Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Berita Duka Telah Berpulang Sila Kedua Pancasila di Kantor Gubernur NTT

Berita Duka Telah Berpulang Sila Kedua Pancasila di Kantor Gubernur NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
  • visibility 242
  • comment 2 komentar

Loading

Oleh : Marsel Robot, Dosen Bahasa dan Sastra FKIP Undana

Kami, keluarga berduka, masyarakat Nusa Tenggara Timur menyampaikan kabar duka cita atas berpulang saudara kita tercinta atas nama Sila Kedua Pancasila, atau nama kerennya “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, pada pukul 11.01 Wita. Sementara, jenazah disemayamkan di antara kantor gubernur dan kantor DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sedikit informasi tentang riwayat sakit beliau. Sebulan yang lalu, Sila Kedua diantar oleh sejumlah ponakannya (baca, massa mahasiswa) ke halaman kantor gubernur untuk segera opname. Pasien diterima oleh Gubernur Melki Laka Lena dan sejumlah pejabat, termasuk Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ibu Nomleni.

Sila Kedua menderita sakit kronis yang sangat aneh. Sejumlah dokter ahli gizi sosial dan ahli kemo kemelaratan mendiagnosis penyakit yang diderita Sila Kedua adalah komplikasi akut. Dalam catatan medis itu terbaca, paru-parunya dalam keadaan hampa udara, jantung kering tanpa darah dihisap regulasi, dan jantung ekonomi berdetak sendu. Ada juga penumpukan daging di pembuluh darah sehingga sirkulasi dana dari pejabat kepada rakyat terputus yang menyebabkan kehidupan rakyat terseok.

Ia menderita sakit nyaris seabad. Bahkan, selama hidupnya ia hanya mengenal sakit. Keadaan semakin parah dan memuncak sejak beredarnya Pergub No. 22 Tahun 2025 tentang kenaikan tunjang sewa kos (rumah) dan sewa bemo (tunjangan transportasi) anggota DPRD Provinsi NTT bernilai sangat fantastis. Dan mengalami pendarahan hebat saat euforia event Tour De Entente dan retret alias pelesir pejabat ke Universitas Pertahanan yang menguras dompet APBD.

Sampai saat ini pihak Gubernur Laka Lena sebagai kepala unit gawat darurat belum memberikan respons terhadap sejumlah tuntutan mahasiswa untuk merevisi isi Pergub No. 22 tahun 2025 itu. Omon-omon inilah yang memangkas napas sila kedua secara perlahan. Seakan tuntutan masyarakat hanya simfoni fals yang sengaja diabaikan. Namun, ahli biroforensik di kantor gubernur memberikan kesaksian lain. Menurutnya, Sila Kedua itu dibunuh. Bukan menderit sakit. Hasil analisis biroforensik menemukan luka-luka tusukan tuts kalkulator yang menghitung jenis-jenis tunjangan DPRD Provinsi NTT.

Lebih menyakitkan lagi, kasus kematian Sila Kedua terjadi di NTT, tanah kelahirannya (1934—1938). Seandainya Soekarno masih hidup, besar kemungkinan ia berada di sisi kanan jenazah Sila Kedua. Soekarno tersedak oleh kesedihan yang tak tertahankan melihat keadaan sila kedua yang terbaring kaku di hadapannya. Dan sejam yang lalu, Soekarno membentangkan kain kafan merah putih di atas tubuh renta Sila Kedua, air mata menetes satu-satu menjadi badai yang menghanyutkan semua pejabat korup di daerah ini.

Sampai saat ini, rencana pemakaman belum diinformasikan oleh panitia. Padahal, krans bunga dari berbagai pihak sudah terpajang sepanjang jalan persis baliho di musim caleg (calon legislatif). Masalah lain, mobil ambulans yang siap mengantar jenazah ke hati para pejabat dan DPR mengalami kemacetan, lantaran tidak bisa mengisi bensin. Sang sopir tidak membawa surat pajak kendaraan untuk diperlihatkan kepada pegawai SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Akibatnya, kendaraan tidak dapat mengisi bahan bakar.

