Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Hasan Nasbi Sindir Purbaya : Jangan Merasa Pintar Sendiri, Negara Butuh Kerjasama

Hasan Nasbi Sindir Purbaya : Jangan Merasa Pintar Sendiri, Negara Butuh Kerjasama

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • visibility 454
  • comment 0 komentar

Loading

Sindiran itu muncul setelah Purbaya menuding sejumlah pemerintah daerah menimbun dana publik tanpa segera digunakan untuk kepentingan masyarakat.

 

Jakarta | Suasana politik di lingkar pemerintahan kembali memanas setelah pengamat politik sekaligus pendiri Public Virtue Initiatives, Hasan Nasbi, melontarkan kritik tajam terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Melalui unggahan di platform X, Hasan menyoroti gaya komunikasi Purbaya yang dinilai terlalu menyudutkan pejabat lain, terutama kepala daerah, terkait isu dana publik yang mengendap di bank.

Ia menulis, “Kritik boleh, tapi jangan merasa paling pintar sendiri. Negara ini dibangun dengan kerja sama, bukan saling menggurui.”

Sindiran itu muncul setelah Purbaya Yudhi Sadewa menuding sejumlah pemerintah daerah menimbun dana publik tanpa segera digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Ia menilai dana yang seharusnya mendorong pembangunan justru mengendap di bank, memperlambat perputaran ekonomi di daerah.

Pernyataan Purbaya tersebut memicu reaksi keras. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membela langkah pemerintah daerah dengan alasan kehati-hatian fiskal agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.

Hasan Nasbi pun menilai bahwa perdebatan semacam itu tidak seharusnya dilakukan di ruang publik dengan nada menyalahkan.

Menurut Hasan, komunikasi yang menuding pihak lain hanya akan menimbulkan jarak antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kalau setiap pejabat pusat berbicara seolah semua daerah salah, itu akan menciptakan ketegangan. Pemerintahan yang efektif lahir dari sinergi, bukan ego,” ujarnya.

Komentar Hasan mendapat perhatian luas, termasuk dari pegiat media sosial Chusnul Chotimah.

Ia menilai kritik tersebut bukan hanya soal kebijakan, tapi juga menyentuh persoalan integritas dan gaya kepemimpinan.

“Yang paling benci orang jujur adalah mereka yang tak siap dikritik,” tulis Chusnul dalam tanggapannya di media sosial.

Hingga kini, Kementerian Keuangan belum mengeluarkan tanggapan resmi atas kritik tersebut. Namun, perdebatan ini menambah daftar panjang dinamika komunikasi antarpejabat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mengelola dana publik dan menjaga hubungan harmonis antara pusat dan daerah.(*)

 

  • Penulis: melihatindonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Pakai AI Sebagai Alat Bantu Riset Bukan Pengganti Berpikir

    Cara Pakai AI Sebagai Alat Bantu Riset Bukan Pengganti Berpikir

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Loading

    Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak berbahaya karena terlalu pintar. AI berbahaya ketika membuat manusia berhenti memakai otaknya sendiri. Ini paradoks terbesar era digital: teknologi yang katanya membuat kita lebih cerdas justru diam diam menumpulkan nalar. Pada studi yang dirilis MIT, pengguna AI cenderung mengalami overreliance bias yaitu menerima jawaban mesin tanpa verifikasi. Fenomena […]

  • Perubahan di Sensus Penduduk 2020, Masyarakat Isi Data Sendiri

    Perubahan di Sensus Penduduk 2020, Masyarakat Isi Data Sendiri

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sensus penduduk (SP) merupakan proses pendataan penduduk yang dilakukan 10 tahun sekali di Indonesia. Pada tahun 2020 akan diadakan sensus penduduk yang ketujuh kalinya untuk mengetahui jumlah penduduk di Indonesia. Menariknya, pada SP 2020 terdapat perubahan di mana akan dilakukan sensus daring (online). Sensus online merupakan pembaharuan yang dilakukan guna memanfaatkan […]

  • 9 Bulan Terpuruk, IMO-Indonesia Siap Gemakan Wisata Nusantara

    9 Bulan Terpuruk, IMO-Indonesia Siap Gemakan Wisata Nusantara

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada industri wisata tanah air, terpuruknya sektor pariwisata 9 (sembilan) bulan terakhir sejak pandemi membuat banyak pihak merasa turut prihatin. Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F Ismail pada Sabtu, 21 November 2020, menyampaikan industri pariwisata adalah salah satu sektor strategis nasional yang memiliki banyak industri turunan dan […]

  • BMKG : ‘Tropical Storm’ Picu Gelombang 4 Meter & Kecepatan Angin 27 Knot

    BMKG : ‘Tropical Storm’ Picu Gelombang 4 Meter & Kecepatan Angin 27 Knot

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang pada Kamis, 4 Juli 2019 mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di perairan laut diatas 4 meter dan kecepatan angin lebih dari 27 knot di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thlo,ST., kepada […]

  • Jejak Karya Dua Tahun Kepemimpinan  Viktor Laiskodat — Josef Nae Soi

    Jejak Karya Dua Tahun Kepemimpinan Viktor Laiskodat — Josef Nae Soi

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sabtu, 5 September 2020, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) genap 2 (dua) tahun memimpin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua tahun sebelumnya, dua sahabat karib ini, dilantik oleh Presiden Joko Widodo, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pada Rabu, 5 September 2018, bertempat […]

  • Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

    Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

    • calendar_month Jum, 18 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna  menikmati program pengobatan gratis yang akan diluncurkan pemerintah pada Agustus 2021, setiap masyarakat Kabupaten Belu, (Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kenal Lahir (SKL). Demikian, persyaratan ini dikatakan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati, […]

expand_less