Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Suku Sikka dan Tradisi Turun Temurun

Suku Sikka dan Tradisi Turun Temurun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
  • visibility 498
  • comment 0 komentar

Loading

Suku Sikka merupakan bagian dari komunitas adat yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Populasinya diperkirakan mencapai lebih kurang 350.000 jiwa.

Mereka berasal terutama dari daerah Kecamatan Bola, Lela, Maumere, dan Kewapante. Kabupaten Sikka memiliki warisan sejarah yang kaya, terutama melalui masa kejayaan kerajaan kuno dan pengaruh luar yang memengaruhi budaya lokal.

Suku Sikka adalah sebuah kelompok etnis yang memiliki domain yang sebelumnya diperintah oleh Raja Sikka. Mereka memiliki bahasa dan budaya yang berbeda dengan suku Tana Ai.

Pada awal abad ke-17, masyarakat Sikka memiliki hubungan yang erat dengan Portugis, yang meninggalkan pengaruh budaya dan agama Katolik di wilayah tersebut.

Kerajaan Sikka, yang pusat pemerintahannya terletak di desa Sikka Natar di pantai selatan, dipimpin oleh Raja Sikka pertama, Mo’ang atau Don Alésu Ximenes da Silva, pada pertengahan abad ke-17. Selama masa pemerintahan Portugis, masyarakat Sikka mengadopsi nama marga Portugis, ‘da Silva’.

Selama beberapa abad berikutnya, Sikka berganti kepemimpinan. Hingga akhirnya pada tahun 1952, dengan berlalunya raja terakhir, Don Josephus Thomas Ximenes da Silva, aturan rumah kerajaan Sikka berakhir. Wilayah Sikka kemudian menjadi bagian dari negara Indonesia, meninggalkan jejak yang kaya dalam sejarah dan budaya suku Sikka.

Tradisi Suku Sikka

Orang Sikka memiliki tradisi kekerabatan yang berbasis pada kesadaran memiliki nenek moyang yang sama. Perkawinan ideal biasanya dengan sepupu silang tiga hingga empat lapis keturunan. Pemilihan pasangan hidup dipengaruhi oleh tingkat kedudukan dan kepribadian, serta nilai mas kawin yang tinggi sering kali menandakan kehormatan dan perilaku yang baik. Dan pada umumnya anak sulung laki-laki lah yang mendapat warisan dengan bagian paling banyak.

Bahasa yang digunakan oleh suku Sikka berbeda dengan suku lain di daerah tersebut, seperti suku Tana Ai. Bahasa Sikka memiliki 3 (tiga) dialek utama, yaitu dialek Sokka, Nita, dan Kange. Jumlah penuturnya sekitar 150.000 jiwa, tersebar pada berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka.

Ritual adat, terdapat ritual adat yang dilakukan terhadap rumah adat dari suku Sikka in sendiri, yakni memberi sesajen kepada leluhur, dilakukan di Ulu Higun, ruangan yang terletak di sudut kanan lepo. Ulu Higun juga menjadi tempat untuk menyimpan benda pusaka atau warisan leluhur. Tempat ini sangat eksklusif, hanya dapat dimasuki oleh penjaga atau penghuni lepo, dan pihak luar memerlukan izin khusus untuk masuk.

Tradisi Tenun Sikka

Tradisi tenun Sikka menjadi salah satu kekhasan daerah Sikka di Nusa Tenggara Timur. Kain tenun ini memiliki fungsi sebagai pakaian sehari-hari, mas kawin, dan juga digunakan dalam upacara adat orang Sikka. Motif-motif pada kain tenun ini juga memiliki pesan moral dan simbolik tersendiri bagi penenunnya.

Kesenian tenun ikat menjadi bagian penting dalam kehidupan suku Sikka, khususnya dilakukan oleh kaum wanita. Kain tenun Sikka memiliki motif khas dengan warna dasar yang gelap, seperti hitam, coklat, biru, dan biru-hitam. Motif-motif yang dihasilkan terinspirasi dari cerita nenek moyang, seperti motif okukire dan mawarani.

