Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Adiknya Membantah, Prabowo Tak Punya Kebun Sawit

Adiknya Membantah, Prabowo Tak Punya Kebun Sawit

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • visibility 511
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rosadi Jamani

Prabowo Subianto ini memang bukan tokoh sembarangan. Dalam satu tarikan napas, ia bisa tampil sebagai presiden tegas penyelamat hutan. Dalam tarikan napas lain, ia bisa menjelma, menurut para penuduh, sebagai raja sawit gaib yang berkuasa dari balik kabut Aceh. Pilihannya cuma dua, Prabowo adalah korban fitnah paling tragis dalam sejarah republik, atau justru pesulap agraria paling rapi yang pernah kita punya.

Di panggung pertama, berdirilah Hashim Djojohadikusumo, sang adik kandung sekaligus tameng hidup. Seharian kemarin, Hashim berteriak lantang di depan kamera, Prabowo tidak punya satu hektare pun kebun sawit di Indonesia. Nol. Nihil. Kosong seperti dompet rakyat jelang tanggal tua. Semua tuduhan, kata Hashim, hanyalah kerja influencer bayaran, bot media sosial, dan para koruptor sawit ilegal yang sedang panik karena 3,7 juta hektare kebun haram mereka mulai digusur negara. Logikanya mantap, lae. Kalau mafia sawit ketar-ketir, ya presidennya yang diserang duluan.

Tapi cerita republik tak pernah sesederhana siaran pers. Di sisi lain, JATAM muncul dengan peta, data, dan alis terangkat. Melky Nahar dan kawan-kawan menyebut PT Tusam Hutani Lestari, yang dikaitkan dengan Prabowo, sebagai bagian dari masalah ekologis Aceh. Lahan HTI puluhan ribu hektare di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, sampai Aceh Utara dituding ikut menggerus hulu sungai. Tambang ada, sawit ada, banjir pun datang dengan gagah berani, Desember 2025.

Dasarnya apa? Jangan lupa arsip republik itu kejam. Di debat Pilpres 2019, Prabowo sendiri mengakui punya ratusan ribu hektare lahan. Katanya sih untuk kehutanan, bukan sawit. Tapi Jokowi waktu itu langsung menyebut angka dengan nada hafal di luar kepala, 120 ribu hektare di Aceh Tengah, 220 ribu di Kalimantan Timur. Seperti zombie yang tak pernah mati, isu itu bangkit lagi saat banjir datang, ditambah narasi viral, sebagian HTI itu sudah menjelma jadi kebun sawit ilegal, luasnya katanya tujuh kali Singapura. Entah ini data atau dongeng TikTok, publik keburu panas.

Aktivis lain ikut nimbrung. Ada yang menuntut permintaan maaf, ada yang mengingatkan pernyataan lama Prabowo bahwa sawit itu sama saja dengan pohon hutan. Alam rupanya tidak setuju, lalu menjawab dengan banjir bandang. Media pun terbelah, satu sisi teriak “lahan sawit milik Prabowo!”, sisi lain berbisik “itu hoaks murahan.” Sementara Prabowo sendiri tampil tenang, bahkan menyerahkan puluhan ribu hektare lahan untuk sanctuary gajah Sumatra. Pesannya jelas, mana mungkin raja sawit, wong gajah saja dikasih rumah.

Yang paling menarik, wak, justru keheningannya. Tidak ada laporan polisi. Tidak ada somasi ke JATAM. Padahal kata Hashim, ini fitnah keji dan serangan terorganisir. Tapi balasannya cuma bantahan di podium politik dan acara Natal. Publik pun bertanya-tanya sambil menyeruput kopi, kenapa tidak dibawa ke ranah hukum? Takut boomerang dan membuka detail kepemilikan lahan? Atau presiden baru ingin terlihat dewasa, kebal kritik? Atau jangan-jangan, ini memang drama yang dibiarkan hidup agar rakyat sibuk debat sawit, sementara agenda lain melenggang mulus?

