Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prabowo Setuju Iuran BPJS Naik, Pengeluaran Rakyat Membengkak!

Prabowo Setuju Iuran BPJS Naik, Pengeluaran Rakyat Membengkak!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
  • visibility 179
  • comment 0 komentar

Loading

Kebijakan kenaikan iuran ini juga mendapat dukungan pakar. Ketua Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai iuran memang harus naik bahkan sejak awal tahun 2025.

 

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto memberi lampu hijau terhadap rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan dilakukan secara bertahap mulai 2026. Kebijakan ini tercantum dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, yang menegaskan penyesuaian iuran diperlukan demi menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menyesuaikan dengan daya beli masyarakat dan kondisi fiskal negara.

“Untuk itu, penyesuaian iuran [BPJS Kesehatan] dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kondisi fiskal pemerintah. Pendekatan bertahap ini penting untuk meminimalisir gejolak sekaligus menjaga keberlanjutan program,” tertulis dalam Nota Keuangan RAPBN 2026, Rabu, 20 Agustus 2025.

Pemerintah menjabarkan bahwa Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan diperkirakan masih terkendali hingga akhir 2025, tetapi tren penurunan mulai terlihat akibat meningkatnya klaim kesehatan di semester I/2025. Beban pembiayaan JKN juga diperkirakan makin berat karena meningkatnya klaim penyakit katastropik, potensi kenaikan tarif layanan kesehatan, hingga implementasi kelas rawat inap standar (KRIS).

Dari sisi anggaran, pemerintah menyiapkan Rp66,5 triliun untuk membayar iuran 96,8 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan besaran Rp42.000 per orang pada 2026. Selain itu, ada alokasi Rp2,5 triliun untuk subsidi iuran kelas III bagi 49,6 juta peserta PBPU dan BP, di mana peserta hanya membayar Rp35.000 per bulan, sementara Rp7.000 sisanya ditanggung negara.

Namun, tantangan tetap ada. Pemerintah menyoroti tingginya angka peserta nonaktif, rendahnya kepatuhan pembayaran iuran dari pekerja mandiri, masalah data penerima PBI yang tidak akurat, serta potensi PHK massal yang bisa menurunkan jumlah peserta aktif JKN.

Kebijakan kenaikan iuran ini juga mendapat dukungan pakar. Ketua Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai iuran memang harus naik bahkan sejak awal tahun 2025. Ia menyinggung inflasi medis akibat mahalnya obat dan bahan medis impor, serta rasio klaim DJS yang sudah membengkak di atas 100%.

“Konsekuensinya adalah biaya obat, biaya bahan-bahan medis yang sebagian besar masih impor, tentu sudah menjadi sangat mahal. Buat rumah sakit sangat berat kalau tidak terjadi kenaikan pembayaran,” ujarnya.

Hasbullah juga mengusulkan agar iuran untuk peserta mandiri atau PBPU tidak lagi ditetapkan dalam nominal tetap, melainkan disesuaikan dengan pendapatan peserta. Ia menekankan, BPJS Kesehatan harus berbenah dalam pelayanan dan tidak boleh semena-mena memutus kontrak dengan rumah sakit swasta karena imbasnya bisa merugikan peserta JKN.

Dengan berbagai tantangan tersebut, pemerintahan Prabowo menegaskan perlunya kebijakan terpadu untuk menjaga keberlangsungan JKN, mulai dari peningkatan kolektabilitas iuran, pengelolaan klaim yang lebih efisien, hingga perbaikan data peserta.(*)

Sumber (*/melihatindonesia)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Hewan Pelari Tercepat di Dunia

    5 Hewan Pelari Tercepat di Dunia

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Loading

    Macan tutul adalah hewan liar yang sangat disukai banyak orang. Ukurannya tidak sebesar harimau, tetapi memiliki keterampilan yang lebih baik daripada harimau dalam semua aspek. Penampilan macan tutul yang indah juga menjadi daya tarik bagi beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab, yang menyebabkan penurunan tajam terhadap jumlah populasi hewan liar yang satu ini. Cheetah (istilah […]

  • Mengapa Jakarta Selalu Banjir?

    Mengapa Jakarta Selalu Banjir?

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Dr. Andang Bachtiar Ada berbagai pertanyaan masyarakat tentang kondisi subsurface (bawah permukaan tanah kota Jakarta), kondisi gerakan tanah dan kegempaan di wilayah yang menjadi ibukota republik ini. Jawabannya, teluk Jakarta adalah daerah ketinggian tektonik yang membuat lempeng tanah di wilayah ini turun terus menerus. Setidaknya, demikian pendapat pakar Geologi DR. Andang Bachtiar. Pendapat itu […]

  • ‘Elevation Watts Up’ PLN Pilih 10 Startup Terbaik Indonesia

    ‘Elevation Watts Up’ PLN Pilih 10 Startup Terbaik Indonesia

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) terus mendorong generasi muda berinovasi dan menciptakan solusi energi masa depan Indonesia. Berkolaborasi dengan Lestari, Pares, dan Pijar Foundation serta didukung oleh pemerintah, PLN meluncurkan program PLN Elevation: Watts Up! pada Senin, 12 September 2022. PLN Elevation merupakan bentuk dukungan terhadap program Startup Day Kementerian BUMN yang mengajak […]

  • Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal

    Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Entah apa kriteria Negara Gagal versi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sang Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI. Dalam pemberitaan yang beredar tidak jelas disebutkan. Hanya dikatakan bahwa Ibas mengkritik cara pemerintah menangani pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir dua tahun. Bahkan Ibas dikabarkan khawatir jikalau RI dianggap menjadi negara gagal atau […]

  • Gempa M 6.8 Guncang Wilayah Maluku

    Gempa M 6.8 Guncang Wilayah Maluku

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitude 6.8 mengguncang wilayah Maluku pada Kamis, 26 September 2019 pukul 08.46 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa terjadi pada 40 km timur laut Ambon – Maluku dengan kedalaman 10 km. BMKG merilis tidak adanya potensi tsunami. Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi dirasakan di […]

  • Transisi ke PLN, 160 KK Tandula Jangga Sumba Timur Nikmati Listrik Andal

    Transisi ke PLN, 160 KK Tandula Jangga Sumba Timur Nikmati Listrik Andal

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Loading

    Oscarlian Ratu, Manager PLN ULP Sumba Timur, menekankan bahwa perluasan jaringan ini adalah wujud nyata komitmen PLN guna mempercepat pembangunan jaringan, meliputi pemasangan tiang, penarikan kabel, hingga instalasi gardu.   Waingapu | Upaya PLN menghadirkan akses listrik yang lebih andal dan merata di Nusa Tenggara Timur terus berlanjut. Melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumba Timur, […]

expand_less