Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » CIRMA Terapkan Pertanian Ekologi dan Inovasi Lokal

CIRMA Terapkan Pertanian Ekologi dan Inovasi Lokal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

Loading

CIRMA menempatkan keadilan iklim sebagai elemen utama dalam membangun green economy. Di Timor Barat, persoalan akses terhadap air bertani dan sumber daya alam lainnya sangat erat dengan kerentanan sosial-ekonomi.

 

Timor | Salah satu langkah konkret CIRMA dalam mewujudkan ekonomi hijau adalah melalui pengembangan pertanian ekologi. CIRMA mendorong praktik-praktik agroekologi, penggunaan pupuk organik, serta pemanfaatan eco-enzyme sebagai solusi lokal untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi limbah organik, dan menekan ketergantungan pada pupuk kimia. Inovasi eco-enzyme yang digerakkan komunitas tidak hanya mendukung dekarbonisasi, tetapi juga memperkuat kemandirian petani.

Pada perspektif green economy, pendekatan ini mencerminkan prinsip “doing more with less” – menghasilkan nilai ekonomi dan sosial yang lebih besar, sambil meminimalkan jejak karbon dan kerusakan ekologis. Praktik-praktik ekologi berbasis komunitas juga menciptakan lapangan kerja baru, peluang kewirausahaan sosial, dan menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Keadilan iklim dan tata kelola air berbasis komunitas

CIRMA juga menempatkan keadilan iklim sebagai elemen utama dalam membangun green economy. Di Timor Barat, persoalan akses terhadap air bertani dan sumber daya alam lainnya sangat erat dengan kerentanan sosial-ekonomi. Melalui inisiatif tata kelola air berbasis komunitas, CIRMA memperjuangkan hak masyarakat atas air secara adil, setara, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini tidak hanya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, tetapi juga membuka peluang ekonomi produktif yang lebih hijau, seperti pertanian berbasis irigasi hemat air, pengelolaan DAS partisipatif, dan usaha mikro yang bergantung pada sumber daya air. Dengan demikian, tata kelola air bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga strategi membangun fondasi green economy yang berpihak pada komunitas rentan.

Pendidikan iklim dan transformasi pengetahuan

Ekonomi hijau hanya dapat terwujud bila ada perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya. CIRMA, bekerja sama dengan BMKG, menginisiasi Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang memperkuat literasi iklim petani kecil. Melalui SLI, petani belajar membaca data iklim, memprediksi cuaca, dan merancang pola tanam yang lebih adaptif.

Staf DFC CIRMA dan petani menimbang hasil pengolahan pupuk organik di Kabupaten Belu. Foto : tim CIRMA

Peningkatan kapasitas ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi risiko gagal panen dan kerugian ekonomi. SLI menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan lokal, yang pada akhirnya memperkuat posisi petani dalam transisi menuju green economy. Pengetahuan yang dimiliki komunitas menjadi modal sosial untuk mendorong perubahan sistem pangan dan sistem ekonomi yang lebih resilien.

Kolaborasi global untuk ekonomi hijau lokal

Transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan kolaborasi lintas batas. CIRMA menyadari pentingnya dukungan global dalam mengakselerasi perubahan di tingkat lokal. Kemitraan dengan Climate Justice Resilience Fund (CJRF) adalah contoh nyata bagaimana solidaritas global menopang gerakan lokal. Inisiatif CJRF tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memperkuat posisi CIRMA dalam jejaring global keadilan iklim dan ekonomi hijau.

Dukungan semacam ini penting agar transformasi yang dilakukan komunitas petani kecil di Timor Barat tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari gerakan global menuju dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi ini, CIRMA mampu menghubungkan inovasi lokal dengan agenda global, serta memastikan bahwa green economy benar-benar berakar pada kebutuhan masyarakat di akar rumput.

