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi emisi gas rumah kaca adalah prioritas utama.

Pendekatan Pembangunan Inklusif

1. Penguatan kapasitas institusi: penguatan kapasitas institusi lokal untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan inklusif sangat penting.

2. Partisipasi aktif masyarakat: melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan dapat memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat terpenuhi.

3. Kebijakan lintas sektor: integrasi kebijakan lintas sektoral yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

4. Desiminasi informasi masyarakat melalui media (Dismas) baik media cetak, elektronik dan online. Digitalisasi membuat industri media massa di Indonesia mengalami pemusatan. Digitalisasi membuka peluang bagi warga biasa menyuarakan kepentingan dan memperjuangkan perubahan. Pers wujud kedaulatan rakyat dan pers nasional sebagai wahana komunikasi dan penyebar informasi.

5. Pengurangan risiko bencana (PRB) inklusif. Langkah ini dengan memperhatikan masyarakat/komunitas berkebutuhan khusus dan/atau penyandang disabilitas berupa mitigasi, peta rawan bencana, sinyal kesiapsiagaan bencana, edukasi, penyuluhan dan peningkatan kesadaran wilayah rawan bencana, dan elaborasi dan diseminasi dini informasi bencana

Dengan pendekatan yang tepat, pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan di NTT, dapat membantu mengatasi berbagai tantangan lingkungan lahan kering yang cukup ekstrem, kemampuan resiliensi semua pihak (pentahelix) terhadap PRB dan API dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTT.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reaksi Cepat Jasa Raharja Beri Santunan bagi Korban Lakalantas di Bolok Kupang

    Reaksi Cepat Jasa Raharja Beri Santunan bagi Korban Lakalantas di Bolok Kupang

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kecelakaan lalu lintas antara Mobil Pikap DH 9169 AJ dengan Mobil Toyota Rush DH 1882 HH di Jalan Raya Desa Bolok, Kec. Kupang Barat Kabupaten Kupang pada Rabu, 5 Februari 2020, menewaskan 1 (satu) orang dan menyebabkan 15 orang luka-luka (8 orang luka berat, dan 7 orang luka ringan). Kepala Cabang […]

  • Kelor Solusi Cegah Anak Stunting, Diakui Ahli Kandungan Indonesia

    Kelor Solusi Cegah Anak Stunting, Diakui Ahli Kandungan Indonesia

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Loading

    Kelor pun dianggap efektif karena bernutrisi tinggi atau highly nutrition karena mengandung vitamin C, 7 kali lebih tinggi dari jeruk, kalsium 17 kali lebih tinggi dari susu, dan protein 9 kali lebih tinggi dari yoghurt.   Denpasar | Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa prevalensi stunting Indonesia tahun 2024 adalah 19,8%. Angka ini […]

  • 5 Hewan Pelari Tercepat di Dunia

    5 Hewan Pelari Tercepat di Dunia

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Loading

    Macan tutul adalah hewan liar yang sangat disukai banyak orang. Ukurannya tidak sebesar harimau, tetapi memiliki keterampilan yang lebih baik daripada harimau dalam semua aspek. Penampilan macan tutul yang indah juga menjadi daya tarik bagi beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab, yang menyebabkan penurunan tajam terhadap jumlah populasi hewan liar yang satu ini. Cheetah (istilah […]

  • Keuangan Bank NTT Alami Pertumbuhan Sebesar Rp.4,88 Triliun

    Keuangan Bank NTT Alami Pertumbuhan Sebesar Rp.4,88 Triliun

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kinerja keuangan Bank NTT berhasil menunjukkan tren positif per 23 Oktober 2019. Total aset Bank NTT mengalami peningkatan sebesar Rp.4,88 Triliun menjadi Rp.16,09 Triliun dibandingkan total aset pada tahun buku 2018 sebesar Rp.11,21 Triliun atau mengalami peningkatan 16,09 %. Sesuai rilis yang diperoleh dari Humas Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, dalam […]

  • Sekjen PBB Ajak Gibran Keluar dari PDIP Demi Prabowo?

    Sekjen PBB Ajak Gibran Keluar dari PDIP Demi Prabowo?

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Solo, Garda Indonesia | Nama bakal calon wakil presiden (cawapres) Prabowo masih digodok. Dari kubu PAN, cenderung ke nama Erick Thohir, dari Golkar cenderung ke nama Airlangga Hartarto, sedangkan dari PBB condong ke Yusril. Tapi ada alternatif lain yaitu Gibran. Inilah yang menjadi sumber permasalahan etika politik, meskipun cuma aspirasi. Bahkan Sekjen Partai Bulan Bintang […]

  • Minggu Berkah di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius Kendari

    Minggu Berkah di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius Kendari

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kendari, Garda Indonesia | Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg melaksanakan Ibadah Minggu di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna) di Kec. Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu, 16 Februari 2020. Ibadah Minggu di pimpin oleh […]

expand_less