Berita duka ini telah disampaikan sejak kemarin kepada para petani yang kekurangan pupuk, kepada nelayan yang tidak melaut, kepada pedagang kaki lima yang diamputasi kakinya, kepada pedagang cabai di pasar rakyat, guru honorer. Keluarga duka telah mengimbau kepada para pelayat untuk datang secara bersamaan dengan jumlah besar agar misa requiem lebih khusuk dan doa syafaat bisa meretakkan hati yang karatan. Panitia pemakaman memberitahukan pula agar setiap pelayat menyeka keringat dengan sapu tangan kafan yang terbuat dari air mata rakyat NTT. Para pejabat dan Dewan Perwakilan Rakyat diharapkan datang melayat dengan membawa selendang yang terbuat dari hati nurani.

Kami, keluarga berduka dan sejumlah keluarga besar yang terkait di dalamnya telah menerima ucapan belasungkawa dari petani pedalaman seluruh NTT. Mereka sangat sedih dan amat menyesal tidak hadir dalam upacara pemakaman karena jalan raya sangat buruk, sehingga sulit menjangkau rumah duka.

Kami menerima ucapan belasungkawa dari nelayan kecil. Mereka juga tidak datang dalam ritual pemakaman Sila Kedua oleh karena kesulitan biaya transportasi. Karena, nyaris sebulan ini jarang melaut sehingga hasil tangkapan merosot, sebagian perahu dan kapal pengakap ikan tidak mengisi bahan bakar karena pajak belum lunas.

Kami juga menerima ucapan belasungkawa dari para guru honorer, tenaga kesehatan kontrak, yang selama ini hidup di bawah bayang narasi “enggan dipecat, menunggu keberuntungan.” Meski mereka tahu, para wakil rakyatnya berpesta pora dengan tunjangan yang tinggi yang lampaui gedung kantornya.

Kita semua berdoa, semoga arwah Sila Kedua berkenan di sisi kanan Tuhan, bersama para kudus di surga menemukan kedamaian abadi di sana. Sebab, di Nusa Tenggara Timur, tempat ia dilahirkan, malah ia dikhianati, disalibkan, dan wafat dan dimakamkan di pinggir selokan sejarah, karena mungkin di sana masih tersisa serpihan-serpihan keadilan.

O… ya! Poti Pong Darat Tana selaku Amang Dedek (om) atau To’o Huk, atau Atoin Amaf dari Sila Kedua, berbisik kepada saya: katanya, “Seluruh ponakan (mahasiswa), kenyadu (aktivis) segera menyiram rampai tidak hanya di atas makam Sila Kedua, tetapi juga di tangga kantor gubernur, tempat sepatu kekuasaan menggilas tuntutan masyarakat, di lorong kantor DPR tempat palu sidang meremukkan aspirasi rakyat. Di atas pusara Sila Kedua, kalian menabur bunga, menabur pesan ketidakadilan. Sebab, setiap helai rampai adalah deraian peluh dan simfoni penderitaan rakyat. Pun palu sidang DPR telah mematikan jentik-jentik hati nurani.(#)

  • Penulis: Penulis

Komentar (2)

  • ROI

    Kematian sila kedua di NTT Membawa senyum buat siapa ….? Sedang air mata tak ter bendung keluar dari manusia manusia yg membutuhkan keadilan dan keberadaban. Mengapa kesejahteraan DPR Yg diperhatikan sedang masyarakat kecil mencari pekerjaan hanya untuk sekilo beras setiap harinya untuk bertahan hidup..? Sedangkan air mau di dop karena tunggak 3 bulan.meteran listrik harus di isi pulsa karena sudah merengek karena lapar pulsa. Anak anak sarjana semua pada stres karena menganggur sudah 3 atau 4 tahun…yg bisa cuma mencari untuk sekedar bertahan hidup.ada yg punya kesempatan mengisi formulir lowongan kerja pada instansi pencari tenaga kerja tapi ditolak karena umur sudah melewati batas .kasihan …….sedang pemerintah dalam hal ini sibuk mengurus uang berbagai jenis tunjangan….untuk orang orang kepercayaan masyarakat.yaitu DPR…..Apakah dalam benak anda kalian berpikir bahwa saya dipilih untuk berpikir tentang kehidupan yg berperikemanusiaan yg adil dan beradab.bagi mereka yg mempercayaimu …? Kami cuma butuh kerja keras untuk sekedar menghidupkan hidup….itupun lapangan kerja nya tidak ada. Kami punya keinginan, kemauan dan semangat untuk berusaha hidup.tapi apa yg harus kami harapkan …? Apapun jenis tunjangan buat DPR tapi kalau kehiduPan masyarakat tidak Dipikirkan, ,,, maka semuanya NOL DAN NOL.