Menuju community-driven green economy

CIRMA meyakini bahwa green economy hanya dapat terwujud jika dikendalikan dan digerakkan oleh komunitas. Transisi hijau yang hanya berpusat pada teknologi atau investasi besar berisiko melupakan suara masyarakat kecil. Oleh karena itu, pendekatan community-driven change menjadi prinsip utama dalam setiap program CIRMA.

Komunitas petani kecil di Timor Barat bukan hanya penerima manfaat, tetapi menjadi aktor utama yang memimpin perubahan. Dengan memperkuat kapasitas mereka, membangun jaringan kolektif, dan membuka akses ke sumber daya, CIRMA memastikan bahwa green economy tidak hanya menjadi jargon, melainkan realitas hidup sehari-hari masyarakat desa.(*)

Sumber (*/tim CIRMA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utamakan Keselamatan, Pemerintah Batalkan Jemaah Haji Tahun 2020

    Utamakan Keselamatan, Pemerintah Batalkan Jemaah Haji Tahun 2020

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Agama Fachrul Razi memastikan bahwa keberangkatan Jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M dibatalkan. Kebijakan ini diambil karena Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang belum usai. “Saya hari ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah […]

  • Mensesneg Pratikno: Pemerintah Tak Ada Niat Ubah UU Pilkada dan UU Pemilu

    Mensesneg Pratikno: Pemerintah Tak Ada Niat Ubah UU Pilkada dan UU Pemilu

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan sikap pemerintah yang tidak menghendaki adanya revisi terhadap dua undang-undang, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang […]

  • Bank NTT Helat Seminar Nasional di Labuan Bajo

    Bank NTT Helat Seminar Nasional di Labuan Bajo

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Beberapa hari terakhir, publik disajikan informasi-informasi mengenai lock down terhadap pelayanan kepariwisataan di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Beredar video-video dan link-link informasi yang mengganggu publik seolah-olah tempat wisata super premium itu sudah tutup dan ibarat kota mati. Ternyata kondisinya tidak seperti yang dibayangkan. Di tengah gempuran framing negatif itu, PT. Bank Pembangunan Daerah […]

  • Kader Demokrat Indonesia Dukung AHY Maju Pilpres 2024

    Kader Demokrat Indonesia Dukung AHY Maju Pilpres 2024

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Partai Demokrat menghelat rapat pimpinan nasional (Rapimnas) berlangsung di JCC, Jakarta, dihadiri oleh tiga ribuan pimpinan Partai Demokrat di tingkat Pusat maupun Daerah, para kepala daerah, serta para wakil rakyat tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota  pada Kamis—Jumat, 15—16 September 2022. Para pimpinan yang hadir mulai dari DPD tingkat provinsi( DPD) hingga […]

  • Menteri Korupsi Lagi, Kapan Tim Kerja Presiden Dibenahi ?

    Menteri Korupsi Lagi, Kapan Tim Kerja Presiden Dibenahi ?

    • calendar_month Ming, 6 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Satu lagi penjahat tumbang. Penjahat kemanusian yang rakus melalap hak kaum duafa, kaum masyarakat miskin yang sedang bertahan hidup dari serangan pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi. Menteri Sosial Yuliari Batubara ini memang masih tersangka di KPK, tapi entah saya Haqul Yaqin menteri kaya raya keturunan pengusaha ini pasti terlibat bancakan dana […]

  • 5 September 2018; Pelantikan Gubernur NTT Terpilih-Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi

    5 September 2018; Pelantikan Gubernur NTT Terpilih-Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi

    • calendar_month Rab, 5 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id– Hari ini, Rabu/5 September 2018, Gubernur & Wakil Gubernur Terpilih, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi dilantik oleh Presiden Joko Widodo tepat pukul 10.00 Wib di Istana Negara. Selain pelantikan pasangan Viktor-Josef sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023; akan dilantik juga 8 (delapan) pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih pada Pilkada serentak 2018 […]

expand_less