Pemda Sikka telah memberikan dukungan yang kuat dalam pelestarian dan pengembangan tradisi ini. Seperti dengan menggelar Event Rekor Muri Seni Ikat Tenun dan mengakui nilai tinggi dari kain tenun sebagai bagian dari warisan budaya leluhur Sikka.

Tenun Sikka adalah warisan budaya asli Kabupaten Sikka yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga saat ini. Dikerjakan oleh para wanita menggunakan alat-alat tradisional, proses pembuatan ikat tenun ini melibatkan waktu yang cukup lama, mulai dari menyiapkan peralatan hingga proses pewarnaan alami.

Motif-motif yang dihasilkan sangat bervariasi, termasuk motif asli seperti Utan(g) Jentiu serta kreasi pengrajin sendiri. Kain Tenun Sikka memiliki nilai estetika dan filosofi yang tinggi, baik dari segi status sosial, budaya, maupun ekonomi. Pengakuan atas kekayaan budaya ini tercermin dalam 52 motif tenun Sikka yang mendapat pengakuan Indikasi Geografis sebagai hak kekayaan intelektual (HAKI). (*)

Sumber (*/ragam/faktasejarah)

 

 

 

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskon Listrik Januari–Februari 2025 Mulai Berlaku, Yuk Beli Token!

    Diskon Listrik Januari–Februari 2025 Mulai Berlaku, Yuk Beli Token!

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), pemberian diskon 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama 2 (dua) bulan yaitu Januari dan Februari 2025.   Jakarta […]

  • Nelayan Amfoang Sepakat Dukung Simon Petrus Kamlasi

    Nelayan Amfoang Sepakat Dukung Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Nataniel Liunome, warga, Kelurahan Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, menekankan bahwa pengorbanan Simon Petrus Kamlasi (SPK) menanggalkan pangkat Brigadir Jenderal adalah tanda cinta yang besar bagi kami masyarakat NTT.   Amfoang | Harapan masyarakat agar Simon Petrus Kamlasi memimpin NTT sebagai gubernur semakin membesar. Pasalnya, figur Simon Petrus Kamlasi dinilai memiliki kemampuan dan kepedulian […]

  • LP3K Nasional Luncurkan Logo dan Mars Pesparani II

    LP3K Nasional Luncurkan Logo dan Mars Pesparani II

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebulan lebih berproses dan mengumpulkan begitu banyak karya, maka sesuai jadwal pada Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 17.00 WITA, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) mengumumkan kepada publik dua orang pemenang sayembara Logo dan Mars Pesparani II Tahun 2020. Acara pengumuman sekaligus peluncuran Logo dan Mars Pesparani II Nasional […]

  • Resmi! Johanes Andes Prihatin Dilantik Jadi Sekda Belu

    Resmi! Johanes Andes Prihatin Dilantik Jadi Sekda Belu

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM mengambil sumpah dan melantik Johanes Andes Prihatin,S.E, M.Si. menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Belu di aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 1 Oktober 2021. Pengambilan sumpah dan pelantikan berdasarkan Keputusan Bupati Belu, nomor: BKPSDMD 820/373/Kep/IX/2021, […]

  • Sinergisitas Kemnaker & JarNas Anti TPPO Akhiri Perdagangan Orang di Indonesia

    Sinergisitas Kemnaker & JarNas Anti TPPO Akhiri Perdagangan Orang di Indonesia

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain untuk penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja, peningkatan peran hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. Termasuk pembinaan pengawasan ketenagakerjaan serta keselamatan dan kesehatan kerja, koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan […]

  • 136 Narapidana Lapas Atambua Terima Remisi Khusus Natal

    136 Narapidana Lapas Atambua Terima Remisi Khusus Natal

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Edwar Hadi, memberikan remisi khusus kepada 136 narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada perayaan Hari Raya Natal tahun 2021. Bertempat di Aula Lapas, pada Jumat, 24 Desember 2021 pukul 09.00 WITA, pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal diberikan kepada narapidana beragama Katolik & Kristen yang telah memenuhi […]

expand_less