    Balas3 Oktober 2025 10:54 am
  • Aleksius R Sedara

    Sebuah berita yang disampaikan secara persuasif.
    Berita (membahasakan kenyataan) sedangkan persuasif ditunjang majas personifikasi dan alegori adalah bagian dari sastra untuk menarik perhatian pembaca.
    Perpaduan keduanya merupakan gaya atau kaca bening jiwa dari si penulis.
    Terima kasih atas sajian beritai ni Pak Marsel🙏

    Balas3 Oktober 2025 9:31 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2022, PLN Mereduksi 32 Juta Metrik Ton Emisi Karbon

    Tahun 2022, PLN Mereduksi 32 Juta Metrik Ton Emisi Karbon

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Sharm El-Sheikh, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) berhasil mengurangi 32 juta metrik ton emisi karbon gas rumah kaca sepanjang tahun 2022. Capaian tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam agenda Decarbonizing Energy Sector for Net Zero Indonesia Pavillion di COP 27 yang dihelat di Mesir pada Senin, 7 November 2022. “Saya di […]

  • Gubernur NTT Apresiasi Sikap Sinode GMIT & Keuskupan Agung Kupang

    Gubernur NTT Apresiasi Sikap Sinode GMIT & Keuskupan Agung Kupang

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi sikap dan langkah bijak yang dikeluarkan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon dan Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang membatasi dan meniadakan misa selama 2 (dua) minggu ke depan. Pembatasan ini sebagai akibat merebaknya penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 di […]

  • CIRMA Intensifkan Serial Belajar Iklim Petani Timor Barat

    CIRMA Intensifkan Serial Belajar Iklim Petani Timor Barat

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Loading

    Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar membeberkan bahwa para petani marginal di Timor Barat telah bekerja keras menjaga lahan, benih, dan tradisi bertani, namun sering kali tanpa perlindungan yang memadai dari perubahan iklim.   Timor Barat | Sejak Desember 2024, CIRMA memperluas skala jangkauan program lintas kabupaten dalam kemitraan global bersama CJRF (Climate Justice Resilience Fund) […]

  • Kondisi Tenaga Kerja dan Kinerja Ekonomi NTT Triwulan I 2024

    Kondisi Tenaga Kerja dan Kinerja Ekonomi NTT Triwulan I 2024

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yezua Abel, Statistisi pada BPS Provinsi NTT Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur pada triwulan I-2024 tumbuh positif 3,61 persen  dibandingkan dengan triwulan I-2023. Pada Februari 2024, penduduk yang bekerja meningkat menjadi 2,96 juta orang  namun pengangguran juga bertambah menjadi 97 ribu orang. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi […]

  • Gubernur Bali Paparkan Kebijakan  Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

    Gubernur Bali Paparkan Kebijakan Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

    • calendar_month Jum, 23 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, gardaindonesia.id | I Wayan Koster, Gubernur Bali menerima kunjungan Konjen Tiongkok, Gou Haodong yang didampingi dua orang stafnya di kediamannya ,Jayasaba Denpasar, Jumat (23/11/18). Gubernur Koster yang didampingi oleh Wakil Gubernur Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kadis Pariwisata A.A.Gd. Juniarta Putra, dan Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya pada kesempatan tersebut […]

  • Gubernur VBL Minta BUMDes Lebih Kreatif Kelola Dunia Maya

    Gubernur VBL Minta BUMDes Lebih Kreatif Kelola Dunia Maya

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Betun-Malaka, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih kreatif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melakukan transaksi produk-produknya  lewat pasar online. “Pasar tradisional mungkin tidak bertahan lama lagi ke depannya. Dengan kemajuan teknologi informasi,  pembelian barang-barang kebutuhan pokok dan rumah […]

expand_less