Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rosadi Jamani

Benar-benar maut sindiran Prabowo di hadapan Menkeu Purbawa soal pegawai pajak yang nakal. Beberapa hari kemudian delapan pegawai pajak yang notabene anak buah Purbaya kena OTT KPK.

Mari kita marah. Jangan ditahan. Negara ini terlalu sering meminta kita sabar, sementara kesabarannya sendiri sudah lama bangkrut.

Saya ini rakyat jelata yang taat. Taat betul. Pajak motor dibayar tepat waktu. Antre di Samsat seperti ritual tahunan, muka lelah, semua dirasakan demi satu kalimat sakti, “Demi negara.” Takut telat. Takut denda. Sehari telat, setahun hukumannya. Negara galak kalau menagih. Tapi mendadak rabun kalau yang dijaga adalah uang rakyat.

Lalu Jumat malam, 9 Januari 2026. Hari sudah libur. Saat rakyat rebahan, pegawai pajak malah “lembur”. Tapi bukan lembur untuk APBN. Mereka lembur untuk amplop. KPK menggerebek Kantor Pajak Jakarta Utara. Delapan orang diamankan. Pegawai pajak dan swasta. Barang bukti? Ratusan juta rupiah dan valuta asing. Gepokan. Uang keringat rakyat, disulap jadi tiket diskon pajak bagi mereka yang punya koneksi dan keberanian menyuap.

Pajak dikorting. Bukan karena kebijakan negara. Tapi karena uang diselipkan di meja yang tepat.

Jangan pura-pura kaget. Ini bukan kejadian perdana. Sejak Gayus Tambunan tahun 2009 membuka pintu neraka bernama mafia pajak, kita disuguhi parade busuk tanpa jeda. Gayus dengan paspor palsu dan plesiran. Dhana Widyatmika dengan kekayaan Rp60 miliar. Handang Soekarno. Yul Dirga. Wawan Ridwan. Angin Prayitno Aji. Rafael Alun Trisambodo. Nama boleh berbeda, modus tetap sama. Institusi sama. Bau sama.

Yang tumbang selalu orangnya. Sistemnya? Tetap berdiri pongah. Seolah korupsi hanyalah kesalahan individu, bukan penyakit menahun yang dipelihara.

Kasus Rafael Alun bahkan lebih biadab. Bukan cuma soal pajak, tapi soal moral. Anak menganiaya, harta Rp56 miliar terkuak. Dari situ rakyat sadar, selama ini kita bukan sedang membayar pajak, tapi membiayai gaya hidup segelintir bajingan. Maka lahirlah #StopBayarPajak. Bukan karena rakyat malas, tapi karena rakyat muak. Bayar pajak rasanya seperti menuang air ke drum bocor. Kita setor, mereka foya-foya. Kita antre, mereka liburan. Kita gemetar kena denda, mereka santai buka koper.

Ironi makin sempurna ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengumumkan pembebasan PPh 21 bagi pegawai bergaji di bawah Rp10 juta. Katanya demi keadilan. Tapi beberapa hari sebelumnya, Presiden Prabowo sudah menyentil keras Ditjen Pajak dan Bea Cukai di Hambalang.

“Apakah kita akan terus dibohongi oleh oknum pajak dan bea cukai?”

Purbaya bilang dirinya “tertampar”.

Masalahnya, tamparan itu seperti menepuk nyamuk di lengan badak. Belum kering rasa perihnya, KPK sudah harus turun lagi. OTT lagi. Di kantor pajak lagi.

Ingat baik-baik, 80 persen APBN kita berasal dari pajak. Bukan dari SDA yang katanya melimpah ruah. Dari pajak gaji pejabat dibayar, subsidi digelontorkan, jalan dibangun. Ketika pajak dikorupsi, itu bukan sekadar kejahatan hukum. Itu pengkhianatan nasional. Itu perampokan terang-terangan dengan stempel negara.

Saya, rakyat kecil yang takut telat bayar pajak motor, merasa seperti badut. Kita dipaksa patuh. Mereka bebas berulah. Kita ditakut-takuti denda. Mereka Cuma “diperiksa internal”. Kita disuruh cinta negara, tapi negara kadang berperilaku seperti pacar paling toxic, minta terus, berkhianat terus.

Sudah waktunya berhenti marah setengah-setengah. Sudah waktunya menuntut lebih dari sekadar jargon reformasi dan konferensi pers kosong. Kalau tidak, kita akan selamanya jadi sapi perah. Mereka akan terus berpesta di atas punggung kita.

Selamat menikmati hari libur. Jangan lupa bayar pajak. Karena telat sehari, dendanya setahun. Tapi kalau korupsi? Ah, mungkin cukup izin cuti.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

    BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gojek menjalin kerja sama dalam penanggulangan Bencana Indonesia. Ini merupakan upaya konkret BNPB dalam pentaheliks, yaitu pelibatan unsur Lembaga usaha dalam penanggulangan bencana. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Gojek, Jakarta, pada Rabu 19 Februari 2020. Kerja sama […]

  • BPS Lakukan Pemutakhiran Tahun Dasar Perhitungan IHK & Nilai Tukar Petani

    BPS Lakukan Pemutakhiran Tahun Dasar Perhitungan IHK & Nilai Tukar Petani

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) menjaga kualitas data, secara rutin memutakhirkan tahun dasar, paket komoditas, dan diagram timbang setiap Indeks Harga untuk perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) dari Tahun Dasar 2012 menjadi Tahun Dasar 2018. Sosialisasi pemutakhiran diagram timbang tahun dasar perhitungan IHK dan NTP dilaksanakan pada […]

  • Merawat Akal Sehat dalam Berdemokrasi

    Merawat Akal Sehat dalam Berdemokrasi

    • calendar_month Ming, 6 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Muhammad Syukur Mandar, S.H., M.H. Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia adalah bangsa besar, bangsa yang merdeka dari kekuatan rakyat, direbut dengan tumpahan darah dan jiwa juang yang tinggi oleh para pahlawan di medan laga tanpa pamrih. Kini usia bangsa tak lagi muda, meski segenap agenda kebangsaan yang tersirat dalam falsafah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, […]

  • 78 Tahun PLN Hadir Listriki Indonesia, Rasio Elektrifikasi Capai 99,74%

    78 Tahun PLN Hadir Listriki Indonesia, Rasio Elektrifikasi Capai 99,74%

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hari Listrik Nasional (HLN) ke-78 diperingati pada 27 Oktober 2023, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menerangi negeri. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan upaya terbaik PLN dan sinergi dengan pemerintah hingga triwulan III tahun 2023, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,74%. ”Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang diberi mandat […]

  • Hari Musik Nasional, PAPPRI NTT Suguhan Musik Anak Hingga Remaja

    Hari Musik Nasional, PAPPRI NTT Suguhan Musik Anak Hingga Remaja

    • calendar_month Kam, 31 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia Nusa Tenggara Timur (PAPPRI NTT) turut memeriahkan dan merayakan hari ulang tahun PAPPRI tahun 2022. Bertema, “Setara dan Sejahtera Perilaku Musik Nasional” perayaan HUT ke- PAPPRI di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihelat di 999 Bar and Resto Lae Lae Besi Kopan […]

  • Presiden Lantik 881 Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Tahun 2020 secara Virtual

    Presiden Lantik 881 Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Tahun 2020 secara Virtual

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik calon pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXVII tahun 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 29 Juli 2020. Sebanyak 881 pamong praja muda terdiri atas 176 orang lulusan program strata satu (S-1) Ilmu Pemerintahan dan 705 orang lulusan […]

expand_less