Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gua Jepang di Kupang Dilirik Menteri Kebudayaan, Bakal Jadi Cagar Budaya

Gua Jepang di Kupang Dilirik Menteri Kebudayaan, Bakal Jadi Cagar Budaya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
  • visibility 225
  • comment 0 komentar

Loading

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Wagub NTT dengan menggunakan peralatan pengaman safety helmet dengan senter serta sepatu bot bersama petugas kemudian masuk menyusuri setiap ruangan lorong gua Jepang.

 

Kupang | Gua Jepang Fatusuba di Kampung Bonen, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berusia kurang lebih kurang 80 tahun, memiliki nilai sejarah yang sangat signifikan terkait dengan perang dunia kedua, ketika Jepang berada wilayah Pasifik.

Pada masa pendudukan Jepang, gua-gua ini digunakan sebagai tempat perlindungan dan markas militer Jepang yang menyimpan jejak sejarah penting. Gua Jepang di Kampung Bonen ini pertama kali diinformasikan oleh Pendeta GMIT Mizpa di Kampung Bonen yang selanjutnya menelusuri gua-gua Jepang.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon didampingi Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma meninjau obyek wisata yang bakal menjadi obyek destinasi cagar budaya (ODCB) Gua Jepang Fatusuba pada Sabtu sore, 26 April 2025.

Setibanya di sana, usai menerima penjelasan singkat, Menteri Kebudayaan bersama Wakil Gubernur NTT dengan menggunakan peralatan pengaman safety helmet dengan senter serta sepatu bot bersama petugas kemudian masuk menyusuri setiap ruangan lorong gua Jepang.

Kondisi di dalam gua yang becek, lembab dengan kondisi tekstur jalan yang licin dan lumayan sulit tidak menyurutkan semangat Fadli Zon dan Johni Asadoma menyusuri dan melihat langsung ke dalam gua.

Fadli Zon menekankan kehadiran Balai Pelestarian Kebudayaan XVI di Provinsi NTT, Kementerian Kebudayaan berharap agar upaya pelestarian situs-situs bersejarah seperti ini bisa melibatkan masyarakat dan komunitas setempat.

Gua Jepang jadi cagar budaya

Fadli Zon berharap situs gua Jepang di Kabupaten Kupang tersebut dapat menjadi cagar budaya (CB), yang tentunya memerlukan proses penelitian dan kajian lebih lanjut dengan melibatkan bukan hanya ahli juga pemerintah daerah.

Johni Asadoma pun mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Kebudayaan pada situs gua Jepang tersebut. Ia berharap agar situs tersebut dapat menjadi cagar budaya serta menginstruksikan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan penelitian lebih lanjut.

“Libatkan pihak-pihak seperti masyarakat sekitar, pihak akademisi baik dari perguruan tinggi negeri dan swasta juga. Semua data dan bahan tersebut nanti kita kirimkan ke Kementerian Kebudayaan untuk ditindaklanjuti lebih dalam lagi,” tandas Johni Asadoma.(*)

Sumber (*/Alex Raditia-Biro AdPim Setda NTT)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Triwulan I 2023, Tarif Listrik Tak Naik

    Triwulan I 2023, Tarif Listrik Tak Naik

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap menjalankan keputusan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memutuskan untuk mempertahankan tarif listrik pada periode triwulan pertama tahun 2023. Langkah ini dilakukan untuk  menjaga daya beli masyarakat di tengah pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Pemerintah berkomitmen melindungi masyarakat dengan tetap memberikan subsidi listrik kepada pelanggan […]

  • PLN Penuhi Listrik Impian 38 Keluarga di Selatan NKRI

    PLN Penuhi Listrik Impian 38 Keluarga di Selatan NKRI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Dengan semangat “Ita Esa untuk Rote, Terus Terang”, PLN berharap Dusun Busulaten menjadi awal dari kemajuan bagi desa-desa lain di Rote Ndao.   Rote Ndao | Setelah penantian bertahun-tahun, mimpi 38 kepala keluarga (KK) di Dusun Busulaten, sebuah dusun terpencil di pulau paling selatan Indonesia, akhirnya menjadi kenyataan. Menjelang perayaan HUT ke-80 RI, aliran listrik […]

  • Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    • calendar_month Sel, 15 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Kelor atau Marungga dengan nama latin Moringa oleifera; akhir ini menjadi perbincangan dan mendapat porsi dengan perhatian ekstra dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal rutin dikonsumsi dan menjadi tren pangan lokal. Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi sejak awal telah berkomitmen dan konsisten menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan […]

  • Karya Bakti Kodim 1604/Kupang di Pantai Namosain Jelang HUT Kodam IX Udayana

    Karya Bakti Kodim 1604/Kupang di Pantai Namosain Jelang HUT Kodam IX Udayana

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menjelang HUT Kodam IX/ Udayana Ke-62 pada tanggal 27 Mei 2019, Kodim 1604/ Kupang bersinergi dengan aparat daerah melaksanakan kegiatan Karya Bhakti, Kamis, 2 Mei 2019 di Pantai Namosain, Kelurahan Namosain Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur Karya Bhakti dihadiri Komandan Kodim 1604/Kupang, Danramil 1604/11 Alak, Kapten Cbn Paulus […]

  • PAKAR Peduli Terhadap Masyarakat  Karangasem

    PAKAR Peduli Terhadap Masyarakat Karangasem

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, Garda Indonesia | Peduli dan empati kepada sesama menjadi bagian responsibility masyarakat secara luas, hal tersebut diwujudkan oleh Paguyuban Karangasem (PAKAR) Se-Jababodetabek sebagai organisasi sosial yang bergerak dalam bidang Sosial, Kemanusiaan, dan Keagamaan. PAKAR hadir ditengah masyarakat untuk dapat memberikan kontribusi bantuan secara langsung kepada Nyoman Pudak yang telah berumur 71 Tahun Desa Baturinggit, […]

  • Menteri Bintang Puspayoga : Sudah Saatnya Perempuan Memimpin

    Menteri Bintang Puspayoga : Sudah Saatnya Perempuan Memimpin

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan sejarah telah membuktikan bahwa perempuan patut diperhitungkan. Jika di masa lalu perempuan hanya dikonstruksikan sebagai pengurus atau pengelola rumah tangga, saat ini tidak sedikit perempuan yang menempati posisi penting dalam berbagai bidang bahkan menjadi pemimpin. “Sudah saatnya perempuan diperhitungkan tidak saja […]

expand_less