Akhirnya, Prabowo berdiri di persimpangan mitos. Ia bisa dibaca sebagai penguasa sawit tersembunyi yang terlalu rapi untuk ketahuan. Atau sebagai korban konspirasi mafia sawit yang tak rela lahannya disapu negara. Semua data sudah berserakan, HTI ratusan ribu hektare, debat 2019, bantahan Hashim, tuduhan JATAM, banjir Desember 2025, sanctuary gajah, dan 3,7 juta hektare sawit ilegal yang katanya direbut pemerintah.

Silakan pilih versi kebenaranmu sendiri, wak. Atau terima saja satu kenyataan pahit, di negeri ini, kebenaran itu mirip kebun sawit, tumbuh subur di mana-mana, mengilap dari jauh, tapi begitu ditanya, “punya siapa?”, semua mendadak saling tunjuk ke hutan.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dulu Menangkan Prabowo, Kini Siap Menangkan Simon-Andry

    Dulu Menangkan Prabowo, Kini Siap Menangkan Simon-Andry

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere | Relawan yang menamakan diri ‘Beta Siaga’ Maumere, Kabupaten Sikka menyatakan mendukung kepada Simon Petrus Kamlasi (SP) dan Adrianus Garu (Andry Garu) atau SIAGA untuk pemilihan gubernur NTT pada 27 November 2024. Ketua Beta Siaga Maumere, Frederich Fransiskus Baba Djoedye atau biasa dipanggil Nong Irfan mengatakan, relawan Beta Siaga Maumere telah dibentuk sejak dua […]

  • Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengedepankan pelayanan inovasi ATM (amati, tiru, dan modifikasi), salah satunya program layanan “Hakim Masuk Desa” seperti layanan TNI ‘ABRI Masuk Desa’ (sekarang: TMMD, red.). Peran hakim dalam program layanan ‘Hakim Masuk Desa’, terang Decky, hakim berlaku sebagai narasumber untuk […]

  • HUT Ke-76 TNI, Presiden Apresiasi Peran TNI Tangani Pandemi Covid-19

    HUT Ke-76 TNI, Presiden Apresiasi Peran TNI Tangani Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sel, 5 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Menurut Presiden, bila diibaratkan sebagai perang, melawan pandemi Covid-19 saat ini seperti perang yang menguras tenaga, pikiran, mental, dan semangat juang. Perang yang membutuhkan kewaspadaan, kecepatan, sinergi, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal […]

  • Penantian 81 Tahun, Warga Tiga Desa TTU Dapat Jaringan Listrik PLN

    Penantian 81 Tahun, Warga Tiga Desa TTU Dapat Jaringan Listrik PLN

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Loading

    Uji kelayakan merupakan tahapan krusial untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan yang dibangun aman dan sesuai standar sebelum dialiri arus listrik ke rumah-rumah warga.   Kefa | Semangat Tahun Baru 2026 terasa begitu spesial bagi warga di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Penantian panjang warga untuk menikmati akses energi listrik […]

  • Partai UKM Rekrut Pelaku UMKM dan Pedagang Pasar Masuk Pengurus

    Partai UKM Rekrut Pelaku UMKM dan Pedagang Pasar Masuk Pengurus

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Partai UKM (Usaha Kecil Menengah) sebagai partai nasionalis berbasis ekonomi kerakyatan menyatakan, fokus merekrut pengurus dari pelaku UMKM, Pedagang Pasar dan Koperasi. Apalagi basis politik Partai UKM banyak didirikan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pedagang Pasar dan Koperasi. “Sebagai partai kader berorientasi massa, Partai UKM memprioritaskan kepengurusan dari […]

  • Konspirasi di SMKN Batuputih, Orang Tua & Komite Adukan Kepsek ke Gubernur NTT

    Konspirasi di SMKN Batuputih, Orang Tua & Komite Adukan Kepsek ke Gubernur NTT

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Batuputih-TTS, Garda Indonesia | Kekecewaan mendalam orang tua siswa dan komite SMK Negeri Batuputih terhadap kinerja Kepala SMK N Batuputi Prahara Chrislianto Kana,S.TP.,M.Eng., lantaran Kepala Sekolah tersebut tidak bekerja sama dengan orang tua siswa dan juga komite sekolah. Kerja sama tersebut berkaitan dengan ketidaktransparan Kepala Sekolah bersama Bendahara BOS dalam pengelolaan Dana BOS dan juga […]

expand_less